3 Februari, pukul 23.40, Super Girls Dorm

“Jangan berisik, kau bisa membangunkan para member,” Hyejin menggandeng Kyuhyun menuju dorm Super Girls. Kyuhyun hanya bisa menahan tawanya mendengar ucapan Hyejin.

“Ini seperti awal-awal kita pacaran. Bersembunyi untuk mencari waktu,” Kyuhyun mengangkat alisnya, senyum nakalnya merekah.

“Ya!” Hyejin memukul lengan Kyuhyun. “Lihat saja nanti!”

“Lihat saja nanti apa?” Kyuhyun mendorong tubuh Hyejin ke tembok. Dirinya sudah tidak tahan untuk membungkam yeoja di hadapannya dengan ciuman.

“Sebelum kau mencium leaderku, lebih baik kau cek ada berapa misscall di handphonemu!” Suara seorang yeoja yang begitu akrab di telinga Kyuhyun dan Hyejin menghentikan aktivitas intim mereka berdua. Jihyo sudah berdiri tak jauh di dari mereka. Sang nona evil melipat kedua tangannya di dada, memandang murka ke pasangan tersebut.

 

3 Februari, pukul 23.50, Ruang Tamu Dorm Super Girls

“Hyonnie, jeongmal mianhae,” Kyuhyun mencoba meraih tangan Jihyo, namun Jihyo menarik tangannya. “Ayolah, kau sudah mendiamkan kami berdua selama 10 menit!”

“Dan kau tak lihat ada berapa misscall di handphonemu, hah? 80 misscall!” Jihyo memelototi namja di hadapannya. “Aku sudah dari pagi membuatkan cake dan sup rumput laut untukmu! Kau bilang kau akan menemuiku malam ini setelah pergi dengan Hyejin unnie!”

“Jihyo-” ucapan Hyejin dipotong oleh membernya.

“Jangan ikut campur, unnie. Ini masalahku dan Kyuhyun oppa,” Jihyo meninggikan suaranya.

“Jihyo! Jangan membentak leadermu!” Kyuhyun balik membentak Jihyo. Namun, bukan Choi Jihyo namanya jika ia tak bisa melawan si raja evil.

“Wae?! Apa karena Hyejin unnie kekasihmu jadi kau membelanya, hah? Semuanya selalu tentang Hyejin unnie! Kau sekarang tidak pernah memperhatikanku, tidak pernah mengunjungiku! Bahkan hanya untuk merayakan ulang tahunmu bersamaku sebentar saja kau tidak bisa!” Jihyo bangkit dari sofa. Napasnya terengah-engah menahan emosi.

“Ini semua bukan karena Hyejin!” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Ia tau seumur hidupnya ia tidak akan pernah bisa memarahi Choi Jihyo, yang sudah ia anggap selama ini seperti adiknya sendiri. Namun, ia paling tidak suka jika ada seseorang yang menyalahkan kekasihnya, Song Hyejin.

“Mungkin Jihyo benar, seharusnya tadi kau menemuinya,” Hyejin menghela napas panjang. Sejujurnya ia tidak tau jika Kyuhyun sudah berjanji ke Jihyo jika akan merayakan hari ulangtahun bersama Jihyo. Namun, ia tidak ingin kedua orang yang sangat disayanginya ini bertengkar gara-gara dirinya.

“Percuma,” Jihyo melangkahkan kakinya menuju pintu. Kyuhyun refleks menahan tangan Jihyo.

“Kau mau kemana? Sudah malam!”

“Terserah aku mau kemana, lagipula aku muak melihat wajah kalian berdua!” Jihyo membanting pintu dorm tanpa menunggu Kyuhyun dan Hyejin berbicara sepatah kata pun.

“Aish anak itu!” Kyuhyun mengepalkan tangannya.

“Yeobo, kurasa kita harus menyusul Jihyo. Kau tau kan bagaimana cara menyetirnya kalau dia sedang emosi,” seluruh tubuh Hyejin tiba-tiba dilanda kekalutan.

 

3 Februari, pukul 23.59. Dorm Super Girls

“Yoboseyo?” Hyejin baru saja akan keluar dari dorm bersama Kyuhyun menyusul Jihyo. Namun deringan dari handphonenya memaksanya untuk berhenti dan mengangkat teleponnya.

“Ada apa?” Kyuhyun mengamati perubahan ekspresi di wajah Hyejin. Tiba-tiba saja Hyejin menangis.

“Jihyo, Jihyo,” Hyejin berusaha membuka mulutnya, namun entah mengapa terasa sangat berat. “Kecelakaan”

Kyuhyun melesat keluar dari dorm, Hyejin berusaha sekuat tenaga mengejarnya walaupun langkahnya terasa berat.

 

4 Februari. Pukul 00.00. Lorong apartemen dorm Super Girls

Kyuhyun melesat keluar dari dorm, Hyejin berusaha sekuat tenaga mengejarnya walaupun langkahnya terasa berat.

“Tadaaaaaa!” suara berisik di ujung lorong menghentikan Kyuhyun dan Hyejin. Di ujung lorong, sang nona evil, Choi Jihyo, dongsaeng yang sejak tadi dicemaskan oleh Kyujin, memamerkan senyum terjahilnya. Bersamanya ada MinAh, HyunAh, Hamun, Woobin, Eric, Henry, dan Donghae.

“Saengil chukkae, Cho Kyuhyun dan Song Hyejin!” Teriak mereka semua. Jihyo maju selangkah sambil membawa kue tart dengan boneka lilin menyerupai Kyuhyun dan Hyejin. Woobin dan Henry sibuk melempar-lemparkan kerta warna-warni. MinAh dan Eric memegang tumpukan kado yang sudah dibungkus. HyunAh dan Hamun memasangkan topi kerucut di kepala Kyuhyun dan Hyejin. Tentu saja tak ketinggalan Donghae membawa dua botol wine.

Hyejin meledakkan tangisnya sambil memeluk erat Jihyo. “Anak ini keterlaluan sekali memang. Kau hampir membuatku kena serangan jantung!”

Untuk kali ini Kyuhyun sangat setuju, matanya memerah menahan airmata. “Choi Jihyo, jangan bercanda seperti ini lagi!”

Jihyo hanya bisa nyengir. “Aku kan cuma aktrisnya saja. Tuh sutradaranya,” Jihyo melirik ke Woobin yang masih sibuk berkutat dengan kertas confetti.

“Ya, Kim Woobin!” Teriak Kyuhyun dan Hyejin bersamaan. “Kau tidak boleh lagi pacaran dengan Jihyo!”

Woobin memasang tampang super-aegyo dan langsung bergelayut manja ke lengan Kyuhyun dan Hyejin. “Jeongmal mianhae~~~”

“Tapi bagaimana kalau tadi Kyuhyun oppa ingat punya janji denganmu?” tanya Hyejin.

Jihyo dan Woobin tersenyum penuh arti, jika dilihat sekilas, menurut Hyejin senyuman mereka berdua sangat mirip, sama-sama tengil. “Tentu saja kami sudah siapkan rencana B”

“Guys,” Eric berteriak. “Kita sudah boleh masuk ke dorm kan? Ini kado-kado dari kalian berat sekali!”

Kkeut!

Selamat ulang tahun uri Cho Kyuhyun dan Song Hyejin! Semoga Kyujin couple langgeng selamanya!