annyeong yeorobun!!
Akhirnya aku muncul lagiiii setelah hiatus yang menyumbat ide2 di kepalaku…

FF ini terinspirasi dari timeline twitter yang membahas red marks di leher Kyuhyun yang sampai detik ini belum kita ketahui apa penyebab sebenarnya. Huahhahaha!

Hope you enjoy!!

image

“Aku sudah di rumah. Kau dimana?”

“Baru keluar studio. 15 menit lagi aku sampai.”

“Ppaliwa. Aku ngantuk.”

“Tidur saja. Nanti aku bangunkan kalau aku sudah sampai.”

“Ya sudah nanti bangunkan aku. Sampai jumpa. Saranghae”

“Nado saranghae. Sampai jumpa.”

Begitulah percakapan antara Kyuhyun dan Hyejin, sepasang kekasih yang sudah seminggu tidak bertemu karena kesibukan masing-masing yang sangat padat. Karena itu, ketika mereka mendapatkan waktu untuk bertemu, akan mereka manfaatkan sebaik-baiknya. Meskipun hanya untuk beberapa jam.

—-

Hyejin sudah sampai di sebuah apartemen berukuran sedang yang dibeli Kyuhyun beberapa tahun lalu ketika hubungan mereka menginjak tahun kelima, yang mereka sebut rumah. Hyejin melihat Kyuhyun yang sudah terlelap nyenyak di tempat tidur dan tidak bisa untuk tidak tersenyum melihat pria yang sangat dirindukannya itu.

“Aku pulang,” bisik Hyejin sambil memeluk Kyuhyun dari belakang.

Mungkin karena Kyuhyun juga begitu merindukan Hyejin, telinganya menjadi begitu sensitif. Ia langsung terbangun begitu mendengar suara Hyejin padahal biasanya ia adalah makhluk yang paling susah dibangunkan dari tidurnya.

“Hai,” sapa Kyuhyun tanpa tampak seperti orang bangun tidur. Bahkan tampak sangat segar.

“Hai, tampan,” balas Hyejin sambil tersenyum dan mengelus pipi Kyuhyun yang semakin berisi. “Apa kabar?”

“Sangat merindukanmu pastinya,” jawab Kyuhyun lalu memeluk Hyejin dengan erat tanpa ada niat untuk melepaskannya.

“Maksudku, kau sehat?” Tanya Hyejin. Tangannya memeluk dan mengelus punggung Kyuhyun dengan lembut.

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya di atas bahu Hyejin. “Kau pasti akan menjadi orang pertama yang tahu kalau aku sakit. Bagaimana album solo-mu?”

“Sejauh ini lancar. Minggu depan aku akan syuting music video-nya. Kau bagaimana?”

“Melelahkan,” jawab Kyuhyun mengingat jadwal musikal, konser dan variety show-nya yang padat merayap. “Tapi aku langsung bersemangat begitu bertemu dengan penggemar-penggemarku.”

Hyejin tertawa kecil lalu melepaskan pelukan Kyuhyun dari tubuhnya. Ia teringat dengan sebuah foto Kyuhyun yang beredar di twitter beberapa jam lalu.

image

image

Hyejin memeriksa leher Kyuhyun. “Kau menggaruknya lagi,” ujar Hyejin melihat bagian leher yang agak memerah.

“Gatal. Aku tidak tahan,” sahut Kyuhyun yang mau menggaruk lehernya namun dilarang keras oleh Hyejin. Hyejin menepis tangan Kyuhyun sebelum sampai untuk menggaruk lehernya. “Berhenti menggaruknya,” ujar Hyejin galak lalu mengambilkan handuk kecil basah dan meletakkannya di leher Kyuhyun yang memerah.

“Sudah aku bilang kalau lehermu gatal jangan digaruk, kompres dengan handuk atau tisu yang dibasahkan. Dasar bandel. Orang-orang jadi mengira merah-merah di lehermu itu kissmark padahal hanya karena alergi,” kata Hyejin.

Kyuhyun menyeringai jahil kepada Hyejin. “Aku tidak keberatan kalau kau mau menambahkan merah-merah di leherku,” ujar Kyuhyun berakibat sebuah pukulan ringan di bahunya.

“Akan aku pertimbangkan,” sahut Hyejin dengan seringaian lebar membuat Kyuhyun dengan senang hati mencium gadisnya.

“Ngomong-ngomong hari sudah larut malam. Kau mau keluar atau di rumah saja? Kalau keluar, aku rasa tidak akan ada yang melihat kita,” Tanya Hyejin menawarkan kencan tengah malam untuk menghabiskan waktu kebersamaan mereka.

“Kau mau keluar atau di rumah?” Tanya Kyuhyun balik.

“Aku mau nonton. Sudah sebulan aku tidak ke bioskop. Aku bahkan belum nonton Dragon Blade,” jawab Hyejin jujur.

Kyuhyun tersenyum. “Kalau begitu, kita di rumah saja. Aku sedang tidak ingin kemana-mana,” ujar Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya.

“Yaa!” Protes Hyejin.

“Yaa wae? Banyak hal yang bisa kita lakukan di rumah sampai besok pagi, sayang. Lagipula kita butuh istirahat bukan berkeliaran tengah malam,” kata Kyuhyun.

“Kita sudah seminggu tidak berkencan dan kau memilih tidur?” Tanya Hyejin dengan sedikit cemberut.

“Aku tidak bilang tidur. Aku bilang istirahat. Mendengarkan apa saja yang kau lakukan selama tidak aku sambil berbaring memelukmu, bagiku termasuk istirahat,” jawab Kyuhyun dengan santai.

Dengan kesal, Hyejin membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Kyuhyun mengikuti jejak Hyejin. Ia berbaring di samping Hyejin, menyelipkan tangan kirinya di bawah kepala Hyejin dan tangan kanannya untuk memeluk Hyejin. “Apa kau merindukanku? Apa kau tersiksa ketika aku tidak di sampingmu?” Tanya Kyuhyun retoris.

Hyejin menganggukkan kepalanya. “Aku juga sangat merindukanmu,” kata Kyuhyun.

“Tapi kau akan langsung melupakanku begitu berurusan dengan pekerjaanmu,” sahut Hyejin yang kenal betul watak Kyuhyun. Pria itu tidak akan menghubunginya kalau sedang sibuk bekerja.

“Aku tidak melupakanmu. Sungguh. Hanya tidak memfokuskan pikiranku pada dirimu. Kalau aku terus-terusan memikirkanmu, bisa-bisa yang ada aku terus meneleponmu, bukan bekerja. Kau sendiri, seminggu ini bisa dihitung dengan jari berapa kali kau meneleponku.”

“Itu karena aku sibuk mempersiapkan debut solo-ku. Maafkan aku?”

“Tentu saja aku memaafkanmu asal….”

“Asal?”

“Kau mengijinkan aku jadi model di music video-mu. Aku rela tidak dibayar.”

“Andwe. Kau tidak boleh jadi model MV ku.”

“Wae? Daripada si Sehun? Yaaa Song Hyejin! Aku tahu adegan apa saja yang akan muncul di MV-mu itu. Aku tidak rela ada pria lain menyentuh kulitmu meskipun hanya seujung jari,” protes Kyuhyun.

“Tidak. Akan panjang urusannya kalau kau muncul di music video-ku.”

“Waeeee?” Rengek Kyuhyun seperti bocah berusia 3 tahun.

“Pokoknya tidak boleh,” kata Hyejin sambil menggelengkan kepalanya lalu mencium Kyuhyun dengan intens, pada leher pria itu. “Aku sudah menambahkan merah-merah di lehermu. Kau tidak boleh jadi model music video-ku. Arraseo?”

Kyuhyun tertawa lepas. “Kita lihat nanti apa kata produser-mu. Aku sudah meyakinkannya mati-matian beberapa hari lalu. Kemari,” kata Kyuhyun lalu menarik Hyejin lebih mendekat kepadanya dan mencium leher Hyejin, memberikan banyak tanda merah di kulit putih wanita kesayangannya. “Jangan marah. Aku mencintaimu.”

Hyejin tersenyum melihat wajah kekanakan Kyuhyun yang sangat menggemaskan. “Aku juga mencintaimu, chubby-ku yang tampan,” balas Hyejin dengan senyuman lebar yang dihilangkannya tiga detik kemudian.

“Tapi aku akan membunuhmu kalau tanda merah di leherku tidak bisa hilang walau sudah ditimpa alas bedak tebal,” ancam Hyejin yang hanya ditimpali tawa renyah oleh Kyuhyun.

Kkeut!

xoxo @gyumontic