Hai haiii…
Author lagi bertapa nyari inspirasi buat Growing Pains Growing Love part 6 sampai ending tapi entah kenapa yang muncul malah beginian.

Maafkan author yaa….

****
image

Badannya smakin membesar. Perutnya juga. Nih org pasti mls2 olahraga. Sama!

Photo credit to owner yeee. Aku cmn nyomot. Hahaha.

***
Setelah 10 jam penerbangan dan 4 jam konser yang sangat melelahkan, Hyejin berharap dapat tidur nyenyak dengan segera tapi harapan tinggallah harapan ketika Hyejin mendengar bel kamarnya berbunyi berulang kali tanpa jeda.

“Oh My God!!! Siapa sih?!” Gerutu Hyejin yang dengan terpaksa mengeluarkan tubuhnya dari dalam selimut dan meninggalkan tempat tidur untuk membuka pintu kamarnya.

“Kyu?” Hanya itu yang bisa Hyejin ucapkan begitu melihat pelaku yang mengganggu istirahat malamnya.

Kyuhyun hanya menyeringai jahil lalu masuk ke dalam kamar Hyejin tanpa meminta persetujuan pemilik kamar.

“Yaa! Mau apa kau di sini?”

“Aku tidak bisa tidur.”

“Lalu?”

Kyuhyun yang sudah berada di atas tempat tidur, menempati separuh tempat tidur ukuran double, menepuk-nepuk separuh bagian lagi di sebelahnya yang masih kosong. “Siapa tahu dengan bersamamu, aku bisa tidur nyenyak,” kata Kyuhyun dengan senyuman jahilnya yang khas.

Meskipun Hyejin sudah mengenal Kyuhyun bertahun-tahun dan tak ada pria yang bisa membuatnya jatuh cinta seperti ia jatuh cinta kepada Kyuhyun, yang ingin dilakukan Hyejin adalah mengusir Kyuhyun agar kembali ke kamarnya sendiri.

“Kyu, aku ingin istirahat,” kata Hyejin.

“Aku juga. Aku janji tidak akan mengganggu,” sahut Kyuhyun dengan tingkat 99 persen tidak dapat dipercaya.

Hyejin tetap tidak bergeming di tempat ia berdiri. Dengan tangan terlipat di dada, Hyejin menatap tajam Kyuhyun seolah berkata, “Aku mohon. Aku ingin istirahat.”

“Ya sudah, kalau tidak percaya,” rajuk Kyuhyun lalu masuk ke dalam selimut dan memejamkan matanya, menolak mentah-mentah untuk menarik diri dari kamar Hyejin.

Dengan kesal namun tidak bisa memaksa, Hyejin membiarkan Kyuhyun tidur di tempat tidurnya sedangkan dirinya memilih berada di sofa meski kakinya harus tertetuk sampai beberapa jam ke depan.

“Yaa! Se-tidak ingin-nya itukah kau tidur bersamaku?” Tegur Kyuhyun melihat kekasihnya memilih bersempit-sempit di sofa dibandingkan di sebelahnya.

“Bukan, aku hanya ingin istirahat.”

Tatapan tajam Kyuhyun membuat Hyejin bangkit dari sofa dan berpindah ke tempat tidur, tepat di sebelah Kyuhyun. “Berjanjilah kau tidak akan berbuat macam-macam padaku. Aku benar-benar ingin tidur nyenyak, Kyu,” kata Hyejin dengan tatapan memelas.

“Kau tidak percaya padaku?”

Hyejin dengan pasrah, menghela nafas panjang dan kemudian membaringkan diri ke dalam selimut. Hyejin tahu dirinya tidak akan bisa tidur nyenyak mengingat ini hari pertama mereka bertemu setelah 12 hari yang panjang tanpa melihat batang hidung satu dengan yang lain.

Hyejin sengaja tidur dengan memunggungi Kyuhyun. Telinganya dipasang tajam-tajam untuk menangkap suara dengkuran Kyuhyun. Selama dengkuran Kyuhyun belum terdengar, selama itu Hyejin harus terjaga.

“12 hari tidak bertemu dan kau tidak mau satu tempat tidur denganku. Rasanya menyedihkan melihat wanita yang paling aku cintai menolak berdekatan denganku.”

Hyejin mendengar omongan Kyuhyun tapi ia sengaja tidak bereaksi agar Kyuhyun mengira ia sudah tidur. Pria itu terus bicara dan Hyejin terus pura-pura tidak mendengar.

“Kau tahu, pasti banyak wanita di luar sana yang ingin tidur denganku tapi aku tidak mau. Aku hanya mau denganmu. Aku hanya merindukanmu. Kau bahkan belum memelukku hari ini.”

Sedikit penyesalan muncul di dalam diri Hyejin. Sejak ia kembali dan menjalankan jadwalnya, ia sama sekali belum melakukan interaksi lebih dari mengucapkan ‘Hai’. Setengah yakin, Hyejin membalik tubuhnya sehingga ia bisa melihat Kyuhyun yang sampai saat ini belum terlelap.

Kyuhyun berbaring dengan kedua telapak tangannya di bawah kepala dan matanya yang menatap langit-langit kamar tanpa ekspresi.

Dengan lembut, Hyejin mengelus pipi kekasihnya yang semakin lama semakin berisi. Didukung dengan kulit putihnya, pipi Kyuhyun sudah persis bakpau.

“Maafkan aku. Kau tahu betapa melelahkannya jadwal-jadwal ini kan?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Tapi aku tidak pernah mengabaikanmu. Kau selalu menjadi orang pertama yang aku temui.”

Hyejin hanya tersenyum. Tidak. Kyuhyun tidak selalu seperti itu. Kyuhyun bahkan sering lebih memilih tidur lebih dulu baru menemuinya. Tapi membahas masalah itu sekarang tidak akan ada gunanya. Yang ada nanti justru pertengkaran.

Kyuhyun hanya ingin diperhatikan dan satu-satunya pilihan Hyejin adalah memberikan perhatian itu.

Dengan belaian lembut, Hyejin memaksa mata Kyuhyun yang daritadi hanya menatap langit-langit menjadi menatapnya. “Aku salah. Maafkan aku. Ya? Aku mohon,” pinta Hyejin lalu mencium bibir Kyuhyun dengan lembut dan kemudian memeluk pria itu dengan penuh kasih sayang.

Semudah itu.

Kyuhyun menyelipkan tangannya di bawah tubuh Hyejin untuk mendekap gadis tercintanya dengan lebih erat sedangkan kepalanya diletakkannya di bahu Hyejin agar ia bisa lebih dekat untuk mencium wangi khas kekasihnya.

“Aku maafkan,” ujar Kyuhyun dengan suara beratnya dengan nada yang lebih menyenangkan.

Hyejin ingin sekali segera menutup matanya dan tenggelam ke dalam dunia bawah sadarnya tapi merasakan hembusan nafas Kyuhyun yang semakin lama membuat lehernya semakin panas, Hyejin tahu ia tidak akan bisa tidur nyenyak malam ini.

“Kyu… Kau sudah berjanji padaku tadi.” Hyejin berusaha mengingatkan kekasihnya.

“Aku berjanji tidak akan berbuat macam-macam. Sampai detik ini aku juga belum pernah melanggar janjiku. Apa sekarang menciummu sudah termasuk perbuatan macam-macam? Humm?”

Kyuhyun menaikkan alisnya sedangkan Hyejin hanya bisa mendesah pasrah. “Kau. Memang. Tidak. Bisa. Dilawan.”

Sebuah senyuman lebar merekah di wajah Kyuhyun. Wajah lelahnya yang tadi muram telah berubah menjadi wajah segar dan ceria seolah ia tidak kehilangan energinya setelah 4 jam bergerak kesana kemari di atas panggung.

“Aku… sangat merindukanmu… kau… tahu,” kata Kyuhyun diiringi kecupan-kecupan yang ia daratkan di leher Hyejin.

“Tidak. Aku tidak tahu,” sahut Hyejin membuat Kyuhyun mengangkat kepalanya dari leher Hyejin dan melihat kekasihnya yang sedang menyeringai jahil kepadanya.

“Kau menyebalkan,” kata Kyuhyun menyadari Hyejin baru saja menggodanya.

Hyejin tertawa lalu meraih wajah Kyuhyun yang sudah berada sangat dekat dengannya. “Aku tahu. Aku juga sangat merindukanmu dan aku tahu apa yang sebenarnya kau inginkan,” kata Hyejin lalu mencium bibir Kyuhyun dengan intens, membuat pria itu bergerak sedemikian rupa sehingga bisa mengubah posisi Hyejin yang tadi berada di samping Kyuhyun sekarang terkunci di bawah pria itu.

“Kau mau menggodaku ya?”

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Aku hanya ingin istirahat. Kau juga. Besok pagi-pagi kita harus kembali ke Korea. Ingat?”

“Aku tidak peduli.”

Kyuhyun kembali mencium kekasihnya, dari puncak kepala gadis itu sampai ke tulang bahunya. Hyejin sebenarnya masih punya pilihan untuk menendang Kyuhyun agar keluar dari tempat tidurnya tapi Hyejin tidak setega itu. Lagipula, dirinya juga menginginkan hal yang sama. Tanpa menunggu perintah dari otaknya, tangan Hyejin sudah mendekap Kyuhyun lebih erat kepada tubuhnya.

“Aku mencintaimu, Kyu. Awas kalau kau meninggalkan jejak. Aku tidak bawa sweater turtle neck-ku.”

“Tidak usah khawatir. Aku sudah ahli soal itu. Aku juga mencintaimu,” ujar Kyuhyun yang tidak bisa melepaskan dirinya dari Hyejin meski hanya sedetik. Ia juga tidak bosan-bosan meletakkan bibirnya pada Hyejin meskipun sepertinya udah ribuan kali ia berada di sana.

Kkeut!