Annyeonghaseyo, long time no see. Ini ff uda lama ada tapi baru inget kalau ada ff ini. Jadi tadi dibetulin bentar terus tadaaa jadi deh. Mian kalau kurang panjang atau kurang memuaskan but hope you enjoy it. Enjoy reading!

*****

“Kudengar, Lee sajangnim akan membuat girlband baru dengan konsep yang berbeda dari SNSD sunbae!” ujar salah seorang gadis yang juga trainee di SMent. Seketika, gadis itu langsung dikerubungi oleh teman-temannya yang lain.

“Siapa, siapa, siapa?” tanya trainee yang lain. Ia penasaran siapa saja kira-kira kandidatnya.

“Song Hyejin onnie, Park Minah onnie, Jung Hyunah onnie, Choi Jihyo, dan…,” kalimatnya terhenti. Kini ia melirik trainee lain yang duduk 2 meter di luar kerumunan itu.

“Jangan bilang kalau kandidat satu lagi itu Kang Hamun,” ujar trainee lain yang menangkap maksud lirikan itu.

“Sebenarnya aku tak suka mengatakan ini, tapi kau benar. Itu yang aku dengar,” jawabnya sambil menghela nafas panjang. Para trainee yang lain sudah menatap Hamun dengan kesal.

Hamun menutup bukunya dan beranjak dari tempat duduknya tadi. Sebelum ia benar-benar pergi, Hamun berhenti di kerumunan itu lalu membungkukan badan. “Terima kasih karena sudah membicarakanku, onniedul,” kata Hamun dan ia berlalu begitu saja. Para trainee itu mulai mengumpat karena mereka sangat kesal pada sikap Hamun.

Kang Hamun adalah seorang trainee baru yang di scout oleh tangan kanan Lee sajangnim. Saat ia memulai training, banyak trainee lain yang merendahkannya karena dia masih kuliah di semester awal, tidak punya kemampuan menari ataupun menyanyi, yang ia punya hanyalah otaknya yang cerdas. Akan tetapi, hanya dalam waktu 6 bulan, kemampuan menari dan menyanyinya meningkat drastis. Dari semua trainee yang ada, ia merupakan trainee dengan progress tercepat. Hal itulah yang membuat ia makin tidak disenangi oleh para trainee. Mungkin karena mereka iri atau mereka takut karena Hamun bisa menjadi ancaman buat mereka.

*****

Tak lama setelah gossip itu beredar, akhirnya Lee sajangnim mengeluarkan pengumuman resmi tentang member girlband baru yang hendak ia bentuk.

Trainee yang ditunjuk untuk menjadi leader dari girlband ini adalah Song Hyejin. Anak dari seorang konglomerat Korea Selatan yang tidak sudi menggunakan koneksi orang tuanya untuk mencapai kesuksesannya. Terkenal akan kecantikannya dan suaranya yang indah. Ia juga terkenal dengan sifat kepemimpinannya dan integritasnya. Semua orang terpesona pada gadis ini, baik karena wajahnya ataupun personalitynya.

Member lainnya adalah Park Minah. Adik dari Leeteuk Super Junior tapi lebih dekat dengan Kim Heechul. Terkenal dengan kepribadiannya yang nyaris mirip Heechul. Terus terang, apa adanya, skeptis, pandai berbicara, dan cuek. Punya sense of fashion yang unik dan selalu membuatnya beda dari yang lain. Kepribadiannya yang unik tidak menutupi kemampuannya yang luar biasa. Ia juga pintar menari dan memiliki suara yang bagus.

Selain itu, ada Jung Hyunah. Saudara kembar dari Jung Yonghwa CN Blue dan adik dari Jung Yunho. Meskipun memiliki keluarga yang terkenal, ia bukanlah gadis yang sombong. Berbeda dengan yang lain, gadis ini sangat feminim, lembut dan cenderung pemalu. Akan tetapi, karena sifatnya yang tenang itu, banyak pria yang menyukainnya. Ia memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam hal menyanyi dan mengcompose lagu. Tidak ada yang sanggup menolak pesona gadis ini.

Member terakhir yang namanya tertulis di lembar pengumuman itu adalah Choi Jihyo. Adik dari Choi Siwon. Punya sifat yang tomboy, usil, friendly, dan rebel. Mungkin hal itulah yang membuat ia dikelilingi oleh para pria yang adalah sahabatnya. Selalu melakukan apa yang ia mau dan tidak peduli pada orang-orang yang melarangnya. Oppanya sendiri kadang kewalahan menghadapi sikap adiknya ini. Sifatnya itulah yang membuat ia sudah direkrut untuk menjadi anggota Kyuline. Dibalik personalitynya yang ajaib, ia juga sangat pandai menari.

Begitulah ke empat member itu dikenal oleh para trainee. Tidak ada yang iri akan keputusan ini karena para trainee sudah mengakui kemampuan mereka. Para sunbae pun sangat senang dengan keputusan ini. Akan tetapi, ke empat member itu diberikan tugas baru oleh Lee Sajangnim. Tugas mereka adalah mencari member kelima.

*****

“Aku tidak mengerti. Kenapa harus kita yang mencari member kelima itu? Kenapa bukan Lee Sajangnim sekalian?” protes Jihyo sambil meraup snacknya dan menyereputt iced coffee yang ia pesan.

“Aku juga tidak mengerti,” balas Minah yang tidak kalah kesal.

“Sabar, sabar, pasti ada esensinya,” kata Hyunah menenangkan mereka.

“Kurasa Lee Sajangnim ingin kita memilih sendiri agar kita mendapatkan member yang cocok dengan kita berempat,” ujar Hyejin yang disetujui oleh semuanya.

“Kau benar. Tidak mudah menemukan orang yang kita sukai di tempat ini. Mengerikan,” ujar Minah.

Jihyo mengangguk. “Dari sekian banyak trainee, aku cuma bisa akrab dan merasa nyaman dengan kalian onniedul,” katanya.

“Betul juga, jika seperti itu alasannya, kita harus memilih anggota kelima ini dengan benar. Jangan sampai kita salah pilih,” ujar Hyejin mengingatkan.

“Lihat siapa yang sedang berkumpul disatu meja itu. Sombong sekali. Belum debut tapi sudah sok eksklusif,” ujar seseorang dari meja lain. Gadis itu memandang sini Hyejin, Minah, Hyunah, dan Jihyo. Minah dan Jihyo sudah bangkit berdiri hendak menghampiri gadis itu, untung saja Hyejin dan Hyunah lebih dulu menahan mereka.

Gadis menyebalkan itu tertawa keras. Mereka sampai menjadi tontonan di café itu. “Lihat, mereka terlalu pengecut untuk membalas kita,” katanya pada dua temannya yang lain (yang tak kalah menyebalkan).

Tiba-tiba ada seorang gadis lain yang menghampiri meja gadis menyebalkan itu.

“Bukankah itu Kang Hamun?” tanya Hyejin memastikan. Ketiga member yang lain hanya bisa menganggukan kepala dan tetap terpaku pada keadian di depannya itu.

“Kau salah,” kata Hamun. “Bukan karena mereka pengecut tapi karena mereka cukup pintar untuk tidak meladeni seseorang yang bisanya hanya mengejek orang lain. Kau hanya iri karena kau tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Kasihan,”

Hamun berlalu begitu saja setelah menyampaikan kalimat skeptis itu. Ia berjalan dengan santai menuju meja yang ada di pojok café itu. Ia bahkan tidak peduli kalau sampai saat ini masih banyak mata yang memandang dirinya dengan takjub, heran, dan kesal. Gadis menyebalkan itu tiba-tiba berdiri, hendak menghampiri Hamun, namun langkahnya dihadang oleh Minah.

“Mau apa kau?” tanya Minah.

“Bukan urusanmu. Minggir!” seru gadis itu.

“Kenapa kau marah? Kau tersinggung dengan ucapanku?” tanya Hamun dengan tenang dari tempat duduknya. “Kalau kau marah, berarti apa yang kukatakan itu benar,”

Gadis itu dan kedua temannya mengumpat Hamun habis-habisan sebelum akhirnya ia pergi dari café itu. Hebatnya, Hamun tidak merasa terusik. Ia masih duduk dengan tenang di tempatnya itu.

“Wah, daebak. Hamun keren sekali!” kata Jihyo ketiga temannya yang lain.

“Baru kali ini ada yang bisa menutup mulut Hera seperti tadi,” ujar Hyejin yang disetujui oleh yang lain.

“Aku penasaran dengan Hamun,” ujar Minah.

“Dia masih sangat muda. Dia salah satu trainee SM yang sangat cepat progressnya. Itu yang kutahu,” ucap Hyunah.

“Hai, Super Girls! Sudah menemukan member terakhir kalian?” tanya Lee Donghae, member Super Junior yang tiba-tiba muncul dan menyapa mereka.

“Sedang mencari oppa. Semangat untuk promo albumnya!” ujar Hyejin. Donghae tersenyum pada mereka lalu berjalan menghampiri Hamun. Tak hanya menghampiri, bahkan Donghae duduk semeja dengan Hamun dan bercengkrama dengan gadis itu. Hal yang sangat jarang terjadi.

“Aku ingin lebih tahu tentang Hamun. Kurasa dia bukan gadis yang sama seperti Hera atau teman-temannya. Buktinya, Lee Donghae oppa saja tampak nyaman bersama Hamun,” kata Minah menarik kesimpulan.

“Apa yang akan kita lakukan?” tanya Hyunah bingung.

“Jihyo, kau coba cari tahu tentang kehidupan Hamun di luar training. Minah, kau coba cari tahu hubungan Donghae oppa dengan Hamun. Hyunah, kau yang observasi dia saat ia latihan menari. Coba ukur kemampuannya. Aku akan mengobservasi dia saat kelas vocal,” kata Hyejin yang disepakati oleh mereka semua.

*****

Hyejin mengumpat kesal karena tiba-tiba saja mobilnya mogok. “Haissh, kenapa mogoknya disini sih?” gerutu Hyejin sambil menendang ban mobilnya. Sejak kemarin memang kondisi mobilnya tidak baik, hanya saja Hyejin belum sempat mengeceknya. Hyejin menelpon seseorang dari bengkel langganannya untuk mengambil mobilnya itu. Sambil menunggu, ia mencoba mengotak-atik mobilnya.

“Ada yang bisa kubantu?” tanya seseorang.

Hyejin menutup kap mobilnya supaya ia bisa melihat siapa yang mengajaknya bicara. “Ah, Hamun ssi,” sapa Hyejin. Hamun tampak tidak mengenal Hyejin sampai akhirnya Hyejin melepaskan kacamata hitamnya. “Ini aku, Hyejin,”

“Ah, Hyejin sunbae. Selama pagi. Ada yang bisa kubantu?” tanyanya dengan sopan. Ia menghampiri Hyejin dan membuka lagi kap mobil itu.

“Mogok. Aku sudah telepon seseorang untuk memperbaikinya. Tapi karena aku bosan menunggu akhirnya aku coba mengotak-atik. Aku berharap setidaknya mobil ini bisa membawaku sampai di gedung SM,” jawab Hyejin.

Hamun terdiam memperhatikan mesin mobil itu. “Sunbae ada perkakas?” tanya Hamun.

“Di bagasi,” jawab Hyejin.

Hamun mengambil perkakas itu dan memulai aksinya. “Kau mengerti soal mesin?” tanya Hyejin bingung. Hamun menggeleng. “Tidak terlalu ahli, tapi mobil kakak sepupuku sering rusak. Aku hanya memperhatikan dia saat membetulkan mobilnya,”

Hyejin tercengang mendengarnya. Ia agak takut tapi takjub juga. Ia hanya berharap Hamun tidak semakin merusak mobilnya. “Coba nyalakan mesinnya,” kata Hamun.

Hyejin masih ragu namun tetap mengikuti perkataan Hamun. Ia sangat kaget saat mendengar mesin mobilnya menyala dengan halus dan dapat berjalan lagi. Hyejin segera turun dari mobilnya. “Terima kasih, Hamun!” ujarnya riang sambil memeluk Hamun.

“Sama-sama. Sunbae, aku duluan ya,” pamit Hamun yang langsung berlari meninggalkan Hyejin. “Aish, dia pasti mau ke gedung SM, kenapa aku tak menawarinya untuk pergi denganku?”

*****

“Jadi, bagaimana?” tanya Hyejin saat sudah berkumpul dengan teman-temannya lagi.

“Dia salah satu lulusan terbaik tahun ini dari SMA elite Amore Pasific. Ia bahkan sudah mendapat beasiswa di jurusan Psikologi Seoul university. Sejak SMA Hamun sudah tinggal sendirian. Orang tuanya menjalankan bisnis restoran di luar negeri,” cerita Jihyo.

“Berdasarkan cerita Heechul oppa dan Leeteuk oppa, Donghae oppa tidak memiliki hubungan saudara dengan Hamun. Mereka menjadi akrab sejak Hamun pernah menolong Donghae. Mereka tidak cerita mendetail tentang hal itu. Akan tetapi, Heechul oppa berpendapat kalau Donghae menyukai Hamun. Siwon oppa juga tertarik dengan Hamun,” lapor Minah.

“Oppaku?” tanya Jihyo.

“Belum pasti. Hanya dugaan Heechul oppa. Memang tebakannya sering benar, tapi sering salah juga. Jadi, kita jangan pecaya dulu,” jawab Minah.

“Hamun selalu latihan hingga larut dan selalu datang lebih awal untuk kembali latihan. Ia sering melihat rekaman sonsaengnim dan belajar melalui rekaman itu untuk mendetailkan gerakannya. Untuk seseorang yang awalnya tidak bisa menari sama sekali, sekarang ia sudah sangat hebat. Aku mengacungkan jempol untuk kemampuan menarinya,” jelas Hyunah.

“Aku juga mengacungkan jempol untuk kemampuan menyanyinya. Meskipun masih kalah dibandingkan Hyunah atau aku, tapi kemampuannya sudah sangat bagus!” seru Hyejin semangat. “Dan kalian harus tahu, Hamun tadi menolongku untuk memperbaiki mobilku. Ia bahkan telat masuk kelas dancenya karena menolongku. Untung saat sonsaengnim memarahinya aku lewat depan studio. Aku suka padanya. I vote Hamun to be our fifth member,”

“Aku masih memikirkannya,” ujar Jihyo, Minah, dan Hyunah bersamaan. Hyejin mengangguk setuju. “Kita lihat besok saat final test,”

“Permisi, apa aku boleh minta tolong,” ujar sebuah suara yang berasal dari ambang pintu studio yang digunakan SG.

“Ah, Hamun, apa yang bisa kubantu?” tanya Hyejin.

“Bisakah kalian menari? Aku ingin merekamnya,” pinta Hamun. Hyejin, Minah, Hyunah, dan Jihyo melakukan apa yang Hamun minta.

“Untuk apa?” tanya Minah bingung.

“Aku ingin mengoreksi apakah tarianku sudah benar atau belum. Sekalian untuk belajar,” jawab Hamun sambil mengecek video rekamannya.

“Kenapa tidak minta kami saja yang mengajari?” tanya Hyunah.

Hamun tersenyum. “Aku tak mau kalian dianggap pilih kasih karena hanya mengajariku. Aku sudah terbantu dengan rekaman ini,” balasnya.

Jihyo membalas senyum Hamun. “Ada lagi yang bisa kami bantu?” tanya Jihyo. Hamun menggeleng.

“Jangan lupa, kau harus ikut final test besok. Kau sudah janji padaku. Arrachi?” ujar Hyejin. Hamun mengangguk. “Makanya aku meminta rekaman ini,” balasnya.

“Aku makin ingin Hamun menjadi member kita!” seru Hyejin gembira.

“Aku juga. Dia lucu sekali,” kata Minah.

“Aku akan langsung tanya oppaku apakah dia benar-benar suka dengan Hamun atau tidak. Akh, aku tak sabar punya magnae yang bisa aku jahili tiap saat!” ujar Jihyo.

“Semoga besok ia bisa menampilkan yang terbaik,” kata  Hyunah yang diaminkan oleh mereka semua.

*****

“Onniedul, ayo bangun kita harus latihan lagi,” ujar magnae grup ini sambil berusaha menarik tubuh member lain yang lebih tua darinya.

“Hamun, biarkan kami istirahat sebentar lagi. Kami lebih tua darimu, tidak seenerjik dirimu lagi,” ujar Minah.

“Onnie, aku sudah membeiarkan onnie istirahat selama 45 menit. Sekarang sudah waktunya kita latihan lagi. Kita sudah berjanji akan berusaha bersama, kan? Kita sama-sama mau membuktikan kalau kita memang pantas menjadi member SG, kan? Aku yakin onniedul tidak mungkin lupa. Kalian yang sangat membara saat mengatakan hal-hal itu,”

Hyejin, Jihyo, Hyunah, dan Minah tersenyum mendengar perkataan Hamun barusan. Satu-persatu dari mereka akhirnya berdiri. Mereka mengacak rambut Hamun lalu mengambil posisi mereka lagi.

“Aku tak menyesal sudah memilihmu,” ujar Hyejin sambil tertawa.

“Aku sedikit menyesal. Hamun tak bisa membuatku leha-leha sekarang,” kata Minah dibuat-buat marah.

“Mianhe,” kata Hamun tanpa ada penyesalan diwajahnya.

“Apa oppaku sudah menghubungimu?” tanya Jihyo yang membuat semua member tertawa.

“Onnieee!” rengek Hamun.

“Ayo kita latihan yang benar, semoga debut kita lusa nanti berjalan lancar! SG Hwaiting!” seru Hyunah.

“Hwaiting!”

Kkeut!