By @gurlindah93

 

“Girls… Ada yang ingin liburan?” tanya Hyejin tiba-tiba saat Super Girls sedang makan siang di dorm mereka.

“Mwo? Tiba-tiba sekali eonni… Aku mau, tapi apa kita tidak ada schedule?” Jihyo bertanya sambil mengunyah makanan dengan terburu-buru.

“Yaaa Choi Jihyo, telan dulu makananmu baru bicara. Aku sudah bicara dengan manajer oppa dan ternyata bulan depan kita berlima ada waktu luang mulai Jumat sampai Minggu” MinAh menjawab sambil mengambil kimchi yang sisa sedikit.

HyunAh mengambil mangkok kimchi yang dikosongkan oleh MinAh dan mengisinya kembali dengan kimchi yang mereka simpan di kulkas “Boleh.. Aku butuh refreshing sebelum syuting filmku dimulai” ujar HyunAh dengan suara agak keras agar didengar semua membernya.

Jihyo mengangguk-anggukkan kepalanya sambil mengangkat jempolnya karena masih ada makanan di mulutnya, dia tidak ingin kena omel MinAh lagi.

“Good… Lalu bagaimana denganmu Hamun?” Hyejin menatap magnaenya dengan penasaran karena sejak tadi Hamun hanya diam saja mendengarkan pembicaraan eonnideulnya.

“Aku setuju eonni.. Kita memang butuh liburan… Apa oppadeul akan ikut?”

“Ani!” MinAh dan Hyejin langsung menjawab dengan lantang.

“Aku dan Hye sudah berencana kalau liburan kita kali ini hanya diisi oleh kita berlima saja, sebagai sahabat yang bersenang-senang menghabiskan waktu bersama. Secret vacation” kata MinAh sambil menyeringai ke arah Hyejin. Hyejin sang pencetus ide tersenyum bahagia membayangkan liburan yang akan dia jalani bersama para membernya tanpa diganggu urusan pekerjaan apalagi asmara.

“Kalau begitu… Memberitahu mereka?” tanya Hamun dengan hati-hati tanpa menatap eonnideulnya.

“Andwae!!!!!” kali ini keempat eonniedeulnya berteriak bersamaan.

***

Beberapa hari terakhir kelima member Super Girls sibuk mencari rekomendasi tujuan liburan mereka bulan depan selama 3 hari 2 malam, secara diam-diam tanpa memberitahu kekasih-kekasih mereka.

“Jihyo-yaa.. Choi Jihyo…” Woobin memanggil kekasihnya yang sejak sampai di restaurant favorite mereka ini hanya berkutat pada tabletnya sambil bergumam tidak jelas.

“Hmm? Ne oppa?” tanya Jihyo tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet di tangannya.

“Choi Jihyo, kau ini sedang apa???? Apa kau tidak ingin bertemu denganku?? Kalau begitu aku pulang saja” kata-kata Woobin yang penuh ancaman berhasil membuat Jihyo mengalihkan perhatian dari tabletnya.

“Mian oppa….. Hehee… Waaahhh sudah datang. Ayo kita makan” ajak Jihyo yang baru menyadari kalau semua pesanan mereka sudah terhidang di atas meja.

“Sudah sejak tadi. Lagipula kau ini kenapa sih? Ini pertemuan kita setelah seminggu tidak bertemu tapi kau malah sibuk dengan tabletmu. Apa yang kau cari dengan tabletmu?” tangan Woobin yang panjang hampir saja mengambil tablet Jihyo namun dengan secepat kilat Jihyo berhasil mencegah hal itu terjadi dan memasukkan tabletnya ke dalam tas.

“Aniya…. Aniya oppa… Hanya melihat-lihat gossip artis” jawab Jihyo asal.

“Aku tidak percaya. Sejak kapan kau peduli dengan gossip artis? Kalau MinAh noona yang mengatakannya aku percaya” sebagai sesama manusia super iseng dan sudah menjalin hubungan kasih cukup lama, Woobin bisa mengendus kalau kekasihnya sedang berbohong.

“Aigo… Ada apa dengan oppaku ini? Jangan terlalu berlebihan ah. Mianhae oppa, aku akan lebih memperhatikanmu” lalu dengan cepat Jihyo mencium kilat bibir Woobin dan berhasil membuat Woobin melupakan kecurigaannya.

Di waktu yang bersamaan di dorm Super Girls, Kyuhyun hanya bisa pasrah saat Hyejin tidak bergeming sama sekali walaupun tuan Cho yang beringas menciumi leher leader Super Girls di dalam kamarnya.

“Haiiisssshhh kau ini kenapa Song Hyejin?” tanya Kyuhyun kesal.

Hyejin tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun, tangannya masih sibuk mengutak-atik iPadnya dengan gemas. “Deadline… Deadline… Di mana… Aduuuuhhh kenapa belum ketemu?” Hyejin mengacak-acak rambutnya sendiri dengan frustasi lalu melotot pada kekasihnya yang tiba-tiba mencium bibirnya.

“Yaaaaaaa!!! Cho Kyuhyun!!!!! Keluar kau dari sini!!!” tidak cukup dengan kata-kata Hyejin juga menendang pantat kekasihnya sampai kekasihnya terjatuh dari tempat tidur.

“Jagiyaaaa~” Kyuhyun menampilkan wajah memelasnya tapi tidak berhasil. Hyejin menunjuk pintu keluar dan membuat Kyuhyun melangkahkan kaki dengan berat dari kamar kekasih yang sangat dicintainya.

Di luar kamar keadaan tidak jauh berbeda.

Kyuhyun melihat Henry dan Donghae bermain kartu di ruang TV sedangkan kekasih-kekasih mereka duduk di meja makan sambil melihat iPad. Tidak hanya itu, HyunAh dan Hamun berbisik-bisik penuh rahasia.

“Tunggu, tunggu, jangan ditutup. Aku masih ingin membacanya” seru HyunAh pada magnae Super Girls. Hamun menyerahkan iPad di tangannya “Ne, aku sudah menemukannya eonni” ucap Hamun dengan senyum terkembang di wajahnya.

“Jinjja??? Di mana?” HyunAh mulai mengutak-atik iPadnya, kali ini lebih serius. “Nanti akan kuberitahu” jawab Hamun penuh rahasia.

“Sssssshhhhh jangan keras-keras” HyunAh meletakkan telunjuknya di depan bibirnya sambil melirik 3 pria pengangguran yang diam-diam sedang memperhatikan dirinya dan Hamun.

Sadar HyunAh menyadari perbuatan mereka, 3 pria itu langsung kembali mengalihkan perhatian mereka. “Ada apa sih dengan gadis-gadis itu?” tanya Donghae penasaran. Dia menatap kartu di tangannya dengan tatapan pilu karena tidak dihiraukan oleh Hamun sejak kedatangannya 2 jam yang lalu.

“Apa baby Hyun sudah tidak ingin menemuiku ya? Andwaaeeeee… Baby Hyun” Henry berusaha keras menahan keinginannya untuk berlari ke arah kekasihnya agar tidak membuat HyunAh marah.

“Molla…. Nampaknya mereka sedang merencanakan sesuatu… Ah sudahlah, nanti juga kalau kita rayu mereka akan memberitahu rencana mereka. Mereka tidak bisa menolak pesona kita kan?” Kyuhyun menatap Donghae dan Henry dengan tatapan penuh kesombongan seolah-olah yakin kalau 5 gadis itu cepat atau lambat akan menceritakan rahasia mereka pada kekasih-kekasih mereka.

“Kau benar.. Hamun jarang sekali menyimpan rahasia dariku.. Tidak pernah malah” ujar Donghae dengan senyum yang mulai terkembang di wajahnya. Lee Donghae yakin kalau kekasihnya tidak akan sanggup menyimpan rahasia darinya, padahal Hamun diam-diam sedang melirik kekasihnya dengan tatapan bersalah.

Henry mengocok kartu asal-asalan “Kau benar hyung.. Tapi tapi…. Memikirkan kalau baby Hyun menyimpan rahasia dariku membuatku tidak nyaman” keluh Henry lalu membagikan kartu kepada hyungdeulnya dan mulai bermain kartu untuk kesekian kalinya.

Tiba-tiba pintu dorm terbuka lebar. MinAh terburu-buru masuk diikuti Eric di belakangnya dengan wajah kebingungan. “Yaaaaaa Park MinAh, Marie Park!!! Ada apa denganmu???? Kenapa kau tiba-tiba ingin pulang saat kita sedang bermesraan????” tanya Eric frustasi.

MinAh yang lipsticknya belepotan dan bajunya kusut langsung memberi tatapan mematikan pada kekasihnya “Oppa!!!! Kau tidak perlu mengatakannya! Aku harus pulang karena leaderku memanggilku. Ada yang salah dengan hal itu?”

“MinAh kau sudah datang? Mana Jihyo?” Hyejin keluar kamar lalu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

“Molla, begitu kau meneleponku aku langsung menelepon Jihyo. Katanya dia akan segera pulang”

“Yaaaa Song Hyejin, kenapa kau harus menelepon MinAh di saat-saat kami akan memulainya?” kali ini rasa frustasi Eric ditimpakan pada Hyejin yang hanya dibalas “Mian” oleh Hyejin tanpa merasa bersalah.

“Memulai apa?” tanya Hamun tiba-tiba yang membuat semua orang terdiam lalu menatapnya.

Karena tidak ada yang menjawabnya Hamun mulai memperhatikan MinAh dari atas sampai bawah lalu mengangguk-angguk “Aahh… Ara…” ucapnya pendek.

Di saat yang berasamaan Jihyo masuk ke dalam dorm “Mian aku baru sampai. Yaaaaa Kim Woobin ini semua gara-gara kau memaksaku mengantarkan pulang padahal aku sudah bilang kalau aku akan pulang naik taksi” sembur Jihyo dengan gemas pada Woobin yang nampak kesal.

“Yaaaaa aku kan hanya ingin menolongmu agar cepat sampai sini, mana kutahu kalau ternyata jalanan macet” kata Woobin membela diri.

“Sudah sudah, semua sudah berkumpul kan. Jadi hari ini Hye?” tanya HyunAh penuh arti pada Hyejin.

Hyejin mengangguk-angguk senang seperti anak kecil yang mendapat hadiah natal.

“Okay guys, kehadiran kalian tidak dibutuhkan di sini. Keluarlah. Kalian semua” usir MinAh tanpa ampun.

“Yaaaaa Park MinAh, aku kira kita akan melanjutkan….” sebelum Eric menyelesaikan kata-katanya MinAh membekap mulutnya.

“Kita belum melakukan apa-apa Song Hyejin! Aku bahkan belum menciummu” Kyuhyun berdiri di hadapan kekasihnya dengan berkacak pinggang. Yang diajak bicara hanya menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak tertarik untuk berbicara dengan Kyuhyun.

“Baby Hyun, kau tidak akan mengusirku kan?????” Henry memeluk HyunAh dengan erat tapi langsung dilepas oleh HyunAh “Pergilah baby Hen, kami harus membicarakan sesuatu yang penting”

“Pembicaraan apa Hamun? Kau…. Akan memberitahuku kan?” tanya Donghae dengan cemas. “Ini…. Pembicaraan antar wanita oppa, oppa pasti tidak ingin mendengarnya” Hamun memaksakan dirinya untuk tersenyum.

“Choi Jihyo, kita akan bertemu 5 hari lagi dan kau masih tetap mengusirku?” Woobin bertanya dengan nada penuh amarah pada Jihyo. Jihyo tersenyum lalu menangkupkan kedua tangannya ke wajah kekasihnya kemudian menciumnya “Mianhae oppa… Tapi ini benar-benar pembicaraan antar wanita. Pria tidak boleh mengetahuinya” ucap Jihyo selembut mungkin tanpa menghilangkan seringai usil di bibirnya.

“Rahasia wanita apa yang kami, para pria tidak tahu? Kami sudah mengetahui semuanya” Eric menatap MinAh dengan congkak seolah-olah dia tahu segala hal tentang wanita, khususnya tentang kekasihnya.

“Banyak!” jawab kelima member Super Girls.

Tanpa aba-aba gadis-gadis itu mendorong kekasih mereka keluar dari dorm.

“Sudah bisa kita mulai?” tanya Hyejin setelah dengan susah payah berhasil mengusir 5 pria itu.

“Jakkaman” MinAh membuka pintu dorm dan mendapati lima pria dengan wajah putus asa menempelkan telinga mereka ke daun pintu dorm.

“Kalian ini benar-benar! Ka!!! Kalau sampai ada salah satu dari kalian masih berdiri di sini dan menguping pembicaraan kami. Aku…. Tidak akan melakukan hal itu dengan oppa selama sebulan” ancam MinAh pada Eric yang membuat kekasihnya itu menciut.

“Kau juga Cho Kyuhyun. 2 bulan untukmu!!!” teriak Hyejin dari dalam dorm dengan santai dan berhasil membuat wajah Kyuhyun pucat pasi.

Eric dan Kyuhyun saling bertatapan lalu mengangguk seakan menyepakati sesuatu. “Mianhae guys, aku tidak mau menganggur selama sebulan” ujar Eric, “2 bulan itu sangat lama” tambah Kyuhyun. Secara bersamaan Eric menarik Donghae dan Woobin dengan kedua tangannya sedangkan Kyuhyun menarik Henry yang meronta-ronta untuk menjauh dari dorm Super Girls.

“Awas kalau kalian ketahuan menguping” teriak Jihyo yang dijawab Kyuhyun dengan acungan jempol. Setelah memastikan para pria itu tidak kembali, member Super Girls mulai berkumpul di ruang TV.

“So? Kalian sudah punya rekomendasi tempat kita liburan?” Hyejin mengawali pembicaraan.

“Maldives” MinAh menunjukkan smartphonenya yang memuat berita keindahan Maldives.

“Bali” kata HyunAh. Dia yakin keempat temannya sudah tahu Bali jadi dia tidak perlu capek-capek menjelaskannya.

“Lombok” Hamun tidak hanya menunjukkan website tapi youtube yang memuat video keindahan salah satu pulau di Indonesia.

“Magnae, aku juga merekomendasikan pulau itu” Jihyo tertawa senang karena ada yang sepemikiran dengannya.

“Kalau aku Thailand” ucap Hyejin tanpa menunjukkan apa-apa.

Setelah menyaksikan video masing-masing tempat yang mereka rekomendasikan, mereka melanjutkan pembicaraan.

“Ternyata Lombok indah sekali” komentar MinAh penuh kekaguman. Dia tidak pernah tahu ada pulau kecil yang eksotis selain Bali di Indonesia.

“Melihat video itu sepertinya Lombok memang cocok, kita bisa menikmati pantai dan tempatnya tidak terlalu ramai seperti Bali” ucap HyunAh sambil menonton ulang keindahan Lombok.

“Dan Lombok memiliki pantai dengan pemandangan sunset yang sangat indah sekali. Namanya Senggigi beach” Hamun menunjukkan foto-foto sunset di Senggigi beach yang beredar di Instagram.

“Hmmmmm.. Memang benar Lombok sangat indah, dan private. Kekasih kita tidak mungkin menemukan kita di sana hahahaa” Hyejin terdengar sangat puas bisa menemukan tempat yang jauh dan private sesuai keinginannya agar tidak diganggu kekasihnya.

“So? Are we agree?” tanya Jihyo. “Yes!!!!” teriak semua member Super Girls.

“Don’t forget to bring bikini, ladies….” ujar MinAh dan langsung membuka website yang menjual bikini.

***

Setelah perencanaan matang dan penuh kerahasiaan selama 2 minggu, akhirnya kelima member Super Girls pergi ke Lombok untuk liburan.

Demi menghindari kedatangan pers atau fans atau dikenali oleh pengunjung airport, mereka datang ke Incheon airport jam 5 subuh bahkan masuknyapun satu persatu.

Sambil menunggu waktu keberangkatan para gadis itu memilih duduk-duduk di lounge, dalam waktu singkat MinAh sudah tertidur pulas. “Whoaaaa Park MinAh daebak! Bisa tidur dalam waktu 1 menit” komentar Hyejin seolah baru tahu kebiasaan MinAh yang cepat tertidur.

“Hahahaa MinAh eonni memang jago kalau masalah tidur di mana saja” Jihyo mulai memakai headset dan menyanyikan semua lagu yang diputar iPodnya.

Setelah menunggu selama 3 jam akhirnya mereka memulai liburan rahasia mereka.

Sore hari mereka baru sampai di Lombok karena harus beberapa kali transit. Saat dalam perjalanan menuju villa yang mereka sewa mereka hanya bisa berdecak-decak kagum menikmati pemandangan yang indah. Tidak lupa mereka mengabadikan momen bersejarah ini dengan kamera atau smartphone mereka.

Sampai di villa mereka yang terletak di Senggigi beach mereka langsung membersihkan diri dan secepat mungkin menuju pantai untuk menikmati sunset.

“Daebak!!!! Aku suka sekali di sini eonnideul. Pilihan kita memang tepat” Hamun tidak henti-hentinya memotret pemandangan yang jarang mereka lihat di Seoul menggunakan kamera keluaran terbaru miliknya.

“Jangan diupload di social media manapun magnae” MinAh mengingatkan Hamun agar liburan rahasia mereka tidak terbongkar.

“Arasseo eonni…. Aku akan menguploadnya begitu kita sampai di Seoul” jawab Hamun tanpa mengalihkan pandangan dari kameranya.

“Besok kita akan ke mana? Malam ini kita berjalan-jalan di sekitar sini saja” usul HyunAh yang langsung disetujui Jihyo “Tadi kata orang yang mengantarkan kita di sekitar sini ada yang menjual jagung bakar enak, hanya berjalan mengikuti jalan raya sekitar 200 meter. Lalu setelah selesai makan jagung bakar kita pulang dan istirahat. Besok baru kita berjemur”

“Boleh… Tapi…. Besok kita akan memakai bikini untuk berjemur, kalau malam ini kita makan banyak perut kita akan menggelembung dong” ujar Hyejin khawatir.

“Makan malamnya tidak usah banyak-banyak Hye… Salad saja, jagungnya juga satu saja…” usul MinAh.

“Okay… Usulan yang bagus Min..” tanpa berpikir dua kali Hyejin menyetujui usulan MinAh.

Tanpa terasa matahari mulai tidak nampak sama sekali dan kelima gadis itu langsung menuju restaurant hotel. Sesuai usulan MinAh masing-masing dari mereka memesan salad dan 2 potong salmon yang mereka bagi berlima.

Selesai makan malam mereka kembali ke villa untuk berganti pakaian yang lebih hangat karena harus berjalan kaki di cuaca yang dingin.

“Apa kau yakin ini arah yang benar, Jihyo?” tanya HyunAh pada Jihyo yang memimpin perjalanan mereka menuju perburuan atas jagung bakar.

“Ne eonni… aku sudah bertanya pada resepsionis katanya memang ini arahnya. Ah itu dia” Jihyo menunjuk beberapa tenda berjarak 10 meter dari mereka yang di pinggirnya terdapat pembakaran dengan bau yang sangat menggoda selera.

Dengan hati berbunga-bunga kelima gadis itu menikmati jagung bakar yang ternyata sangat enak.

“Untung tadi kita menuruti MinAh eonni… Rasanya aku ingin nambah” komentar Hamun tentang jagung di tangannya yang hampir habis, MinAh mengangguk-angguk menyetujui magnaenya. Tidak disangka masing-masing dari mereka menghabiskan 2 jagung bakar.

***

Jam 8 pagi kelima member Super Girls menikmati sarapan di restaurant hotel. Mereka menikmati  makanan dengan santai karena jadwal berjemur mereka masih 2 jam lagi.

“Astaga MinAh eonni dan Hyejin eonni hanya makan itu?” komentar Jihyo melihat piring Hyejin yang hanya terisi 1 croiscant ditemani segelas jus apel, sedangkan MinAh malah tidak membawa piring sama sekali.

“Mereka tidak ingin terlihat gendut di foto saat memakai bikini” jelas HyunAh dan disambut anggukan oleh MinAh sambil menyeruput teh hangatnya.

Sesuai waktu yang mereka rencanakan mereka pergi ke pantai dan mulai bergerilya mencari tempat yang sempurna untuk berjemur. Hyejin, Jihyo, dan HyunAh memilih berjemur di bawah sinar matahari sedangkan MinAh yang tidak terlalu suka berjemur karena kulitnya cepat gosong memilih berjemur di bawah payung.

“Berjemur macam apa itu Min? Hahahaha” komentar Hyejin melihat temannya yang nampak takut dengan matahari.

“Biar… By the way jangan lupa nanti sore kita belanja” kata MinAh lalu melanjutkan kegiatannya membaca majalah.

Hamun yang tadi harus mengirim tugas kuliah dulu langsung bergabung dengan ketiga eonnideulnya. “Sudah dikirim?” tanya HyunAh, tangannya sibuk menyemprotkan spray tan di kakinya agar rata. “Ne eonni… Yeaaayyy… Finally I can enjoy our secret vacation” Hamun merebahkan diri lalu mulai menikmati sun bathing.

“Jadi sejak kemarin kau tidak menikmati liburan ini?” tanya MinAh dari balik majalahnya. “Aku rasa tidak. Tadi malam Hamun begadang sampai jam 2 pagi untuk menyelesaikan tugasnya” jawab Jihyo dengan nada penuh simpati.

“Hehee..” Hamun hanya menyengir mendengar pembicaraan eonniedulnya.

“Haiiissshh kau ini tidak pernah berubah Kang Hamun. Aduh, kenapa kulitku belum gelap sih” omel Hyejin yang memang kulitnya paling pucat di antara member lain.

Saat sedang asyik-asyiknya berjemur tiba-tiba ada yang menyapa mereka “Hello ladies….”

Hyejin langsung menoleh ke arah suara yang rasanya dia kenal.

“Yaaaaaa!!! Cho Kyuhyun!!!! Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Hyejin histeris.

“Melihatmu berjemur memakai bikini” jawab Kyuhyun dengan seringai nakal lalu mendekati kekasihnya diikuti keempat pria lainnya yang mendekati kekasih mereka masing-masing.

“Oppa tahu dari mana kalau kami sedang ada di sini?” kali ini Jihyo yang nampak kesal melihat kekasihnya membuyarkan rencana liburannya.

“Manager oppa?” HyunAh menatap Henry dengan tajam meminta penjelasan dari kekasihnya.

“Jungsoo hyung hahahhaaa” jawab Woobin yang membuat MinAh terkejut.

“Mwo????? Benarkah itu?” MinAh segera menjauhi kekasihnya yang berusaha memeluknya.

“Yaaaa Park MinAh, aku rindu sekali… Biarkan aku memelukmu… Iya… Oppamu yang mengatakannya” Eric cemberut karena usahanya untuk memeluk MinAh tidak berhasil.

Dengan tenang Donghae menjelaskan “Teukie hyung tidak sengaja mengatakannya saat kami di dalam lounge bandara menunggu keberangkatan ke Indonesia untuk SS terakhir. Katanya ‘MinAh dan teman-temannya enak sekali akan liburan ke Lombok. Kalau bisa aku juga ingin ke sana sehabis konser’ begitu katanya”

“Teukie hyung juga bilang ‘Para gadis itu ingin menikmati waktu bersama tanpa diganggu. Apa kalian tahu kalau Lombok itu sangat indah?’ Kami semua menggeleng karena memang tidak tahu” tambah Henry polos.

“Jangan lupa Siwon juga menambahkan kalau Jihyo minta tolong pada Liu Wen untuk memilihkan bikini untuk Jihyo” jelas Donghae.

“Lalu mereka melaporkannya padaku, setelah membahasnya kami menyimpulkan kalau rahasia yang kalian simpan mati-matian adalah ini. Liburan ke Lombok tanpa mengajak kami” Eric mengatakannya dengan senyum lebar penuh kebanggaan karena merasa berhasil menjadi detektif.

“Tanggalnya? Tahu dari mana?” tanya HyunAh. “Aku bertanya pada Siwon hyung, dia juga yang memberitahu penginapan kalian” Henry memainkan spray tan milik HyunAh tapi langsung diambil oleh pemiliknya “Baby Hyun….” kata Henry sedih.

“Astaga, Siwon oppa tidak bisa menutup mulutnya! Akan kubuat perhitungan begitu aku bertemu dengannya” Jihyo mengepalkan tangannya ke pantai dan berhasil membuat Woobin terkejut.

“Yaaaaaa… Kalau sudah tahu ini liburan hanya untuk kami kenapa kalian mengikuti kami ke sini????” Hyejin yang memiliki ide merasa frustasi dengan kelakuan kekasihnya dan kekasih teman-temannya.

“Karena kami tidak bisa jauh dari kalian” jawab Kyuhyun pendek.

“Memangnya sejak kapan oppadeul di sini?” Hamun bertanya tanpa menatap Donghae dan berhasil membuat Donghae kelabakan.

“Sejak semalam tapi kami langsung istirahat.. Hamun-aahh mianhae” suara Donghae terdengar parau. Akhirnya Hamun menatap kekasihnya “Oppa, sebagai pria paling waras di antara mereka seharusnya oppa tidak ikut atau bahkan membujuk mereka semua agar tidak menyusul ke sini, bukannya malah bersama-sama datang kemari dan menggagalkan rencana kami” ujar Hamun tenang namun penuh kekecewaan. “Mianhae… Aku benar-benar ingin bertemu denganmu” mata Donghae terlihat berkaca-kaca saat mengatakannya.

“Oppa!!!!! I hate you!!!!!! Eeeeeerrrrggghhhhhhh” teriak MinAh dengan kekesalan membuncah.

“No you don’t” sela Eric santai mendengar kata-kata kekasihnya yang dia tahu tidak mungkin terjadi sambil tetap berusaha memeluk MinAh.

“Of course I don’t…. Not You… Tapi singkirkan tanganmu, Mun Junghyuk” MinAh mengambil smartphonenya lalu menghubungi orang yang dia beri nama Are you really my sibling?’ di contactnya kemudian langsung mengomel panjang lebar begitu orang itu mengangkat teleponnya.

Setelah bisa mengontrol emosinya, Hyejin kembali berjemur dengan santai mengabaikan Kyuhyun yang ada di sampingnya “Song Hyejin, kenapa kau mengacuhkanku? Yaaaa Song Hyejin, aku menempuh perjalanan jauh hanya untuk menemuimu” keluh Kyuhyun tapi sayangnya tidak ditanggapi oleh Hyejin.

“Kim Woobin, apa alasanmu kemari?” Jihyo menatap kekasihnya dengan penasaran. Seharusnya kekasihnya masih syuting entah apa, tapi sekarang dia malah di sini yang berjarak ribuan kilometer dari Seoul.

“Aku sudah selesai syuting” jawab Woobin disertai cengiran yang sebenarnya membuat Jihyo luluh. Tapi mengingat usahanya dan member lainnya untuk bisa menikmati liburan ini muka Jihyo malah semakin ditekuk.

“Baby Hyun….. Bogoshippo… I miss you” ujar Henry memelas yang dijawab dingin oleh HyunAh “Mana istrimu?”

“Baby Hyuuuunnn… I love you… Aku kemari karena benar-benar ingin bertemu denganmu” Henry memeluk HyunAh dengan erat. HyunAh membalas pelukan Henry karena sebenarnya dia juga merindukan kekasihnya itu “Ne.. Arasseo… Tapi tidak seharusnya kalian kemari..” kata HyunAh sambil mengelus-elus punggung Henry.

“Omong-omong kami menyewa 1 villa yang berisi 3 kamar, villa kalian berisi 2 kamar kan? Kita bisa pindah kamar, sepasang mendapat 1 kamar. How?” tawar Eric dan disambut antusias oleh Kyuhyun serta Woobin. Sementara Henry nampak tidak mendengarkan sama sekali karena sibuk berpelukan dengan HyunAh, sedangkan Donghae menatap Hamun dengan wajah memerah.

“No way!!!!!!” tolak semua member Super Girls dengan lantang sebagai hukuman karena kelima pria itu telah menggagalkan liburan rahasia mereka.

***

Enjoy ^^

Thank u for reading…