By @gurlindah93

 

Sore ini kelima member Super Girls beserta Donghae, Kyuhyun, Henry, dan Woobin berkumpul di dorm Super Girls.

“Mana ini Eric hyung… Lama sekali” keluh Woobin. Dia dan Jihyo sedang mencoba permainan terbaru xBox yang baru dirilis 3 jam yang lalu.

“Aku lapar…. Baby Hyun, ayo kita masak” Henry memainkan rambut HyunAh yang tidur-tiduran di pangkuannya. “Tapi sepertinya tidak ada bahan makanan tersisa setelah semalam aku memasak semuanya.. Kami belum sempat belanja. Bagaimana kalau kau makan cintaku saja baby Hen heheee” ujar HyunAh. Henry yang selalu bahagia setiap mendengar kata ‘cinta’ dari HyunAh mengangguk-angguk senang.

“Cih… Dasar pasangan aneh” komentar MinAh yang tidur-tiduran di sofa saat mendengar pembicaraan ala alien dari dorky couple.

“Bilang saja kau cemburu MinAh… Hahaa” Donghae menggoda MinAh dari meja makan. Dia dan Hamun sedang menyelesaikan 1000 puzzle bersama-sama untuk yang ketiga kalinya dalam waktu 2 jam ini.

“Oppa…. Tidak usah mengejekku, selesaikan saja puzzle itu. Apa kalian tidak bosan? Aku yang melihat saja bosan.. Saranku, berhentilah bermain puzzle dan perbanyak kegiatan intim di antara kalian hahahahaaaaa” balas MinAh sambil tertawa terbahak-bahak. Donghae dan Hamun tidak berkutik dengan pembalasan MinAh, wajah mereka berdua sudah seperti kepiting rebus yang membuat MinAh semakin terbahak-bahak.

Tapi tawa MinAh langsung berhenti saat mendengar bel dorm mereka berbunyi. Dengan secepat kilat dia membuka pintu.

“Oppaaaaaaa” tangannya langsung memeluk leher pria yang memencet bel lalu menciumnya kilat.

“Aigo…. Tidak usah berciuman segala. Eric oppa cepat masuk! Kau tidak tahu berapa lama kami menunggumu?” Jihyo sang miss evil melirik Eric dengan bibir cemberut.

“Hahaaaa mianhae Jihyo-yaa.. Aku tadi mampir beli ini dulu” Eric mengangkat 4 kardus pizza di tangan kirinya.

“Kumaafkan” sahut Jihyo cepat. Secepat itu pula dia menghampiri Eric dan mengambil pizza dari tangan kekasih MinAh “Gomawo” ucapnya.

“Yaaaaaaa Choi Jihyo, kenapa kau mematikannya??” Woobin terlihat frustasi dengan kelakuan kekasihnya yang tiba-tiba mematikan game yang sedang mereka mainkan.

“Ah percuma, mau main berapa kali juga oppa pasti kalah” tanpa babibu Jihyo membuka kardus pizza dan mulai memakan isinya.

“Berisik sekali” Kyuhyun keluar kamar Hyejin dengan kondisi acak-acakan.

“Apa di dalam kamar ada tornado, Kyu?” tanya Donghae dan dijawab dengan seringai oleh Kyuhyun “Cepat atau lambat kau juga akan mengalaminya, hyung”

Donghae yang sudah  mendapat 2 kali skakmat dari MinAh dan Kyuhyun hanya bisa terdiam.

Seringai Kyuhyun semakin lebar saat melihat Eric telah datang “Hye, Eric hyung sudah datang” yang dipanggil menyusul keluar dengan malas-malasan.

“Ada apa kau mengumpulkan kami Cho Kyuhyun?” tanya Hyejin tidak sabar setelah 10 orang itu berkumpul di ruang TV sambil menikmati pizza yang dibawa Eric.

Kyuhyun mulai menjelaskan sebelum kekasihnya kesal “Jadi, semalam kami mengobrol di chat room….”

“Kalian punya chat room? Kalian? Para pria?” potong MinAh terkejut. Dia baru tahu kalau 5 pria itu punya chat room sendiri.

“Ne, sudah dengarkan dulu penjelasan Kyu ya sayang” Eric mengelus-elus pipi MinAh, yang dielus-elus hanya tersenyum menuruti kata-kata kekasihnya.

“Kami mengobrol panjang lebar sampai kami menyimpulkan kalau kami sekalipun belum pernah berolahraga bersama sejak kami menjalin hubungan dengan kalian” Kyuhyun menatap member Super Girls satu persatu.

“Dan akhirnya kami setuju kalau kami akan bertanding basket. 3 on 3. Yeaaayyy!!!” Henry mengangkat tangannya senang seperti anak kecil.

“Selain itu kami juga berusaha membantu Kyuhyun hyung mengecilkan perutnya yang semakin besar” Woobin menunjuk perut Kyuhyun yang memang terlihat menyembul dari t-shirtnya. Tawa Hyejin meledak dan membuat Kyuhyun menutup perutnya dengan bantal, tidak lupa memberi tatapan mematikan untuk Woobin.

“Besok pagi kami akan bertanding basket di lapangan indoor gedung apartment Eric hyung… Jam 9 pagi kalian wajib datang untuk menyemangati kami” pinta Donghae. Walaupun terdengar seperti dia berbicara dengan semua member SG, tapi matanya hanya tertuju pada Hamun. “Ne oppa, aku pasti datang” bisik Hamun.

“Tapi oppadeul hanya berlima kan?” tanya Jihyo sedikit bingung. “Tenang saja, besok akan ada seseorang yang membantu kami” Eric menjawab dengan penuh rahasia.

“Nugu?” tanya para gadis penasaran.

“Ra-ha-sia” jawab Eric lalu tanpa diduga mencium bibir MinAh seolah hanya mereka berdua yang ada di ruangan itu.

“Hyung! Noona! Fokus! Jangan melakukannya di sini. Eeeeewwhhh” Henry menutup matanya dengan jijik. “Gwenchana baby Hen.. Gwenchana” HyunAh menenangkan Henry sambil mengelus-elus punggungnya.

“Daaaaaannn. Yang lebih seru adalah… Kami bertaruh. Ada hukuman bagi team yang kalah” ujar Woobin dengan seringai jahil.

“Jinjja?” mata Jihyo membesar karena penasaran.

“Eoh” jawab Woobin meyakinkan Jihyo. Lalu Woobin mulai menjelaskan hukuman apa yang sudah disepakati oleh para pria.

***

Esoknya semua member SG dan kekasih mereka sudah berkumpul di lapangan basket indoor yang terletak di gedung yang sama dengan apartment Eric.

“Oppadeul… Mana pemain yang satu lagi?” tanya Jihyo. Dia melakukan pemanasan karena dia diberi kepercayaan untuk  bertindak sebagai wasit di pertandingan nanti.

“Tunggu saja…. Katanya sedang di jalan” jawab Eric.

“Apa pemain lainnya itu Siwon oppa? Kyaaaaa” membayangkan Siwon akan datang dan bermain basket membuat Hyejin agak histeris. “Aniya! Dia sedang sibuk dengan istrinya” Kyuhyun terlihat kesal dan langsung mengambil bola kemudian mendribblenya dengan kekuatan yang berlebihan.

“Cih… Kau cemburu, Cho Kyuhyun…” Hyejin tersenyum melihat betapa besarnya cinta Kyuhyun untuknya.

“Aahh itu dia datang” Donghae menunjuk sesorang yang baru masuk ke dalam lapangan.

“Kyaaaaaaa!!! Andy oppa!!!!” teriak MinAh begitu tahu kalau yang datang adalah magnae dari Shinhwa.

“Hi guys” sapa Andy ramah.

MinAh memeluk Andy dengan erat.

“Annyeonghaseyo Andy oppa… Ah Andy sunbae” sapa Hyejin dengan wajah berseri.

“Hahaaa gwenchana Hyejin, panggil aku oppa saja” dengan ramah Andy memperbolehkan Hyejin yang baru beberapa kali bertemu dengannya memanggilnya oppa.

“Annyeonghaseyo Andy oppa…..” sapa Hyejin, HyunAh, Jihyo, dan Hamun bersamaan.

“Yaa yaaa… Aku memanggilnya kemari untuk bertanding basket bukan untuk melakukan fanmeeting” ujar Eric saat melihat wajah member Super Girls begitu berseri-seri karena bertemu dengan Andy.

Andy langsung menyapa Woobin, Donghae, Henry, dan Kyuhyun sebelum leadernya mengamuk.

“Bagaimana kita membagi team?” tanya Woobin.

“Ini” Hamun mengeluarkan 6 pensil dengan panjang yang berbeda, 3 pensil berukuran panjang dan 3 lainnya berukuran lebih pendek.

“Lebih mudah dan cepat dibanding batu, gunting, kertas” sambung HyunAh.

6 pria yang akan bertanding masing-masing mengambil 1 pensil. Hasilnya Eric, Woobin, dan Kyuhyun berada dalam 1 team, sisanya di team lain.

“Okay, nama team kalian apa?” tanya Jihyo.

“Tall team, short team” jawab Woobin cepat dan berhasil membuat semua gadis tertawa.

“Tapi aku tidak pendek” Henry menghentak-hentakkan kakinya karena kesal. “Gwenchana Henry-yaa… Yang penting kita menang” Andy berusaha menenangkan magnae teamnya.

“Jangan harap, hyung” balas Kyuhyun yang kepercayaan dirinya meningkat 200% setelah berada dalam 1 team dengan Eric dan Woobin, 2 pria paling tinggi di antara pria lainnya.

“Okay, tall team dan short team. Apa kita bisa mulai sekarang?” sang wasit tanpa bertanya lebih lanjut memutuskan memakai nama yang diusulkan kekasihnya.

“Yeah!!!!!” jawab mereka berenam.

***

Di quarter pertama tall team berhasil memimpin tapi selalu disusul oleh short team.

“Huuuuuuuuuuu” teriak MinAh saat Eric berhasil melakukan tembakan 3 angka.

“Andy oppaaaaaaaa!!!” Hyejin melompat-lompat saat Andy berhasil membalas dengan tembakan 3 angka juga.

“Sepertinya mereka ingin kita kalah, hyung” kata Kyuhyun pada Eric dengan bergidik membayangkan hukuman yang akan dia terima kalau sampai kalah. Eric menatap MinAh tajam, sayangnya MinAh berpura-pura tidak menyadarinya. “Kita harus menang” balas Eric dengan geram.

Quarter pertama menjadi milik tall team dengan point 29-20.

“Aku tidak peduli siapapun yang menang. Aku hanya ingin melihat oppadeul yang kalah menjalani hukuman itu.. Ouch” Hamun bergumam sambil membayangkan hukuman yang tidak akan disukai para pria itu. Eonnideulnya hanya tertawa senang dengan peristiwa heboh yang akan terjadi sore nanti.

Seperti di quarter pertama, quarter kedua juga dipimpin oleh tall team.

“Yaaaaa Kim Woobin fault. Free throw untuk short team” ujar Jihyo. “Choi Jihyo, aku hanya mendorong Henry pelan, dia bahkan tidak terjatuh” Woobin protes karena keberatan dengan keputusan wasit, tapi sang wasit hanya berlalu begitu saja tidak mempedulikannya.

HyunAh berteriak-teriak senang setiap ada yang mencetak point, sepertinya dia tidak peduli siapa yang akan menang yang penting pertandingan berjalan seru dan menghasilkan banyak point.

“Baby Hyun!!!!” teriak Henry sambil mengangkat tangannya membentuk tanda hati setelah berhasil mencetak point.

“Nado” balas HyunAh. Tapi dia langsung lupa pada kekasihnya saat team lawan berhasil mencetak point “Eric oppa daebak!!!!”

Andy yang memang jago main basket berhasil membuat short team menyusul point tall team.

“Andy oppa saranghaeeeeek!!!” teriak MinAh. Eric langsung berhenti berlari dan mendatangi kekasihnya “Park MinAh, apa yang kau katakan?”

“Hmmm? Memang apa yang aku katakan?” MinAh memasang wajah innocent berpura-pura tidak mengerti maksud Eric.

“Eric Mun fault. Kembali ke lapangan, oppa!!!” teriak Jihyo. Nampaknya peraturan di pertandingan ini sudah melenceng karena wasit yang bertindak sesuai keinginannya sendiri.

“Hush hush.. Pergi sana” usir MinAh.

“Awas kau Park MinAh” ancam Eric yang tidak ditanggapi oleh MinAh.

Quarter kedua dipimpin oleh tall team dengan point 48-44.

Saat quarter 3 dimulai keadaan menjadi semakin panas.

Semakin banyak terjadi kontak tubuh di antara kedua team tapi sepertinya wasit tidak terlalu peduli dengan hal tersebut.

Donghae yang sedang mendribble bola didorong dengan agak keras olah Kyuhyun sampai terjatuh “Mian” kata Kyuhyun pendek, dia langsung mengambil bola yang menggelinding liar kemudian mengoperkannya ke Woobin dan berhasil dimasukkan ke dalam keranjang.

“Yeeaaayyyy!!!” Woobin dan Kyuhyun melakukan high five atas kerjasama kotor mereka.

“Donghae oppa… Gwenchana????” Hamun khawatir melihat kekasihnya terjatuh tapi Donghae hanya tersenyum simpul “Gwenchana! Tidak usah mengkhawatirkanku, miss Kang” jawab Donghae dengan gentle.

“Yaaaaaaaa Cho Kyuhyun!!!!!!!! Yaaaaaaa!!!! Apa yang kau lakukan pada Donghae oppa?!?!” Hyejin kehilangan kesabaran dan hampir masuk ke lapangan kalau tidak ditahan oleh MinAh dan HyunAh.

Kyuhyun menatap kekasihnya sambil mengangkat bahunya dengan wajah datar.

“Lihat saja kau Kyu. Awas kalau terjadi sesuatu pada Donghae oppa” ujar Hyejin geram.

“Seharusnya aku yang marah eonni” Hamun terlihat agak bingung dengan reaksi leadernya. “Ara… Tapi kau tidak bisa meluapkannya magnae…. Yaaaaa nona wasit, kenapa kau tidak menghukum Cho Kyuhyun?” kali ini kemarahan Hyejin ditimpakan pada Jihyo. Entah memang tidak dengar atau pura-pura tidak dengar Jihyo tidak bereaksi sama sekali atas keluhan Hyejin.

“Henry-yaaaaaa kau pasti bisa! Yeay!!!!” teriak MinAh saat tembakan 3 point dari Henry berhasil membuat short team menyusul.

Quarter ketiga dipimpin oleh tall team dengan point tipis 67-65.

Di quarter terakhir Kyuhyun yang memang paling tidak atletis sudah nampak kelelahan, pergerakannya menajdi semakin lambat.

“Aiiiiissshhhh.. Aiiiiiiisssshhhh Cho Kyuhyun, kau ini sedang apa? Tutup pergerakan Donghae” walaupun Eric mengatakannya dengan perlahan tapi MinAh bisa membaca gerak bibir kekasihnya.

“Yaaa yaaaa yaaaaaaaa!! Mun Junghyuk!!!! Jangan mengumpat!!!!”

Eric yang terkejut mendengar teriakan MinAh hanya bisa menyengir dan melakukan blow kiss untuk kekasihnya namun disambut dingin oleh MinAh.

Memasuki menit-menit terakhir semakin banyak umpatan yang muncul baik dari penonton maupun pemain.

“Free throw untuk short team” teriak Jihyo. Dengan mudah short team kebali menyusul tall team berkat kerja sama apik mereka.

“Baby Hyuuuuunnn!!! Apa kau melihatnya?” teriak Henry. HyunAh mengangguk sambil mengangkat jempol karena operan Henry berhasil membuahkan point untuk short team dari tembakan Donghae.

Sampai 25 detik terakhir di quarter keempat kedua team saling bergantian memimpin.

***

“Apa oppadeul sudah siap?” tanya Hamun.

Team yang kalah hanya bisa pasrah menerima hukuman mereka.

“Buka baju kalian dan silahkan tengkurap di lantai” perintah MinAh dengan senyum merekah di wajahnya.

Pria-pria berwajah muram itu dengan terpaksa menuruti MinAh.

“Yaaaa Choi Jihyo, aku ini kekasihmu. Kenapa kau lebih membela team mereka?” Woobin tidur tengkurap di lantai sambil telanjang dada, telunjuknya menunjuk Donghae dan Henry yang senyum-senyum penuh syukur.

“Hey, aku wasit jadi tidak membela siapapun. Aku rasa aku sudah bertindak cukup adil” Jihyo membela dirinya.

“Adil apanya…. Kita melakukan kesalahan memilihnya sebagai wasit..” gerutu Kyuhyun. “Seharusnya kau meniup peluit pelanggaran saat Andy menjatuhkanku” sambung Eric dengan kesal.

“Ohya? Memangnya Andy oppa menjatuhkan Eric oppa? Ah, aku tidak melihatnya… Mianhae” kata Jihyo yang tidak bisa dipercaya karena tidak ada ketulusan di dalamnya. Terlebih seringai usil tergambar jelas di wajah Jihyo sejak dia meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir sampai saat ini.

77-76 untuk kemenangan short team.

HyunAh datang membawa kertas-kertas yang membuat Henry dan Donghae bergidik melihatnya.

“Andai Andy hyung ada di sini” gumam Donghae disambut anggukan oleh Henry.

Sebagai gadis yang paling rapi, HyunAh bertugas menempelkan waxing strips di punggung 3 pria itu.

“Ouuuuuuccchhhhhhhh” kata Hyejin dengan suara dibuat-buat.

“Oppadeul, jangan bergerak. Kalau bergerak akan semakin sakit” goda HyunAh dan berhasil membuat 3 pria dewasa itu tidak bergerak sama sekali. Bahkan tidak terdengar hembusan nafas dari mereka saat HyunAh mulai melakukan tugasnya.

“Buahahahahhaaaaaaaa” MinAh, Jihyo, dan Hyejin hanya bisa tertawa terbahak-bahak ketika punggung kekasih mereka ditempel masing-masing 1 kertas untuk waxing secara bergantian.

“Eonnideul… Kasihan oppadeul “ komentar Hamun melihat ketiga oppadeulnya pucat pasi.

“Salah sendiri, kenapa mereka harus pakai taruhan? Kalau mau olahraga ya olahraga saja” kata Hyejin geli saat Kyuhyun berjengit karena kertas itu menempel dengan sempurna di punggungnya.

“Karena ini menyangkut harga diri pria” jawab Donghae mewakili semua pria.

“Baiklah… Tapi kenapa hukumannya seperti ini.. Waxing di punggung. Hahahaa.. Kami para wanita saja harus berkali-kali mengalaminya sampai akhirnya terbiasa” MinAh mengingat kembali pengalaman pertamanya melakukan waxing dan itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan baginya.

“Kim Woobin yang mengusulkannya. Katanya dia ingat di gedung apartmentnya baru dibuka salon waxing jadi dia mengusulkan hukuman ini agar kami para pria bisa merasakan apa yang para kekasih kami rasakan. It called sympathy, begitu ketiknya waktu itu” jelas Henry mereview kata-kata Woobin di chatroom mereka.

Woobin tidak berkata apa-apa tapi di wajahnya tergambar jelas penyesalan yang dalam.

“Huahahhahahahaaaaa sesuai dengan keinginanmu akhirnya kau merasakan apa yang kurasakan. Selamat menikmati waxing pertamamu ya oppaku tersayang” Jihyo tidak bisa mengontrol tawanya.

“Heeeeiiiiiissssshhh… kenapa aku harus terjebak dengan permainan bocah-bocah ini” keluh Eric dengan penuh kegeraman. “Oppa, aku akan tetap mencintaimu walaupun kau berteriak dengan sangat keras nanti. Bagiku kau tetap pria paling jantan di muka bumi. Hahahahahaa” sama seperti Jihyo, MinAh juga tidak bisa mengontrol tawanya.

“Cho Kyuhyun, kalau saja kau sering berolahraga sehingga perutmu tidak menggembul seperti ini mungkin yang akan tidur di lantai ini adalah Donghae oppa dan Henry” Hyejin mengelus-elus kepala Kyuhyun dengan penuh kasih kemudian tawanya menggelegar.

“So, siapa yang akan melepasnya?” tanya HyunAh.

“Tentu saja kami” jawab Hyejin, MinAh, dan Jihyo bersamaan.

3 pria tidak berdaya yang tengkurap di lantai hanya bisa pasrah mendengarnya. Mereka tahu bagaimana kekasih mereka akan melepas waxing strips di punggung mereka.

“Kita lakukan bersama-sama ya…. 1…. 2…. 3…….” Hyejin memberi aba-aba.

Dengan kekuatan penuh cinta 3 member Super Girls menarik waxing strips dari punggung kekasih mereka.

“Aaaaaaaaaacccccccccckkkkkkkkkk !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Woobin, Eric, dan Kyuhyun serempak yang pasti bisa didengar sampai 3 lantai di bawah apartment Eric.

***

Enjoy ^^

Thank u for reading…