Anyeeeong! Maafkan author membuat ff geje. Semoga suka yaaa

“Ya! Kau mau apa pagi-pagi begini ada di depan pintu?” Jihyo mengetuk kepala Woobin yang sedang berdiri dengan manis di depan dorm Super Girls.

“Menemanimu,” Woobin tertawa tengil.

“Menemaniku kemana?”

“Bertemu Choi.Seung.Hyun alias T.O.P mu yang absurd itu,” Woobin menekuk wajahnya, namun memaksakan senyumnya kembali.

“Ya ampun kekasihku pujaan hatiku lelaki paling jahil setelah Hyung oppa namun kurang absurd dibandingkan Seunghyun oppa,” Jihyo menggandeng Woobin turun menuju lobi. “Kau ini katanya tidak peduli dengan urusanku dan Seunghyun oppa.”

“Kata siapa?” Woobin menjulurkan lidahnya ke Jihyo. “Aku hanya penasaran saja, bukannya peduli pada urusanmu dan Seunghyun absurdmu itu!”

“Halaaaah,” Jihyo memutar bola matanya. “Terserah pangeran tampanku yang mengerikan kalau sedang cemburu ini.”

+++

“Nona Choi, kau terlambat!” T.O.P memeluk Jihyo hingga yeoja itu memukulnya karena tidak bisa bernapas.

“Salahkan dia karena aku terlambat!” Jihyo menunjuk Woobin yang berdiri mematung tak bisa bereaksi melihat momen di depannya.

“Ah, Woobin-ssi. Mianhae, aku kira Jihyo sendirian,” T.O.P melepaskan pelukannya. “Jadi, kau suka action figure juga, Woobin-ssi?”

“Action figure?” Woobin tak bisa menyembunyikan ekspresi bahagianya saat mendengar kata-kata itu.

“Ne, Seunghyun oppa mengajakku ke toko action figure langganannya karena aku sedang mencari kado untukmu. Tapi kau malah memaksa ikut. Yasudah, beli sendiri saja,” Jihyo mendumel namun tak dihiraukan oleh Woobin yang kini malah sibuk mengobrol dengan T.O.P.

“Hyung, kau punya ini tidak?” Woobin menunjukkan layar smartphonenya ke arah T.O.P.

“Cckcck Kim Woobin, sejak kapan kau jadi akrab dengan T.O.P oppa? Kau sebut hyung tadi?” Jihyo melotot ke arah Woobin yang langsung disambut dengan senyuman tengil dari Woobin.

“Sudah sudah, ayo kita masuk,” T.O.P bingung melihat sepasang kekasih tersebut selalu bertengkar jika bersamanya.

“Woaaaaaaaaaaaah!” Teriak Jihyo dan Woobin bersamaan begitu memasuki toko.

“Oppa, aku mau yang ini. Boleh kan boleh kaaaaan?” Jihyo merajuk ke T.O.P. “Tadi kau bilang akan membelikanku kan? Iya kan iya kan boleh berapa saja ya?”

“Boleh sayangku. Pilih saja,” T.O.P membelai rambut Jihyo.

“Hyung, aku!” Woobin menunjuk ke deretan kotak Avengers. “Boleh kan sebagai hadiah pertemanan?”

“Mwo? Hadiah apa?” Protes Jihyo.

“Boleh boleh Woobin-ah,” jawab T.O.P.

“Mwwwwooooo? Woobin-ah? Sejak kapan kau tidak berbicara formal?”

“Memangnya tidak boleh?” Seru T.O.P dan Woobin bersamaan.

+++

“Hahaha, jadi T.O.P habis berapa banyak untuk mentraktir kalian berdua?” Tanya MinAh begitu Woobin dan Jihyo tiba di dorm.

“T.O.P oppa tidak mau memberitahu kami berapa banyak, onnie,” jawab Jihyo sambil mengeluarkan belanjaannya dan berlari menuju kamarnya.

“Kim Woobin! Kau beli mainan seperti ini? Ini harganya sama dengan harga smartphoneku!” Teriak Hyejin tepat ditelinga Woobin.

“Ini bukan mainan, ini action figure!” Woobin merebut kembali kotak action figurenya yang hampir dibuka oleh Hyejin.

“Oppa, ini semua dibelikan oleh T.O.P sunbae? Hingga action figure punyamu?” Hamun memandang aneh ke Woobin yang terus mengangguk.

“Wow Kim Woobin, jadi kau berdamai dengan T.O.P sunbae?” Timpal HyunAh.

“Memangnya sejak kapan aku bermasalah dengan T.O.P hyung?” Woobin merasa risih dirinya dipandangi empat member Super Girls dengan tatapan bingung sekaligus takjub.

“Kau memang tidak pernah bermasalah dengan Seunghyun oppa, tapi kau selalu cemburu buta dan mendumel sendiri kalau aku sedang bersama dengannya,” Jihyo kembali dari kamarnya dan bergabung bersama para member Super Girls untuk menghakimi Woobin.

“Tidak. Aku tidak seperti itu,” Woobin mengelak. “Pokoknya tidak seperti itu.”

“Wow,” Hyejin melihat notifikasi smartphonenya. “Kalau begini bagaimana, Woobin?”

Sang leader menyodorkan smartphonenya yang kini menampilkan instagram T.O.P.

“Bukankah dia sangat cantik diantara kumpulan action figure,” Hyejin setengah berteriak membaca caption foto di instagram T.O.P yang menampilkan foto Jihyo sedang memilih-milih action figure di toko.

“Ya! Choi Seunghyun!” Teriak Woobin heboh.

“Sudah kubilang kan,” Jihyo hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kekasihnya.