By @gurlindah93

“Good morning…” sapa Eric saat MinAh mengerjap-ngerjapkan mata baru bangun dari tidur lelapnya.

“Morning… Oppa sudah bangun? Tumben… Sekarang kan hari Minggu” MinAh menguap berkali-kali yang menandakan sebenarnya dia masih mengantuk.

Eric mencium kening MinAh lalu kembali mengutak-atik iPadnya. “Aku juga baru bangun” kata Eric.

“Hmmm… Aku ambil minum dulu, oppa pasti belum minum air putih kan?” tebak MinAh sambil beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar. Dia sudah hafal kalau kekasihnya malas minum air putih setiap bangun tidur padahal MinAh selalu mengingatkan bagaimana pentingnya meminum air putih sebelum dan setelah bangun tidur.

Tidak lama kemudian MinAh kembali sambil membawa 2 gelas air putih, disodorkannya segelas pada Eric “Gomawo” ucap Eric kemudian menghabiskan air yang dibawa MinAh.

“Oppa sedang main game ya?” MinAh kembali berbaring di sebelah Eric. Dia menyalakan TV dan mengganti-ganti channelnya sampai akhirnya menemukan serial pembunuhan favoritnya.

“Ani. Kau ini kenapa suka sekali menonton serial-serial seperti ini sih?” Eric melirik TV sebentar lalu kembali menekuni iPad di tangannya.

“Aku suka bagaimana FBI bisa menebak profil tersangka berdasarkan bukti-bukti yang membantu  mereka untuk menangkap pelakunya dan memecahkan kasusnya. Apalagi ada anggota FBI jenius yang tampan di situ hehehee” jawab MinAh tersenyum senang saat pemain yang dimaksud muncul.

“Cih… Sudah kuduga…” komentar Eric yang sudah sangat hafal kelakuan kekasihnya.

“Oppa memang paling mengerti aku” puji MinAh sambil mengelus-elus tangan Eric.

“Bagaimana ya kabar Shiyeon?” gumam Eric tanpa diduga.

MinAh melirik Eric dengan heran “Shiyeon? Park Shiyeon? Tiba-tiba sekali oppa menanyakannya… Aku sih mana tahu kabar mantan kekasih oppa itu, aku tidak mengenalnya… Coba hubungi dia… Oppa masih punya nomer teleponnya kan?” tanya MinAh santai lalu kembali konsentrasi menonton TV.

“Sepertinya sih masih ada… Akan kucoba…” jawab Eric singkat. “Okay… Cobalah” dukung MinAh.

“Whoaaaa!!!!” teriak Eric tiba-tiba, matanya terpaku pada layar iPadnya.

MinAh terkejut dengan teriakan Eric lalu ikut-ikutan melihat layar iPad Eric.

’50 aktris paling cantik menurut netizen berdasarkan polling yang diadakan sebuah channel TV.

  1. Kim Taehee
  2. Kim Heesun’

“Oppa….. Seleramu memang luar biasa…. Mantan kekasihmu ada di peringkat 2 aktris paling cantik pilihan netizen… Daebak….” MinAh mengomentari daftar yang sedang dia baca dengan terpukau.

“Heheheee” Eric tersenyum bangga.

“Sayang sekali dulu dia memutuskanmu hahahaa” kata MinAh kemudian kembali menonton TV.

“Yaaaaa… Siapa yang memutuskanku? Bukan begitu ceritanya… Jadi dulu….”

“Stop! Aku tidak mau mendengar masa lalu oppa… Lanjutkan saja membacanya” potong MinAh tanpa mengalihkan pandangan dari TV.

“Iya iya… Yang jelas dia tidak memutuskanku. Catat itu” Eric memanyunkan bibirnya. MinAh melirik Eric lalu menyunggingkan senyum melihat kekasihnya cemberut dan menciumnya kilat “Eung… Arasseo oppa…” lalu mereka kembali dengan kegiatan masing-masing.

“Park MinAh… Apa kau mengenal MinAh?” tanya Eric tanpa mengalihkan matanya dari iPad setengah jam kemudian.

“MinAh? Shin MinAh? I wish… Aku benar-benar ingin mengenalnya, ingin berteman dengannya. Dia cantik sekali dan sepertinya baik” jawab MinAh.

“Ani…. Bang MinAh.. Girls Day MinAh” ucap Eric yang berhasil membuat MinAh mengalihkan pandangannya dari TV untuk kesekian kalinya.

“Oh… Hanya beberapa kali bertemu tapi tidak kenal. Wae?” nada suara MinAh terdengar dingin.

“Iseng-iseng aku mengetik ‘Eric MinAh’ tapi yang muncul berita-berita tentang dia. Katanya dia sedang mengidolakanku” jelas Eric.

“Cih… Bocah itu memang selalu seperti itu…” kata MinAh sinis.

“Seperti apa? Apa kau benci padanya?”

“Aniya…. Bagaimana mungkin aku membencinya kalau tidak mengenalnya? Aku hanya tidak suka dengannya, menurutku dia sok imut untuk cari perhatian… Tapi aku salut padanya, berkat sikapnya itu sekarang Girls Day dikenal seantero Korea”

“Ohya?”

“Yes… Aku tidak suka dengan orang-orang seperti itu, baik pria maupun wanita. Oppa tahu sendiri kan bagaimana tipe orang-orang di sekitarku, member Super Girls tidak ada yang imut apalagi sok imut. Aku ingat bagaimana Kwangsoo oppa memaksa kami untuk aegyo saat di running man, Jihyo melakukannya dengan terpaksa seperti ada pistol yang ditodongkan di kepalanya hahahaaa.. Hanya Hamun dan HyunAh yang bisa melakukannya dengan normal” MinAh tertawa mengingat kejadian lucu beberapa waktu lalu yang tidak akan pernah dilupakannya.

“Aku rasa aku tahu kenapa kita berdua cocok” komentar Eric.

“Hmmm.. Oppa baru menyadarinya? We both can’t do that aegyo thing.. Haha. Ah aku ingat dulu MinAh juga bilang kalau mengidolakan Yunho oppa saat aku sedang pacaran dengan Yunho oppa, mereka juga menari bersama saat di strong heart. Eeeerrrggghhh kenapa dia selalu menyebut nama kekasih-kekasihku untuk mendapat perhatian? Seakan-akan dia memancingku agar semakin tidak menyukainya” ujar MinAh geram.

“Yunho??? Jadi ini semua tentang Yunho?????” Eric terdengar sedikit histeris karena cemburu.

“Yaaaaa kenapa oppa yang marah? Bukankah oppa yang ingin agar aku cemburu? Kenapa malah oppa yang kebakaran jenggot? Masih saja cemburu pada Yunho oppa” kata MinAh tidak percaya dengan kekasihnya yang sangat aneh. Dan yang lebih aneh lagi MinAh tergila-gila pada pria aneh ini. Sepertinya ada yang tidak beres pada otak Park MinAh.

“Tunggu… Membuatmu cemburu? Kenapa kau berasumsi kalau aku ingin membuatmu cemburu?” kali ini Eric yang terheran-heran dengan kekasihnya yang selalu saja bisa menebak maksud terselubungnya. Tapi itulah yang membuat Eric tidak akan bisa melepaskan gadis ajaib yang sedang berbaring di sebelahnya ini. Mungkin inilah yang dinamakan cinta.

“Well, out of the blue you talked about Park Shiyeon, and then you showed me the ranking of beauty. Last, you thought MinAh news would finally makes me jealous.. But no, unfortunately.. Mudah sekali untuk ditebak jagiya… Jangan lupa kalau aku juga cukup sensitif..” ujar MinAh bangga.

Eric menghela nafas dalam-dalam.

“Jadi… Apa kau benar-benar mencintaiku? Aku tidak pernah merasa kau cemburu pada siapapun… Anyone.. Ever” Eric menatap MinAh dengan serius, mengharapkan jawaban jujur dan sungguh-sungguh keluar dari mulut kekasihnya.

“Hahahaaa oppa tidak perlu khawatir. Tentu saja aku sangat sangat mencintai oppa. Mendengar suaramu saja sudah membuat jantungku berdebar-debar… Bahkan sampai detik ini” kata MinAh sambil tersipu yang membuat Eric tidak bisa menahan diri untuk tidak menciumnya.

“Gomawo… But seriously Park MinAh, apa tidak ada satu wanitapun yang membuatmu cemburu? Lawan mainku?” tanya Eric penasaran. MinAh menggeleng.

“Anggota girlgroup seksi yang pernah satu panggung dengan kami? EXID? 4Minute? Sistar?” MinAh kembali menggeleng.

Lagi-lagi Eric menghela nafas dalam-dalam dengan kecewa. Dia merasa tidak adil karena selalu cemburu pada Yunho dan terkadang pada pria-pria yang sedang diidolakan MinAh seperti Joongki, Joowon, dan yang terbaru Sungjoon.

Eric masih ingat bagaimana histerisnya dia saat MinAh tiba-tiba minta dikenalkan pada Sungjoon karena MinAh sedang mengidolakan pria itu setelah menonton video teaser drama berjudul ‘High Society’. Kata MinAh cara Sungjoon mencium Uee di video itu sangat seksi. Bahkan setelah Eric mencium MinAh dengan berbagai cara selama 1 jam kekasihnya masih saja membicarakan pria yang pernah bermain drama bersamanya itu.

“Sebenarnya ada satu…” gumam MinAh hampir tidak terdengar.

“Mwo? Jinjja? Nugu?” Eric penasaran siapa yang akhirnya bisa membuat kekasih berhati batunya ini merasa cemburu. Matanya membesar menunggu jawaban dari MinAh, bersiap mendengar nama aktris atau idol yang akan MinAh sebut.

“Dancer” bisik MinAh tanpa menatap Eric.

“Dancer? Dancer yang mana?” tanya Eric bingung tidak menduga jawaban MinAh.

“Dancermu saat ini. Yang selalu berpasangan denganmu. Dancer cantik dengan perut rata itu” MinAh menatap perutnya yang dengan mudah menggelembung kalau dia tidak menjaga makan dan  berolahraga.

Tawa Eric meledak mendengar jawaban MinAh.

“Hahahahahhaaaa dia????? Ya Tuhan MinAh, kau cemburu padanya?????” Eric tidak bisa mengendalikan tawanya.

MinAh memanyunkan bibirnya kesal “Tuh kan, aku tahu oppa pasti menertawakanku. Ini sebabnya aku tidak mau menunjukkan kalau aku cemburu pada dancer oppa itu”

“Wae? Maksudku, kau tahu kan kalau itu pekerjaan kami? Kami berdua sangat professional jadi kami memang harus menghayati koreografi agar sesuai dengan lagunya. Tidak ada yang perlu kau cemaskan jagiya… Hahahahaaa”

“Aku cemburu karena dia sering sekali bertemu oppa, saat latihan, saat tampil maupun konser. Kalau misalnya kalian pacaran tidak akan ada yang curiga kalau dia mengikuti ke manapun oppa pergi, semua orang beranggapan wajar dancer selalu berada di dekat penyanyi yang mempekerjakannya. Sedangkan aku? Aku harus menahan diri untuk menemani oppa tampil di manapun walaupun ingin. Selain itu.. Dia sangat seksi saat menari” jelas MinAh dengan nada cemburu yang untuk pertama kalinya didengar oleh Eric.

Eric memandang MinAh dengan jahil.

“Apa kau ingin bicara langsung dengannya? Aku akan memberitahunya kalau kekasihku cemburu padanya agar dia bisa menjelaskan padamu bahwa kami hanya rekan kerja” Eric mengambil smarthponenya berpura-pura menghubungi dancernya.

“Andwae!!!! Andwae!!!! Oppa!!!! Andwae!!!!! Oppa!!!!! Jangan hubungi dia!!! Jangan katakan padanya kalau aku cemburu padanya!!!!!” MinAh berusaha mengambil smartphone dari tangan Eric dengan cemas. Dia akan merasa sangat malu kalau sampai dancer itu tahu MinAh merasa cemburu padanya.

Eric tidak bisa menghentikan tawanya, dia tidak menyangka seorang Park MinAh yang nampak percaya diri, cuek, dan seenaknya bisa cemburu pada seorang wanita yang tidak pernah terpikirkan olehnya karena alasan sepele.

***

Enjoy ^^

Thank u for reading…