By @gurlindah93

Di hari Sabtu sore yang panas ini, aku dan tuan Mun Junghyuk alias Eric Mun menghabiskan waktu berdua di dorm Super Girls.

Hamun dan Jihyo sedang berkencan entah di mana, HyunAh sedang menginap di rumah orang tuanya karena Yunho akan segera mengikuti wamil, sedangkan Hyejin sedang bekerja. Entah bagaimana reaksi Kyuhyun saat mengetahui dia dan Hyejin tidak akan bisa berkencan weekend ini. Mungkin berusaha menyabotasenya hahaha..

Kami berdua duduk di meja makan sambil membawa gadget masing-masing ditemani orange juice dingin dan cookies buatan HyunAh.

“Oppa…..” panggilku tanpa mengalihkan pandangan dari tablet di tanganku.

“Hmmm?” jawab Eric yang kuyakin juga tidak mengalihkan pandangan dari iPadnya. Tanpa mengintip aku sudah tahu apa yang sedang dilakukannya, main game.

“Aku ingin menjodohkan anak kita dengan salah satu triplets” beberapa hari ini aku sibuk menonton acara reality show yang menampilkan Song triplets. Aku terkesima dengan tingkah laku mereka bertiga yang sangat menggemaskan.

“Mwo?” tanya Eric.

“Aku ingin menjodohkan anak kita dengan salah satu triplets. Song triplets” ujarku sekali lagi. Kali ini aku menatapnya dengan serius.

“Wae?” Eric balas menatapku dengan kening berkerut.

“Oppa tidak pernah menonton acara itu? Daehan, Minguk, Manse sangat sangat menggemaskan, mereka sangat pintar dan bertanggung jawab. Selain itu juga penurut, benar-benar well educated” jelasku.

“Arasseo… Aku pernah menontonnya, tapi kenapa tiba-tiba kau berpikir untuk menjodohkan anak kita dengan mereka?” kekasihku yang tidak bisa berpisah dengan game itu kembali menekuni iPadnya.

“Akhir-akhir ini aku menonton acara itu… Aku merasa akan bahagia dan tenang kalau menitipkan anak perempuanku pada pria seperti mereka. Sebenarnya aku akan lebih bahagia kalau punya suami seperti Song Ilkook-ssi, sayangnya hal itu tidak mungkin terjadi. Apa Ilkook-ssi punya adik laki-laki, oppa?” tanyaku penasaran.

“Molla…. Wae?”

“Aku ingin dikenalkan padanya” aku tersenyum-senyum membayangkan ada pria lain yang sifatnya mirip dengan superman idolaku itu.

“Yaaaaaa!!!! Park MinAh!!!” Eric menatapku sambil melotot, tidak percaya dengan apa yang baru saja kukatakan.

“Hahahahahaa bercanda oppa….. Jangan dianggap serius”

Aku mengedip-ngedipkan mata untuk menggodanya.

“Ara… Kau mana bisa hidup tanpaku” kata Eric congkak dengan keyakinan penuh.

Aku mencibirnya, namun sayangnya hal itu memang benar.

“Eoh…. Sekarang ada masalah lain oppa…”

Eric sekali lagi mengerutkan keningnya yang membuatnya nampak lebih tua 10 tahun. Tapi kurasa dia mirip seperti wine, semakin tua semakin menggemaskan hahaaa..

“Aku bingung harus menjodohkan anak kita dengan siapa.. Daehan? Minguk? Atau Manse?” gerutuku kebingungan. Ketiga bocah itu sudah mengambil hatiku, tapi tidak mungkin kan aku menikahkan anakku dengan ketiganya.

“Jakkaman…. Apa mereka mau dijodohkan dengan anak kita? Kenapa kau yakin sekali?”

Aku pura-pura tidak mendengarnya “Favoritku Manse…. Dia cheeky, spontan, dan playful… Tapi sepertinya karena sifatnya itu dia akan dikelilingi banyak gadis saat dewasa…” gumamku.

“No problem..” komentar Eric singkat.

“Kalau Daehan, astagaaaaaa… Di usia sekecil itu dia sudah sangat bertanggung jawab dan berbakti pada orang tuanya…. Tapi Minguk juga menyenangkan… Dia akan membuat semua orang nyaman dan bahagia, selalu positive thinking… Aaaaaahhhh aku bingung” dengan frustasi aku melihat foto-foto triplets di tabletku.

Tidak ada jawaban keluar dari mulut Eric.

Aku meliriknya, ternyata dia kembali sibuk dengan gamenya. Rasanya aku ingin mengambil iPad di tangannya lalu melemparnya dari balkon.

“Haiiisshh.. Oppaaaaaa….” rajukku.

“Mwo?”

“Aku binguuuung… Siapa yang harus kita jodohkan dengan anak kita?”

Eric melirikku “My love… My precious… My baby boo… Apa kau tidak sadar kalau sifat ketiga bocah itu ada padaku? Oleh sebab itu kau tidak bisa memilih salah satunya hahahahaaa” tawanya langsung meledak.

Aku memanyunkan bibir kesal mendengar penjelasan absurd darinya tapi nampaknya dia tidak peduli, dia kembali memainkan gamenya sambil tertawa-tawa.

“Oppaaaaa….”

Eric tidak menjawab, dia masih saja terkikik gara-gara perkataannya yang dia anggap lucu.

“Geurae… Tidak usah menjawab kalau begitu… Dengarkan saja… Kau kan ingin punya 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan… Astaga aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya hamil 4 kali… Nah, untuk anak perempuan kita yang satu lagi tentu saja akan kujodohkan dengan si kembar… Lee twins…” ujarku panjang lebar sampai tenggorokanku kering, aku meminum jus di depanku lalu mulai bicara lagi.

“Tapi…. Aku juga bingung harus menjodohkan dengan siapa… Seoeon atau Seojun…” lanjutku lalu menghela nafas panjang.

Kali ini aku melihat-lihat foto twins dari tablet dengan terkesima.

“Sudah?” tanya Eric tiba-tiba.

“Mwo?” tanyaku balik tidak mengerti maksudnya.

“Sudah selesai berimajinasinya?”

“Yaaaaa… Ini bukan imajinasi, tapi rencana untuk masa depan kita… Oppa tolong sedikit serius dengan pembicaraan ini” pintaku.

“Eoh… Terserah apa katamu… Akan kudengarkan…” Eric menghela nafas dalam-dalam, tangannya masih sibuk dengan game yang tidak kumengerti.

“Good… Intinya untuk anak perempuan yang lebih tua akan kujodohkan dengan triplets, lalu untuk yang lebih muda akan kujodohkan dengan twins… Aku yakin anak-anak kita akan hidup bahagia.. Hehehe” kataku bangga dengan ide sempurna yang keluar dari otak cerdasku.

“Eoh…” sahut Eric pendek.

“Lalu……”

“Apa lagi?” potong kekasih yang sangat kucintai dengan acuh tak acuh. Mungkin berharap aku menyudahi pembicaraan ini.

“Ssssshhhh.. Dengarkan dulu! Lalu untuk 2 anak laki-laki kita akan kujodohkan dengan anak perempuan Shinhwa oppadeul… Anak siapapun boleh… Kyaaaaa!! Hahahaaa” kali ini bukan hanya bangga tapi aku juga merasa sangat excited dengan rencanaku yang nampaknya akan sangat indah jika benar-benar terjadi.

“Hmmm…” Eric mengangguk-angguk tidak jelas.

Karena terlalu senang aku menggumamkan lagu-lagu yang sedang ada di pikiranku saat ini.

Tiba-tiba Eric meletakkan iPadnya lalu menatapku.

“Wae geurae?” tanyaku heran.

“Park MinAh-ssi… Sebelum kita memikirkan siapa pasangan anak-anak kita nantinya, bukankah lebih baik kalau kita memikirkan pernikahan terlebih dulu?”

Aku terkesiap, kutatap kekasihku dengan nanar.

Mendadak schedule Super Girls dan schedule lainnya untukku terpampang jelas, menunjukkan kalau pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa kulakukan dalam waktu dekat. Dan sepertinya Ericpun memikirkan hal yang sama.

Eric tersenyum kemudian mengelus-elus pipiku pelan “Saranghae” ucapnya pelan.

“Nado saranghae” balasku lalu memeluknya erat.

“Gwenchana?” tanya Eric setelah melepaskan pelukannya. Aku mengangguk.

“Sebelum pikiran random sekaligus anehmu muncul lagi, lebih baik kita menonton DVD” Eric menggandeng tanganku menuju ruang TV.

Dia memilih-milih DVD yang ada “Mau menonton apa?”

“Terserah…. But seriously, oppa… Apa kau benar-benar menginginkan 4 anak?” tanyaku penasaran.

Eric menghampiriku “Denganmu, mungkin bisa lebih banyak lagi” bisiknya di telingaku lalu mencium bibirku.

Kami berdua sama-sama memiliki rencana untuk masa depan kami, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kami menjalani dan menikmati waktu yang kami miliki saat ini.

***

Congratulations for your first photobook Moon Jeong Hyeok! :*

Enjoy ^^

Thank u for reading…