Enjoy reading this fanfiction! ^^

 

Kang Hamun
Oppa, chukae untuk film terbarumu

Kang Haneul
Gomawo nae dongsaeng! Miss you so much! Kapan kita bisa bertemu?

Kang Haneul
Kau hanya memperhatikan Donghaemu itu *cry*

Kang Hamun
Yaa, oppa. Bukan seperti itu.

Kang Haneul
Lalu seperti apa? Hm?

Kang Hamun
Baiklah, aku ada waktu kosong akhir minggu ini.

Kang Haneul
Sayang sekali, tanggal 25 nanti first premier filmku, Hamun~

Kang Haneul
Ah, seingatku Woobin memberikan tiket nonton untuk Jihyo dan member SG

Kang Haneul
Bagaimana kalau kita bertemu saat itu?

Kang Hamun
Setuju. Tapi, oppa jangan asal peluk-peluk aku seperti dulu ya. Kita sudah besar!

Kang Haneul
Aish! Aku tidak boleh peluk dongsaengku sendiri?

Kang Hamun
Tidak boleh. Cuma Donghae oppa yang boleh.

Kang Haneul
Menyebalkan! Lihat saja nanti! Hahaha, bye Hamun! *kiss* Ah, jangan bawa Lee Donghae! Kau akan mengacuhkanku kalau ada pria itu!

Kang Hamun
Cih, oppa kau sebaiknya harus segera cari pacar!

*****

“Onniedul, siapa guest starnya?” tanya Hamun yang baru saja keluar kamar dan mendapati onniedulnya sedang menonton Running Man bersama di ruang tamu dorm SG.

“Woobinku tersayang, Junho, dan Kang Haneul,” jawab Jihyo.

Hamun mengambil posisi tepat di sebelah Hyejin untuk ikut menonton. Mereka tertawa terbahak-bahak saat Kang Haneul tidak bisa menjawab pertanyaan dan terjatuh dari tempat duduknya. “Kang Haneul lucu sekali!” ujar Minah.

“Kenapa dia sampai jatuh begitu? Kasihan sekali,” kata Jihyo masih sambil tertawa.

“Semua member RM sampai bertepuk tangan untuknya,” kali ini Hyejin yang berbicara sambil berusaha menghentikan tawanya.

“Kalau dilihat-lihat lagi, Kang Haneul makin tampan ya dibandingkan saat di The Heirs,” ujar Hyunah yang disetujui oleh Minah, Hyejin, dan Jihyo.

“Jihyo ah, paksa Woobin untuk mengenalkan Haneul pada kita,” titah Minah yang disetujui oleh Hyunah dan Hyejin.

“Ah, aku jadi ingat. Bagaimana kalau hari Sabtu nanti kita nonton first premier film Twenty? Woobin oppa memberikan kita tiket gratis. Woobin oppa, Junho, dan Haneul akan datang juga. Sekalian press conference, katanya,” ucap Jihyo.

“Ide yang bagus!” seru Hyejin, Minah, dan Hyunah bersamaan.

“Ngomong-ngomong, Kang Haneul dan Kang Hamun. Nama kalian nyaris mirip,” ujar Hyejin. “Apa sebenarnya kalian saudara kandung?” tanya Minah.

Hamun tertawa. “Onnie, yang bermarga Kang di Korea sangat banyak,” sahutnya.

“Tapi nama kalian juga hampir sama,” kali ini Hyunah yang berbicara.

“Kebetulan saja. Lagi pula, aku anak tunggal, onnie,” jawab Hamun. “Sudah, nonton saja RMnya,” lanjutnya.

“Aku tak sabar menunggu hari Sabtu nanti,” kata Hyunah.

*****

“Wah, ternyata banyak artis yang datang ke premier ini,” ujar Minah saat melihat banyak artis di dalam ruang tunggu premier.

“Wah, wah, wah, jadi kalian datang kesini tanpa mengajak kami?” tanya sebuah suara yang sudah sangat dikenal oleh para gadis ini.

“Cho Kyuhyun, kenapa kau ada disini?” tanya Hyejin heran.

“Bukan hanya aku, tapi juga Eric hyung, Donghae hyung, dan Henry,” kata Kyuhyun dan ketiga orang itu akhirnya muncul dari belakang Kyuhyun.

“Hai, ladies,” sapa Henry dengan wajah cerianya.

“Kalian pasti ada maksud terselubung sehingga datang ke tempat ini tanpa memberitahu kami, ya, kan?” tebak Eric yang tepat sasaran. Minah, Hyundah, dan Hyejin memasang poker facenya.

“Bingo!” jawab Jihyo dengan girang. Ia tidak peduli meskipun sekarang Minah, Hyejin, dan Hyunah menatapnya galak.

“Kau juga Hamun?” tanya Donghae dengan tampang sedih.

Hamun merasa bersalah. Ia memegang tangan Donghae berusaha menghilangkan kekhawatiran Donghae. “Aku ikut karena Woobin oppa sudah memberikan tiketnya. Mianhe oppa, onniedul melarangku memberitahu oppa. Onniedul takut oppa memberitahukan ke oppa yang lain,” jawab Donghae yang membuat pria itu menatap Minah, Hyejin, dan Hyunah kesal.

“Jangan nodai pikiran Hamunku, Minah, Hyunah, Hyejin,” kata Donghae yang membuat ketiga gadis itu tertawa. Mereka tak tahan lihat wajah tampan itu merajuk. Lucu sekali menurut mereka.

“Jadi apa maksud terselubung kalian?” tanya Kyuhyun.

“Rahasia,” jawab Hyejin.

“Kalian sudah datang?” ujar Woobin menghampiri mereka.

“Oppa!” seru Jihyo bahagia melihat wajah tampan itu, reflek Jihyo langsung memeluk Woobin.

Eric, Henry, dan Kyuhyun menatap pasangan itu dengan iri. Woobin tersenyum penuh kemenangan. “Makanya, lebih baik kalian segera mengumumkan ke public hubungan kalian sehingga kalian bisa memeluk pasangan kalian di depan umum seperti ini,” katanya. Eric-Minah, Kyuhyun-Hyejin, dan Henry-Hyunah langsung memberikan berbagai jenis umpatan pada Woobin, sedangkan Hamun dan Donghae hanya bisa tertawa melihat mereka.

“Ah, iya, sesuai janjiku pada Jihyo, aku akan mengenalkan Haneul pada kalian. Junho sekalian,” kata Woobin. Ia pergi sejenak untuk memanggil kedua pria itu.

“Jadi ini maksud terselubung kalian? Ingin berkenalan dengan pria lain?” kata Eric.

“Hanya berkenalan, oppa. Sebagai teman,” bisik Minah karena Woobin sudah kembali dengan kedua temannya.

“Hai, Junho imnida,” sapa Junho sambil menyalami mereka semua untuk berkenalan.

“Kang Haneul imnida,” katanya dengan ramah setiap kali ia bersalaman dengan Minah, Eric, Kyuhyun, Hyejin, Henry, Hyunah, dan Jihyo. Anehnya, saat melihat Hamun, Kang Haneul langsung memeluk gadis itu.

“Kang Hamun~” serunya dengan riang sedangkan saat ini semua member SG dan lelaki mereka memandang Kang Haneul dengan heran.

Hamun terbatuk-batuk karena pria itu memeluknya erat. “Le-lepaskan,” kata Hamun.

“Aku tak mau. Sudah kubilang, kan, oppa merindukanmu,” jawabnya tanpa kehilangan kegembiraannya.

“Yaa, Kang Haneul! Kau-” seru Woobin berniat melepaskan Hamun dari sahabatnya. Ia juga tak mengerti kenapa sahabatnya itu bertingkah seperti itu.

“Maaf, kurasa kau kelewatan karena memeluk kekasih orang seenaknya,” ujar Donghae yang akhirnya membuat Haneul melepaskan pelukannya.

Haneul menatap Donghae sebal. “Kenapa kau membawanya kesini? Sudah kubilang, Lee Donghae not allowed,” kata Haneul yang membuat mereka semua makin bingung.

“Aku tidak mengajak Donghae oppa. Ia kesini karena undangan Woobin oppa,” jelas Hamun yang membuat Haneul mengangguk-angguk.

Hamun menghela nafas panjang. “Oppa juga! Kenapa kau memeluk aku seenaknya? Bukannya aku sudah bilang pada oppa jangan memelukku sembarangan? Kita sudah besar!” seru Hamun.

Haneul memasang tampang sedih. “Kembalikan Hamun kecilku yang lucu,” katanya sambil menarik-narik lengan baju Hamun.

“Aish, oppa, jangan seperti itu. Aku jadi tidak tega!” kata Hamun yang membuat Haneul kembali tertawa. Ia membuka kedua tangannya lebar-lebar seakan menyuruh Hamun untuk memeluknya.

Tiba-tiba, Donghae berdiri di depan Hamun. “Kenapa kau memaksa Hamun untuk memelukmu? Memangnya kalian ada hubungan apa?” tanya Donghae.

Haneul menghela nafas. “Kau tak pernah cerita pada kekasihmu ini?” tanyanya pada Hamun.

“Ia tidak pernah bertanya,” jawab Hamun.

Haneul menyingkirkan Donghae dari pandangannya lalu merangkul Hamun. Ia tersenyum sangat lebar. “Baiklah, karena ada yang bertanya apa hubunganku dengan gadis lucu ini, aku akan menjawabnya. Dia adikku,” jawab Haneul yang membuat semua member SG dan lelakinya kaget.

“Kau bilang, kau anak tunggal, Hamun!” seru Hyejin.

“Kau tak pernah cerita kalau kau mengenal Hamun, Haneul ah!” kata Woobin.

“adik sepupu lebih tepatnya,” jelas Hamun.

“Kenapa kau tak pernah cerita?” tanya Minah menuntut penjelasan.

“Onniedul tidak pernah bertanya. Apa aku harus mengenalkan semua sepupuku pada onniedul?” tanya Hamun balik.

“Tapi nama kalian hampir sama,” kata Hyunah.

Haneul tersenyum lebar. “Itu karena aku sangat ingin punya adik perempuan. Saat tahu bibiku akan melahirkan adik perempuan, aku sangat senang. Aku bahkan memaksa mereka memberikan nama yang hampir mirip dengan namaku, karena itulah ia dinamakan Kang Hamun,” katanya.

“Aku bahkan ingin mengadopsinya karena ia sangat lucu sewaktu kecil,” lanjut Haneul. Kini ia menatap Donghae dengan pandangan kesal. “Tapi, sekarang ia bahkan tidak memperbolehkanku memeluknya. Katanya, hanya Donghae hyung yang-,”

Hamun segera menutup mulut Haneul agar pria itu tidak melanjutkan perkataannya. “Mmm-mmmm,”

“Bagaimana kalau kita segera masuk ke dalam bioskop?” tanya Hamun. Ia berbisik pada Haneul, “Jangan sampai Donghae oppa mendengarnya. Awas ya oppa, kalau sampai Donghae oppa tahu,” ancam Hamun, lalu ia berjalan lebih dulu dibandingkan yang lainnya.

“Dasar Kang Hamun, tidak sopan!” seru Haenul agar Hamun mendengarnya sedangkan Minah, Hyunah, Jihyo, dan Hyejin sudah tertawa melihat kakak beradik sepupu itu.

“Memangnya hanya aku yang apa?” tanya Donghae.

Haneul tersenyum lalu berbisik pada Donghae. “Hanya Hyung yang boleh memeluknya,”

*****

Hamun tak bisa fokus menonton. Ia bisa merasakan Donghae sejak tadi hanya menatapnya. “Oppa, kau kenapa menatapku terus?” tanya Hamun setengah berbisik.

Donghae tersenyum, “Aku ingin memelukmu,” bisiknya.

“Waeyo?” tanya Hamun heran.

“Karena kau hanya memperbolehkan aku memelukmu. Aku senang mendengarnya,” kata Donghae yang membuat Hamun malu setengah mati.

*****

Kang Hamun
Kau menyebalkan, oppa! Awas kau, awas kau, awas kau!!!

Kang Haneul
HAHAHAHAHA! Jangan berbuat macam-macam di bioskop ya, naedongsaeng~ *kiss

Kang Hamun
Oppa menyebalkan!

*****

Kkkeut!
Thanks for reading ^^