Annyeong yeorobun!
What’s up? Kembali lagi dengan author @gyumontic yang hari ini otaknya kayaknya lagi beres. Hahahhaa.

Sebelumnya author mau ngucapin terima kasih banyak kepada author @esterong yang udah buatin FF kyujin couple. Kyaaa ! Kyaaa! Hahahhaa. Terima kasih karena telah mendatangkan ide untuk membuat Ff ini. Muah!

Buat para readers, semoga suka yaaa. Love you all! Jgn lupa read, comment, like alias RCL. Hahahhaa!

Hope you enjoy!

xoxoxoxo

It’s amazing how a person who was once just a stranger, can suddenly mean the world to me
-Song Hyejin-

You were everything I was looking for. When I wasn’t even looking
-Cho Kyuhyun-

—–

Cho Kyuhyun
Is typing message…

Cho Kyuhyun
Hi there, what are you doing?

Cho Kyuhyun
I miss you

Cho Kyuhyun
SOOOO MUCH!!!

Cho Kyuhyun

image

Cho Kyuhyun
Kkkkkk. Aku imut kan?

Dengan terpaksa, karena getaran-getaran yang sangat mengganggu, Hyejin membuka pesan yang bertubi-tubi masuk ke smartphone-nya.

Song Hyejin
Di sini sudah jam 2 pagi, tuan Cho. Aku sudah tidur.

Song Hyejin
Jalja!!

“Yaaa!!! Haisssh!!!” Runtuk Kyuhyun dengan keras di dalam ruang kerjanya yang luas dan kedap suara.

Cho Kyuhyun
Kau tidak merindukanku.

Cho Kyuhyun
Kau kejam.

Cho Kyuhyun
Aku sedih.

Cho Kyuhyun
Ah sudahlah. Selamat tidur, cantik kesayanganku.

Hyejin terbangun kembali ketika jam di kamarnya sudah menunjukkan pukul 7.15 pagi KST dan menurut perhitungannya saat ini New York, tempat Kyuhyun berada sekarang, masih pukul 6.15 sore hari sebelumnya.

Hal pertama yang dilakukan Hyejin adalah membuka pesan dari pria tercintanya dan memandang foto kekasihnya yang sangat menggemaskan dengan bibir yang dimajukan.

Song Hyejin
Aku baru bangun. Di sini sudah jam 7 pagi, hampir setengah 8.

Song Hyejin
Kau sedang apa?

Tidak lama, smartphonenya berbunyi dan tulisan “SI TAMPAN” beserta wajahnya terpampang di layar. Hyejin hanya bisa meringis geli melihat hal itu.

“Aku baru tahu kau punya waktu untuk membuka-buka ponsel orang dan mengubah-ubah daftar kontaknya di sela-sela kesibukanmu.”

Hyejin jelas menyindir Kyuhyun yang sudah seenaknya mengganti namanya di daftar kontak Hyejin dari “Cho Kyuhyun-ssi” menjadi “SI TAMPAN” dan memasang fotonya yang telanjang dada sebagai display picture kontaknya.

image

Kyuhyun hanya tertawa. “Selamat pagi, cantik kesayangan. Apa tidurmu nyenyak?”

“Tidak. Karena kau bolak-balik mengirimiku pesan. Ponselku bergetar tanpa henti.”

Kyuhyun kembali tertawa. “Paling tidak, kau jadi memikirkanku. Apa kau memimpikan aku?”

“Well, aku tidak memimpikanmu.”

“Kejam.”

“Tapi aku sempat berpikir apa yang akan aku lakukan jika kau kembali ke Korea.”

“Apa yang akan kau lakukan memang?”

“Mendeportasimu. Kau tidak boleh masuk Korea lagi.”

“Nona besar yang satu ini memang kejam. Kau yakin tidak akan merindukanku?”

“Tidak akan merindukanmu.”

“Yakin?”

“Aku yakin.”

Kyuhyun tertawa semakin keras. “Kalau begitu, aku tidak akan pulang. Aku mau lihat seberapa kuat kau tanpaku.”

Hyejin merengut. “Kau menyebalkan. Jelas-jelas kau yang salah. Kau berjanji mau menemaniku ke pembukaan butik baruku tapi kau malah pergi ke Amerika. Padahal…”

“Padahal apa?” Goda Kyuhyun pada kekasihnya yang terpaut ratusan ribu mungkin jutaan kilometer darinya.

Suara Hyejin mengerut. “Padahal kita baru saja bermesraan semalam sebelumnya,” kata Hyejin pelan dengan wajah bersemu merah mengingat setiap sentuhan Kyuhyun di tubuhnya minggu lalu.

“Jadi, kau merindukanku atau tidak?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak.”

“MWOOO?! WAEE?!”

“Sudah, selesaikan dulu pekerjaanmu di sana. Aku mau siap-siap. Aku harus segera ke kantor. Appa bisa memarahiku kalau aku datang terlambat lagi. Aku tidak mengerti kenapa sekarang ia jadi senang membanding-bandingkan aku denganmu. Di matanya, kau yang paling sempurna. Dia tidak tahu saja belangnya dirimu.”

“Yaaa. Yaa. Aku ini pria baik-baik.”

“Oh ya? Memangnya ada pria baik-baik yang menyelinap tengah malam ke kamar seorang wanita dan mencumbunya sampai matahari terbit?”

Kyuhyun tertawa ringan. “Oh ayolah, nona Song. Aku hanya terlalu merindukanmu malam itu. Salahmu sendiri tidak sempat menghubungiku seharian.”

“Apa kira-kira reaksi Appa kalau aku menceritakan hal itu?”

“Humm… Ia mungkin akan menyuruhku segera melamar anak gadisnya yang semakin lama semakin tua. Berapa usiamu sekarang, nona?”

“Haisssh!!! Bicara denganmu tidak akan ada habisnya. Sudah ah, aku harus siap-siap,” omel Hyejin dan seperti biasa, Kyuhyun tertawa keras menanggapinya.

“Saranghae,” ucap Kyuhyun.

Hyejin terpaku di tempat tidurnya, meresapi ucapan Kyuhyun yang sangat disukainya. “Aku merindukanmu. Kau tidak bisa pulang minggu ini?” Rengek Hyejin dengan manja.

“Kita lihat nanti ya,” sahut Kyuhyun santai.

—–

“Hyejin-ah, kau terlambat,” omel Appa Hyejin ketika anak gadisnya masuk ke dalam ruangan dengan terengah-engah karena baru saja berlari dari lantai dasar ke lantai 3 dengan menggunakan puluhan anak tangga.

“Jwisonghamnida, sajangnim. Jwisonghamnida.” Hyejin membungkukkan tubuhnya berkali-kali, memohon maaf kepada pemimpin perusahaan sekaligus ayahnya.

Hyejin terlalu sibuk memohon maaf sampai-sampai ia tidak segera menyadari kehadiran seorang pria yang sedang berdiskusi dengan ayahnya. Pria itu mencuri pandang kepada Hyejin dan tersenyum tipis.

Song Hyejin
Kapan kau sampai di Korea?

Song Hyejin
Kenapa tidak memberitahuku?

Cho Kyuhyun
Tidak boleh main handphone saat sedang rapat, cantik. Kau harus fokus.

Song Hyejin
Yaaaa!!! Cho Kyuhyun!!!

Cho Kyuhyun
Kita akan membahasnya setelah rapat ya, sayang.

Cho Kyuhyun
Ada yang harus kusampaikan juga padamu. Appa-mu bilang aku harus bisa membimbingmu ke jalan yang benar.

Song Hyejin
Fokus dengan rapat!

Song Hyejin
Aku masih butuh banyak uang untuk membangun sekolah di pedalaman Kalimantan.

Song Hyejin
Awas kalau kerjasama denganmu malah membuat anak asuhku semakin menderita.

Cho Kyuhyun
Tenang saja. Aku tidak mungkin mengecewakanmu, sayang.

Cho Kyuhyun
Aku tidak sabar rapat ini segera berakhir. Aaaaakh!

Song Hyejin
Fokus, Cho Kyuhyun. F. O. K. U. S!

—–

“Jadi kau akan ke Indonesia minggu depan?”

Hyejin menganggukkan kepalanya karena mulutnya sedang mengunyah makan siangnya.

“Aku mau membagikan makanan dan obat-obatan di pedalaman Kalimantan sekaligus mengecek progress pembangunan sekolahku di sana,” ujar Hyejin begitu berhasil menelan nasi dan ayam kecapnya.

“Kau yakin mau ke tempat itu?” Hyejin mendelikkan matanya kepada Kyuhyun, menanyakan maksud pertanyaan pria-nya. Dengan cepat Kyuhyun meralat, “Maksudku, tempat itu kan agak menyeramkan. Aku dengar bahkan kendaraan ke sana saja susah.”

“Cho Kyuhyun, apa gunanya kau punya banyak uang jika untuk mengatur hal seperti itu saja tidak bisa? Banyak orang yang akan menyiapkan kendaraan untukku menuju ke tempat itu hanya dengan beberapa ratus ribu won saja. Aku tinggal duduk manis, sedikit berteriak kalau ada yang tidak sesuai keinginanku.”

Kyuhyun menepuk puncak kepala kekasihnya dengan lembut. “Aku hanya khawatir.”

“Tidak usah khawatir. Aku akan baik-baik saja.” Hyejin tersenyum menenangkan.

“Kalau aku melarangmu, kau tetap akan berangkat kan?”

“Ya Tuhan, Cho Kyuhyun. Jangan manja. Kau terbiasa jauh dariku.”

“Iya, nona Song kesayangan. Lagipula aku juga akan sibuk mengerjakan proyek kerjasama dengan Appa-mu. Appa-mu bilang, kalau aku berhasil mengerjakan proyek ini, aku boleh menikah denganmu.”

Hyejin tersedak mendengar pernyataan Kyuhyun. Meskipun hanya air putih, rasa tersedak itu memerihkan mata dan buat sakit kepala. “Apa kau bilang, tuan Cho?”

“Menikah denganmu. Apa ada yang salah?”

Hyejin mencoba memulihkan kondisinya dan merasa lebih baik, ia menatap Kyuhyun dengan tajam. “Kita baru pacaran tiga minggu, Cho Kyuhyun.”

“Aku sudah mencintaimu 8 tahun.”

“Tapi bukan berarti kita akan menikah secepat itu.”

Kyuhyun tersenyum. “Terserah kau saja. Aku harus ke Cafe sekarang. Banyak pelanggan yang menungguku. Kau mau ikut?”

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Aku sibuk,” alasannya tapi Hyejin selalu memiliki alasan utama yang membuatnya malas datang ke Cafe kecuali terpaksa. Hyejin tidak suka melihat Kyuhyun melayani pelanggan-pelanggan yang semuanya wanita dan senang sekali mencari perhatian Kyuhyun.

Kyuhyun memajukan wajahnya hingga tinggal setengah sentimeter lagi ia dapat melumat bibir Hyejin namun gadis itu lebih cepat menghindar. “Ini kantor, tuan Cho. Tahan nafsumu,” ujar Hyejin dengan senyum tipis mengejek. Hyejin mendorong tubuh Kyuhyun untuk segera meninggalkan ruangannya.

“Sampai jumpa nanti malam,” ucap Kyuhyun membuat Hyejin bingung. “Tuan Song yang baik hati dan tidak sombong mengajakku makan malam bersama. Di rumahnya. Dan tampaknya kami akan minum sampai mabuk. Jangan salahkan aku, kalau tiba-tiba aku masuk ke kamarmu.”

“Hishh!!!” Hyejin menjitak kepala Kyuhyun, dengan sayang. “Cepat pergi sana. Aku tidak mau mendapat telepon dari Eric Oppa yang menyangka aku menahan butler-nya yang paling populer. Padahal butler-nya ini yang tidak mau meninggalkanku.”

Kyuhyun berdiri di depan pintu ruangan Hyejin, menanti sesuatu dari kekasihnya. “Apalagi?” Tanya Hyejin.

“Kiss me,” kata Kyuhyun santai. “Kalau tidak, aku tidak akan beranjak dari tempat ini.”

Hyejin hanya mendelik kesal kepada pria terkasihnya. Dengan sekuat tenaga, ia mendorong semakin jauh dari pintu. “Shiro. Sudah, pergi sana.”

“Shiro. Aku mau dicium dulu,” kata Kyuhyun dengan nada meniru persis nada bicara Hyejin dan enggan beranjak dari tempatnya.

Hyejin menghela nafas menyerah. Ia menarik kepala Kyuhyun lalu mencium bibir pria itu sekilas.

“Yaa Song Hyejin!” Suara seorang laki-laki yang sangat dikenalnya terdengar jelas di telinga Hyejin. Buru-buru Hyejin melepaskan kontaknya dengan Kyuhyun dan menghadapi Appa-nya.

“A-aa-appa.”

Tuan Song menatap Hyejin dengan tajam namun menatap Kyuhyun dengan penuh senyum. “Maafkan anakku, Kyuhyun-ssi. Dia memang agak agresif karena aku mendidiknya seperti itu sejak kecil. Sekali lagi, maafkan Hyejin.”

Kyuhyun tersenyum, membuat Hyejin berjanji kepada dirinya sendiri untuk menjambak rambut Kyuhyun sekencang mungkin setelah Appa-nya pergi. “Tidak masalah, Ahjussi. Aku tidak keberatan,” ujar Kyuhyun dengan senyum sumringah.

“Beruntung kau mendapatkan pria seperti Cho Kyuhyun. Kalau kau menyia-nyiakannya, aku akan membuat perhitungan denganmu,” kata Appa Hyejin serius.

“Appa, yang anak Appa itu kan aku. Kenapa Appa selalu membela pria ini?” Hyejin menunjuk Kyuhyun dengan kesal.

“Karena ia pria baik. 8 tahun setia mencintai wanita meskipun wanita itu menolaknya berulang kali. Wanita kejam,” kata tuan Song dengan mimik dibuat-buat.

“Appa…”

Kyuhyun tertawa ringan, begitu juga dengan Appa Hyejin. “Sudah makan siang, Kyuhyun-ssi? Kalau belum, aku akan mentraktirmu. Kajja.”

Kedua pria itu meninggalkan Hyejin sambil berbicang dengan riang, sedangkan gadis kesayangan mereka hanya mengerucutkan bibir saking kesalnya.

Song Hyejin
Awas kau, Cho Kyuhyun! Awas kau! Awas! Awas! Awas!!!!

Song Hyejin
Aaaaaaakh!!! Menyebalkan!

Kyuhyun hanya tersenyum tipis saat melirik pesan yang masuk ke handphone-nya.

—-

Kyuhyun berjalan memasuki rumah keluarga Song, lebih tepatnya apartemen yang sangat luas. Kyuhyun ditemani oleh seorang pelayan menuju ruang makan, dimana keluarga Song sudah menunggunya.

“Kau terlambat,” kata Hyejin dengan tajam berakibat sebuah cubitan kecil di paha mulusnya, dari sang ibunda.

“Selamat datang, Kyuhyun-ssi,” sambut nyonya Song dengan senyuman hangat keibuan kepada Kyuhyun.

“Eomma…” Rengek Hyejin yang memaksa Kyuhyun menahan tawa karenanya. “Kenapa sekarang jadi ikut-ikutan Appa sih? Yang anak eomma itu aku. Aku. Haishh!”

Tidak ada yang menanggapi Hyejin. Baik nyonya ataupun tuan Song sibuk menyambut Kyuhyun. “Silahkan duduk. Senang kau bisa memenuhi undangan kami.”

Kyuhyun duduk berhadapan dengan nyonya Song sedangkan tuan Cho duduk di sebelahnya menghadap kepada Kyuhyun dan kedua wanita yang paling berarti dalam hidupnya.

“Hei, anak gadis. Kenapa masih duduk di sebelah eomma? Duduk sebelah Kyuhyun sana,” kata tuan Song kepada anak perempuannya, menunjuk kursi kosong di sebelah Kyuhyun.

Dengan senang hati, Kyuhyun menggeser kursi di sebelahnya dan mempersilahkan Hyejin duduk di sebelahnya dengan perlakuan selayaknya yang didapatkan putri-putri di negeri dongeng.

“Selamat malam. Kau terlalu cantik malam ini,” bisik Kyuhyun sangat pelan sehingga hanya ia dan Hyejin yang dapat mendengarnya.

“Aku tahu. Jangan coba-coba merayuku. Urusan kita belum selesai,” balas Hyejin.

“Kita bisa menyelesaikannya malam ini juga. Aku punya beberapa pilihan tempat romantis untuk bicara.” Kyuhyun tersenyum manis namun juga jahil, tersirat ide liarnya yang bisa dibaca jelas oleh Hyejin.

“Aku menolak semua idemu,” desis Hyejin.

Hyejin duduk dengan manis di kursinya dan Kyuhyun di sampingnya dengan tangan yang tidak pernah berhenti berusaha untuk menggenggam tangan Hyejin.

“Hei, anak gadis. Kenapa masih duduk saja? Kau itu harusnya mengambil makanan ke dapur dan menyajikannya kepada calon suamimu ini.”

Kyuhyun tersenyum geli melihat Hyejin yang bolak balik dapur dan ruang makan untuk menyajikan makanan. Belum lagi tangannya yang bolak balik menyendokkan berbagai macam makanan tersebut ke piring Kyuhyun. “Makan yang banyak. Awas kalau tidak habis,” ancam Hyejin.

“Hyejin…” Tegur nyonya Song membuat Hyejin terdiam dan langsung mengubah tingkahnya 180 derajat, menjadi nona manis yang kalem.

Kyuhyun tertawa melihatnya. Tangannya ia letakkan di punggung Hyejin dan mengelus gadis itu dengan penuh kasih sayang. “Jeongmal gomawo.”

Mau tidak mau, Hyejin tersenyum melihat Kyuhyun. “Uhuk. Uhuk.” Batuk yang dibuat-buat Appa Hyejin membuat anaknya buru-buru menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun.

“Astaga, Song Hyejin. Setiap Appa mau menciummu, kau selalu berteriak dan menghindar. Sekarang kau selalu mengajukan diri kepada Kyuhyun. Astaga. Untung Kyuhyun pria baik. Kalau tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu, nak.”

Hyejin cemberut setengah mati mendengar ceramah Appa-nya. “Appa, jangan mulai lagi. Kalau Appa mau jadi orang tua Kyuhyun, angkat saja dia jadi anak Appa.”

“Lalu kalian jadi saudara?” Appa Hyejin menggelengkan kepalanya berkali-kali. “Tidak. Tidak seru. Appa lebih suka Kyuhyun jadi menantu Appa.”

Kyuhyun mengulum senyum di balik wajahnya yang sedang menunduk. Tentu saja dengan senang hati ia akan menjadi bagian dari keluarga Song.

—–

“Tidak jadi menyelesaikan urusan denganku?”

“Tidak.”

“Kau sudah tidak marah?”

“Aku tidak marah. Aku hanya kesal.”

Kyuhyun tersenyum. “Jadi, aku harus pulang sekarang?”

Hyejin menganggukkan kepalanya. “Sampai jumpa besok pagi, tuan Cho.”

Kyuhyun tertawa. “Bagaimana kalau aku menginap saja? Tampaknya kau tidak bisa lepas dariku.” Kyuhyun menunjuk tangan Hyejin yang memegang ujung lengan kemeja Kyuhyun.

“Kau harus pulang. Segera istirahat. Besok pagi Appa pasti sudah mencari-cari dirimu lagi.”

“Karena itu, lebih baik aku menginap saja kan? Jadi, kapanpun Appa-mu membutuhkan aku, aku akan siap sedia.”

Hyejin membalik tubuh Kyuhyun lalu mendorong keluar pria itu pada punggungnya. “Selamat malam, tuan Cho. Sampai jumpa besok pagi. Aku mencintaimu.”

Pintu rumah Hyejin pun tertutup.

Cho Kyuhyun
Song Hyejin, mana ciuman untukku?

Song Hyejin
Tidak ada. Appa mengawasi dari tadi.

Cho Kyuhyun
Lalu?

Song Hyejin
Yaaaa!!!! Appa bisa memarahiku lagi kalau tahu aku menciummu!

Cho Kyuhyun
Wae? Apa seorang wanita tidak boleh mencium kekasihnya lebih dulu?

Song Hyejin
Bukan. Appa takut aku melakukan sesuatu yang mengerikan padamu.

Song Hyejin
Astaga! Apa aku terlihat seperti akan memakanmu ketika berciuman?

Cho Kyuhyun
Kkkkkkk! Terlihat siapa yang lebih bergairah kan?

Song Hyejin
Diam kau, tuan Cho!

Song Hyejin
Appa benar-benar sudah tertipu. Kalau Han Ahjumma tidak tiba-tiba masuk, aku tidak yakin pakaianku masih serapi ini.

Cho Kyuhyun
Kkkkkk!!! Kau terlalu menggairahkan, sayang.

Cho Kyuhyun
Juga terlalu bergairah.

Song Hyejin
Diam kau. Setir mobil yang benar sana. Aku mau tidur.

Cho Kyuhyun
Aku punya supir. Tenang saja.

Cho Kyuhyun
Jadi aku bisa chatting denganmu sepuasnya.

Cho Kyuhyun
Apa kau sudah tidur, Hye?

Cho Kyuhyun
Yaaaa!!!

Cho Kyuhyun
Aku bahkan belum setengah jam keluar dari rumahmu. Masa kau sudah tidur?

Cho Kyuhyun
Kekasihku memang kejam.

—-

Hyejin hanya tertawa melihat pesan dari Kyuhyun yang bertubi-tubi masuk ke dalam ponselnya. Tidak ada satupun yang dibalas, namun tidak ada satupun pesan Kyuhyun yang tidak membuat Hyejin tertawa dengan pipi merah merona karena tersipu.

Park MinAh
Hi, girls! Apa sedang sibuk?

Hyejin bergabung dalam room chat sahabat-sahabatnya.

Song Hyejin
Tidak terlalu. Waeyo, calon Mrs. Mun?

Park MinAh
Besok pagi Eric Oppa, kesayanganku, mau mengadakan acara sebelum Cafe buka. Sarapan bersama! Yeaaay!!!

Kang Hamun
Aku tidak bisa ikut ya, eonnideul. Aku ada ujian di kampus. Maaf.

Choi Jihyo
Aku juga tidak bisa ikut. Aku harus mengejar berita artis yang sedang naik daun. Kim Woobin-ssi.

Choi Jihyo
Aaaaaaakh! Aku ingin ikut!!!!

Park MinAh
Hyun? Hye? Kalian ikut kan?

Jung HyunAh
Menurutmu, siapa yang akan memasak makanan untuk kalian semua?

Jung HyunAh
Aku dan Henry harus berkutat di dapur sejak subuh

Park MinAh
Yey! Aku mencintaimu, Hyun!

Park MinAh
Kau ikut, Hye?

Song Hyejin
Maaf baru balas. Aku baru selesai mandi.

Song Hyejin
Tentu saja aku akan ikut. Kyuhyun masih bebas tugas kalau pagi. Jadi, aku tidak perlu melihatnya dikerubungi para gadis.

Park MinAh
Good! See you tommorrow darlings!

—–

Hyejin memarkir mobilnya tepat di Coffee Cafe yang masih sepi. Hanya ada mobil putih HyunAh dan orange milik MinAh yang terparkir rapi di sebelah mobilnya. “Annyeonghaseyoooong!!”

“Annyeonghaseyong!” Kyuhyun menyambut Hyejin dengan senyum ceria dengan kemeja biru mudanya yang pas badan dan membuat Hyejin semakin terpesona kepada pria itu.

Kyuhyun menghampiri Hyejin dan meraih gadisnya pada pinggang rampingnya yang terkesan sangat rapuh. “Selamat pagi. Aku merindukanmu,” sapa Kyuhyun yang langsung mencium Hyejin tepat pada bibir merah menyala gadis itu.

“Haisssh! Kalian jauh lebih parah daripada MinAh eonni dan Eric hyung,” protes Henry yang beru keluar dari dapur dengan semangkuk bubur masakannya. “Kyuhyun hyung, lebih baik bantu aku mengambil masakan-masakan dari dapur.”

Kyuhyun meringis kepada Hyejin. “Aku harus membantu Henry. Kau duduk saja duluan.”

Hyejin tersenyum melihat Kyuhyun. Tangannya terjulur untuk membersihkan lipstik yang menempel di bibir Kyuhyun. “Masih banyak lipstik di bibirmu,” kata Hyejin ketika Kyuhyun menghindar dari usapan Hyejin.

“Aku merasa bibirku jauh lebih seksi dengan lipstik ini. Sudah, biarkan saja. Kau duduk saja sana. Henry butuh bantuanku.”

Bukan mengikuti perintah Kyuhyun, Hyejin justru mengikuti Kyuhyun ke dapur. “Kau mau apa di dapur? Duduk saja duluan sana. Awas kena panci-panci yang panas ini.” Tapi Hyejin tetap berada di samping Kyuhyun, mengikuti kemanapun pacarnya itu bergerak.

“Tampaknya kau tidak bisa lepas dariku,” goda Kyuhyun.

“Memangnya kenapa? Kau tidak suka?” Tantang Hyejin.

Kyuhyun menjawab tantangan Hyejin dengan memojokkan gadisnya pada tepi keramik tempat memasak Henry. “Hyuuuuung!!!!”

Hembusan nafas kasar Kyuhyun menandakan kekesalannya karena terganggu oleh kehadiran Henry. “Jangan mengotori dapurku atau aku akan laporkan kepada Eric hyung.”

Kyuhyun hanya tersenyum tipis. “Aku berani taruhan, hyung kita yang satu itu pasti sedang bermesraan dengan MinAh nuna di ruangannya.”

“Haiiissshh!!! HyunAh-yaaaaaa!!!!” Henry memilih melarikan diri dari tempat kekuasaannya sendiri.

Hyejin terpaksa memukul punggung Kyuhyun yang tidak berhenti menertawakan Henry. “Jahat,” ujar Hyejin.

“Semua karenamu. Kalau dari tadi kau sudah duduk manis di dalam, Henry tak akan terbirit-birit seperti itu.”

Hyejin memanyunkan bibirnya yang tidak disia-siakan oleh Kyuhyun. Sebuah ciuman mendarat lagi di bibir Hyejin. “Sekarang, kau harus menuruti perkataanku. Duduk manis di kursi sana. Aku akan menyusul setelah selesai membantu Henry. Mengerti?”

Hyejin melenggang menuju ruang di dalam Cafe dan duduk manis di tempat yang sudah disediakan, dimana HyunAh dan Henry sedang menata berbagai macam makanan dan kue-kue yang menggugah selera.

—–

Hyejin sedang menonton video promosional yang dibawakan oleh Kyuhyun sebagai bahan kampanye pemberantasan buta huruf untuk anak-anak di negara-negara terbelakang. Hyejin merasa pria itu punya karisma tersendiri yang sangat menyihirnya.

Song Hyejin
Kau tampan sekali. Bicara panjang lebar memang sangat cocok denganmu.

Cho Kyuhyun
Jangan menggodaku, sayang. Kau harus berdoa agar bisa keluar dari kantor dengan selamat.

Cho Kyuhyun
Paling tidak, pastikan lipstik dan bajumu tidak berantakan.

Cho Kyuhyun
Dan tidak ada merah-merah di lehermu.

Cho Kyuhyun
Kkkkkkk!!!!

Hyejin tersipu malu, membayangkan lehernya yang saat ini sedang terbalut syal tebal. Bukan karena ia sedang kedinginan atau sakit melainkan menyembunyikan hasil perbuatan Kyuhyun yang tidak bisa ia tolak.

Song Hyejin
Dasar mesum! Lancang!

Cho Kyuhyun
Kau mengijinkannya, sayang.

Song Hyejin
Jam berapa pekerjaanmu akan selesai? Jadi mengantar aku ke bandara? Pesawatku jam 11 malam.

Cho Kyuhyun
Sabar, sayang. Sekarang masih jam 2 siang.

Song Hyejin
Itu artinya aku paling lama hanya punya waktu 9 jam lagi untuk bersamamu.

Cho Kyuhyun
Tapi kita akan bertemu 2 minggu lagi. Aku janji akan selalu menghubungimu.

Song Hyejin
Iya, tapi kita akan terpaut perbedaan waktu 11 jam. Belum lagi kalau aku tidak dapat sinyal.

Song Hyejin
Aaaaaakh! Menyebalkan!!!!

Hyejin hanya berjalan mondar-mandir di ruangannya sambil memakan cheese chips kesukaannya. Pikirannya sudah tidak bisa bekerja. Ia hanya memikirkan Kyuhyun ada di sampingnya sekarang.

Hyejin segera mengangkat teleponnya begitu melihat nama “SI TAMPAN” terpampang di layar handphone. “Dimana kau? Kenapa lama sekali? Aku sudah hampir mati bosan menunggumu di sini. Yaaa, Cho Kyuhyun!!!!”

Dua orang pria memasuki ruangan Hyejin. Yang satu, mendatangi Hyejin sambil tersenyum dan mengelus punggung Hyejin sedangkan pria yang satunya menatap Hyejin dengan tajam. “Nona muda, sejak kapan aku mengajari kau teriak-teriak?”

“Appa…” Hyejin kehilangan kata-katanya.

“Barang-barangmu sudah siap? Mana Tommy dan Jason?”

“Mereka sudah di bandara.”

Tatapan tuan Song seketika berubah menjadi sayu dan sedih, dipeluknya Hyejin dengan erat dan diciumnya puncak kepala Hyejin. “Kau harus selalu terus bersama Tommy dan Jason. Jangan pernah terlepas dari mereka. Apapun yang mereka katakan, kau harus dengar. Tidak ada ide-ide gila untuk masuk menjelajahi hutan atau menyelam di laut atau eksplorasi gua atau apapun. Tidak ada. Kau harus kembali minggu depan dengan selamat tanpa ada lecet sedikitpun. Appa mohon jaga dirimu baik-baik.”

Hyejin memeluk pria nomor satu-nya dengan penuh kasih sayang. “Appa, aku bukan anak kecil lagi. Aku tahu apa yang harus aku lakukan dan tidak aku lakukan. Tidak usah khawatir.”

“Kau juga harus setiap hari menghubungi aku dan eomma-mu. Arraseo?”

“Aku akan menghubungi kalian setiap hari. 3 kali sehari.”

“Kirim foto keadaanmu agar aku dan eomma tenang.”

“Siap, appa.”

“Ingat, tidak ada ide-ide gila diluar agenda kegiatan yang kau berikan padaku.”

“Iya, appa sayang.”

Tuan Song memeluk Hyejin lebih erat. “Boleh aku menciummu?” Tanyanya membuat Hyejin tertawa.

“Sejak kapan tidak boleh?” Sahut Hyejin.

Appa Hyejin melirik kepada Kyuhyun. “Sejak kau pacaran dengannya.” Hyejin sontak tertawa.

“Appa tetap pria nomor satu di hidupku.”

Beberapa ciuman didaratkan Hyejin pada pipi dan kening Appa-nya. “Aku akan merindukan Appa.”

“Aku pasti akan lebih merindukanmu,” sahut Tuan Song. Helaan nafasnya yang terdengar berat menjelaskan ketidakinginannya untuk melepas anaknya. “Maafkan Appa karena tidak bisa mengantar ke bandara. Appa harus rapat lagi.”

“Gwencana.”

“Kalau ada apa-apa, langsung hubungi Appa dan Eomma.”

“Ne, appa.”

Appa Hyejin mencium kedua pipi anak gadisnya sebelum keluar dari ruangan Hyejin untuk mengikuti rapat lanjutannya.

“Kupikir kau sudah melupakanku.”

“Eoh? Kau cemburu pada Appa?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku cemburu karena ia bisa memelukmu dengan erat. Aku juga mau.” Tanpa persetujuan Hyejin, Kyuhyun mendekap tubuh gadis yang hanya lebih pendek 5 cm darinya dengan erat.

“Aku akan merindukanmu. Aaakh…. Tanpamu, 2 minggu pasti akan terasa seperti 2 tahun.”

Hyejin mengikik di dada Kyuhyun. “Berlebihan.”

“Memang begitu rasanya.”

“Sedang merayuku, eoh?”

“Ani. Hanya sedang berusaha kau tidak jadi pergi kemana-mana.”

Hyejin tersenyum dan mengelus kedua pipi Kyuhyun yang terlihat penuh. “Sepulang dari Kalimantan, aku akan langsung menyusulmu ke New York. Bagaimana?”

Senyum Kyuhyun mengembang lebar. “Ide bagus. Kau bisa 24 jam / 7 hari terus bersamaku. Aku akan bilang pada Appa-mu nanti.”

“Memangnya ia akan mengijinkan?”

“Kau meragukan tingkat kepercayaan yang dimiliki Appa-mu kepadaku?”

Hyejin menyerah. Appa-nya mungkin sudah seratus tiga puluh ribu dua ratus empat persen percaya pada pria di hadapannya ini. “Aku tidak meragukannya. Appa pasti akan memperbolehkan tanpa pikir panjang. Haisssh! Appa macam apa yang bisa melepaskan anak gadisnya kepada seorang pria?”

“Yaaa aku ini bukan pria sembarangan.”

“Iya, kau iron man.”

Kyuhyun hanya tertawa mendengar jawaban asal kekasihnya. “Mau sampai kapan kita di sini? Pesawatmu berangkat tiga jam lagi. Kau masih harus check-in.”

Hyejin tertawa sinis. “Kau meragukan kemampuan seorang Song Hyejin? Aku bisa langsung masuk pesawat tanpa perlu mengantri, baik check-in dan imigrasi. Lihat saja nanti.”

“Ya ya ya. Aku percaya tapi akan lebih aman jika kita berangkat sekarang. Aku tidak mau mengebut karena jadwal pesawatmu yang sudah mepet. Kajja!”

—–

Hanya seorang Song Hyejin yang bisa membuat seseorang yang tidak hendak berpergian kemana-mana dan juga tidak membawa paspor, masuk mengantarkannya sampai ke pintu masuk pesawat. “Sampai jumpa 2 minggu lagi, tampan.”

“Seminggu kalau Appa-mu memperbolehkanmu pergi ke New York.”

“Aku akan sangat merindukanmu.”

“Aku sudah sangat merindukanmu.”

“Jaga dirimu baik-baik. Jangan coba-coba untuk selingkuh. Kau ingat akibat dari Junsu selingkuh? Aku bisa membuat kau lebih parah dari itu.”

“Aku takuuuut….”

Puk. Sebuah pukulan ringan dan manja jatuh ke pundak Kyuhyun. “Yaaa!!!”

“Arasseo. Aku janji tidak akan selingkuh.”

Hyejin memeluk erat Kyuhyun sebelum masuk ke dalam pesawat. “Aku benar-benar akan merindukanmu. Jangan tidak membalas pesanku apalagi tidak mengangkat teleponku.”

“Siap, nyonya Cho.” Kyuhyun memberikan hormat.

“Aku bukan istrimu.”

“Aku akan meyakinkan kau agar segera menjadi istriku.” Seringaian lebar menggemaskan muncul di wajah Kyuhyun.

Hyejin mencubit-cubit pipi Kyuhyun dengan gemas. “Kita lihat seberapa bisa kau meyakinkan aku untuk menikah denganmu,” kata Hyejin.

“Aku ralat ucapanku. Aku tidak akan susah-susah berusaha meyakinkanmu. Aku memaksa, nyonya Cho.”

Cubitan Hyejin kini beralih pada perut Kyuhyun. “Terserah kau saja, tuan Cho yang paling tampan. Jangan menahanku lagi. Pramugari itu sudah menatapku dari tadi. Aku yakin ia pasti ingin berteriak padaku, menyuruhku masuk. Kau tidak boleh membuat aku ketinggalan pesawat untuk kedua kalinya.”

“Tidak ada yang menahanmu. Masuk sana.” Kyuhyun mendorong Hyejin masuk ke dalam pesawat. “Sampai jumpa, wanita penghiburku.”

Pramugari pesawat menutup pintu, memisahkan sepasang kekasih yang baru akan bertemu dua minggu lagi, yang mungkin akan disibukkan dengan persiapan sebuah acara sakral.

—–

Maybe I’m too late to be your first. But right now. I’m full prepared to be your last
-Cho Kyuhyun-

Forever is a long time. But I wouldn’t mind spending it by your side
-Song Hyejin-

—–

Epilog

“Cho Kyuhyun-ssi… Cho Kyuhyun-ssi…”

Setengah kesal setengah senang, Kyuhyun menolehkan kepalanya, mengalihkan perhatiannya dari layar televisi kepada seorang wanita yang sedang sibuk membongkar pasang isi kopernya di atas tempat tidur.

“Apa yang kau bilang barusan?” Kyuhyun melebarkan matanya, menuntut penjelasan atas panggilan wanita itu kepadanya.

“Cho Kyuhyun-ssi… Namamu masih Cho Kyuhyun kan?”

Dengan geram, Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri wanita di belakangnya. “Yeobo, Baby, Jagiya, Honey, atau Hubby. Kau punya banyak pilihan untuk memanggilku. Kenapa Cho Kyuhyun-ssi?” Protes Kyuhyun.

Wanita itu hanya tertawa keras mendengar protes suaminya. Ia meninggalkan kegiatannya menyusun koper Kyuhyun, menggantikannya dengan menggelantungkan tangannya pada leher Kyuhyun. “Cho Kyuhyun-ssi… Membuatku merasa seperti wanita yang baru jatuh cinta kepadamu. Masih malu-malu tapi mau,” sahutnya sambil mengelus pipi Kyuhyun dengan hidungnya.

Mau tidak mau, Kyuhyun terkekeh mendengar jawaban istrinya. Wajahnya tersipu, membayangkan dirinya dan sang istri adalah pasangan baru yang masih mesra-mesranya. “Jangan menggodaku, Hyejin-ssi. Aku harus berangkat 2 jam lagi.”

Hyejin tersenyum dengan seringaian nakal, mendekatkan wajahnya sampai sejangkauan bibir Kyuhyun dapat melumat bibirnya. “Aku tidak menggodamu tapi aku bisa berbuat apa kalau pertahananmu hanya setipis tisu?” Ujar Hyejin meruntuhkan Kyuhyun hanya dengan sekali sentil.

“Tampaknya kau tidak ingin aku pergi,” kata Kyuhyun dan tanpa banyak bicara lagi, langsung melumat bibir istrinya.

Semakin ketat pergumulan Kyuhyun dan Hyejin, semakin ketat pelukan satu sama lain. Kyuhyun mendekap erat Hyejin sampai wanita itu agak kesulitan bernapas.

“Appa sudah menunggumu di bandara. Aku tidak bisa membiarkannya lagi-lagi memarahiku karena membiarkanmu bercumbu denganku, bukan mengurus perusahaan dan mega proyek kalian.” Hyejin melepaskan Kyuhyun dari tubuhnya. “Sana pergi.”

Kyuhyun sekali lagi mengecup bibir Hyejin lalu mengecup perut Hyejin. “Sampai jumpa, sayang. Sampai jumpa minggu depan. Jaga kesehatanmu dan hasil kerja kerasku yang ada di rahimmu. Jangan terlalu lelah bekerja. Jangan pakai sepatu hak tinggi. Kau juga tidak boleh menyetir. Jangan minum alkohol. Kau juga tidak boleh pulang malam. Kau….”

“Arra. Arra. Kau harus pergi sekarang, Kyu. Annyeong!” Usir Hyejin mendorong Kyuhyun pergi dari kamar mereka.

Cho Kyuhyun
Yaaa! Berani-beraninya kau mengusirku.

Cho Kyuhyun
Sudah 10 tahun berlalu sejak aku mengenalmu, kenapa kau masih sangat kejam kepadaku?

Cho Kyuhyun
T_T

Song Hyejin
Hati-hati di jalan. Semoga proyekmu sukses. Kami mencintaimu.

Song Hyejin
Sampai jumpa, suami kesayangan. Aku mencintaimu!!! Sangat!!!!

Cho Kyuhyun
Aku juga mencintai kalian. Sangat!!!

Song Hyejin
Ingat, jangan coba-coba selingkuh. Aku akan membuat hidupmu menderita kalau berani-berani selingkuh.

Cho Kyuhyun
Tidak akan. Tenang saja. KISS!!!

Song Hyejin
Aaakh. Belum apa-apa aku sudah merindukanmu.

Song Hyejin
Cepatlah pulang!

Cho Kyuhyun
Astaga, sayang. Aku bahkan baru masuk ke dalam mobil. Apa aku harus menunda penerbanganku?

Cho Kyuhyun
Tampaknya kau benar-benar tidak bisa berpisah dariku.

Song Hyejin
Jangan terlalu percaya diri. Pergi sana. Aku akan baik-baik saja tanpamu.

Cho Kyuhyun
Arraseo. I love you. See you very very soon, Mrs. Cho.

—–

kkeut!

xoxo @gyumontic