Annyeonghaseyo, hope you enjoy it! ^^

This is exactly the way Kyuhyun looking at Hyejin, everytime. Like just by looking at her will make him feels so happy. Isn’t it amazing, when you love someone, then that person will be the center of your world, your mind, your sadness, and your happiness? Hyejin, isn’t it greats to be loved by someone who looking at you like Kyuhyun does?

******

“Annyeong, ladies,” sapa Eric setelah ia membukakan pintu cafe untuk kekasihnya dan para sahabatnya.

“Hai Eric oppa,” sapa Hyejin, Hyunah, Hamun, dan Jihyo.

“Hai, sayangku,” sapa Minah sambil berbisik agar tidak ada pelanggan lain yang mendengar. Eric tersenyum lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Minah. “I love you, sayang,” bisik Eric yang membuat wajah Minah bersemu merah.

“Hentikan perbuatan kalian sebelum ada yang melihatnya,” ujar Hyejin mengingatkan.

Minah dan Eric mulai menjauhkan wajah mereka namun wanita itu tetap menggandeng tangan Eric. “Kau jadi butlerku ya, Eric oppa,” katanya.

“Tentu saja. Awas kalau kau memilih pria lain menjadi butlermu,” balas Eric. “I’m taken. Kalian ingin dilayani siapa?” tanya Eric pada sahabat kekasihnya.

“Aku akan ke dapur untuk membantu Henry. Sebaiknya kau segera mencari patissier lain untuk membantu Henry-ku,” kata Hyunah sambil menatap Eric tajam. Setelah itu, Hyunah langsung berjalan menuju dapur.

“Aku dengan Seunghyun,” seru Jihyo yang langsung menghampiri butler itu.

“Well, aku seperti biasa. Tidak perlu butler,” kata Hamun yang membuat Eric tertawa.

“Kau Hyejin?” tanya Eric.

“Aku mau dilayani dengan butlermu yang baru. Gosipnya, meskipun dia baru kerja dua hari, tapi sangat banyak wanita yang menginginkan dia,” kata Hyejin yang membuat Eric tersenyum bangga.

“Oke, kalian duduk saja dulu. Butler terbaruku sedang melayani pelanggannya. 5 menit lagi ia akan menghampiri kalian,” kata Eric.

*****

Hyejin hanya duduk berdua dengan Hamun. Minah dan Eric sudah hilang dari pandangan. Mungkin di kantor Eric. Jihyo tampak bahagia bercerita dengan Seunghyun disalah satu meja. Hyunah pasti di dapur membantu Henry.

“Hei, bicaralah, aku bosan,” kata Hyejin pada Hamun yang sudah terpaku dengan laptopnya.

Hamun mengangkat wajahnya dan memasang wajah penuh penyesalan. “Aku harus belajar untuk kuis besok, onnie. Mianhe. Harusnya onnie ajak Junsu oppa saja,” kata Hamun yang membuat Hyejin menghela nafas panjang.

“Kalau dia ada waktu, aku juga akan mengajaknya,” jawab Hyejin lesu.

“Bagaimana hubungan kalian?” tanya Hamun.

“Tidak ada yang berubah. Aku tidak mencintainya begitu juga dia. Well, aku tidak apa-apa dengan hal itu. Yang penting hubungan ini membawa keuntungan untuk perusahaannya, hotelku, dan lini fashionku. Dengan begitu, aku akan tetap bahagia,” kata Hyejin dengan tenang.

Kini gilirah Hamun yang menghela nafas panjang. “Onnie, kau harus mencintai dan dicintai agar kau bahagia. Kau tak akan bahagia jika hanya mengandalkan uang,”

Hyejin tertawa kecil mendengar ucapan Hamun itu. “Aku tak ingin mendengar nasihat cinta dari seorang Kang Hamun. Kau sendiri tidak peduli dengan pria-pria yang ada disekelilingmu,” kata Hyejin.

“Onnie, aku hanya tidak sedang memikirkan hal itu sekarang tapi aku tetap menganggap cinta itu penting,” ucap Hamun.

“Lebih baik kau belajar sana daripada mengurusiku,” kata Hyejin.

“Annyeonghaseyo, ladies. Perkenalkan, aku butler baru disini. Namaku Cho Kyuhyun,” kata seorang butler yang baru saja menghampiri meja Hyejin dan Hamun. Mendengar nama itu Hyejin dan Hamun sama-sama mengangkat wajahnya untuk menilik wajah pria itu.

“Cho Kyuhyun?” tanya Hyejin memastikan kalau dia tidak salah dengar.

“Hyejin onnie, di-dia,” kata Hamun tidak sempat ia selesaikan karena pria bernama Kyuhyun itu sudah menjawab rasa penasaran Hyejin dan Hamun.

“Ne, aku Cho Kyuhyun, pria yang selalu mencintaimu meskipun kau sudah menolakku berulang kali saat SMA dulu. Aku kembali, untuk mencoba lagi,” katanya sambil tersenyum. Ia menarik kursi yang ada di meja itu lalu duduk disitu. “Aku masih sangat mencintaimu. Apa sekarang kau akan mempertimbangkan aku untuk menjadi kekasihmu?” tanya Kyuhyun.

Hyejin menghela nafas panjang. Ia menatap Kyuhyun dengan pandangan malas. “Apa pekerjaanmu sekarang?” tanya Hyejin.

“Butler,” jawab Kyuhyun.

“Kau tinggal dimana sekarang?” tanyanya lagi.

“Disini. Eric sangat baik akhirnya dia memperbolehkan aku untuk tinggal di café,”

“Kau kuliah saat ini?”

“Ani,”

Hyejin tersenyum manis. “Kau tahu siapa aku?”

Kyuhyun membalas senyuman itu, “Tentu saja. Kau Song Hyejin, wanita yang aku cintai selama 8 tahun ini,”

Hyejin segera bangkit dari kursinya. “Well, sepertinya kau harus segera mengakhiri perasaanmu itu. Aku Song Hyejin, seorang business woman yang sedang berada di puncak karir dan calon pewaris tunggal hotel keluargaku. Aku memilih baik-baik pria yang pantas menjadi calon suamiku. Saat ini, aku sudah bertunangan dengan CEO dari perusahaan Colte Cooperation. Dia beribu-ribu kali lebih baik darimu. Kau tak-”

“Onnie!” seru Hamun menghentikan ucapan Hyejin. Hyejin terdiam namun ia tidak melepaskan pandangannya dari Kyuhyun. Hyejin sadar kalau perkataannya sudah sangat kasar, namun ia tidak peduli karena Hyejin ingin pria itu pergi.

Kyuhyun tiba-tiba kembali tersenyum. Reaksi yang diluar ekspektasi Hyejin dan Hamun. “Kau yakin kalau tunanganmu itu pria yang baik? Meskipun kalian tidak saling mencintai, apa kau yakin ia dapat kau andalkan untuk meningkatkan perusahaanmu? Bagaimana kalau pada akhirnya ia ingin bertunangan denganmu hanya untuk merebut semua kekayaan keluargamu? Apa kau yakin, saat ini ia sedang bekerja keras di perusahaannya? Apa kau yakin saat ini ia tidak sedang bersama wanita lain?” tanya Kyuhyun.

Hyejin hendak menjawab. Mulutnya sudah setengah terbuka namun kembali tertutup karena suaranya tak mampu keluar. “Kau sendiri tidak yakin, kan? Makanya kau tak bisa menjawab,” lanjut Kyuhyun yang membuat Hyejin naik pitam.

“Terserah padamu!” seru Hyejin lalu berjalan keluar dari café itu. Sebelum Hyejin melangkah lebih jauh, Kyuhyun menahan tangan Hyejin. “Aku akan membantumu untuk mencari tahu tentang tunanganmu. Kalau ia memang pria yang baik, aku tak akan menunjukan wajahku di depanmu lagi,”

Hyejin tersenyum. “Bukan ide yang buruk. Kau harus menepati janjimu itu,” kata Hyejin sembari menepis tangan Kyuhyun.

Hamun menghampiri Kyuhyun yang masih terpaku memandang Hyejin. “Jangan memandangnya seperti itu,” kata Hamun sambil melihat sekeliling café yang mulai menatap Kyuhyun heran. Kyuhyun mengerti isyarat Hamun. Ia segera membungkuk dan meminta maaf pada seluruh pelanggan café. “Mianhe, sudah membuat keributan,” kata Kyuhyun yang direspon oleh senyum dari para pelanggannya.

Kyuhyun kembali menatap Hamun. “Gamsahamnida, Hamun ssi,” ujar Kyuhyun dengan sopan sambil membungkukan badannya.

Hamun menatap Kyuhyun heran. “Aku belum memperkenalkan diriku padamu. Bagaimana kau tahu namaku? Hanya aku yang tahu tentang dirimu karena Hyejin onnie dulu sering cerita padaku tentangmu,” ujar Hamun yang membuat Kyuhyun terdiam.

“Kyuhyun ah, bisa tolong bantu aku disini?” panggil salah satu butler yang akhirnya membuat Kyuhyun menghentikan pembicaraannya dengan Hamun. Begitu Kyuhyun menjauh dari Hamun, ia segera menghela nafas panjang.

*****

Hyejin memandang jam tangannya. “Aku hanya punya waktu dua jam untuk melakukan tindakan konyol ini. Jadi, kita mulai darimana?” tanya Hyejin sambil menyesap kopi yang ia pesan.

“Satu bukti kalau ia bukan pria baik,” ucap Kyuhyun sambil melemparkan beberapa kertas di atas meja café itu.

Hyejin menggambil kertas itu dan membacanya. Itu adalah ijazah SMA dan ijazah kuliah milik Junsu. Hyejin sangat shock saat mendapati kalau nama institusi pendidikan yang ada di ijazah tersebut tidak sesuai dengan cerita Junsu pada Hyejin dan keluarganya. “Ini pasti salah. Ia sejak SMA tinggal di Amerika. Pasti ijazah ini yang salah,” kata Hyejin.

“Aku mendapatkan ini langsung dari SMA dan kampus Junsu. Kau bisa buktikan keasliannya melalui cap tiga jari yang ada di ijazah tersebut. Aku bisa pastikan itu sidik jari Junsu,” kata Kyuhyun. “Kalau ia memang seorang pria yang baik, untuk apa ia membohongimu dan keluargamu?”

Hyejin terdiam, tidak tahu harus menjawab apa. Kyuhyun bisa melihat ekspresi Hyejin yang tertekan. Kyuhyun menjulurkan tangannya lalu mengusap kepala Hyejin dengan lembut. “Jangan terlalu dipikirkan ya, Hyejin. Bukannya bagus kalau kau mengetahui semua ini sebelum kalian menikah?” ujar Kyuhyun yang lagi-lagi tidak Hyejin balas. Hyejin merasakan ketenangan di hatinya saat tangan Kyuhyun yang hangat mengusap kepalanya. Ucapan Kyuhyun juga terasa benar bagi Hyejin, membuatnya tidak lagi memikirkan kebohongan Junsu yang membuatnya kecewa.

“Sudah tenang, Hyejin? Kau suka dielus seperti ini?” tanya Kyuhyun yang membuat Hyejin sadar kalau sedari tadi Kyuhyun masih mengelus kepalanya. Hyejin berusaha menyembunyikan perasaan malunya dengan menepis tangan Kyuhyun dari kepalanya. “Kau kira aku anjing?” tanya Hyejin yang membuat pria itu ketawa.

“Kau tidak kembali kerja?” tanya Hyejin.

“Kau bilang, kau punya waktu dua jam, kan? Aku akan menemanimu,” kata Kyuhyun.

“Aku tak perlu ditemani,”

“Baiklah, aku koreksi. Aku ingin bersamamu,” kata Kyuhyun yang membuat wajah Hyejin memerah seketika. Cahaya lampu café yang terang membuat wajah Hyejin yang merona dapat dilihat siapapun termasuk Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum melihat sikap Hyejin itu. “Hyejin, aku akan membantumu untuk menemukan pria yang baik, yang pantas untuk kau cintai,” kata Kyuhyun.

Hyejin menatap Kyuhyun. “Aku bukan gadis baik yang kau bayangkan. Kau tahu, aku sangat cinta uang sekarang dan terobsesi dengan pekerjaanku,” kata Hyejin.

Kyuhyun mengangguk. “Benar. Aku menilai kau seperti itu. Namun, hanya sedikit orang yang mau memberikan hasil jerih payahnya pada orang yang membutuhkan. Aku tahu setiap tahun kau akan ikut social activity yang dilaksanakan UNICEF. Aku tahu, 60% hasil kerjamu kau berikan pada orang-orang yang membutuhkan di setiap belahan dunia,” katanya.

“Bagaimana kau tahu?” tanya Hyejin heran. “Dan bagaimana kau dapat semua informasi tentang Junsu ini?”

Kyuhyun tersenyum lalu mengecup pipi Hyejin. “Kalau kau menjadi kekasihku, akan kuceritakan semuanya. Bagaimana?”

Wajah Kyuhyun tepat berada di depan Hyejin. Sangat dekat, hanya dipisahkan oleh hidung mereka. Hyejin bisa merasakan jantungnya berdetak dan darahnya mengalir menuju kepalanya dengan sangat cepat. Ia yakin wajahnya sudah sangat memerah sekarang. “Minggir kau!” seru Hyejin sambil mendorong Kyuhyun menjauhi dirinya. Hyejin segera beranjak dari tempat duduknya setelah ia mengucapkan, “Terima kasih, Cho Kyuhyun,”

*****

Cho Kyuhyun (Mon, Jun 22 – 20.37)
Hai Song Hyejin, kau sudah sampai di rumah dengan selamat?

Cho Kyuhyun (Mon, Jun 22 – 20.45)
Hua, kau read chatku tapi tidak membalasnya?

Cho Kyuhyun (Mon, Jun 22 – 21.00)
Kau kejaaaaam

Cho Kyuhyun (Mon, Jun 22 – 21.00)
Tapi aku tak akan kalah

Cho Kyuhyun (Tue, Jun 23 – 11.27)
Apa kabar Song Hyejin?

Cho Kyuhyun (Tue, Jun 23 – 11.27)
Tuh! Kau read chatku tapi tidak membalasnya!

Cho Kyuhyun (Tue, Jun 23 – 11.28)
Aku sedang bekerja dengan keras di café ini

Cho Kyuhyun (Tue, Jun 23 – 11.28)
Eric hyung kejam!

Cho Kyuhyun (Tue, Jun 23 – 11.29)
Kau jangan seperti Eric hyung ya, Hyejin!

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.56)
Sedang apa? Sedang apa? Sedang apa?

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.56)
Baiklah, karena kau tak menjawab. Aku jawab saja.

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.56)
Aku sedang kerja, tapi tidak bersemangat

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.57)
Kau tahu kenapa?

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.57)
Ah aku lupa, kau tak akan membalas chatku.

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.57)
Karena aku merindukanmu

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.58)
Kau tahu kenapa aku merindukanmu?

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.59)
I

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.59)
Love

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.59)
You

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 09.59)
Nomu nomu nomu nomu

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 10.00)
Kau bahagia saat tahu kau dicintai?

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 10.00)
Meski kau tidak membalas, aku harap kau tersenyum membaca chatku ini

Beberapa hari ini Hyejin selalu mendapatkan chat-chat aneh dan tidak jelas dari Cho Kyuhyun. Anehnya, Hyejin tidak merasa terganggu sama sekali. Justru ia selalu menantikan chat dari Kyuhyun. Ia sengaja hanya membaca chat tersebut karena ia pikir Kyuhyun yang selalu bercerita sendiri sangat lucu. Hyejin pun tidak mengerti, saat ini jantungnya berdetak sangat kencang setelah ia membaca chat terakhir dari Kyuhyun. Berulang kali Hyejin menenangkan dirinya, tapi jantungnya tetap berdetak dengan ritme yang tidak biasa. Tiba-tiba, smartphone Hyejin kembali berbunyi. Ia segera membuka chat roomnya dan Kyuhyun.

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 10.15)
Datanglah ke café. Aku terlalu merindukanmu sampai aku tidak semangat kerja.

Cho Kyuhyun (Wed, Jun 24 – 10.15)
Kau sudah ‘read’. Aku menantikanmu. Kalau kau datang, aku akan memberikan hadiah untukmu

*****

Hyejin terdiam saat ia sudah berdiri di depan pintu café. “Kau gila, Song Hyejin. Kau gila. Kenapa kau kesini hanya karena ia minta kau datang? Pabo!” runtuk Hyejin sambil memukul kepalanya berulang kali. Ia sudah masuk dalam mobilnya untuk pergi dari tempat itu, namun alangkah kagetnya Hyejin saat mendapati Cho Kyuhyun sudah berdiri di depan mobil Hyejin dengan senyum kemenangan yang terpatri di wajahnya.

Kyuhyun berjalan menuju kursi penumpang dan langsung duduk disana tanpa memperdulikan Hyejin yang sudah melarangnya. “Kalau kau malu untuk masuk di dalam, kita bicara disini saja. Aku tak masalah,” katanya.

“Yaa, pergi sana!” usir Hyejin yang diacuhkan oleh Kyuhyun.

“Ah, aku ingin memberikan ini padamu,” kata Kyuhyun sambil memberikan sebuah amplop besar pada Hyejin. Hyejin segera membukanya dan mendapati lembaran kertas yang berisi laporan keuangan dari Colte Cooperation.

“I-ini?”

“Ne, kau sendiri pasti mengerti. Perusahaan itu terus mengalami kemunduran sejak Junsu memegang perusahaan. Ia bahkan memakasi uang perusahaan untuk membeli suatu hal yang tidak penting. Jika seperti ini terus, ia akan bergantung dengan perusahaanmu,” kata Kyuhyun.

Hyejin kembali dikejutkan dengan bukti yang Kyuhyun berikan ini. Melihat itu, Kyuhyun kembali mengelus kepala Hyejin dengan lembut. “Jangan khawatir ya, Hyejin. Dengan begini, Junsu tidak akan bisa mengambil segala sesuatu yang sudah kau bangun dengan jerih payahmu,” katanya. Hyejin merasa sosok Kyuhyun sangat ajaib. Hanya dengan tangannya dan ucapannya, pria itu mampu membuat Hyejin merasa sangat nyaman dan tenang. Rasa yang tidak pernah ia dapatkan dari Junsu atau dari mantan-mantannya.

“Hm, kau benar, terima kasih,” jawab Hyejin.

Melihat Hyejin, Kyuhyun teringat akan hadiah yang ia janjikan. “Ah, karena kau sudah datang, aku akan memberikanmu hadiah,” kata Kyuhyun.

“Apa itu?”

Kyuhyun membuka genggaman tangannya dan menunjukan sebuah kalung dengan liontin perak berupa anjing. “Kenapa anjing?” tanya Hyejin penasaran.

“Kau seperti itu. Kau baik, setia, kadang agresif-kadang lembut, dan kau lucu,” kata Kyuhyun yang membuat wajah Hyejin memerah. “Aku langsung memikirkanmu saat melihat kalung ini. Simpan saja. Kau tak perlu memakainya. Kalung ini tidak sebanding dengan Swarovski yang sedang kau pakai,”

Hyejin tertawa kecil lalu melepaskan kalung Swarovski miliknya. “Pakaikan kalung itu,” kata Hyejin. Ia memutar tubuhnya sambil mengangkat rambutnya agar Kyuhyun dapat memasangkan kalung itu.

“Kau serius?”

“Ppali!”

Kyuhyun segera memasangkan kalung itu. Hyejin tersenyum saat melihat kalung itu ada di lehernya. “Gomawo,” jawab Hyejin. “Aku tak menyangka akan merasa sesenang ini saat mendapatkan hadiah dari seorang pria. Saat Junsu memberikanku Swarovski itu, perasaanku biasa saja,” cerita Hyejin.

“Kau mau tahu kenapa kau merasakan hal itu?”

Hyejin mengangguk. Kyuhyun mendekati telinga Hyejin dan berbisik, “Itu berarti, kau sudah mencintaiku,”

Mendengar itu, Hyejin langsung mendorong Kyuhyun dan memukul-mukul tubuh pria itu. “Lancang kau! Lancang! Jangan bicara sembarangan! Dasar pria kepedean! Kau menyebalkan Cho Kyuhyun!” runtuk Hyejin yang hanya membuat Kyuhyun tertawa.

Tiba-tiba tawa Kyuhyun terhenti saat melihat pelanggan yang hendak masuk ke cafenya. “Hyejin, itu Junsu. Ia dengan wanita lain,” kata Kyuhyun sambil menunjuk Junsu yang merangkul mesra seorang wanita.

Hyejin tampak sangat kaget. Ia terdiam beberapa saat. “Aku tahu kau pasti sangat kaget. Tapi, kau tak ingin ia menginjak harga dirimu dan menganggapmu bodoh, kan? Kau harus buat perhitungan dengannya,” ujar Kyuhyun.

“Kau benar,” jawab Hyejin dengan senyum penuh keyakinan di wajahnya. “Kau dipihakku, kan?” tanya Hyejin.

“Tentu saja. Aku juga sudah ingin menghajarnya,” kata Kyuhyun sambil mengepalkan jarinya.

*****

“Bagaimana dengan kabar Hyejin?” tanya gadis itu pada kekasihnya. “Ia belum tahu rencanamu, kan?” tanyanya.

Junsu tersenyum licik. “Tentu saja. Aku sangat pintar untuk mengelabuinya,”

“Tapi, kau tak cukup pintar untuk menyembunyikan kebohonganmu itu,” kata Hyejin yang entah sejak kapan sudah ada di meja itu. Ia membanting kertas-kertas yang Kyuhyun berikan hari ini dan beberapa hari yang lalu di meja itu. “Kau kira aku wanita bodoh yang tidak akan tahu kebohonganmu ini, hm?” tanyanya sambil memberikan senyum untuk Junsu.

“Hye- Hyejin, dengarkan aku dulu, bisa aku jelaskan,” kata Junsu memohon.

“Ehm, Cho Kyuhyun ssi, boleh aku minta 2 gelas dan 2 air?” pinta Hyejin. Kyuhyun dengan segera mendatangi Hyejin dengan membawa permintaan Hyejin.

“Untuk apa, nona?” tanya Kyuhyun.

“Untuk memberikan pelajaran untuk seseorang,” jawab Hyejin lalu menyiram air di gelas pertama pada Junsu. Setelah itu, ia menyiram air di gelas kedua pada wanita itu. “Jika kau ingin menjadi wanita kaya, kau harus kerja keras. Kau pikir, dirimu dapat menjadi Cinderella di jaman ini, ha?”

Gadis itu bangkit dari kursinya dan menarik tangan Junsu untuk segera keluar dari café itu. Kyuhyun segera mengejar Junsu dan menahan pria itu. Minah yang menahan wanita itu. “Mianhe, aku telat!” seru seseorang yang baru saja tiba di café itu.

“Hai, Jihyo ah, maaf aku menganggu jadwalmu. Kita bisa lakukan sekarang,” kata Hyejin. Dengan segera, Jihyo dan kameramennya merekam wajah Junsu dan menceritakan semua kebohongan Junsu. Dapat dipastikan, dalam waktu beberapa menit berita ini akan menjadi trending topic.

“Seram juga ternyata kalau cari masalah denganmu. Aku yakin dia sudah tidak punya muka untuk keluar dari rumahnya,” bisik Kyuhyun yang membuat Hyejin tertawa. “Kau tidak sedih, kan?” tanya Kyuhyun khawatir.

Hyejin tersenyum lalu menggeleng, “Aku justru senang karena bisa membalasnya. Aku tak mau sedih hanya karena pria sepertinya,”

Kyuhyun tersenyum lalu mengacak rambut Hyejin. “That’s my queen,” katanya.

******

Kang Hamun
Onnie, kau jatuh cinta pada Kyuhyun. Kau sendiri sadar, kan? Jangan bilang tidak.

Song Hyejin
Bagaimana kau tahu?! Aku tidak cerita pada siapa pun!

Kang Hamun
Aku melihatnya tadi sewaktu di café. Cara onnie memandangnya sudah berbeda

Song Hyejin
Well, yes, I love him now. You’re right Hamun. Hanya orang yang kita cintai yang dapat membuat kita bahagia

Kang Hamun
Jadi, apa yang onnie ragu, kan? Bilang padanya. Sebelum semuanya terlambat

Song Hyejin
Pelan-pelan. Aku baru memutuskan pertunanganku dengan Junsu. Aku takut ia berpikir aku hanya menjadikannya pelarian

Kang Hamun
Aku punya firasat tidak enak masalahnya

Song Hyejin
Yaa! Yaa! Kang Hamun! Jangan berfirasat. Kau tahu firasatmu sering terjadi, kan?

Kang Hamun
Makanya itu aku minta onnie untuk segera bertindak

******

Perkataan Hamun semalam benar-benar terbukti. Keesokan siang saat Hyejin mengunjungi café itu, Eric bilang kalau Kyuhyun sudah mengundurkan diri dan akan pergi ke Amerika. Dengan segera, Hyejin melajukan mobilnya dengan kencang menuju bandara. Begitu tiba disana, Hyejin segera berjalan menuju ruang keamanan dan memberikan foto Kyuhyun pada pemimpin divisi security. “Tangkap ia. Dia mencuri sesuatu dariku,” kata Hyejin. Mendengar itu, ia segera menghubungi semua anggota divisi di tiap sektor. Keluarga Hyejin yang memang terkenal karena pengaruhnya di Korea Selatan ini tentu saja langsung membuat orang-orang itu percaya.

“Yaa! Lepaskan! Aku tidak mencuri apapun!” seru sebuah suara yang Hyejin kenali sebagai suara Kyuhyun.

“Berikan penjelasanmu pada nona Hyejin,” ujar petugas itu sambil mendudukan Kyuhyun di kursi yang berada diseberang Hyejin.

“Terima kasih, anda bisa tinggalkan kami di ruangan ini,” kata Hyejin.

“Yaa Song Hyejin! Apa yang kucuri darimu?! Kau membuatku ditinggal oleh pesawatku dan diborgol seperti ini,” kata Kyuhyun sambil menunjukan borgol yang ada di pergelangan tangannya.

“Kenapa kau pergi?” tanya Hyejin tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas panjang. “Kau sudah aman sekarang. Kau tidak bersama dengan pria jahat itu lagi. Lagipula kau tidak akan mencintaiku. Jadi, aku pikir aku harus pergi agar aku tidak menghalangimu untuk bertemu dengan pria yang lebih baik dari Junsu,” katanya.

“Well, aku sudah menemukan pria itu,” kata Hyejin.

“Lalu kenapa kau masih menahanku untuk pergi? Kau bahkan menuduhku mencuri!”

“Aku tidak menuduh,” kata Hyejin sambil menghampiri tempat duduk Kyuhyun. “Aku mengatakan sebenarnya. You steal my heart,” kata Hyejin sambil mencium lembut bibir Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum saat mendapati wajah Hyejin yang sudah memerah setelah mencium bibir Kyuhyun. “Jangan memandangku seperti itu,” ujar Hyejin sambil memukul pelan pundak pria itu.

“I can’t help it,” balas Kyuhyun usil. “Kau ingat fairytale tentang gold axe and silver axe?”

“Tentu saja,”

“Antara love, honor, dan money, which one you chose?” tanya Kyuhyun.

“I chose love,” kata Hyejin sambil kembali mencium pipi Kyuhyun.

“Nice choice. You will get the other two,” kata Kyuhyun.

“Tidak perlu. Aku sudah punya semuanya. Aku bisa membiayai kehidupanmu, tapi kau juga harus segera cari pekerjaan yang lain,” kata Hyejin.

“Tenang saja, akan kupastikan kau mendapatkan ‘silver axe’ dan ‘golden axe’ karena kau sudah memilih ‘iron axe’” kata Kyuhyun. Ia bangkit berdiri untuk membisikan sesuatu pada Hyejin. “Segera minta mereka untuk melepaskan borgolku. Aku sudah tidak tahan,”

“Apa yang mau kau lakukan?” tanya Hyejin bingung.

“Aku ingin menyerangmu,” kata Kyuhyun dengan senyum usil di wajahnya.

*****

“Appa, aku bilang tidak mau. Kenapa appa memaksaku? Appa ingin aku kembali bertunangan dengan orang yang salah seperti Junsu? Aku bilang, aku sudah punya pacar!” seru Hyejin kesal.

“Appa tahu Hyejin. Tapi ia memaksa untuk bertemu denganmu. Temui saja dia dan katakan pendapatmu. Ingat, kau juga harus buat ia mau menandatangani kontrak kerja sama. Kita harus bekerja sama dengan perusahaannya untuk meningkatkan keuntungan kita. Dengan demikian, kita bisa lebih banyak membantu mereka yang kelaparan di Afrika,” kata appa Hyejin. Mendengar itu, akhirnya Hyejin mengalah. Ia menghela nafas panjang dan merapikan bajunya. Ia segera membuka pintu ruangan itu dan betapa kagetnya Hyejin saat melihat pria itu.

“Cho Kyuhyun?!” seru Hyejin.

“Jangan kaget seperti itu,” kata Kyuhyun sambil tertawa melihat ekspresi Hyejin.

“Kau- selama ini- bohong?!”

“Ani. Saat di Korea aku memang hanya bekerja sebagai butler dan tinggal di tempat Eric. Kau hanya bertanya ‘apa yang kukerjakan saat ini dan dimana tempat tinggalku saat ini’”

“Ja-jadi, kau pemimpin iNCK Cooperation yang berbasis di Amerika? Lalu kenapa kau kembali ke Korea?”

“Karena aku masih mencintaimu dan aku tahu Junsu bukan pria yang baik. Aku ingin menyelamatkanmu. Aku bisa mendapatkan semua bukti-bukti mengenai Junsu karena power yang aku miliki,”

“Lalu setelah ini kau akan kembali ke Amerika dan meninggalkanku?!”

“Aku datang kesini untuk mengajak perusahaanmu bekerja sama dengan iNCK Cooperation. Dengan demikian, aku akan tinggal di Korea untuk mengurus proyek itu. Sudah kubilang, aku akan memberikanmu gold axe dan silver axe,” kata Kyuhyun. Ia menghampiri Hyejin dan menggendong wanita itu sehingga kini Hyejin duduk di atas meja.

Kyuhyun membelai pipi Hyejin. “Aku sayang kau, Hyejin,” katanya lalu mencium bibir Hyejin dengan lembut dan lama. Hyejin bahkan sudah mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun. Mereka terlalu menikmati sampai tidak sadar kalau appa Hyejin dan pegawai yang lain sudah mengintip melalui celah pintu.

******

“Kau akan tetap bekerja disini?” tanya Minah.

“Yeah, saat aku tidak sibuk,” jawab Kyuhyun sembari ia bersiap-siap. Hyejin membantu Kyuhyun mengikatkan celemeknya.

“Apa Eric opppa tahu kau bukan manusia biasa?” tanya Jihyo.

“Hey, aku manusia biasa. Kau pikir aku werewolf atau vampire semacamnya? Eric hyung tidak tahu,” kata Kyuhyun. Hyejin hanya tertawa mendengar perdebatan itu. Ia masih sibuk merapikan seragam butler Kyuhyun.

“Jadi, akhirnya cinta selama 8 tahun terbalaskan juga. Chukae, Kyuhyun ssi,” ujar Hyunah memberikan selamat.

“Gomawo, Hyunah ssi,” jawab Kyuhyun dengan girang.

“Yaa, Kang Hamun, kenapa kau diam saja?” tanya Kyuhyun saat melihat gadis itu diambang pintu.

“Memangnya aku harus bilang apa?” tanya Hamun cuek.

“Gomawo Hamun,” kata Kyuhyun yang membuat Hyejin bertanya. “Waeyo?”

“Hamun adalah satu-satunya orang yang berhasil mengetahui identitasku,”

“Jeongmalyo?” tanya Hyunah tak percaya.

“Aku berterima kasih karena kau tidak membocorkan hal itu pada Hyejin,” kata Kyuhyun.

“Kenapa kau tidak beritahu kami, Hamun?” tanya Minah.

“Karena aku tahu Kyuhyun oppa benar-benar mencintai Hyejin. Aku berpikir, ia pasti punya alasan kenapa sampai harus menyembunyikan identitasnya dari kita,” jawab Hamun.

“Sudah selesai,” ujar Hyejin puas. Kyuhyun menatap Hyejin. “Gomawo sayang,” kata Kyuhyun lalu melumat bibir Hyejin tanpa peduli masih ada Minah, Jihyo, Hyunah, dan Hamun di ruangan itu.

“Daebak, Minah onnie saja masih tahu tempat jika ingin bermesraan!” seru Jihyo lalu keluar dari ruangan itu diikuti oleh Hyunah dan Minah yang langsung merajuk ke pasangannya masing-masing.

“Hentikan perbuatan kalian,” kata Hamun lalu ikut pergi dari tempat itu.

Kyuhyun akhirnya melepaskan ciuman itu dan tertawa mendengar komentar Jihyo dan Hamun tadi. “Hei, Hyejin. Apa aku tak bisa tinggal di rumahmu saja? Aku akan kesepian di apartemenku sendirian,”

“Temui ayahku dan kita akan bicarakan kelanjutannya,” ujar Hyejin sembari mencium Kyuhyun.

******

Kkkeut!

Thank you for reading ^^ leave your comments here hehe

PS: always imagine the way Kyuhyun look at Hyejin (like the picture above). Ohmygattt, i want too! Oh iya, dongeng silver axe anda golden axe itu yang ceritanya ada tukang kayu, kapak besinya masuk ke danau terus dari danau dia keluar dewi yang nawarin gold axe lalu silver axe. tapi karena tukang kayunya rendah hati dan jujur, akhirnya dewi itu kasih gold axe dan silver axenya hehehe.