image

“Hei. Nona. Hei! Nona! Berani-beraninya kau tidur sebelum menemuiku. Hei! Bangun kau, nona Song!”

Mendengar suara yang sudah sangat dikenalnya, meyakinkan Hyejin tidurnya malam ini tidak akan nyenyak. Padahal ia butuh tidur setelah 3 hari ia lalui nyaris tanpa memejamkan mata meski hanya semenit.

Dengan malas, Hyejin membuka kelopak matanya yang terasa sangat berat. Seberat tubuh yang berada di atasnya saat ini. “Aku ngantuk berat, Kyu. Aku tidak bisa tidur di pesawat tadi. Harap maklum.” Hyejin berusaha mendorong Kyuhyun untuk menjauh darinya tapi ia terlalu lemah untuk itu.

Kyuhyun menepuk-nepuk pipi Hyejin. “Aku tidak peduli. Kau janji mau menemaniku setelah pulang dari London. Kau harus bangun,” sahut Kyuhyun sambil menarik tubuh Hyejin, keluar dari dekapan kasur empuk dan selimut hangat.

“Kyuuuuu….” Rengek Hyejin yang tidak ditanggapi serius oleh Kyuhyun.

Dengan mudah, Kyuhyun mengeluarkan gadisnya. “Ganti bajumu. Aku mau mengajakmu makan di luar.” Kyuhyun mencium bibir Hyejin sekilas lalu mendorong Hyejin ke dalam kamar mandi. “10 menit!!”

Kalau tidak ingat bahwa ia memang pernah berjanji menemani Kyuhyun kemanapun pria itu mau, Hyejin pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tidurnya.

Tidak sampai 2 menit, Hyejin sudah keluar dari kamar mandi. “Kau belum ganti baju!” Seru Kyuhyun melihat Hyejin tidak jauh berbeda dari waktu ia mendorong gadis itu ke dalam kamar mandi. Hanya wajah mengantuknya yang sudah hilang.

“Bajuku masih di dalam koper. Aku mau mengambilnya dulu. Cerewet. Apa kau sedang datang bulan, Kyu?”

Dengan gemas, Kyuhyun memandang kekasihnya. “Cepatlaaaah. Aku lapaaar, Hyejin-ku sayang yang paling cantik.”

Hyejin tersenyum lebar sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. “Good!!” Katanya lalu kembali ke dalam kamar mandi beserta pakaian dan peralatan make-up.

10 menit lewat sedikit, Hyejin sudah siap di depan Kyuhyun. “Kajja. Kau mau makan di mana?”

“Di kamarku,” sahut Kyuhyun membuat Hyejin membelalakan mata saking kesalnya.

“Kau bilang mau mengajakku makan di luar.”

“Ya, di luar kamarmu,” kata Kyuhyun dengan enteng. “Kajja.”

Kalau tidak ingat ia pernah berjanji, Hyejin pasti sudah menjambak rambut tebal-berantakan Kyuhyun sampai pria itu berteriak minta ampun. Namun saat ini, Hyejin hanya menghela nafas pasrah. Kakinya mengikuti langkah Kyuhyun menuju kamar pria itu.

Hyejin menduduki tempat tidur Kyuhyun sedangkan pria-nya sibuk dengan pemanas air dan dua kap ramen instan.

“Kita hanya akan makan ramen?” Tanya Hyejin melihat makanan yang dibawa kekasihnya.

“Tidak penting apa yang kita makan, sayang. Yang penting adalah dengan siapa kita memakannya,” jawab Kyuhyun dengan santai. “Sudah, tidak usah banyak protes. Makan saja.”

Hyejin mengambil ramen bagiannya dan menyantapnya tanpa banyak protes. Ia sedang terlalu malas berdebat. Semakin cepat janjinya terpenuhi, semakin cepat ia bisa kembali ke alam mimpi yang indah.

Kyuhyun menyetel televisi dan seperangkat alat permainannya. Mulut Kyuhyun mengunyah ramen sedangkan tangannya bergerak lincah pada konsol permainan.

“Kyu, habiskan dulu makananmu baru kau bermain,” kata Hyejin yang hanya ditanggapi seadanya oleh Kyuhyun.

“Eum.”

“Kyu….” Hyejin memperingatkan untuk kedua kalinya dan Kyuhyun masih memberikan jawaban yang tidak jauh berbeda.

“Eoh.”

Tidak biasanya Kyuhyun bersikap secuek ini. Meskipun yang ia hadapi adalah game kesukaannya, Hyejin tetap akan menjadi perhatian utamanya. “Kyu…”

“Arra.” Namun Kyuhyun tetap saja sibuk bermain dan melupakan ramen di sebelahnya yang sudah membengkak dan kehabisan kuah.

Hyejin menyadari ada sesuatu yang tidak benar. Setelah membuang kap kosong ramennya, Hyejin duduk di depan Kyuhyun dan tentu saja menghalangi pandangan pria itu dari televisi.

“Hyeeee!!! Kau menghalangiku!!! Awas dulu!!!!” Seru Kyuhyun namun tidak menggoyahkan Hyejin sedikit pun.

Hyejin tetap duduk di hadapan Kyuhyun. Sering melihat Kyuhyun sering bermain, Hyejin hafal mana tombol pause dan beberap tombol lain meski tidak tahu apa fungsinya.

Hyejin memencet tombol pause, membuat teriakan Kyuhyun keluar. “Yaaaa Song Hyejiiiin!!! Apa yang kau lakukan!!! Aku akan menang dengan satu pukulan lagi!!!”

“Kau bisa melanjutkannya lagi nanti.”

“Haissssh!!! Tidak bisa!!! Song Hyejin, aku mohon, menyingkirlah!”

Hyejin pura-pura tidak mendengar. Bukan ia yang menyingkir namun ia menyingkirkan permainan elektronik kesukaan Kyuhyun dari pemiliknya. “Kau kenapa? Dari tadi marah-marah terus. Sedang kesal? Ada apa? Kenapa tidak cerita padaku?” Tanya Hyejin serius.

“Aku tidak kenapa-kenapa,” jawab Kyuhyun lalu berusaha mengambil kembali konsol permainannya.

“Kau bohong,” kata Hyejin. Tangannya lebih cepat menahan Kyuhyun sehingga tidak kembali ke permainannya. “Aku tahu ada sesuatu tapi kau tidak mau cerita. Ada apa? Kau tahu, aku teman berbagimu yang terbaik.”

Kyuhyun menarik nafas panjang sebelum berbicara, “Baiklah, aku akan cerita padamu.”

Hyejin tersenyum mempersilahkan pria itu bercerita. “Aku tidak sabar mendengarnya.”

“Aku sedang cemburu.” Kyuhyun mulai bercerita.

“Pada?”

Kedua alis Kyuhyun sedikit meninggi begitu juga suaranya. “Menurutmu?”

Hyejin sudah terlalu lama mengenal Kyuhyun sehingga tidak perlu berpikir keras untuk mencerna semua omongan Kyuhyun. “Ini semua pasti ada hubungan denganku. Wae?”

“Kau masih tanya kenapa?”

Hyejin menganggukkan kepalanya. “Apa yang telah aku perbuat?” Tanya Hyejin tidak memiliki bayangan sedikitpun apa yang telah ia lakukan sampai Kyuhyun cemburu.

“Ya Tuhan kenapa ingatan kekasihku begitu lemah? Song Hyejin, aku tahu kau jalan dengan Chris selama di London.”

“Jalan?” Hyejin memutar ingatannya akan jadwalnya di London selama 3 hari sebelum ia sampai di sini. Seingatnya, ia tidak melakukan apapun kecuali pemotretan dengan model pria terkenal, Christian Verra. “Aku hanya melakukan pemotretan.”

“Tidak. Kau ke kafe bersamanya. Kalau kau lupa, kau bisa membuka akun instagram hye24ever. Fans-mu yang memberitahukanku segalanya.”

Hyejin tidak membuka akun itu. Ia tidak punya cukup waktu. Ia hanya berusaha kembali mengingat setiap kegiatan yang dilakukannya dengan detil termasuk ke kafe bersama Chris di sela-sela waktu pemotretan. “Astaga! Kami hanya membeli kopi di dekat lokasi pemotretan.”

“Tidak ada alasan. Kita sudah sepakat, jika partner kerjamu adalah laki-laki, kau harus menjauh sejauh-jauhnya jika pekerjaanmu sudah selesai. Seharusnya kau minta tolong manajermu untuk membeli kopi dengan Christian. Kau duduk saja di tempatmu.”

“Kyu, cemburumu tidak masuk akal.”

“Itu kesepakatan, sayang. Tandanya pun belum hilang,” kata Kyuhyun menunjuk kissmark merah yang mulai memudar di bawah telinga Hyejin.

“Aku dan Christian hanya berteman. Apa sekarang aku tidak boleh minum kopi bersama temanku, Cho Kyuhyun?”

“Bukan begitu. Kau sebagai wanita itu harusnya lebih peka. Aku yakin Christian tertarik padamu. Aku bisa melihat dari caranya menatapmu.”

“Melalui foto?”

“Memangnya aku pernah bertemu dengan makhluk itu?”

“Dia model internasional dengan bayaran tertinggi. Ia pasti sudah sangat ahli untuk memainkan ekspresi mata, Kyu.”

“Song Hyejin, bisakah kau tidak mendebatku? Aku menceritakannya karena kau yang meminta dan aku tidak ingin kita bertengkar.”

“Baiklah.” Hyejin mengalah. Ia memendam segala alasannya dan memenangkan keinginan kekasihnya. “Aku minta maaf.”

“Kedua,”

“Masih ada yang kedua?”

“Iya, masih. Kedua, aku tidak suka kau memakai…”

“Pakaian-pakaian seksi yang menunjukkan bagian-bagian tubuhku. Ayolah Cho Kyuhyun, itu bagian dari pekerjaan. Aku tidak bisa memberikan syarat kepada pemberi kerjaku kecuali aku tidak mau difoto telanjang. Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa kalau tentang itu.”

Kyuhyun mendengus kesal. Ia bangkit berdiri dan menghindari Hyejin. “Kalau begitu, biarkan aku menenangkan diri. Kau boleh kembali ke kamarmu.”

Bagaimana aku bisa tidur dengan tenang kalau kau bertingkah seperti ini. Sialan! Umpat Hyejin dalam hati.

Hyejin hanya memandang Kyuhyun yang sedang berpindah menuju tempat tidurnya. Pria itu menjatuhkan diri dan kemudian memejamkan matanya dengan erat. Hyejin tahu jika sudah seperti ini, ia hanya punya dua pilihan : mengalah dan mengalah.

“Hei. Tuan Cho,” panggil Hyejin dengan lembut dari tempatnya duduk memandang Kyuhyun. Kyuhyun tidak menghiraukannya. Pria itu tetap berbaring diam. “Aku minta maaf. Aku tidak bisa menjanjikanmu apapun tapi aku akan meminta maaf kepadamu kalau ada hal yang kulakukan dan tidak kausukai.”

Kyuhyun tetap tak menunjukkan reaksi. Hyejin mendekati kekasihnya dan mencubit perut Kyuhyun dengan gemas. “Jangan pura-pura tidak mendengarku atau kau tidak akan pernah mendapatkan bagianmu lagi,” ancam Hyejin dengan keseriusan yang diragukan.

Kyuhyun membuka matanya. “Bagian apa?”

“Kau tidak boleh menyentuhku lagi,” kata Hyejin datar.

“Song Hyejin, dengar. Aku tidak suka diancam,” kata Kyuhyun membuat Hyejin tertawa kencang.

“Aku tidak mengancammu. Aku hanya ingin membuatmu menanggapiku. Aku minta maaf. Okay?”

“Okay,” sahut Kyuhyun singkat.

“Jadi, are we good?”

“Dari zaman dinasti Joseon, kita juga baik-baik saja. Apapun yang terjadi, kita akan tetap baik-baik saja. Kita hanya sering berbeda pendapat dan aku sedang kesal.”

Hyejin duduk di sebelah Kyuhyun, mengelus wajah pria itu dengan lembut dan kemudian menciumnya. “Kalau begitu, jangan lama-lama kesalnya. Aku merindukanmu.”

Kyuhyun menarik Hyejin ke dalam pelukannya, meletakkan kepalanya di atas bahu Hyejin sehingga mempermudah hidungnya untuk menghidu wangi tubuh Hyejin. “I miss you more,” kata Kyuhyun pelan, nyaris berbisik.

Hyejin menepuk pipi tembem Kyuhyun pelan. “Tidak ada serangan?” Goda Hyejin.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku tahu kau lelah. Lebih baik kau istirahat,” kata Kyuhyun menepuk ruang tempat tidurnya yang kosong. “Tidurlah. Aku tidak akan mengganggumu.”

Dengan senang hati, Hyejin beringsut ke dalam selimut di samping Kyuhyun. Ia berbaring dengan memeluk Kyuhyun di sebelahnya dan meletakkan kepalanya di dada Kyuhyun, tangannya bermain di atas perut Kyuhyun sebagai pengantar tidurnya. “I love you,” ucap Hyejin.

“I love you more,” sahut Kyuhyun.

“I love you more and more and more.” Hyejin seolah tidak mau kalah.

Kyuhyun mengecup puncak kepala wanita tercintanya. “Tidurlah sebelum aku berubah pikiran, nona. Jangan memancingku.”

“Aku tidur dulu ya, tampan. Sampai jumpa 2 jam lagi.”

“2 jam?”

“Aku cukup tidur 2 jam. Setelah itu aku akan menemanimu,” ujar Hyejin sambil tersenyum nakal kepada Kyuhyun.

“Kau….tidurlah,” geram Kyuhyun.

Kyuhyun memandang Hyejin yang sudah terlelap dan dengan susah payah ia menjaga agar gadisnya tetap terlelap nyenyak meskipun itu sangat menyiksanya.

—-

Kkeut!

xoxo @gyumontic