Collage 2015-07-11 11_15_08

“I have something for you,” kata Kyuhyun kepada the one and only speed chaser yang dimilikinya, Lee Donghae, sambil menyerahkan sebuah map biru kepada Donghae.

“New speed chaser?” Tanya Donghae melihat judul di halaman muka map tersebut.

Kyuhyun tersenyum. “As you wish. Kau tidak akan sendirian lagi mengejar-ngejar penjahat,” kata Kyuhyun.

Donghae membuka map tersebut dan menemukan beberapa lembar kertas yang memuat profil lengkap speed chaser baru. “A girl?” Tanya Donghae tidak percaya. Ia tidak pernah menemukan speed chaser wanita sepanjang sejarah.

Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum. “Kau tidak bisa meremehkan gadis satu ini,” ujar Kyuhyun lalu keluar dari garasi besar, lebih tepatnya hanggar, yang merupakan teritorial seorang speed chaser.

“Apa kau sudah bertemu Hamun, sayang?” Tanya sebuah suara yang baru saja menelepon Kyuhyun.

“Belum tapi aku sudah memberitahukan kepada speed chaser-ku bahwa ia akan punya teman baru. Dia tidak mengancam keberadaan speed chaser-ku kan?”

“Tentu saja tidak, sayang. Hamun hanya akan mengimprovisasi kemampuan speed chaser-mu. Take care of her,” ujar Hyejin sebelum mematikan panggilannya.

Tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan Kyuhyun. Pengemudi itu melepaskan helmnya dan membiarkan rambut sebahunya terjatuh. “Annyeonghaseyo, Kyuhyun sajangnim,” sapa pengemudi itu setelah ia turun dari motornya.

“Hai, Kang Hamun ssi,” balas Kyuhyun. “Ikut aku. Akan kuperkenalkan dengan speed chaserku,”

Hamun mengikuti Kyuhyun yang berjalan masuk menuju hangar. Hamun bisa melihat seorang pria tampan sedang mengotak-atik mesin motornya. “Donghae ah,” panggil Kyuhyun.

Pria itu akhirnya berdiri sehingga dapat melihat wajah wanita yang berdiri di belakang Donghae. “Kau pasti Kang Hamun,” ujar Donghae sambil mengulurkan tangannya. Saat Hamun menerima uluran tangan itu, tiba-tiba Donghae menariknya. Hamun langsung menggunakan ilmu hapkidonya sehingga kini Hamun ada di belakang Donghae dan tangan kanan pria itu terpelintir ke belakang.

“Bagaimana? Aku tidak sesuai bayanganmu, kan?” tanya Hamun yang langsung melepaskan tangan Donghae. Donghae menatap Hamun dengan kesal karena sudah membuat tangannya kesakitan. “Senang berkenalan dengan anda, Lee Donghae ssi,” kata Hamun.

“Ini untuk kalian,” ujar Kyuhyun sambil memberikan 2 benda kecil pada Donghae dan Hamun. “Satu untuk di telinga dan satu di dekat bibir. Ini alat kalian untuk berkomunikasi saat mengendarai motor kesayangan kalian,”

Tiba-tiba sirine yang ada di hangar itu berbunyi, menandakan bahwa salah satu penjahat yang sedang menjadi incaran kepolisian sudah ditemukan jejaknya dan sedang beroperasi. Donghae segera memakai helmnya dan menaiki motornya.

“Jangan tinggalkan Hamun. Kau yang bertanggung jawab padanya,” kata Kyuhyun mengingatkan Donghae.

Donghae menghela nafas panjang. “Cepat ambil motormu. Aku menunggu di depan,” ujar Donghae yang langsung pergi menggendarai mobilnya.

Hamun hendak beranjak namun Kyuhyun menghentikan langkahnya. “Kau sudah tahu siapa yang kita incar saat ini?” tanya Kyuhyun.

“Hyejin eonnie sudah menceritakan semuanya padaku. Anda tidak perlu khawatir. Aku akan menangkapnya kali ini,” janji Hamun. “Ah, aku juga tahu kau adalah suami dari Hyejin eonnie. Tenang saja, aku akan merahasiakannya,” lanjutnya. Setelah itu, ia langsung pergi meninggalkan Kyuhyun untuk mengambil motornya.

—–

“Ada yang aneh,” ujar Hamun saat kedua speed chaser itu semakin dekat dengan mobil Mercedes hitam yang saat ini menjadi target mereka. Donghae yang menggunakan alat pemberian Kyuhyun tadi dapat mendengar suara Hamun.

“Apa yang aneh, Kang Hamun? Kau harus fokus!” seru Donghae.

“Dia seorang penjahat internasional. Tidak mungkin jika ia beroperasi, tidak ada penjaga yang mengikutinya seperti saat ini. Kurasa ini jebakan,” jelas Hamun.

“Jangan mengada-ada. Kita harus fokus mengejar mobil itu!” perintah Donghae.

Hamun tidak mempedulikan ucapan Donghae. Dengan matanya, ia melihat jalan yang ada di bawah flyover. Ia melihat sebuah mobil dengan banyak mobil penjaga dibelakangnya. Hamun tersenyum seakan ia sudah menangkap mangsanya.

“Aku menemukan mobil mereka yang asli. Kau mau ikut atau tidak?” tanya Hamun.

“Yaa! Kang Hamun! Kau jangan bertindak seenaknya! Aku bertanggung jawab padamu! Dengarkan aku!” seru Donghae.

“Aku anggap itu sebagai ‘tidak’,” kata Hamun. Ia langsung memutar balik motornya untuk turun dari flyover itu. Tanpa peduli suara Donghae yang terus berteriak di telinganya, ia mengejar mobil itu.

“Kau gila! Kau bisa buat penjahat itu lepas lagi!” seru Donghae yang tidak percaya dengan perbuatan Hamun. Donghae memutuskan untuk tidak peduli lagi pada gadis itu. Ia meningkatkan kecepatan motornya sehingga ia kini berada di depan mobil yang menjadi incarannya. Donghae menembak kedua roda depan mobil itu sehingga mobil itu terhenti.

Donghae pun merasa heran karena tidak terjadi baku tembak. Ia tak mungkin semudah itu menyerahkan diri, kan? Jangan-jangan apa yang Hamun katakan tadi benar? Donghae segera menghampiri mobil itu dan memeriksa isinya. Ia hanya menemukan seorang pria muda yang tampak ketakutan dengan mulut terisolasi dan tangan terikat di setir mobil itu.

Donghae membuka isolasi di mulut pria itu. “A-aku dipaksa. Ke-keluargaku diancam,” ujarnya.

Tiba-tiba saja, Donghae mendengar suara tembakan. Ia teringat pada Hamun yang pasti saat ini sudah bertemu dengan penjahat sesungguhnya. Donghae segera kembali ke motornya dan melajukan motor itu dengan sangat cepat. Dari atas flyover ini, Donghae bisa melihat Hamun sedang memberikan tembakan pada penjaga mobil itu.

Donghae menembak tangan penjaga yang sudah bersiap menembak Hamun dari samping. Donghae melajukan motornya dan bersama dengan motornya ia melompat ke jalan yang ada di bawah flyover. Kemunculannya membuat mobil yang berada di paling depan menukik. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Donghae yang menembak 3 ban mobil itu. Donghae juga menembak kaca mobil itu dan berhasil menembus tubuh si sopir. Dengan demikian, mobil itu tidak dapat pergi kemana-mana.

“Kau ditangkap,” ujar Hamun yang lebih dulu tiba di mobil itu. Ia memborgol pria jahat itu dan memberikan pria itu pada Donghae.

“Kau yang bawa dia,” ujar Hamun.

“Kau baik-baik saja?” tanya Donghae yang melihat ekspresi Hamun sedikit berbeda dibanding sebelumnya.

“Ada hal lain yang harus kuurus. Aku akan kembali ke hanggar secepatnya,”

Donghae melihat Hamun berjalan menuju motornya. Ia memperhatikan cara berjalan Hamun yang menjadi sedikit pincang. Donghae menyipitkan matanya agar dapat melihat lebih jelas. Meskipun Hamun menggunakan celana hitam, ia bisa melihat warna merah di sekitar betisnya.

“Ikut aku,” ujar Donghae pada penjahat yang sudah ia incar selama 2 bulan ini.

—–

“Untukmu,” ujar Donghae sambil menyerahkan pria yang ditangkapnya tadi.

Kyuhyun tersenyum puas. “Begitu ada Hamun, kau bisa langsung menangkapnya. Kurasa kalian akan menjadi duo speed chaser yang hebat,” puji Kyuhyun.

“Aku langsung kembali ke hanggar,” pamit Donghae. Ia langsung kembali ke hanggar dan disana ia sudah melihat Hamun sedang mengobati kakinya. Sesuai dugaan Donghae, kaki Hamun terluka.

“Sini kuobati,” ujar Donghae yang langsung bersimpuh di lantai untk dapat mengobati betis Hamun.

“Aku bisa sendiri,” balas Hamun sambil mengangkat kakinya.

“Kau dengar kata Kyuhyun tadi? Aku bertanggung jawab atasmu. Sudah cukup kebodohanku membuat kakimu terluka, jangan buat alasan lain yang dapat membuatku dimarahi Kyuhyun,” kata Donghae sambil menurunkan lagi kaki Hamun yang terluka.

“Mianhe, aku tak mendengarkan pendapatmu tadi,” kata Donghae sembari ia mengobati luka Hamun. “Kau tidak akan terluka seperti ini kalau aku membantumu,”

“Tenang saja, hanya peluru yang menyerempet. Aku sudah pernah merasakan yang lebih sakit,” jawab Hamun.

“Berkat kau, kita bisa menangkap penjahat itu,” kata Donghae. Ia mulai menjahit luka Hamun.

“Kau juga membantu. Tidak ada kau, aku mungkin akan kesusahan menangkapnya,” balas Hamun.

“Penjahat itu tertangkap karena kau. Aku tidak membantu apa-apa,” ujar Donghae.

“Kau membantu,”

“Tidak,”

“Iya,”

“Tidak,”

“Iya,”

“Ti-”

“Akkh, baiklah kau tidak membantu sama sekali tadi. Tapi kau membantuku mengobati lukaku. Kau puas?” seru Hamun yang kesal.

Donghae mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Hamun. “Ne, aku puas,” jawabnya.

Hamun tertawa mengingat dirinya baru saja mendebatkan hal yang tidak penting dengan Donghae. “Kuakui kau lebih hebat dariku,” ujar Donghae yang kini sudah duduk di depan Hamun.

“Kau memujiku dengan tulus, kan?” tanya Hamun yang Donghae jawab dengan anggukan. “Kau hanya perlu berlatih sedikit lagi untuk mengejarku,” kata Hamun yang membuat Donghae tersenyum.

“Apa kau mau mengajariku mengenai strategi-strategi yang biasa digunakan penjahat? Kau sepertinya tahu banyak tentang hal itu,” tanya Donghae.

“Sebagai gantinya, kau harus membantuku membetulkan motorku agar bisa melompat dari flyover seperti motormu,” kata Hamun.

“Deal,”

—–

Hamun kembali ke apartemennya untuk segera beristirahat. Belum sempat ia menutup pintu, smartphonenya berdering. “Hai, Hamun, kudengar di hari pertamamu ini kau dan Donghae berhasil menangkap Lee Byunghyun. Bagaimana bisa?” tanya sebuah suara melalui sambungan telepon.

“Aku melakukan sesuai yang kau ajarkan padaku, Hyejin eonnie,” jawab Hamun.

“Andaikan kau mau menjadi agen sepertiku, kau menjadi orang pertama yang akan kurekrut,” keluh Hyejin.

“Aku tak mau hidup berjauhan dengan suamiku dan sembunyi dari kehidupan luar seperti yang kau lakukan sekarang eonnie,” ujar Hamun yang membuat Hyejin tertawa.

“Well, tapi aku tetap bisa bermesraan dengan suamiku tiap hari,” ujar Hyejin. Hamun bisa mendengar suara kecupan dari seberang sana. Sepertinya Hyejin sedang bersama dengan Kyuhyun saat ini.

“Apa enaknya bermesraan di ruang penyelidikan itu? Ada-ada saja kau, eonnie,” kata Hamun yang membuat tawa Hyejin makin keras.

“Bagaimana menurutmu suamiku itu?” tanya Hyejin.

“Cukup tampan, tapi tidak menarik buatku,” jawab Hamun sambil membaringkan tubuhnya di sova.

“Yaa, lalu siapa yang kau anggap menarik? Kau juga sudah waktunya mencari pacar,” kata Hyejin mengingatkan anak didik kesayangannya itu.

“Lee Donghae menarik. Ia tidak seburuk yang eonnie pikirkan. Ia bertanggung jawab dan sportif. Ia sangat jago jika berbicara mengenai tekniknya mengendari sepeda motor. Kemampuan menembaknya selevel denganku. Ia hanya kurang bisa berpikir. Aku janji akan mengajarinya besok,” kata Hamun.

“Wah, wah, wah, kau membela Lee Donghae yang sering menangkapku itu? Astaga, Kang Hamun. Kau harus sedikit menaikkan level pria idamanmu,”

“Eonnie, kau kebanyakan bicara. Aku mau tidur dulu,” keluh Hamun.

“Kalau kau ingin mempelajari jurus untuk menggoda si Donghae itu, jangan lupa hubungi aku. Kau tahu, kan? Aku ahlinya,” kata Hyejin sebelum ia akhirnya memutuskan panggilan itu.

—–

“Kenapa menelponku tiba-tiba?” Kyuhyun bertanya pada orang yang ada disambungan itu. Tepat setelah Hyejin selesai menelpon Hamun, ia pikir dirinya bisa melanjutkan kegiatannya dengan Hyejin.

“Kenapa? Memang tak boleh?” tanya orang diseberang sana.

“Jangan lama-lama, aku mengantuk, Donghae ah,” kilah Kyuhyun.

“Minta nomor Hamun,” jawab Donghae.

“Wah, wah, sepertinya ada yang tertarik dengan Hamun,” ujar Kyuhyun yang dapat di dengar Hyejin. Ia meminta Kyuhyun me-loudspeaker pembicaraan itu. Ia juga ingin mendengar jawaban Donghae.

“Bagaimana tidak? Dia memang menarik. Cantik, pintar, jago tembak, pembalap. Sifatnya juga baik,” kata Donghae yang membuat Kyuhyun tertawa.

“Siapa tadi yang sangat kesal saat melihat Hamun?” sindir Kyuhyun.

“Aku kira dia wanita lemah yang bisa menjadi speed chaser melalui cara belakang,” jawab Donghae. “Aish, ppali kirimkan nomornya padaku!” serunya yang langsung menutup panggilan itu.

“Sepertinya akan ada pasangan baru setelah ini,” ujar Kyuhyun sembari mencium bibir istrinya itu.

“Kita harus membantu mereka, sayang,” kata Hyejin. Sebelum mereka melanjutkan kegiatannya, Hyejin mengirimkan sebuah pesan pada Hamun.

From : Hyejin Eonni
‘Hamun ah!! Donghae tertarik padamu. You want to know the next step? I’ll teach you for free’

—–

“Setelah 1,5 bulan aku menunggumu, akhirnya kau menghubungiku juga. Kau pasti sudah tergila-gila dengan Donghae sampai mau belajar hal seperti ini dariku,” ujar Hyejin yang sudah duduk di depan Hamun. Kyuhyun ikut bersama dengan Hyejin dengan niat ingin membantu Hamun juga.

“Astaga, tidak perlu diperjelas eonni, kita mulai saja,” kilah Hamun dengan wajah yang sudah merona.

Hamun berusaha mencerna ajaran-ajaran Hyejin dengan baik tapi entah kenapa kelas dengan Hyejin kali ini terasa lebih sulit dibandingkan kelas-kelas lain yang ia dapatkan. Hamun berulang kali menggelengkan kepala tanda tidak mengerti. “Apa maksud eonni dengan mengunci Donghae di motornya?” Tanya Hamun frustasi.

“Apa kami harus mempraktekkannya?” tawar Hyejin dengan senang hati karena Kyuhyun tidak akan keberatan untuk membantunya.

Hamun kembali menggelengkan kepala. Melihat pasangan mesum itu beraksi sama dengan bunuh diri. “Apa eonni tidak punya ide lain?”

“Aku punya seratus ribu satu cara untuk menggoda pria. Tinggal kau pilih mau yang pelan-pelan tapi kau akan lama mendapatkannya atau sekali tembak dia tidak akan bisa lepas darimu?”

Hamun menimbang-nimbang. “Yang biasa-biasa saja. Bagaimana waktu eonni menggoda Kyuhyun oppa?”

Hyejin tersenyum sambil menatap Kyuhyun yang sejak tadi memperhatikan kegiatan dua wanita di depannya. “Imajinasi terliarmu tidak akan sanggup membayangkannya, Hamun sayang,” kata Kyuhyun dengan senyum mematikan kepada Hamun.

Hamun hanya sanggup menghela nafas melihat sepasang suami istri yang sudah saling menatap liar satu sama lain. “Kalian tidak boleh melakukan apapun sebelum aku pergi!” peringat Hamun sebelum terjadi hal yang tidak-tidak di hadapannya.

“Hamun dengar, Donghae itu laki-laki dan laki-laki tidak ada yang tahan dengan godaan wanita yang disukainya. Jadi sekarang terserah padamu. Wanna get Donghae or not?”

“I want to,” jawab Hamun.

“So listen to every my word carefully.”

“Ada apa Donghae-ah?” ujar Kyuhyun yang membuat fokus Hamun terpecah. Hyejin meminta Kyuhyun untuk me-loudspeaker pembicaraan itu.

“Aku sudah tidak kuat. Perasaanku pada Hamun rasanya sudah membuncah tapi aku tidak tahu harus bagaimana. Aku juga tidak tahu apa dia menyukai pria yang tidak lebih hebat darinya sepertiku. Apa yang harus kulakukan?” tanya Donghae.

Kyuhyun tertawa sambil mencuri pandang pada Hamun dan istrinya. “Tenanglah, biarkan waktu yang menuntun kalian berdua,” jawab Kyuhyun yang langsung memutuskan panggilan itu.

“See?” tanya Kyuhyun.

Hyejin tersenyum pada Hamun. “It’s your turn, Hamun,”

Tidak ada yang bisa menandingi kencangnya debaran jantung Hamun ketika ia berjalan menuju hanggar. Tangannya diletakkan di depan dada untuk menenangkan diri. “Hamun, calm down. Rilex. You can do it,” ucap Hamun kepada dirinya sendiri.

Hamun berjalan masuk ke dalam hanggar. Ia melihat Donghae hanya memakai kaus dalam berwarna putih tanpa lengan yang menunjukkan otot-ototnya yang terbentuk sempurna berkat latihan rutin. Donghae duduk di lantai sambil mengotak-atik motornya. Hamun masuk semakin dalam setelah ia memastikan pintu hanggar, akses keluar masuk satu-satunya, telah terkunci.

“Hai Hamun,” sapa Donghae menyadari kedatangan Hamun. “Kau masuk hari ini?”

Donghae mengutuki dirinya sendiri setelah kalimat itu keluar dari mulutnya. “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja Hamun harus masuk tiap hari mengingat Kyuhyun bisa saja mendadak memanggilnya untuk menangkap penjahat! Donghae, calm down,” batin pria itu.

“Aku masuk hari ini,” ujar Hamun sesantai mungkin. “Ada apa dengan motormu? Mungkin ada yang bisa aku bantu?”

“Tidak. Tidak ada apa-apa. Aku hanya mengeceknya saja,” kata Donghae dengan cepat. Dari tempat ia duduk, dapat dilihat tubuh Hamun yang sempurna, makin terlihat sempurna karena dibalut jaket dan celana panjang kulit ketat berwarna hitam. Jantung Donghae sudah tidak karuan.

“Aku tidak percaya. Motor itu nyawa kita, Donghae-ssi. Biarkan aku mengeceknya,” kata Hamun sambil melepas jaketnya, menyisakan tank top berwarna sama dengan kaus dalam Donghae. “Gini-gini aku ahli soal motor.”

Hamun berjongkok di sebelah Donghae, menggantikan posisi Donghae dan mulai mengutak-atik mesin motor Donghae. “Everything’s fine,” ucap Hamun, mengangkat kepalanya dari motor untuk menatap Donghae dengan lekat.

“Ww…wae?” tanya Donghae gelagapan. Pria itu sudah tidak bisa fokus lagi. Tubuhnya terasa panas dan darahnya berdesir.

Hamun tersenyum misterius, sama persis seperti yang Hyejin ajarkan padanya beberapa hari lalu. “Hamun, you can do it. Make him fall for you,” batin Hamun.

“Donghae-ssi, aku menyukaimu,” kata Hamun lalu mencium mulut Donghae, menyesapnya sebelum melepaskannya.

“Mm…mwo?”

“Baiklah, aku akan mengulanginya kalau kau belum mengerti. Aku menyukaimu, Lee Donghae,”

“Ww…wae? Aku tidak lebih hebat darimu.”

Hamun mengangkat bahunya sedikit. “Seseorang bilang padaku, jatuh cinta tidak perlu alasan. Kalau kita menyukai seseorang itu berarti kita siap menerima orang itu apa adanya. I’m ready to take you.” Hamun meng-copy paste kata-kata picisan yang diajarkan Kyuhyun.

Bingo! Donghae mendekatkan diri pada Hamun dan melingkarkan tangannya di pinggang Hamun. “Hamun-ah, kau benar-benar membuatku gila,” ucap Donghae lalu menarik Hamun ke dalam pangkuannya. “I’m falling in love with you.”

Detik berikutnya, bibir Donghae sudah bersatu dengan Hamun begitu juga dengan tubuh mereka. Berterima kasihlah kepada celana dan tank top yang masih menempel sebagai pemisah.

Hamun berdiri tanpa melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Donghae. Hamun menarik Donghae untuk berdiri mengikutinya. “Hamun, ingat. Kau boleh agresif tapi untuk pertama kali kau hanya boleh memancing. Biarkan Donghae yang memimpin,” pesan Hyejin tiba-tiba terngiang.

Hamun melepas kendalinya. Ia membiarkan Donghae mengambil alih. Donghae mengangkat tubuh Hamun ke atas motor dan pria itu mengecupinya dengan sesekali memberikan balasan yang tidak kalah panas. Hamun begitu menikmatinya sampai ia tidak memedulikan sirine yang berbunyi di hanggar. Hamun memeluk tubuh Donghae, menahan pria agar tetap berjarak paling jauh 1 cm dari tubuhnya.

Hamun melepas ciuman itu terlebih dahulu. “I love you,” bisik Hamun.

Donghae menepelkan keningnya dengan kening Hamun. Hidungnya menempel dengan hidung Hamun. Ia membelai pipi Hamun. “I love you too,” balas Donghae dan kembali mencium bibir gadis itu. Rasanya, sore itu tidak mungkin berakhir.

—-

From : Lee Donghae
‘I got her. She’s mine.’

Kyuhyun menerima pesan dari Donghae sekaligus foto dimana Hamun sedang tidur di sofa yang ada di ruang kerja Donghae. Kyuhyun melihat jejak-jejak keberadaan Donghae di leher, bahu, lengan dan masih banyak lagi di dada atas gadis itu.

Kyuhyun memberikan foto itu kepada Hyejin yang langsung bersorak girang.

From : Cho Kyuhyun
‘And what’s her sign?’

Tidak lama ponsel Kyuhyun kembali berbunyi dan menerima sebuah foto selca Donghae yang memperlihatkan dengan jelas kulitnya yang memerah di bagian adam’s apple-nya.

Hyejin tidak bisa untuk tidak memekik melihat foto yang baru diterimanya. Dengan cepat tangannya mengetik.

From : Cho Kyuhyun
‘DAEBAK!!!! DAAAAEEEBAAAAK!!!’

Hyejin mengambil handphone-nya sendiri untuk menghubungi didikan kesayangannya dengan mengirim pesan kepada Hamun karena Hyejin tahu gadis itu butuh istirahat.

From : Hyejin Eonni
‘You did it, girl. I’m so proud of you. Welcome to the club!!
PS: Kalau kau butuh saran lagi, jangan segan-segan untuk menghubungiku’

—–

Kkeut!

This fanfiction created by me and my sister, gyumontic. hayo tebak mana yang buatan gyumontic? kekekekeke, Hope you enjoy this fanfiction! Makasih sudah membaca🙂