Since i met you, you are the only reason behind of my every smile
– Lee Donghae, every time he thinks about Hamun

Selama beberapa bulan ini, Super Junior sedang sibuk mempersiapkan comeback album terbaru kami. Tiga minggu belakangan, kami makin disibukkan dengan latihan menari yang intens. Rasanya hampir setiap hari aku berlatih di practice room bersama member yang lain. Aku bisa menahan rasa lelah yang tubuhku rasakan. Melihat memberku yang juga bersusah payah membuatku kembali semangat. Akan tetapi, aku tidak bisa menahan kalau hatiku merindukan Hamun. Rasanya aku ingin melihat wajah Hamun secepatanya.

“Bagus! Good job! Sekarang kita istirahat dulu,” seru manager hyung yang selalu mengawasi latihan kami.

“Mana Hamun?” tanya Siwon padaku.

Pertanyaan itu membuat mataku segera mencari keberadaan Hamun. Aku mengangkat bahuku sebagai tanda aku tidak tahu dimana Hamun sekarang. Aku belum memegang ponselku dan aku belum menghubunginya.

“Annyeonghaseyo,” sapa sebuah suara yang sangat kukenali. Siapa lagi kalau bukan Hamun kesayanganku? Melihatnya berdiri diambang pintu dengan tas plastik besar di kanan-kirinya membuatku dan member yang lain segera menghampiri Hamun.

“Hai sayang,” sapaku sambil mencium keningnya, Hamun tidak suka jika aku mencium bibirnya di depan banyak orang, meskipun itu onniedulnya atau oppadeulnya.

“Hai oppa,” balasnya sambil memberiku senyumannya.

“Minggir, aku mau memeluk Hamun,” ujar Heechul hyung yang tiba-tiba berdiri di antaraku dan Hamun. “Hai Hamun-ah!” sapa Heechul hyung sambil memeluk Hamun. Setelah Heechul hyung, member yang lain bergantian memeluk Hamun dan menyapanya.

“Apa menu hari ini?” tanya Leeteuk pada Hamun dengan lembut.

“Spaghetti. Semoga oppadeul suka,” kata Hamun sambil memberikan kotak yang ada di plastik besar tadi pada tiap member.

Kyuhyun tampak bingung saat Hamun memberikan dua kotak spaghetti padanya. “Titipan Hyejin onnie. Double portion khusus untuk oppa,” kata Hamun yang langsung membuat Kyuhyun sumringah.

“Terima kasih, Hamun. Sampaikan salam cintaku pada Hyejin, ya,” ujar Kyuhyun yang setelah itu langsung meninggalkan Hamun. Sepertinya ia menangkap kodeku untuk segera menjauh dari Hamun dan aku.

“Kau tidak membuat lebih untukku?” tanyaku pada Hamun yang membuatnya tertawa.

“Aku tahu oppa lebih suka kimchi daripada spaghetti. Tapi kalau nanti oppa masih lapar, makan saja bagianku,” kata Hamun yang membuatku tersenyum. Ia sangat mengenalku.

Aku menggenggam tangannya dan mengajaknya duduk di salah satu spot yang jauh dari member lainnya. Kami duduk di lantai dan menyandarkan tubuh kami pada dinding kaca. “Selamat makan, oppa. Makan yang banyak,” ujar Hamun mengingatkanku. Aku menatap Hamun dan melupakan rasa laparku sementara waktu. Aku ingin memuaskan hatiku yang sejak tadi sudah merindukannya.

Kuliah Hamun sudah libur sejak sebulan yang lalu, jadwal Hamun saat ini juga tidak begitu padat. Berkat itu, Hamun jadi bisa mengunjungiku saat latihan nyaris tiap hari. Tidak hanya mengunjungi, sesekali Hamun juga membuatkan makan malam untukku dan semua member.

“Oppa, cepat dimakan, jangan hanya melihatku,” ujar Hamun sambil memukulku pelan. Ah, dia malu rupanya. Akhirnya, aku menuruti apa yang Hamun katakan tadi.

Sambil makan, kami berdua berbincang. Rasanya selalu saja ada hal yang baru dapat kami bicarakan setiap kali kami bertemu. Kami tertawa bersama dan kadang berpikir bersama. Aku tidak dapat membayangkan kalau dalam kepenatanku, aku tidak dapat melihat Hamun sama sekali. Aku yakin, aku tidak akan bertahan lama. Entah sejak kapan gadis ini menjadi sumber semangatku.

“Donghae ah, jangan pacaran dengan Hamun terus. Ayo kita latihan lagi,” seru Eunhyuk memanggilku. Ia tertawa saat melihatku memandangnya kesal. Aku tahu latihan masih 10 menit lagi, ia hanya mau menganggu waktuku dengan Hamun.

“Oppa, sana. Latihan dulu. Aku akan menunggumu,” ujar Hamun.

“Baiklah, nanti aku akan mengantarmu ke dorm SG,” balasku. Hamun mengangguk.

Aku menatap sekelilingku yang tampaknya tidak memperhatikan kami, lalu aku kembali menatap Hamun. “Waeyo, oppa?” tanya Hamun bingung.

Aku tersenyum lalu mencuri ciuman dibibirnya. “Recharge,” kataku.

“Yaa, oppa! Bagaimana kalau oppa yang lain lihat!” seru Hamun sambil memukulku pelan. Aku tahu ia hanya pura-pura marah untuk menutupi rasa malunya. Wajahnya sudah sangat memerah sekarang. Aku hanya tertawa mendengar omelan Hamun tadi.

“Aku latihan dulu, sayang,” pamitku sambil mencium pipinya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Aku bisa melihat melalui cermin kalau Hamun sudah tertidur di tempatnya menungguku tadi. Saat latihan ‘break’ sesaat, aku menghampiri Hamun dan menyelimutinya dengan jaket yang kubawa. Well, tanpa Hamun tahu, aku menciumnya lagi.

“Kita coba sekali lagi, lalu kita pulang. Kali ini akan aku rekam,” ujar Leeteuk pada semua member. Ia memastikan video recorder sudah menyala dan ditempatkan di posisi terbaik. Begitu Eunhyuk memasang musik, mereka berdua langsung kembali ke posisi.

“Bagus sekali!” puji manager hyung setelah kami selesai menari. “Cepat pulang dan istirahat,” lanjutnya. Setelah itu, aku segera menghampiri Hamun.

“Astaga, Hamun sampai ketiduran,” ujar Ryeowook saat melihat Hamun.

Aku tersenyum melihat wajah Hamun yang sedang tidur. Ia tampak sangat cantik. “Well, Hamun memang terkenal mudah tidur dimana-mana,” ujarku yang membuat Ryeowook tertawa.

“Kau tidak langsung pulang?” tanya Yesung hyung.

“Aku akan menunggu Hamun terbangun. Nanti biar aku saja yang mengunci practice room ini,” kataku.

“Baiklah kalau begitu,” kata manager hyung.

“Salam buat Hamun, hyung,” ucap Kyuhyun.

“Sampaikan terima kasihku padanya,” kata Kangin hyung.

“Awas kau kalau macam-macam dengannya,” ancam Siwon yang membuatku tertawa.

Setelah semua orang pergi, aku duduk di samping Hamun. Aku menuntun kepala Hamun agar bersandar dibahuku. Aku membetulkan jaket yang ia jadikan selimut dan membiarkannya tidur sebentar lagi. Tanpa kusadari, sudah sekitar 5 menit aku menatapnya tanpa henti.

“Eng,” erang Hamun sambil bergerak membetulkan posisinya. Ia tetap menyandarkan kepalanya dipundakku, namun tangannya melingkari pinggangku seakan aku ini adalah guling kesayangannya.

“Hamun ah, kau benar-benar mengujiku,” kataku saat menyadari kalau Hamun berada dalam kondisi tanpa pertahanan. Jika aku mau, akan sangat mudah untuk menyerangnya sekarang.

Aku menghela nafas panjang, berusaha mengembalikan akal sehatku. Aku menatapnya lagi dan aku tak bisa menahan diriku untuk tidak mencium bibirnya. “Eng..” erang Hamun yang membuatku segera melepas ciuman dibibirnya.

“Aku tak bisa menahan yang satu itu. Mianhe, Hamun,” kataku. Kuharap Hamun tak tahu gejolak yang aku rasakan saat aku di dekatnya seperti ini. Aku harus sabar sampai Hamun benar-benar siap. “Aku akan menunggumu sampai kau siap, Hamun sayang,”

“Oppadeul, ini makannya,” ujar Hamun yang baru saja datang. “Oppa belum latihan? Kau belum berkeringat,” tanya Hamun padaku.

“Kami akan mulai latihan setelah makan. Kami telat hari ini karena tadi kami recording dulu,” ujarku sambil membantu Hamun mendistrubikan makanan yang ia bawa untuk member lain.

“Terima kasih, Hamun. Sambil makan, kita lihat dulu hasil latihan terakhir kemarin,” ujar Manager hyung sambil memasang video rekaman dance terakhir kami kemarin. Ia memutar video itu melalui layar proyektor yang ada di practice room.

Semua terdiam memperhatikan video yang sedang diputar. “Sangat bagus, oppa,” puji Hamun yang duduk di sampingku.

“Gomawo, sayang,” balasku.

“Bagus sekali! “Cepat pulang dan istirahat,”

“Astaga, Hamun sampai ketiduran,”

Well, Hamun memang terkenal mudah tidur dimana-mana,”

“Ah, pantas saja baterainya habis tadi pagi, aku lupa mematikan video recorder itu rupanya,” ujar Leeteuk.

Astaga, jangan-jangan….

Manager hyung hendak mematikan video itu namun Eunhyuk melarang. “Jangan hyung. Coba kita lihat seterusnya. Siapa tahu Donghae berbuat macam-macam pada Hamun,” katanya sambil menatapku dan Hamun dengan senyum usil menyebalkan. Semua member kini menatapku sambil tertawa-tawa.

Sialan kau, Eunhyuk.

“Aniyo, oppa. Aku tertidur pulas kemarin. Setelah aku bangun, aku dan Donghae oppa langsung pulang,” ujar Hamun.

“Siapa tahu ia berbuat macam-macam saat kau tidur, Hamun ah,” sela Kyuhyun.

Sialan, Kyuhyun!

“Aku tidak melakukan apapun pada Hamun,” kilahku agar mereka tidak meneruskan video itu.

“Kalau memang tidak ada apa-apa, kau tak perlu takut,” kata Siwon sambil menatapku tajam.

“Baiklah, coba kita lihat, oppa,” ujar Hamun pada semua member.

Astaga, lebih baik aku mati sekarang daripada Hamun tahu perbuatanku. Aku menundukkan kepalaku tanpa berani melihat video itu lagi. Aku bahkan tidak berani melihat reaksi Hamun.

‘Hamun ah, kau benar-benar mengujiku,’

“Mworago?!” seru hampir semua member.

Aku bisa mendengar kehebohan dari member yang lain.

“Kepala Donghae mendekat! Kepala Donghae mendekat!” seru Eunhyuk.

“Akhhhhhh!!!! Donghae mencium Hamun!!!” seru Heechul hyung.

“Lama sekali!” seru Kangin.

“Yaa! Kau tak kasihan Hamun susah bernafas!” seru Siwon.

Hamun yang tadi disampingku tiba-tiba berdiri. “Hamun ah,” panggilku. Hamun tidak menoleh ke arahku. Ia maju ke depan dan mematikan video itu. “Oppadeul, mianheyo,” ujar Hamun sambil membungkukan tubuhnya. “Aku pinjem Donghae oppa sebentar saja,” katanya. Ia menarikku berdiri dan membawaku keluar dari practice room itu.

“Mianhe, Hamun,” ujarku padanya begitu kami berdua sudah diluar. Aku merasa malu dan bersalah pada Hamun.

Tiba-tiba saja Hamun memelukku. “Terima kasih oppa, kau sudah menghargai prinsipku. Kau bersusah payah menahan perasaanmu demi diriku. Maafkan aku sudah membuatmu tersiksa,” katanya.

Astaga, gadis ini. Harusnya ia marah padaku namun ia malah berteria kasih dan minta maaf. Kalau sudah seperti ini, aku bisa apa selain menunggumu sampai kita menikah nanti. Aku menghargai prinsip Hamun walaupun sangat susah untukku. Bagaimana pun aku masih pria normal.

Aku melepaskan tangan Hamun yang memelukku. Kini aku menengadahkan kepala Hamun sehingga aku dapat menatapnya. “Aku sangat menyayangimu, Hamun. Aku akan berusaha untuk mengontrol diriku,” janjiku padanya.

Hamun tertawa mendengar hal itu. “Gomawo, oppa. Ini hadiah untukmu,” ujar Hamun lalu ia mengecup bibirku. “Recharge,” lanjutnya.

“Gomawo, sayangku,” balasku sambil mengacak rambutnya.

“Selamat latihan, oppa. Salam untuk oppa yang lain. Aku masih malu untuk masuk lagi. Aku mau pulang saja,” kata Hamun yang membuatku kembali mengingat kesalahanku.

“Mianhe sayang, hati-hati di jalan,” pesanku padanya.

“Aigo, aku juga mau punya pacar seperti Hamun,” rengek Kangin hyung yang entah sejak kapan sudah ada di depan pintu. Aku hanya tertawa lalu mengajaknya kembali ke practice room bersamaku.

Aku segera menghampiri manager hyung dan berbisik padanya. “Hyung, aku minta video tadi ya,”

“Untuk apa?” tanyanya bingung.

“Kenang-kenangan,” jawabku yang membuatnya tertawa terbahak-bahak. Aku kembali menonton video tadi melalui video recorder itu. Hanya melihat itu saja, aku sudah tersenyum-senyum sendiri. I have no idea that she will brought me so much happiness to my life. I love you, Hamun.

*****

Kkkeuutt! Makasih sudah baca, semoga menghibur ya🙂