“Yaa, Song Hyejin! Neo Jeongmal.. Aish! Saranghae!”

Dari tempatku berdiri, aku bisa melihat Donghae sedang tertawa bahagia dengan kekasihnya. “Recharge,” ujar Donghae. Hamun melihat sekelilingnya. Setelah itu, Hamun langsung mencium bibir Donghae. Sepertinya ia tidak sadar kalau sedari tadi aku melihatnya. Donghae tampak sangat bahagia saat ia menatap lekat wajah Hamun.

Ani, ani, aku tidak iri dengan perbuatan mereka. Aku bisa melakukan lebih dari sekedar mencium Hyejin. Untung Hamun berpacaran dengan Donghae, aku sih tidak bisa menahan diri seperti Donghae. I express my love with action. Itu semboyanku.

“Time’s up, ayo latihan, Hyung! Jangan pacaran terus,” kataku sambil menarik baju Donghae hyung untuk menjauhkannya dari Hamun. Hanya satu hal yang aku iri dari pasangan ini: Kang Hamun menyediakan banyak waktunya untuk Donghae. Song Hyejin-ku? Lebih mencintai pekerjaan-pekerjaannya daripada diriku.

Aku dan member yang lain kembali latihan. Aku hanya tersenyum saat melihat Donghae hyung memperhatikan Hamun melalui cermin di ruang practice room, seakan-akan ia memperoleh semangat baru hanya dengan melihat wajah Hamun. Ah, aku jadi merindukan Hyejin-ku. Aku juga ingin melihat wajahnya.

Aku tidak tahan lagi. Saat ‘break’ sesaat, aku langsung mengambil smartphone-ku dan menelpon gadis yang mengacaukan pikiranku. “Odiya?” tanyaku begitu Hyejin mengangkat teleponnya.

“Masih di tempat syuting. Waeyo, Cho Kyuhyun ssi?” tanya Hyejin. “Ah, you miss me, right?”

Aku hanya tertawa. “Siapa bilang,” kilahku.

Kini aku mendengarnya tertawa. “It means, you miss me a lot,” jawabnya seakan dia sangat mengenal diriku. Well, she does.

“Kau sedang latihan, kan? Latihan yang benar,” kata Hyejin mengingatkanku.

“Aku hanya sedang tidak bersemangat. Hal yang wajar, kan?”

“Sangat wajar, sayang. Tapi, bertahanlah. You know that I’ll always support you, right?” kata Hyejin.

Aku tersenyum mendengarnya. “Tak perlu kau bilang aku juga tahu. Kau pasti senang kalau aku, pacarmu yang paling tampan ini, menghasilkan banyak uang, kan?” candaku yang membuatnya tertawa.

“Aku tutup teleponnya. Bye!” pamit Hyejin mengakhiri pembicaraan kami. Belum sempat aku mengembalikan smartphone-ku ke dalam tas, Hyejin mengirimkan sebuah foto padaku melalui Line. Aku tertawa terbahak-bahak saat melihat foto selfie Hyejin dengan mulut yang dimajukan beberapa senti dan tulisan ‘Muach’ di samping bibirnya.

“Kenapa senyum-senyum sendiri, Kyuhyun-ah?” tanya Donghae hyung yang entah sejak kapan berdiri di sampingku.

Aku menepuk pundaknya dan memberikan senyum kemenangan padanya. “Kebersamaanmu dengan Hamun tidak akan membuatku iri, Hyung,” kataku lalu meninggalkan Donghae hyung. Hyejin sangat tahu bagaimana menyemangatiku dengan caranya sendiri.

“Latihan selesai! Good job! Beberapa hari lagi kita akan comeback! Hwaiting!” seru Leeteuk Hyung menyemangati kami semua. Begitu selesai, aku segera berjalan ke sudut practice room dimana aku meletakan barang-barangku.

“Haus?” tanya seorang wanita cantik sambil memberikan botol air minum padaku. Aku mengambil botol itu lalu meminumnya. Aku menyeringai pada wanita itu. “Sepertinya kau yang rindu padaku,” kataku.

“Jangan terlalu narsis. Aku datang karena aku tahu kau sangat rindu padaku. Kalau kau tidak mau mengakui hal itu, aku akan pulang sekarang juga,” kata Hyejin yang membuatku dengan segera mencium bibirnya. “Hukuman untukmu karena kau tidak mau jujur,”

Hyejin tertawa terbahak-bahak lalu menarik leherku dan mencium bibirku lebih dalam. “Hukuman karena kau terlalu narsis,” katanya.

“Onnie, sejak kapan ada disini?” tanya Hamun yang menghampiri Hyejin bersama dengan Donghae hyung. Astaga dua orang ini, apa tidak tahu kalau aku sedang ingin bersama dengan Hyejin?

“Mana oppadeul yang lain?” tanya Hyejin pada Donghae.

“Mereka meninggalkan ruangan ini tanpa mau menganggu ciuman kalian yang sangat lama itu,” jawab Donghae.

Aku mengalungkan tanganku di bahu Hyejin dan menyeringan pada Donghae hyung. “Jangan iri, hyung. Kau melakukan hal yang sama dengan Hamun di ruangan ini dua hari yang lalu,” sindirku.

“Yaa, oppa!” seru Hamun yang wajahnya sudah memerah.

“Hamun, jangan pulang dulu. Tunggu aku. Kau pulang denganku saja. Kalau aku pulang dengan Kyuhyun, aku tidak akan selamat,” kata Hyejin.

“Yaaa! Song Hyejin!” seruku dan Donghae hyung.

“Mianhe, oppadeul. Aku tidak bisa menolak,” kata Hamun.

Aku menghela nafas panjang. “Baiklah kalau begitu. Kalian berdua tunggu di luar. Aku ingin berduaan dengan Hyejin di ruangan ini,” kataku sambil mendorong Hamun dan Donghae hyung keluar dari practice room ini.

“Apa yang mau kau lakukan?” tanya Hyejin padaku.

Aku menyeringai padanya. “You know what I want,”

Aku mencium bibirnya. Selanjutnya, aku melakukan seperti yang biasa kulakukan sampai tiba-tiba Hyejin memukul kepalaku. “Yaa, Song Hyejin!” seruku padanya.

“Yaa, Cho Kyuhyun! Neo jeongmal- Aish!” seru Hyejin yang kembali memukulku. “Sudah kubilang jangan meninggalkan bekas! Kau malah- Aissh!” Hyejin marah padaku lalu meninggalkanku sendirian di practice room ini.

Astaga, Song Hyejin! Neo jeongmal- Aiiiiiisshh!

“Ini untukmu, Siwon oppa,” kata Hyejin membantu Hamun membagikan makanan yang Hamun bawa.

“Ini untukmu, oppa,” kata Hamun memberikan kotak makan itu padaku.

“Bilang pada Hyejin, aku mau makan kalau ia menyuapiku,” ujarku dengan suara yang keras. Sengaja, agar Hyejin juga mendengarnya. Aku menatap Hamun tajam, menuntutnya untuk melakukan apa yang aku minta.

“Kalian ada apa?” tanya Yesung Hyung pada Hyejin yang tidak dijawab oleh gadis itu.

Hamun menghampiri Hyejin dan menyampaikan pesanku. Hyejin menatapku tajam lalu berbisik pada Hamun, meskipun aku dan semua orang di practice room ini mendengar perkataannya. “Bilang pada Kyuhyun, aku tidak mau menyuapi seseorang yang membuatku harus memakai turtle neck di musim panas seperti ini. Apa dia tidak tahu bagaimana rasanya? Aku kepanasan!”

Hamun menghampiriku. “Oppa kau dengar, kan, apa yang Hyejin onnie katakan?” ujar Hamun.

“Hamun-ah, sampaikan pada Hyejin. Aku-”

“Hentikan! Oppa! Onnie! Selesaikan masalah kalian sekarang juga! Katakan sendiri!” seru Hamun yang membuatku dan member yang lain kaget. Hamun menarik tanganku dan membawaku mendekati Hyejin.

“Aku tahu nanti malam kalian pasti akan bermesraan lagi, tapi bertengkar disaat Kyuhyun oppa dan oppa lainnya akan latihan, menurutku bukan ide yang bagus. Selesaikan masalah onnie dan oppa sebelum oppadeul mulai latihan lagi,” ujar Hamun sambil mengajak hyungdeul keluar dari practice room, meninggalkan aku dan Hyejin berdua di ruangan ini.

Aku memeluk Hyejin lalu menciumnya. “Aku sadar, aku yang salah. Mianhe, aku lupa diri,” ujarku pada Hyejin.

Hyejin membalas ciumanku. “It’s okay. Aku juga ingin sebenarnya, tapi aku tidak tahan dengan suhu musim panas ini. Jadi, jangan meninggalkan bekas. Okay?”

Aku menyeringai. “Kau mau melakukan sekarang?”

Hyejin tersenyum penuh arti. “Tahan sebentar. Aku akan minta Donghae oppa mengantar Hamun nanti. Aku ikut denganmu nanti malam,”

Aku kembali mencium Hyejin setelah ia menyelesaikan kalimatnya.

“Astaga, tidak sampai 10 menit kami tinggal kalian sudah seperti itu,” ujar Heechul hyung yang masuk ke practice room seenaknya, padahal Hamun sudah memberi waktu sampai istirahat selesai.

“Pergi sana, hyung. Menyebalkan,” kataku sambil kembali mencium Hyejin.

“Yaa! Neo! Yaaa! Memberdeul! Tolong hentikan dua orang ini!” teriak Heechul hyung yang membuat semua member dan Hamun kembali ke practice room. Aku ingin mengabaikan keberadaan mereka, namun Hyejin yang lebih dulu melepaskan bibirnya dariku. Ia bahkan mendorongku agar terlepas dari pelukanku.

“Hentikan perbuatan kalian, kami sudah di dalam,” ujar Eunhyuk hyung.

Hyejin berbisik padaku. “Simpan tenagamu. Arraseo?” katanya.

Astaga, wanita ini! “Kajja! Ayo kita segera latihan dan selesaikan semua ini dengan cepat!” seruku pada semua member. Aku tak peduli meskipun mereka mengumpat padaku. Pikiranku sudah penuh dengan Song Hyejin!!

*****

Kkkeeut!
Thank you for reading, readers! Ini special buat kak sela @gyumontic yang dari kemarin minta dibuatin abis baca Practice Room Lover ahaha. Mianhe kak, jadinya agak beda sama ide awal wkkwkwkw Moga tetep suka kaak
Hope you like it, chingudeul!