ENjOY!

“Kyu, mau kemana?” Tanya Teukie hyung setelah kami selesai latihan.

“Ada urusan,” jawabku sambil tersenyum semanis mungkin. Teukie hyung hanya geleng-geleng melihatku. Ia pasti sudah tahu apa ‘urusan’-ku tersebut. Menemui Song Hyejin-ku tercinta yang mempunyai jadwal lebih padat dariku sehingga ia tidak punya waktu sebanyak kekasih-kekasih hyungdeul-ku yang lain. Hyejin bahkan tidak menonton SS6 Encore. Dia lebih memilih pemotretan di Maldives. Liuwen saja menyempatkan waktunya untuk menonton padahal keesokan paginya ia harus terbang ke Hongkong. Haisssh, Song Hyejin!

Aku buru-buru mengambil tasku dan meninggalkan ruang latihan. Aku tidak peduli dengan teriakan para hyungdeul yang menyorakiku. “Kyuhyun sudah tidak tahan!” Seru Heechul hyung lalu tertawa keras.

“Kyu, jangan lupa kembali!” Susul Kangin hyung lalu kembali meneriakiku, “dengan selamat dan pakaian lengkap!” Aku bisa mendengar suara tawa sepuluh pria tua yang saling bersahutan untukku.

Aku berjalan dengan cepat menuju mobilku. Aku harus segera bertemu dengan wanita tercintaku. Aku harus berpindah secepat mungkin dari gedung SM menuju hotel yang sangat aku percaya dapat menjaga privasi setiap tamunya dengan baik di Gangnam. Aku tidak tahan lagi. Song Hyejin, tunggu aku!

“Maaf, aku terlambat,” ucapku pada seorang gadis yang sudah menungguku di pinggir kolam renang. Ia sedang duduk di kursi sambil mengoleskan lotion ke tangan dan kakinya dengan alasan agar kulitnya tidak terbakar matahari. Aku melihat jam tangan dan langit di atasku. Jam 4 sore dan sedang mendung. Buat apa memakai lotion? Haish, Song Hyejin.

“Aku juga baru datang,” sahutnya. “Bagaimana latihanmu hari ini?”

Aku menaruh tas-ku di kursi di sebelahnya. Sambil melepaskan pakaianku, aku menjawab, “Tenang saja. Kami sudah siap menaklukan dunia musik Korea besok.”

“Dasar tuan terlalu percaya diri,” sahutnya sambil tertawa. “Aku doakan semua berjalan dengan lancar. Sekarang, cepat ganti celana renangmu. Aku hanya punya waktu satu jam untuk menemanimu berenang.”

Aku memajukan bibirku dengan sebal. “Yaa Song Hyejin! Kau sudah tidak datang di SS6 Encore-ku dan sekarang kau hanya punya waktu satu jam? Sebenarnya kau lebih mencintai aku atau pekerjaanmu sih?”

“Tentu saja kau,” jawabnya langsung, tanpa pikir panjang, dan kemudian menciumku. “Tapi aku sudah terikat terlalu banyak kontrak. Maafkan.”

Hanya dengan begitu, aku luluh. “Aku maafkan,” kataku.

Aku turun lebih dulu ke dalam kolam renang baru kemudian membantu Hyejin untuk menyusulku. “Kau tidak pemanasan dulu?” Tanyanya.

Aku menggelengkan kepalaku. “Aku hanya akan berendam. Kau tahu aku paling malas olahraga,” jawabku santai. Aku memang hanya akan berendam di kolam ini. Niatku mengajak Hyejin hanya untuk berduaan dengannya.

Hyejin menatapku dengan kesal. “Paling sulit bicara denganmu memang. Perutmu itu sudah buncit. Lenganmu semakin besar, apalagi pahamu,” protesnya sambil menyentuh setiap bagian tubuhku yang disebutnya.

“Cerewet,” kataku lalu menyambar bibirnya.

Aku tersenyum kepada Hyejin yang pipinya sudah bersemu merah. “Bagaimana kalau dilihat orang?”

“Aku tidak peduli,” kataku cuek.

Aku meletakkan tangan Hyejin di kedua bahuku. “Kau mau berenang atau berendam saja denganku? Humm?”

“Berenang,” jawabnya lalu melepaskan diri dariku.

Ia mulai berenang entah gaya apa dari ujung kolam ke ujung kolam yang lain sedangkan aku hanya menyenderkan badanku dengan malas di pinggir kolam sambil menggerakkan kakiku sedikit-sedikit.

“Kau sama sekali tidak ingin olahraga, Cho Kyuhyun-ssi?” Teriak Hyejin dari seberang tempatku malas-malasan. Aku menggelengkan kepalaku dengan malas. “Haiiiish!!!”

Hyejin berenang mendekat kepadaku. Aku menangkapnya sebelum kepalanya terbentur pinggiran kolam renang. Biar tahu saja, Hyejin berenang dengan mata tertutup. “Hati-hati,” ucapku kepadanya setelah ia berdiri di hadapanku dan membuka matanya.

“Aku dengar MV SJ yang baru akan masuk kategori dewasa,” kata Hyejin yang saat ini telah ikut-ikutan hanya berdiri-diri di dalam kolam renang, di sampingku.

“Katanya juga begitu,” sahutku.

Hyejin menoleh kepadaku. Tatapan matanya begitu tajam. Tanpa perlu ia bilang, aku sudah tahu apa yang ada dalam pikirannya. “Aku tidak akan memberitahumu. Kau lihat saja sendiri nanti.”

“Kalau ada adegan mesra kau dengan wanita lain, mati kau Cho Kyuhyun-ssi!” Ancam Hyejin dengan serius.

Aku hanya tertawa.

Dengan lembut, aku membelai rambut basah Hyejin. “Aku siap menerima hukuman apapun darimu nanti kalau kau tidak suka MV itu,” kataku lalu memeluknya dari belakang.

Aku melingkarkan tangannya di perut Hyejin dan meletakkan kepalaku di bahu kanannya. “Aku mencintaimu, kau tahu?”

“Aku sudah mendengarnya jutaan kali, sayang. Aku juga mencintaimu,” ucap Hyejin lalu mengecup pipiku yang terdekat dari bibirnya.

“Kau tidak ingin berenang lagi?” Tanyaku.

Hyejin menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum padaku. “Aku mau denganmu saja,” ujarnya membuatku tertawa senang.

Hyejin berbalik menghadapku. Ia berdiri di atas kakiku dengan tangan berkalung pada bahuku. “Kau tampan juga jika kena air,” bisiknya membuatku gemas. Aku menggerakan sedikit kepalaku agar bisa mengulum bibirnya yang sangat adiktif itu. “Song Hyejin!!! Kita harus pergi sekarang!!”

Teriakan itu otomatis membuatku melepaskan ciumanku. Manajer Hyejin sudah berdiri di belakang kami sambil menyengir lebar. “Maafkan aku Cho Kyuhyun, artisku ini harus kembali syuting. Temui lagi dia nanti malam ya,” katanya.

Aku menatap Hyejin dengan memelas. Aku ingin bersama dengannya lebih lama lagi namun Hyejin hanya tersenyum kepadaku. “Sampai jumpa nanti malam, buncit kesayanganku. Selamat latihan kembali. Annyeong!” Hyejin memeluk dan menciumku lebih dulu sebelum naik keluar dari kolam renang, mengikuti manajernya.

—–

July 15th

image

“Yaaa Cho Kyuhyuuuun!” Neo jinjja! Haissssh!” Teriak Heechul melihat foto yang baru ia lihat.

xoxo @gyumontic