In this time, i met you.
In this moment, i found my happiness.

“Hai, Hamun. Hai, Jihyo. Hai, Hyunah. Mana si Hyejin?” tanya seorang gadis cantik yang baru saja datang. Ia langsung duduk dibangku sebelah Hyunah.

“Hyejin eonni belum datang, Minah eonni,” jawab gadis dengan name tag ‘Kang Hamun’ di seragamnya.

“Tumben sekali, biasanya datang paling pagi untuk menyalin PR temannya,” ujar Minah sambil tertawa.

Tiba-tiba, seorang gadis lain datang. Ia membanting tasnya ke atas meja dengan keras. Berkat dirinya, semua mata kini tertuju padanya. “Ini perpustakaan, Hyejin-ah,” ujar Hyunah mengingatkan.

“Mianhe, Hyun. Aku terlalu emosi untuk bisa ingat aku sedang di perpustakaan,” ujarnya ditengah nafas yang tersenggal-senggal.

“Waeyo?” tanya Jihyo penasaran walaupun ia tidak mengalihkan pandangannya dari laptopnya.

“Pasti Kyuhyun,” sela Hyunah.

“Ne, siapa lagi?” jawab Hyejin.

“Kali ini kenapa? Wajahmu sampai merah seperti itu,” tanya Minah penasaran.

“Pagi tadi ia membangunkanku dengan cara yang sangat romantis. Ia menciumku. Tentu saja aku membalasnya. Lalu, tiba-tiba saja ia menghentikan perbuatannya dengan alasan ‘kita sudah telat’,” cerita Hyejin yang justru membuat ke empat sahabatnya tertawa.

“Kyuhyun oppa ada benarnya. Kau memang datang telat, eonni,” ujar Hamun.

“Bela saja terus si Kyuhyun itu,” omel Hyejin. Ia bahkan sudah malas untuk melakukan program ‘belajar pagi’ yang dilaksanakan sekolahnya itu.

“Hai, girls,” sapa seorang pria tampan dengan jas laboratorium ditubuhnya.

“Annyeonghaseyo sonsaengnim,” sapa kelima gadis itu bersamaan.

“Jangan lupa belajar yang baik. Jam 8 kelas akan dimulai. Bye,” ujarnya. Guru itu mengedipkan matanya pada Minah sebelum ia pergi.

“Eric sem mengirim sinyal untukmu,” ujar Hyunah yang membuat Minah tertawa.

“Aku tahu. He’s the only reason why i came to the library every morning,” kata Minah sebelum ia pergi meninggalkan teman-temannya untuk menyusul Eric.

“Hyunah ah, kau sudah memikirkan universitas yang akan kau masuki?” tanya Hyejin pada Hyunah yang mulai membuka laptopnya.

“Sudah, tenang saja. Kau harus lebih mengkhawatirkan Minah,” sahut Hyunah. “Lihat ini, Henry oppa baru mengupload video cover. Bagus sekali aransemennya,” pujinya. Ia memutar laptopnya agar dapat dilihat ketiga sahabat yang duduk diseberangnya. Ia bahkan memberikan headsetnya untuk dipakai Jihyo, Hyejin, dan Hamun secara bergantian.

“Astaga, keren sekali,” puji Jihyo, Hyejin, dan Hamun setelah mereka selesai menonton video itu.

“Pasti enak menjadi pacarnya. Kau sering dinyanyikan lagu olehnya?” tanya Hyejin.

“Yaa, Song Hyejin! Kau harus belajar memanggilku dan Minah eonni! Kami setahun lebih tua darimu! Hamun dan Jihyo saja memanggilmu eonni,” keluh Hyunah yang hanya Hyejin respon dengan tawa.

“Dari kecil aku sudah memanggilmu seperti itu. Kebiasaan yang susah diubah,” kilah Hyejin. “Jawab dulu pertanyaanku,” katanya.

“Tentu saja. Aku tidak menyesal mengikuti kursus musik di tempat Henry,” kata Hyunah.

“Siapa dulu yang sangat kesal dengan ommanya karena dipaksa untuk les piano, hm?” sindir Hyejin yang tidak bisa Hyunah sangkal.

“Kau ngapain serius sekali, sih?” tanya Hyejin penasaran sambil mengintip layar laptop Jihyo yang duduk disebelahnya.

Hyejin tersenyum saat tahu kalau Jihyo sedang melihat website khusus ‘Woobin’, anak pemilik yayasan sekolah ini. Website itu dikelola langsung oleh fanclub Woobin di sekolah ini.

“Sampai kapan eonni melakukan tarik-ulur dengan Woobin oppa?” tanya Hamun.

“Bahkan Hamun yang sama-sama kelas 10 seperti Jihyo, masih memanggilnya eonni,” sela Hyunah untuk menyindir Hyejin.

“Itu ‘kan karena Jihyo memang lebih tua dari Hamun. Jihyo harus mengulang setahun kelasnya karena ia baru pindah dari Jepang saat SD dulu,” jelas Hyejin untuk membela dirinya.

“Jangan lama-lama tarik-ulur. Dia sudah mengejar-ngejar dirimu dari dulu. Berikan kepastian padanya. Jangan sampai menyesal,” nasihat Hyunah pada Jihyo.

“Kau juga sedang ngapain sih, Hamun? Kau lebih sering melihat smartphonemu dari pada berbicara,” kata Hyejin.

“Aku sedang main game, Hyejin eonni. Ada misi yang harus diselesaikan agar aku mendapat banyak bonus,” jawab Hamun.

“Kalau begitu, mainlah,” ujar Hyejin.

Hamun menghela nafas panjang. Ia kembali fokus melihat layar smartphonenya.

Lee Donghae
Hei

Kang Hamun
Jangan main hp kalau di kelas, oppa

Lee Donghae
Aku bosan. Aku ingin melihatmu sekarang juga.

Kang Hamun
Hahahaha jangan. Kalau anak-anak di sekolahku tahu aku berpacaran denganmu, mereka pasti akan memukulimu. Aku tak akan tega melihatnya.

Lee Donghae
Baiklah. Sepulang sekolah, bagaimana?

Kang Hamun
Tentu saja. Aku akan menemuimu di tempat biasa.

Lee Donghae
Tentu. I love you.

Kang Hamun
Hmmmm

Lee Donghae
Yaa! Kang Hamun!

Kang Hamun
Hahaha, i love you too. Kadang aku lupa kalau kau adalah bos geng di Haegang High School.

Lee Donghae
I just want to being my self in front of you. You don’t like it?

Kang Hamun
Retoris. I love you as much as you do.

Lee Donghae
Jangan memancing. Kau membuatku ingin segera menemuimu.

Kang Hamun
Ah, sudah bel. Aku masuk kelas dulu, oppa. Bye.

“Kau kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Jihyo heran.

“Tidak ada apa-apa,” sangkal Hamun.

“Ayo Hyun, kita ke kelas,” ajak Minah yang kembali untuk mengambil tasnya. Minah dan Hyunah saat ini duduk dibangku kelas 12.

“Rapikan dulu rambutmu. Kalian ini. Pagi-pagi sudah berciuman,” sindir Hyunah yang hanya membuat Minah tertawa.

“Ayo, Hamun,” ajak Jihyo yang memang sekelas dengan Hamun di kelas 10-7.

“Aish, kalian meninggalkanku!” seru Hyejin kesal saat ia sadar kalau hanya tinggal dirinya sendirian. Hanya ia (diantara keempat sahabatnya tadi) yang saat ini duduk dibangku kelas 11.

“Aku tidak akan meninggalkanmu, sayang,” bisik seorang pria tepat di telinga Hyejin. Entah sejak kapan ia ada di samping Hyejin.

“Aku masih kesal padamu, Cho Kyuhyun!” seru Hyejin walaupun ia tidak menolak saat tangan pria itu melingkar di bahunya.

“Jangan marah lagi ya,” kata Kyuhyun sambil mengecup pipi Hyejin.

Hyejin tersenyum sesaat lalu kembali memasang wajah seriusnya. “Akan kupikirkan terlebih dulu,”

To be continued🙂
Uda lama ga bikin ff anak SMA gini hehehe sekalian inget-inget jaman dulu, hope you like it ^^