Enjoy readerdeul!
Huehehehe

image

Hyejin hanya duduk di sofa dengan mata terfokus pada layar smartphone-nya. Hyejin sedang menonton MV terbaru kekasihnya dengan seksama, melihat dengan jeli setiap adegan yang dilakukan pria-nya. “Mati kau, Cho Kyuhyun. Mati kau!” Umpat Hyejin berkali-kali. Hyejin sudah panas melihat Kyuhyun menyanyi diapit oleh gadis-gadis yang tidak punya bahan baju yang cukup untuk menutupi tubuh mereka. Apalagi ketika adegan mulut Kyuhyun membuka ketika gadis Rusia, aktris utama di MV itu, menarik dasinya dengan seduktif, Hyejin tambah panas.

“Haiiiish! Kau benar-benar tidak akan selamat kali ini!” Hyejin melempar smartphone-nya ke atas meja sebagai pelampiasan kekesalannya.

MinAh yang sedang tidak jauh dari Hyejin sampai hampir menjatuhkan gelasnya karena terkejut mendengar suara Hyejin yang cukup kencang. “Yaa Song Hyejin, kau mengagetkanku tahu?!”

Hyejin menyedekapkan lengannya di depan dada, tidak peduli dengan layangan protes teman satu grupnya itu. Ekspresi wajahnya sudah tidak bisa diuraikan. Kesal, marah, tegang, cemburu, mencoba untuk sabar, dan lain-lain sudah bercampur jadi satu. Yang pasti membuat MinAh tidak berani dekat-dekat leadernya tersebut.

“Oppa, lebih baik kita di kamar saja,” ajak MinAh kepada pacarnya, Mun Jung Hyuk alias Eric.

Eric hanya menyesap kopinya santai dengan kedua alis terangkat heran. “Ini kan apartemenku. Kenapa harus aku yang bersembunyi?”

“Tidak usah banyak bertanya. Percaya saja padaku,” bisik MinAh tidak sabar. Ia segera menarik Eric untuk mengikutinya melihat tampang Hyejin yang sudah semakin buruk.

“Hyejin sudah siap meledak. Seharian ini Kyuhyun tidak ada menghubungi Hyejin tambah lagi MV baru Super Junior yang menampilkan gadis-gadis seksi. Lebih baik kita di sini saja kalau ingin selamat,” jelas MinAh saat telah masuk ke dalam kamar.

Eric mengintip melalui celah pintu yang sengaja dibuka sedikit olehnya. Ia melihat Hyejin yang masih duduk kaku di sofa ruang santainya dengan tampang yang tidak bisa dibilang baik-baik saja.

Eric bergidik menatap MinAh. “Aku setuju. Lebih baik kita di sini saja. Atau lebih baik kita keluar saja?” Kata Eric.

MinAh menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Kyuhyun akan datang setelah jadwalnya selesai. Oppa tahu apa yang akan terjadi jika Kyuhyun datang kan?”

“Perang dunia,” jawab Eric pelan disambut anggukan kepala khawatir dari MinAh.

“Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan leaderku,” kata MinAh serius. “Dan yang paling penting kita harus memastikan rumah Oppa ini baik-baik saja,” lanjutnya kemudian membuat Eric tertawa.

“Tampaknya kau lebih mengkhawatirkan apartemen ini dibanding Hyejin,” ujar Eric belum bisa berhenti tertawa.

“Aku mengkhawatirkan keduanya, apartemen ini dan Hyejin. Kalau ada apa-apa dengan apartemen ini, kita mau pacaran dimana? Aku tidak mau pacaran di dorm SG. Kalau ada sesuatu terjadi dengan Hyejin, apa yang akan terjadi pada SG? Aku tidak mau SG bubar,” kata MinAh.

Eric tertawa sambil menepuk-nepuk kepala MinAh. “Oppa, aku serius,” kata MinAh.

“Iya, kau serius. Sudah, nonton drama kesayanganmu saja sana tapi tetap pasang telingamu dengan baik. Aku mau menelepon Minwoo dulu.”

MinAh mengambil duduk di depan televisi. Dengan kuping terjaga, ia menikmati serial drama kesukaannya sambil memakan kue-kue yang selalu tersedia di dalam kamar Eric. MinAh tidak peduli dengan apa yang sedang dilakukan Eric selama pria itu masih ada di dekatnya.

—–

“Annyeonghaseyooooong!!!” Kyuhyun memasuki apartemen Eric seperti ia memasuki apartemen miliknya sendiri. Kyuhyun tersenyum cerah selayaknya sinar matahari yang berada di puncaknya di musim panas ini ketika ia melihat Hyejin.

“Jagiyaaaaaa!!!!!” Seru Kyuhyun dengan semangatt.

Kyuhyun mengambil tempat duduk di sebelah Hyejin. Mulutnya sudah maju lebih dahulu untuk mengecup pipi wanita kesayangannya. Namun, Hyejin lebih cepat menghindar. “Jangan dekat-dekat, aku kepanasan,” kata Hyejin membuat kening Kyuhyun berkerut-kerut. Ia baru saja datang dan langsung kena omel.

“Panas?” Tanya Kyuhyun heran. Ia justru merasa sangat kedinginan. Kedua AC di ruangan ini terpasang sempurna sehingga tidak mungkin kepanasan. Musim panas akan selalu kalah dengan pendingin ruangan ukuran 2 PK apalagi jika ada dua.

Kyuhyun menatap Hyejin penuh tanda tanya namun segera menggantikannya dengan tatapan seolah mengerti maksud Hyejin. Senyuman lebar dari ujung telinga kanan sampai ujung telinga kiri sudah terpatri di wajah Kyuhyun. “Maksudmu ‘panas’? Begitu merindukanku eoh?” Tanya Kyuhyun diiringi kerlingan mata nakal yang menghabiskan kesabaran Hyejin.

“Jaga jarak dariku,” kata Hyejin sambil mengangkat kakinya ke arah Kyuhyun seakan menendang Kyuhyun. “Sejauh ini,” kata Hyejin lagi menunjuk panjang kakinya.

Kyuhyun mengernyit. “Yaa Song Hyejin, apa maksudmu? Kau kenapa sih? Aku baru saja tiba dan kau langsung ngomel tidak jelas.”

“Aku serius, Cho Kyuhyun-ssi. Menjauhlah atau aku akan benar-benar menendangmu!” Seru Hyejin.

Eric dan MinAh yang berada di dalam kamar hanya saling menatap mendengar suara sepasang kekasih yang sedang bertengkar di ruang kesukaan mereka.

“Kyuhyun sudah datang,” kata Eric dengan pasrah jika ruang santainya tidak akan selamat. Eric kenal kata pasrah sejak kunci apartemennya terbagi menjadi 10. Ya sepuluh. Dirinya, MinAh, Kyuhyun, Hyejin, Henry, HyunAh, Donghae, Hamun, Woobin dan Jihyo.

MinAh meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya. “Sssst. Kita harus pasang telinga baik-baik, Oppa,” kata MinAh pelan yang sudah meninggalkan dramanya demi mendengarkan perdebatan di depan kamar Eric.

“Hye, kau kenapa sih? Marah padaku? Kenapa?” Tanya Kyuhyun yang sudah duduk sejauh panjang kaki Hyejin dan didiamkan oleh Hyejin. “Hye, bilang padaku ada apa. Jangan diam saja,” ujar Kyuhyun yang mulai tidak sabar namun harus menekan emosinya demi nama kedamaian bangsa dan negara.

Hyejin menatap tajam Kyuhyun meskipun wajahnya datar tanpa ekspresi. “Menurutmu?” Tanya Hyejin dengan sinis.

“Kau marah padaku yang aku tidak tahu apa penyebabnya dan kau tidak mau bilang apa alasan kau marah padaku. Ya kan?” Jawab Kyuhyun sempurna.

“Hah!” Hyejin mendengus. “Kalau sudah tahu kenapa masih bertanya?”

Kyuhyun menghela nafas kesal menghadapi Hyejin. Ia masih berusaha untuk menjaga kesabarannya di atas batas. “Tapi aku tidak tahu apa penyebabnya. Bilang padaku. Apa susahnya sih?”

“Pikir saja sendiri!!” Kata Hyejin lalu berdiri meninggalkan Kyuhyun. Hyejin masuk ke dalam kamar Eric membuat pasangan yang sedang menguping itu terlonjak kaget.

“Kau dan Kyuhyun tidak jadi ke Everland?” Tanya Eric pura-pura tidak tahu bahwa pasangan itu baru saja bertengkar.

Hyejin hanya melengos begitu saja menuju tempat tidur Eric. “Jangan biarkan pria itu masuk,” pesan Hyejin namun terlambat. Kyuhyun sudah mengikuti jejaknya. Saat ini ia sudah berada di sebelah Hyejin. “Mau apa kau mengikutiku?! Aku tidak ingin bertemu denganmu!!!”

“Kita harus bicara. Aku tidak akan pulang sebelum masalah kita ini selesai!” Balas Kyuhyun.

MinAh menepuk-nepuk bahu Kyuhyun dengan ringan. “Hyejin marah karena kau tidak menghubunginya dan soal MV baru SJ itu. Wanita-wanita seksi itu. Kau mengerti maksudku kan?” Bisik MinAh membocorkan penyebab Hyejin tidak mau bicara dengan Kyuhyun.

MinAh lalu buru-buru menarik Eric untuk segera keluar dari kamar mereka. “Kami ada di luar kalau kau membutuhkan kami. Okay, Hye?” Kata MinAh sedikit ngeri sekaligus khawatir.

“Cepatlah berbaikan. Aku butuh kamar tidurku,” kata Eric dan langsung mendapat cubitan di perutnya.

“Oppa, kajja,” tarik MinAh. Pasangan yang menobatkan dirinya sebagai pasangan paling tidak jelas itu segera meninggalkan teritorial mereka, meninggalkan dua sejoli liar di dalam kamar.

“Kau marah karena aku tidak menghubungimu? Dari pagi aku harus siap-siap untuk mnet countdown, aku tidak sempat memberi kabar padamu. Soal MV itu, aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya duduk. Aku tidak tertarik sedikitpun pada gadis-gadis berbaju pendek-pendek itu!” Seru Kyuhyun dengan nada tinggi.

Hyejin menatap Kyuhyun dengan mata menyipit sinis. “Hahh! Kenapa jadi kau yang marah padaku?” Hyejin menekan suaranya hingga terdengar menyeramkan lalu keluar dari kamar.

Kyuhyun menghela nafas panjang untuk mengendalikan emosinya. Setelah ia cukup yakin dirinya sudah kembali normal, ia menyusul Hyejin keluar. “Hyejin-ah, dengarkan aku!” Seru Kyuhyun yang tidak digubris oleh Hyejin.

“Ada apa ini?” Tanya Jihyo yang baru datang, tidak mengerti apa-apa melihat Kyuhyun berjalan mengikuti Hyejin sedangkan Hyejin berjalan menjauhi Kyuhyun.

MinAh dan Eric kembali masuk ke kamar mereka diikuti oleh Jihyo. “Eric Oppa, MinAh eonni, aku ikut. Aku tidak mau terseret masalah,” kata Jihyo ketika Eric dan Minah menatapnya.

“Hye, jangan terus menghindar dariku. Aku minta maaf. Okay?” Ujar Kyuhyun yang masih mengikuti kemanapun gadis itu melangkah.

“Song Hyejin sayang, maafkan aku,” ucap Kyuhyun dan masih diabaikan oleh Hyejin. Gadis itu masih menjauhi Kyuhyun dan Kyuhyun masih betah mengikutinya.

“Hyejin-ah, maafkan aku. Aku salah. Seharusnya aku memberitahumu akan seperti apa MV-ku. Aku juga minta maaf karena tidak memberikan kabar sepanjang hari ini,” kata Kyuhyun menghentikan langkah Hyejin.

Gadis itu berbalik menghadap Kyuhyun dan menjaga jarak setidaknya 3 lantai ukuran 50cmx50cm. “Sudah tahu letak kesalahanmu dimana?” Tanya Hyejin tajam.

“Iya, aku sudah tahu. Mianhe,” ucap Kyuhyun untuk yang kesekian kalinya. “Jangan marah lagi ya. Kau tambah cantik kalau sedang marah.”

“Jangan merayuku,” ujar Hyejin.

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia berjalan mendekati Hyejin. Beruntung, gadis itu tidak mengambil langkah mundur untuk menjaga jarak tetap 3 kali 50cmx50cm. Tangan Kyuhyun terjulur untuk terselip di antara jemari Hyejin lalu mengajak gadis itu duduk di sofa. “Aku minta maaf. Apapun yang telah aku lakukan sampai membuat kau marah, aku minta maaf. Ya?” Pinta Kyuhyun dengan nada memelas kepada Hyejin.

“Asal kau janji tidak akan mengulanginya lagi,” kata Hyejin dengan galak.

“Aku tidak janji tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengulanginya lagi,” sahut Kyuhyun.

Hyejin hanya menghela nafas panjang lalu menyenderkan punggungnya pada sofa Eric yang paling empuk ini. “Jangan marah lagi ya?” Kata Kyuhyun.

“Eoh,” sahut Hyejin singkat, tidak jelas itu ‘ya’ atau ‘entah’ atau ‘tidak’ atau ‘kita lihat nanti’. Kyuhyun bersyukur paling tidak gadisnya tidak lari-lari lagi.

“Kau itu memang selalu menguji kesabaranku,” ujar Kyuhyun sambil mengigit hidung Hyejin dengan gemas. “Apa kita jadi ke Everland?”

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Jadi kita akan pulang?” Tanya Kyuhyun.

Hyejin kembali menggelengkan kepalanya. “Lalu?” Tanya Kyuhyun seperti bertanya pada anak kecil yang sedang berusaha dibujuk agar tidak ngambek lagi.

“Aku mau di sini saja,” kata Hyejin.

“Tapi ini kan apartemen Eric hyung, sayang. Kau benar-benar mau di sini saja?”

“Aku mau di sini saja,” ulang Hyejin.

Mengingat kekasihnya belum takluk sepenuhnya, Kyuhyun mengambil jalan untuk kembali mengalah. “Baiklah kalau itu maumu. Kita di sini saja,” kata Kyuhyun. “Sini.”

Kyuhyun memangku kaki Hyejin sedangkan tubuh gadis itu diletakkannya agar bersandar pada bantal lengan sofa. “Aku punya sesuatu untukmu,” kata Kyuhyun sambil memijit kaki Hyejin.

“Apa?” Sahut Kyuhyun.

“Tapi kau harus janji tidak marah lagi padaku,” ujar Kyuhyun.

“Apa sih?”

“Sudah kubilang kalau kau sedang marah itu makin cantik. Jangan salahkan aku kalau aku menciummu di sini,” goda Kyuhyun hanya untuk melunakkan hati Hyejin.

“Coba saja kalau berani,” kata Hyejin.

“Kau menantangku?” Kyuhyun beringsut dari tempat duduknya mendekati Hyejin yang tetap bersikeras diam di tempatnya. “Kau menantangku,” kata Kyuhyun menjawab pertanyaannya sendiri.

Kyuhyun bergerak semakin mendekat kepada Hyejin sampai hanya ada jarak setengah sentimeter di antara bibir mereka. “I love you so so so so much. You can mad anytime, yell at me whenever you want but please please please, don’t ever think to leave me,” bisik Kyuhyun lalu mencium kening kekasihnya dengan lembut.

Hyejin kemudian memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan air matanya yang mulai menggenang. “No, you don’t.”

“Yess I do. Kenapa kau bilang aku tidak mencintaimu? Kenapa menangis?” Kyuhyun mengusap air mata Hyejin.

“Kenapa menciumku di kening? Tidak seperti biasanya,” Tanya Hyejin pelan, menyembunyikan kekecewaannya.

Kyuhyun tersenyum, tidak setega itu untuk tertawa terbahak-bahak. “Hyejin-ku sayang, kalau aku mengikuti keinginanku, aku sudah sampai tahap ingin menanam spermaku di rahimmu but trust me even I just sit here and stare at you, I DO LOVE YOU. With all my life,” kata Kyuhyun.

Hyejin terdiam.

“Apa ciumanku selama ini kurang? Humm?” Goda Kyuhyun melihat suasana romantisnya terasa menyedihkan.

Hyejin tetap diam.

“Hey, sayang… Jangan diam terus. Apa kita pulang sekarang? Kalau di rumah, aku bisa berikan berbagai jenis ciuman yang kau inginkan. Bagaimana? Setuju?” Kyuhyun hampir kehabisan akal.

Bukan mendapat ciuman kembali, sebuah jitakan didapat Kyuhyun di kepalanya. Paling tidak, Hyejin sudah tersenyum. “Kita pulang 5 menit lagi ya. Dasar tuan tidak sabaran,” kata Hyejin lalu berdiri dari sofa untuk berpamitan kepada si pemilik apartemen dan kekasihnya.

Kyuhyun balas tersenyum untuk Hyejin. “Dasar nona gengsi tinggi,” batin Kyuhyun yang tidak akan pernah ia ucapkan demi kedamaian bangsa, negara dan kehidupan di tempat tidurnya malam ini.

—–

Good night!

xoxo @gyumontic