Loving you is like breathing the air. How can i stop? – Kyuhyun to Hyejin

Kyuhyun tersenyum saat melihat Hyejin sedang belajar dengan serius sampai-sampai ia tidak menyadari kehadiran kekasih, sahabat, sekaligus tetangganya sejak kecil itu. Kyuhyun memeluk Hyejin dari belakang lalu meletakkan kepalanya di bahu Hyejin.

“Kyuhyun-ah, jangan mengangguku. Besok kita ada ulangan matematika, kalau kau lupa,” ujar Hyejin saat menyadari kalau yang memeluknya adalah Kyuhyun.

“Aku tidak menganggumu. Hanya memelukmu,” kata Kyuhyun sambil tertawa kecil tanpa mengubah posisinya.

“Sudah kubilang berapa kali, jangan masuk kamarku melalui balkon, Kyuhyun-ah,”

“Kalau kau tidak mau aku masuk dari balkonmu, belajarlah menguncinya. Kamar kita bersebelahan, lebih dekat kalau aku lewat balkon daripada harus keluar  rumah dan masuk lagi ke rumahmu,”

“Terserah padamu, Cho Kyuhyun-shi. Sekarang tinggalkan aku,” ujar Hyejin tanpa menggubris Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menyerah. Ia kini duduk di kursi lain yang ada di kamar itu dan menariknya menuju meja belajar Hyejin. Kyuhyun tepat di sebelah Hyejin saat ini. Ia menarik-narik baju Hyejin untuk mendapat perhatian dari gadis itu. “Hyejin-ah, kau sudah sangat pintar. Aku yakin kau bisa dapat 90 tanpa belajar untuk ulangan besok,”

“Dan kau bisa dapat 100 tanpa belajar. Aku tidak mau kalah darimu,” kata Hyejin. Ia masih bersikukuh dengan buku-bukunya.

“Tapi aku rindu denganmu. Aku mau berbicara banyak hal denganmu,” rengek Kyuhyun.

“Besok saja, kau pulang sana,” kata Hyejin.

Kyuhyun menyeringai. “Baiklah, baiklah. Aku tidak akan mengganggu, tapi aku memberimu reward karena kau sudah belajar dengan keras,” katanya.

“Reward apa?” tanya Hyejin, akhirnya ia menatap Kyuhyun.

Kyuhyun memutar bangku Hyejin sehingga kini Hyejin duduk berhadapan dengan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum lalu mencium bibir gadis itu dengan lembut. “Selamat belajar,” kata Kyuhyun setelah ia melepas bibirnya.

Kyuhun bangkit dari tempat duduknya tadi. “Kau mau pulang sekarang?” tanya Hyejin yang entah kenapa ada intonasi tidak rela di suaranya.

Kyuhyun memutar tubuhnya dan mendapati Hyejin sudah berdiri di hadapannya. “Kau yang menyuruhku pulang tadi, kalau kau lupa,” kata Kyuhyun.

Hyejin terdiam sesaat. Dalam hatinya, ia ingin merasakan perlakuan lembut dari Kyuhyun lagi, namun ia tidak berani mengatakan hal itu.

“Hyejin-ah, kau ingin aku disini atau kembali ke kamarku? Katakan saja,” kata Kyuhyun sambil menyeringai.

Hyejin masih terdiam. Dia terlalu gengsi untuk menyuruh Kyuhyun tetap berada di kamarnya.

“Aku anggap diam sebagai kau menyuruhku pulang. Bye, Hyejin,” ujar Kyuhyun yang mulai melangkah pergi.

Sebelum Kyuhyun membuka pintu balkon, Hyejin akhirnya menghentikan Kyuhyun. “Jangan pulang,” ujar Hyejin sambil memeluk Kyuhyun dari belakang.

Kyuhyun tersenyum saat melihat tangan Hyejin yang ada dipinggangnya. Ia melepas tangan itu lalu memutar tubuhnya sehingga ia bisa melihat Hyejin. “Sesusah itu kah mengatakan kalau kau juga menginginkan aku, hm?” tanya Kyuhyun dengan senyuman lembut diwajahnya yang terpatri khusus untuk Hyejin.

Hyejin kembali memeluk Kyuhyun. “Kau sangat tahu aku seperti apa,” kata Hyejin.

Kyuhyun tertawa. “Aku sangat tahu sampai aku pikir cintaku bertepuk sebelah tangan selama 10 tahun. Kalau bukan karena Hamun, mungkin sampai tua aku juga tidak akan tahu kalau kau juga menyukaiku,”

Hyejin menengadahkan kepalanya. “Kalau begitu, kenapa selama 10 tahun itu kau tidak katakan padaku kau menyukaiku?” tanya Hyejin kesal karena hanya ia yang disalahkan.

Kyuhyun melepaskan pelukan Hyejin untuk beranjak menuju meja belajar Hyejin. Ia menyalakan music player yang playlistnya adalah musik-musik klasik kesukaan Hyejin. Setelah itu, Kyuhyun kembali berdiri di depan Hyejin dengan satu tangan di pinggang gadis itu dan tangan yang lain menggenggam tangan Hyejin.

“Wanna dance with me?” ajak Kyuhyun. Hyejin tersenyum lalu mengangguk.

“Aku sering mengatakannya, kalau kau lupa. Setiap kau ulang tahun, setiap kau putus dengan pacarmu yang lain, setiap hari ulang tahunku, aku selalu mengatakannya. Kau yang selalu menganggapku bercanda,” jelas Kyuhyun yang membuat Hyejin kembali teringat kebodohannya dulu.

“Mianhe,” jawab Hyejin. Kaki mereka masih bergerak dengan baik sesuai dengan ritme lagu tersebut.

“Aku tidak menyalahkanmu, sayang. Salahku juga tidak bisa mencintai wanita lain selain dirimu,” kata Kyuhyun sambil mencium kening Hyejin.

“Kalau sampai tua kau tak tahu perasaanku, bagaimana?” tanya Hyejin penasaran.

“Aku pernah memikirkan hal itu dan jika itu terjadi, aku sudah memutuskan untuk selibat,”

Tiba-tiba saja langkah kaki mereka tidak sinkron dan akhirnya membuat mereka berdua terjatuh di lantai kamar Hyejin. “Gwencana?” tanya Kyuhyun pada Hyejin yang jatuh di atasnya.

Hyejin tidak menjawab. Ia justru mencium bibir Kyuhyun. “Mianhe, aku sudah membuatmu menderita selama itu, Kyu,” kata Hyejin yang benar-benar merasa bersalah.

“Tidak apa-apa sayang, yang penting saat ini kita sudah bersama,” kata Kyuhyun.

“Aku tidak ingin hanya ‘saat ini’, aku ingin selamanya,” kata Hyejin.

Kyuhyun tersenyum sambil  mengelus pipi Hyejin. “As you wish,” ujar Kyuhyun sambil kembali mencium Hyejin.

“Kau tak belajar lagi, sayang?” tanya Kyuhyun setelah ia melepas ciumannya.

“Aku lebih menginginkanmu sekarang,”

Kyuhyun menyeringai. “Tumben kau mengatakannya,”

“Aku ingin memberikan banyak kebahagiaan untukmu mulai sekarang,” kata Hyejin.

“As long as you’re with me, I will be happy,” kata Kyuhyun.

“If that so, I’ll stay with you,”

Kyuhyun memeluk kekasihnya itu. Ia sangat menyayangi Hyejin sampai kadang ia tidak percaya kalau gadis itu juga mencintainya. Hyejin seperti udara bagi Kyuhyun. Jika Hyejin tidak ada, bagaimana ia bisa hidup? Ia ingin selalu dengan Hyejin seperti ini. Menghabiskan hidupnya bersama Hyejin. ‘Forever she’s my girl, forever she’s my world, my life is Hyejin and me’

END

Hope you like it🙂
Selamat hari Raya Idul Fitri bagi yang menjalankan🙂