I ever heard, there’s a point in our life when God bring someone that will change everything. When i look into your eyes, i said thanks to God. Thanks, that person is you. – Donghae to Hamun

Hamun tersenyum saat mendapati kekasihnya terbaring di atas rumput dan di bawah langit biru. Ia berjalan secara perlahan-lahan agar kekasihnya tidak terbangun. Ia duduk di samping tubuh pria itu dan membelai pipinya. “Kau tidur tanpa perlawanan, Donghae oppa. Jangan salahkan aku,” gumam Hamun. Ia mencium bibir Donghae. Saat Hamun hendak melepaskan ciuman itu tiba-tiba tubuhnya dipeluk oleh Donghae.

“Jangan salahkan aku, kau yang cari gara-gara,” kata Donghae sambil tertawa. Ia memutar tubuhnya sehingga kini Hamun tertidur di bawahnya. “Saranghae,” kata Donghae lalu mencium bibir Hamun dengan lembut.

Setelah beberapa lama, akhirnya Donghae melepas bibirnya. “Mianhe, aku kelewatan,” ujar Donghae yang sadar Hamun sudah sesak nafas karena ciumannya. Hamun tertawa kecil lalu meminta Donghae membantunya untuk duduk.

“Kenapa kau disini? Kau bolos?” tanya Donghae sambil membersihkan rambut Hamun dari daun-daun kering yang ada di rerumputan tadi.

“Aku bolos karena kau juga bolos, oppa,” kata Donghae dengan ceria. Kini gilirannya membersihkan rambut Donghae.

“Lihat itu seragammu. Kau tidak memakai seragam sekolahmu dengan benar. Waeyo?” tanya Donghae tak mengerti. Setahunya, kekasihnya adalah anak baik dan taat peraturan, tidak seperti dirinya.

“Oppa juga tidak pernah memakai seragam sekolah. Menurutku, oppa keren dengan gayamu yang sekarang,” ujar Hamun sambil mengacungkan ibu jarinya untuk Donghae.

Donghae menghela nafas saat melihat gadis itu. “Sudah kubilang berulang kali, kau tak boleh menjadi sepertiku. Itu syarat kita berpacaran. Kau ingat?” tanya Donghae yang Hamun jawab dengan anggukan. “Hari ini saja aku melihatmu seperti ini. Arraseo, Hamun sayang?” tanya Donghae dengan keseriusan tingkat tinggi terdengar disuaranya.

Hamun mencium pipi Donghae. “Akan kupikirkan,” katanya. “Oppa, kenapa kau suka tidur disini, sih? Kalau anak sekolahku tahu, mereka pasti akan memukulimu,” tanya Hamun.

“Di halaman belakang sekolahmu ini sangat sejuk. Jarang ada yang datang kesini. Aku semakin suka kesini karena disini pertama kalinya aku bertemu denganmu,” jelas Donghae sambil menatap Hamun malu-malu.

“Ah, saat itu oppa marah-marah padaku karena aku mengambil tempat tidurmu tapi kau tetap membiarkanku tertidur. Kau bahkan menungguku sampai bangun padahal sudah malam,” cerita Hamun saat mengingat peristiwa beberapa bulan lalu. “Oppa jatuh cinta pada pandangan pertama denganku?” tanya Hamun tiba-tiba sambil menyikut pelan tubuh Donghae.

Donghae tersenyum lalu menggeleng. “Lalu kapan?” tanya Hamun bingung.

“Saat kau membelaku di supermarket. Kau ingat saat aku dituduh sebagai pencuri karena gayaku? Kau membelaku mati-matian sampai akhirnya kita berdua dibawa ke kantor polisi karena kau memukul pria yang memfitnahku,” cerita Donghae sambil tertawa terbahak-bahak.

“Aku sangat kesal saat itu oppa. Tega sekali dia,” kata Hamun. Mengingat itu membuat kekesalannya kembali lagi. Donghae mengelus kepala Hamun dengan lembut. “Jangan kesal lagi padanya. Positifnya, aku jadi punya kenangan yang luar biasa denganmu,” ujar Donghae menenangkan hati Hamun.

“Ah, oppa, apa kau hari ini kau bawa itu?” tanya Hamun.

“Itu apa?” tanya Donghae tak mengerti maksud Hamun.

Hamun tidak menjawab. Ia langsung mengambil tas Donghae dan mencarinya sendiri. Hamun tersenyum saat menemukan apa yang cari. Ia mengeluarkan 1 pack rokok dan 1 kaleng bir yang selalu Donghae bawa.

“Kau mau apa?” tanya Donghae bingung dengan perubahan sikap Hamun hari ini.

“Aku mau merokok dan minum bir mulai hari ini. Aku ingin menjadi sepertimu,” kata Hamun. Donghae terdiam, ia sempat berpikir kalau Hamun hanya main-main. Tapi, setelah Hamun menghisap rokok tersebut untuk pertama kalinya, Donghae segera merebut rokok yang ada ditangan Hamun.

“Yaa, Kang Hamun!” seru Donghae. Hamun terbatuk-batuk karena ia tidak bisa mengeluarkan asap rokok yang ia hirup. Donghae menepuk-nepuk punggung Hamun, membantu kekasihnya agar merasa lebih baik.

“Sepertinya rokok susah untukku saat ini,” ujar Hamun. Ia langsung mengambil kaleng bir dan meminumnya. Melihat itu, Donghae juga langsung merebut bir yang Hamun minum. “Yaa! Kang Hamun! Kau tidak boleh merokok atau pun minum bir! Kalau kau melakukan itu lagi, lebih baik kita putus!” seru Donghae. Hamun bisa melihat kekasihnya benar-benar marah padanya.

“Waeyo? Aku tak mengerti kenapa oppa melarangku,” tanya Hamun.

“Kalau kau merokok dan minum-minum sepertiku, kau akan sakit. Paru-paru dan lambungmu akan rusak. Kau tak akan hidup lama, Hamun! Aku tak mau kehilanganmu lebih dulu!” seru Donghae. Nafasnya tersenggal-senggal akibat emosinya tadi. Setetes air matanya pun mengalir tanpa sempat ia tahan. Pikiran Hamun akan meninggalkannya sendirian di bumi ini membuat hati Donghae terasa sakit. Ia merasa ketakutan. Ia tak bisa membayangkan kalau hal itu sampai terjadi.

Hamun terdiam menatap pria itu. “Oppa, jangan menangis,” pinta Hamun lirih.

Donghae menarik Hamun kedalam pelukannya. Ia memeluk Hamun sangat erat. “Aku mohon, mengertilah perasaanku, Hamun,” pintanya.

Hamun membalas pelukan Donghae. “Oppa, kau tahu rasanya bagaimana saat membayangkan hal itu terjadi?” tanya Hamun.

“Ne,” jawab Donghae.

“Oppa, apa sekarang kau mengerti perasaanku tiap kali aku melihatmu merokok atau minum-minum seperti itu?” tanya Hamun yang membuat Donghae terdiam. “Aku merasakan ketakutan yang sama, oppa. Aku ingin selalu denganmu, aku tak ingin kau meninggalkanku,” pinta Hamun. Kini ia mulai menangis. Mendengar tangisan Hamun, membuat hati Donghae kembali terasa sakit. Ia baru sadar ketakutan yang Hamun rasakan.

“Mianhe, sayang. Aku janji tidak akan melakukannya lagi,” kata Donghae.

Hamun melepaskan pelukannya. “Terima kasih, oppa. Aku akan membantumu,” ujar Hamun lalu mencium bibir Donghae.  Donghae mendorong Hamun pelan sehingga keduanya kini kembali tertidur di rerumputan. Donghae menawarkan lengannya untuk menjadi bantal Hamun.

Hamun melepas bibirnya. Mereka berdua tersenyum satu sama lain, sembari Donghae menyeka sisa air mata Hamun. “Kau sengaja merokok dan minum minuman itu tadi?” tanya Donghae.

“Mianhe, oppa. Tapi, syukurlah, caraku berhasil,” kata Hamun dengan riang. “Oia, sudah aku pikirkan apa yang oppa minta tadi. Mulai sekarang aku tidak akan bolos, kalau oppa tidak bolos. Aku akan memakai seragam dengan baik, kalau oppa juga melakukan hal yang sama,”

“Yaa, Kang Hamun! Neo!”

“Oppa, kau sudah kelas 12. Bukannya sekarang waktu oppa memikirkan kalau kelak kau akan menghidupiku?”

“Iya, tapi-”

“Oppa, apa kau mau aku meninggalkanmu kelak karena mati kelaparan?” tanya Hamun yang membuat Donghae tertawa terbahak-bahak.

Donghae memeluk Hamun. “Jangan bercanda dengan kata-kata ‘Kau akan meninggalkanku’. Bagiku kata-kata itu sangat mengerikan sekarang,” ujarnya sambil mencium kening Hamun.

“Kalau aku meninggalkan oppa-”

“Kang Hamun!” seru Donghae yang membuat Hamun langsung terdiam. “Aku tak akan membiarkanmu meninggalkanku, sampai kapan pun. Aku akan berusaha keras agar kau selalu bersamaku. Bahkan tadir pun tidak akan bisa memisahkan kita. Aku akan berubah,” ujar Donghae. Ia mendapati Hamun sedang menatapnya lekat sekarang. “Waeyo?” tanya Donghae.

“Kalau kau mengucapkan kata romantis seperti itu, aku jadi ingin menciummu oppa,” ujar Hamun.

Donghae tertawa kecil. “Kali ini aku yang akan menyerangmu lebih dulu,” katanya lalu Donghae mencium bibir Hamun dengan lembut.

Hari ini, di bawah langit senja, di halaman belakang sekolah Hamun, aku memutuskan untuk berubah. Suatu hal yang tak pernah kupikirkan akan terjadi dalam hidupku. Ia datang bagaikan keajaiban yang memberiku kesempatan. When Hamun said to me, “I love you”, I know that it’s the sign from the heavens that I’m here for a reason. To be with you, to make you happy. I’m so lucky, to met you and fall in love with you.

END

Thank you for reading all sequels of ‘High School Rhapsody’. This is the last couple and hope you like it too🙂
Oia, ceritanya detailnya Donghae kalau sekolah ga pernah mau pake seragam. Bajunya yang difoto itu gaya andalan Donghae kalau ke sekolah hehehe.
Uda pada nonton comeback-nya Devil ngga? Donghae ganteng banget hahahaha.

Makasih chingudeul! ^^