“Jadi seperti itu, sedikit cerita yang aku tau dari Jihyo,” ujar Hyejin menjauhkan semua smartphone dari Kyuhyun.

“Berikan smartphoneku!” teriak Kyuhyun begitu mendengar cerita Hyejin.

“Tidak, tidak akan. Kau ingat terakhir kali saat Sungmin dan Jihyo putus lalu kau datang marah-marah? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” jelas Hyejin.

“Aku tidak akan marah-marah,” terdengar sekali nada kebohongan dari mulut Kyuhyun. Hyejin tau apa yang akan Kyuhyun lakukan jika ada orang yang menyakiti dongsaeng kesayangannya.

“Tidak. Biarkan Jihyo yang menyelesaikan sendiri,” tegas Hyejin.

Suara bel apartemen Kyuhyun mengusik pembicaraan keduanya. Kyuhyun dengan kesal menuju pintu sambil mendumel siapa yang datang malam-malam seperti ini.

“Jihyo!” Seru Kyuhyun saat mendapati Jihyo basah kuyup di depan apartemennya.

“Annyeong, hatchim!” Jihyo tak bisa menahan bersinnya, ia kedinginan dan menggigil. “Oppa, mau masuk.”

“Ne, ne. Masuklah, ayo masuk,” Kyuhyun menyuruh Jihyo masuk dan dengan secepat kilat namja itu masuk ke kamarnya.

“Oh my God, Jihyonnie. Kau kenapa hujan-hujanan seperti itu?” Hyejin setengah berteriak begitu melihat membernya basah kuyup.

“Aku lupa bawa dompet dan smartphoneku. Lalu hujan deras dan aku tidak tau mau kemana. Apartemen Kyuhyun oppa yang paling dekat,” ujar Jihyo sambil menerima handuk yang dibawa Kyuhyun. “Gomawo Hyung oppa, hatchim!”

“Duh, kau ini! Ini ada baju Hyejin. Ganti pakaianmu sana, kau mulai sakit,” Kyuhyun memandang adiknya dengan cemas.

“Bagaimana mungkin aku bisa sakit lagi, oppa? Aku sudah sekarat seperti ini,” gumam Jihyo yang langsung dihadiahi jitakan dari Kyuhyun.

“Aku tidak suka kau berbicara seperti itu!” Bentak Kyuhyun.

“Oppa, aku kan becanda,” ujar Jihyo sambil menghirup kembali ingusnya.

“Iyuh kau jorok, Choi Jihyo. Ini, pakai tissue,” seru Hyejin. “Sana, ganti baju dulu di kamar.”

Jihyo mengangguk dan berjalan gontai menuju kamar Kyuhyun.

“Berikan smartphoneku sekarang,” bisik Kyuhyun. “Aku tidak tahan untuk memaki anak itu.”

Hyejin memelototi Kyuhyun dan memberi isyarat untuk diam saat Jihyo keluar dari kamar.

“Oppa, onnie, kalian sedang apa?” Tanya Jihyo tanpa melihat keduanya. Ia terus mengintip dari balik tirai jendela, kemudian menutupnya dengan cepat seolah melihat hantu.

“Waeyo?” Tanya Hyejin.

Jihyo menggeleng dan dengan cepat menyempil diantara Hyejin dan Kyuhyun. “Aku tidur di sini ya, malam ini?”

“Ne, kau bisa tidur di kamar tamu,” jawab Kyuhyun sambil mengeringkan rambut Jihyo dengan handuk.

“Aaaaaaaargh, aku tidak mau tidur di kamar tamu,” rajuk Jihyo. “Aku mau tidur dengan oppa dan onnie. Jebaaal.”

Hyejin bertukar pandang dengan Kyuhyun. Namja itu menggeleng dengan cepat, namun Hyejin mencoba bernegoisasi.

“Memangnya kalian tidak capek apa setiap hari selalu melakukan itu? Aku kan cuma ingin tidur dengan kalian malan ini saja,” Jihyo memanyunkan bibirnya.

“Ya! Apa maksudnya melakukan itu? Aku dan Hyejin tidak melakukan apa-apa. Sudah kau tidur saja di kamar tamu,” perintah Kyuhyun.

“Evil magnae, kau ingin tidur dengan kami?” tanya Hyejin lembut.

“Ne! Aku sedang butuh dua pelindungku. Maksudku, kau dan Kyuhyung oppa adalah orang yang selalu melindungi setiap aku kesulitan seperti ini,” Jihyo menaikkan kakinya ke atas sofa dan memeluknya. “Yah, walaupun kalian suka cerewet juga sih dan selalu marah-marah melarang ini itu, hahaha.”

“Tadi aku hampir terharu mendengar perkataan bocah tengik ini,” Kyuhyun menjambak rambut Jihyo. “Tidak, tidak boleh, kau tidur di kamar tamu. Hatchim!”

Jihyo memberikan tissue ke Kyuhyun. “Tuh kan.”

“Tuh kan apa? Aku ketularan kau, magnae! Hatchim!” Kyuhyun tak bisa menahan bersinnya. Ini pasti karena sejak tadi Jihyo terus bersin di depannya.

“Makanya ayo istirahat! Onnie, jangan sampai ketularan kami berdua. Ayo tidur. Kajja!” Seru Jihyo menarik tangan Kyuhyun dan Hyejin. Namun Kyuhyun menarik lagi Jihyo hingga terjungkal.

“Kau tidur di kamar tamu, hatchiiiiim!”

“Onnie!” Jihyo mulai mengeluarkan jurus terakhirnya, menangis. Airmatanya sudah mulai mengalir di pipi, dan ditambah dengan raungan teriakannya.

“Sudah sudah, cup cup Hyonnie. Ayo istirahat,” Hyejin sudah tak bisa berbuat apa-apa jika Jihyo sudah seperti ini.

“Tapi aku kan sakit, Hyejin!” Ucap Kyuhyun tidak terima.

“Lalu memangnya kalau kau sakit kenapa? Aku juga sakit, oppaaaa,” raung Jihyo.

“Aku butuh vitamin dari Hyejin,” ujar Kyuhyun tak mau kalah.

“Vitamin apa memangnya? Aku juga mau,” suara Jihyo mulai serak dan kepalanya mulai berat.

“Baiklah begini saja,” Hyejin menengahkan kedua evil magnae di depannya. “Aku dan Kyuhyun akan menemanimu sampai tertidur di kamar tamu, arra Hyonnie?”

Jihyo mengangguk penuh kemenangan dan berlari menuju kamar tamu. “Okaaay!”

“Ya! Song Hyejin! Kau ini apa-apaan membuat kesepakatan dengan bocah evil itu?” Kyuhyun menyumpal hidungnya dengan tissue agar ingusnya tidak keluar.

“Kau kenal Jihyo lebih lama dariku, kau seharusnya tau bagaimana Jihyo jika tidur,” Hyejin menyentil Jihyo.

“Jihyo itu kalau tidur seperti orang belum tidur selama seminggu! Tidak bisa dibangunkan! Sepertinya dia tidak akan bangun walaupun ada gempa! Lalu memangnya kenapa? Oh!” Kyuhyun baru menyadari maksud Hyejin.

“Biarkan Jihyo tidur dulu baru aku akan memberikanmu vitamin,” Hyejin mencium mesra Kyuhyun, dan tentu saja Kyuhyun tidak melewatkan kesempatan ini. Kyuhyun mendorong tubuh Hyejin hingga terbaring.

“Eheeeeem! Cho Kyuhyun-ssi, Song Hyejin-ssi, aku sedang sakit tapi aku masih bisa melihat dengan jelas apa yang kalian berdua lakukan,” teriak Jihyo menginterupsi pergelutan keduanya,

“Hehe, mian Jihyo. Ayo, kau mau kami temani tidur?” Ujar Hyejin membenarkan kemejanya.

“Aku tidur sendiri sajalah, selamat malam, onnie, oppa,” ujar Jihyo menutup pintu kamar.

“Kepada tidak daritadi saja sih anak itu tidur sendiri?” Ujar Kyuhyun lega. “Jadi, kita lanjutkan ke dalam kamar?”

“Arra, arra,” Hyejin bangkit berdiri dan berjalan ke dalam kamar. Namun ia membelokkan langkahnya ke jendela saat melihat tirai belum tertutup sempurna.

“Oppa, lihat siapa yang hujan-hujanan selain uri Jihyonnie,” seru Hyejin menyibakkan tirai jendela.

Kyuhyun melihat dari belakang pundak Hyejin. Wajahnya mengeras, dan dengan cepat menutup tirai jendela. “Sudah, ayo masuk ke kamar.”

Terima kasih untuk para readers selama ini yang telah membaca ff😀 Maaf kalau komennya belum sempat dibalas, i promise i will, asap🙂

Ditunggu ff dengan couple-couple lainnya. Untuk Wooji couple, ditunggu saja bagaimana updatenya🙂