“Hae oppa!” seru Jihyo membukakan pintu apartemen Eric. “Kau datang sendirian?”

“Ne. Bagaimana bisa kau tinggal di apartemen Eric hyung?” tanya Donghae oppa memasuki apartemen. “Kau sudah baikan, Jihyo? Demam dan flunya sudah hilang? Mengapa kau main hujan-hujanan sih?”

“Oppa, satu-satu bertanyanya,” seru Jihyo. “Kata manager oppa, aku harus banyak istirahat. Keadaanku sudah lebih baik kok, hanya saja kalau aku tinggal di rumah, pasti Siwon oppa mencerewetiku melulu. Berdiam diri di dorm mengingatkanku akan pekerjaan, tidur di apartemen Kyuhyun oppa pasti mengganggu aktivitas animal couple.”

“Intinya kau tinggal di sini karena tidak mau diganggu?” tebak Donghae.

Jihyo dengan cepat mengangguk. “Namun kekasihmu bersikeras untuk menemaniku di sini. Tuh.” Jihyo mengarahkan telunjuknya ke kamar tamu.

“Oppa,” seru Hamun keluar dari kamar. “Mengapa kau ke sini?”

“Jihyo menghubungiku, katanya ia bosan sendirian di apartemen,” ujar Donghae mengecup dahi Hamun, namun Hamun dengan cepat menghindar.

“Hamun-ah, tidak usah sungkan begitu, aku sudah lihat yang lebih parah saat bersama animal couple, hahaha,” goda Jihyo.

“Onnie, aku kan ada di sini, kau tidak sendirian. Mengapa kau menghubungi Donghae oppa?” protes Hamun.

“Kau sibuk dengan tugas-tugas kuliahmu. Aku tidak ada teman mengobrol,” rajuk Jihyo. “Kau tau kan, kalau orang sakit itu perlu dihibur dan ditemani agar cepat sembuh? Sudah sana kerjakan tugasmu dulu. Aku pinjam Hae oppa, hehe.”

“Kalian sudah makan? Ini aku bawakan makanan,” ujar Donghae sambil menyerahkan bungkusan untuk Hamun dan Jihyo.

Jihyo mengintip bungkusan milik Hamun. “Kau kenyang hanya makan satu apel seperti itu?”

“Dia sedang diet, Jihyo,” bela Donghae.

“Oppa, aku ini kan juga member Super Girls. Kau pikir aku tidak perlu diet apa? Mengapa kau belikan aku burger? Kau tidak adil,” erang Jihyo.

“Kau kan sedang sakit,” tawa Donghae. “Makanlah, Jihyo. Jangan sampai sakit lagi.”

“Arra, arra… Aku hangatkan dulu burgernya,” gumam Jihyo menuju dapur meninggalkan cotton candy couple. Ia membuka lapisan roti atas burger yang dibawakan Donghae.

“Eh?” Jihyo memicingkan matanya saat melihat isi burger tersebut. Tiga lapis keju dengan dua potongan ayam dan ikan dori diantara keju. Tumpukan selada berada di paling dasar dan paling atas roti burger, tanpa ada sepotong tomat. Jihyo menemukan saus sambal di setiap lapisan isi burger tersebut. Hanya ada sedikit orang yang tau kesukaan Jihyo akan burger seperti ini, bahkan para member Super Girls tidak ada yang tau.

“Oppa,” teriak Jihyo dari dapur. “Apakah kau tadi habis pergi dengan Siwon oppa dan Kyuhyun oppa?”

“Tidak, Jihyo. Aku sehabis shooting CF. Waeyo?” teriak Donghae.

“Gwenchanayo,” balas Jihyo. Ia menginjak pedal tempat sampah dan membuang burger yang dibawa Donghae.

“Cepat sekali makannya,” sambut Donghae saat melihat Jihyo keluar dari dapur.

“Aku simpan oppa, masih belum terlalu lapar,” Jihyo terpaksa berbohong, ia tak ingin menyakiti hati Donghae. “Magnae, mengapa kau masih ada di sini? Katanya tugasmu banyak.”

“Tapi onnie,” Hamun langsung menutup mulutnya saat melihat raut wajah Jihyo berubah. “Arra, aku selesaikan tugasku dulu. Oppa, tidak apa-apa aku tinggal?”

“Gwenchana, jagi,” Donghae mengelus rambut Hamun dengan lembut hingga membuat Jihyo meringis melihatnya.

“Duh aku bisa sakit melihat kalian terlalu manis seperti itu,” celetuk Jihyo.

“Onnie,” Hamun langsung salah tingkah. “Mianhae, aku dan Donghae oppa tidak akan seperti itu lagi di hadapanmu.”

“Ya, ya, ya! Aku bercanda, hanya bercanda. Oppa, mengapa kekasihmu serius sekali sih?” ujar Jihyo mendorong Hamun masuk ke kamar.

“Aku baik-baik saja magnae. Jangan khawatirkan aku ya? Khawatirkan saja tugas-tugasmu yang menumpuk.”

“Onnie,” Hamun memandang Jihyo dengan cemas. “Kalau ada apa-apa cerita dengan aku ya.”

“Ne, magnae. Sudah sana belajar lagi,” perintah Jihyo sambil menutup pintu kamar.

“Oppa, tahun ini kau akan menjalani wamil?” Jihyo bergabung dengan Donghae yang sedang duduk menonton televisi.

“Ne, Jihyo,” jawab Donghae.

“Wah, Hamun tidak sabar saat kau menjalani wamil nanti,” ujar Jihyo berapi-api, memancing keingintahuan Donghae.

“Hamun? Bersemangat?” tanya Donghae penasaran.

“Sini, sini, aku bisikkan sesuatu,” ujar Jihyo mendekatkan wajahnya ke telinga Donghae. “Kata Hamun, ia akan menyiapkan sesuatu yang spesial sebelum kau pergi nanti.”

Donghae langsung menarik dirinya menjauhi Jihyo dan menatap sang evil magnae dengan tidak percaya. “Sesuatu yang spesial?”

“Ne, oppa. Hahahaha, wajahmu memerah, kau memikirkan apa memang?” Jihyo tidak bisa menghentikan tawanya. “Tunggu, tunggu, kalau pembicaraan seperti ini, aku harus mengajak mereka berdua.”

Jihyo meraih smartphonennya dan menghubungi dua member yang ahli dalam pembicaraan seperti ini.

“Jihyo, ada apa?” tanya MinAh.

“Jihyo, kau bisa hubungi aku sebentar lagi? Kyuhyun bilang 5 menit lagi,” bisik Hyejin.

“Onniedeul, ini penting, penting! Aku sedang bersama Donghae oppa dan membicarakan soal Hamun,” Jihyo seolah-olah memberitahukan hal yang sangat penting kepada onniedeulnya.

“Donghae oppa, kuharap kau bisa menerima Hamun yang baru, kyaaa!” teriak MinAh. “Dia akan menyerahkan diri kepadamu.”

“Soal Hamun? Minggir dulu, Kyuhyun-ah!” perintah Hyejin. “Oke, kau membutuhkan apa, Donghae oppa? Kami akan membuatkan malam perpisahan untukmu dan Hamun sebelum kau pergi wamil.”

“Aku bisa mengatur jadwalku dan mengkhususkan satu hari untuk berbelanja semua yang dibutuhkan,” ujar Jihyo menawarkan diri.

“Tunggu, tunggu. Kalian membicarakan apa sih? Jihyo! Kau berbohong soal Hamun akan menyiapkan sesuatu yang spesial? Ini ide kalian berarti?” Donghae menyela ketiga yeoja Super Girls yang semakin heboh dalam obrolan mereka.

“Oppa, bagaimana kalau makan malam dengan menu spagetti? Uuuuh, romantis jika nanti kalian berciuman sambil memakan itu. Kyaaaa!” teriak Jihyo heboh hingga Hamun keluar dari kamarnya.

“Onnie, ada apa sih?”

“Magnae, sana masuk kembali! Ini pembicaraan orang dewasa, hush hush!” usir Jihyo.

“Hahahaha, Jihyo. Kau juga masih bocah, jangan begitu kepada Hamun,” seru MinAh.

“Onniedeul, ada apa?” Hamun mendekat ke Jihyo dan Donghae yang sedang melakukan conference call dengan Hyejin dan MinAh.

“Ya, Lee Donghae! Aku akan memanas-manasimu untuk menerkam Hamun. Atau kau perlu pinjaman alat-alat?,” ujar Kyuhyun bergabung dalam pembicaraan.

“Kyuhyun-ah, panggil aku hyung! Dasar magnae tidak sopan,” omel Donghae.

“Donghae oppa, tolong tinggalkan salah satu kemejamu untuk Hamun. Akan lebih baik kalau berwarna putih. Pasti akan seductive jika Hamun memakai kemejamu, hahaha,” seru MinAh.

“Hamun harus memasang lilin aromaterapi di kamar nanti saat berduaan denganmu, oppa!” tawa Hyejin meledak sambil membayangkan adegan itu. “Hahaha, aku tidak bisa membayangkan bagaimana Hamun nanti.”

“Onniedeeeeul, kalian membicarakan apa sih?” Hamun menyembunyikan wajahnya yang merah di punggung Donghae.

“Laporan pandangan mata dari Choi Jihyo. Nona Kang Hamun menyembunyikan wajah merah tomatnya di punggung Tuan Lee Donghae. Tangannya memeluk erat pinggang sang namja. Kyaaaa!” teriak Jihyo semakin heboh.

Kyuhyun, Hyejin, dan MinAh terus memberikan saran-saran absurd mengenai apa saja yang harus dilakukan saat malam perpisahan nanti. Wajah Donghae dan Hamun sudah tidak menentu mendengarnya.

Jihyo terdiam sesaat di tengah keributan. Ia baru menyadari hal sesederhana ini bisa menolongnya untuk cepat sembuh. Jihyo tertawa, ia sudah semakin baik, buktinya ia bisa mengerjai sang cotton candy couple.

“Super Girls, bisakah kita mengadakan pertemuan tertutup di dorm? MinAh, tolong hubungi HyunAh ya. Besok bagaimana?” ujar Hyejin.

“Pertemuan apa onnie?” tanya Hamun dari belakang Donghae.

“Pertemuan untuk menatarmu menjadi yeoja dewasa seutuhnya, hahaha,” goda Hyejin.

“Hahaha, aku jadi sembuh jika mengerjai orang seperti ini, hahaha,” Jihyo hampir saja terjungkal karena tertawa terus menerus. “Mianhae, magnae.”

“Pasti aku akan datang!” seru MinAh. “Akan kuajarkan Hamun bagaimana memakai kemeja yang baik dan seksi, aaaawwww!”

“Onniedeeeul!” teriak Hamun meminta ampun pada ketiga onnienya yang sibuk memanas-manasi dirinya dan kekasihnya.