Jihyo menguap berkali-kali menunggu gilirannya didandani. Ia mengambil smartphonenya dari dalam tas dan memencet tombol kamera, menatap lensa kamera depannya dengan tataan kosong dan ekspresi sedih, dan memotretnya.

“Jihyo, ayo sekarang giliranmu,” ujar make-up artist onnie memanggilnya. Jihyo duduk di depan kaca sambil tak melepaskan pandangannya dari layar smartphonenya. Ia mengupload foto yang baru saja ia potret ke instagram miliknya.

First day back to work after bed rest. My bare face… I look awful :((

“Akhirnya kau mengupdate instagrammu juga, Jihyo,” intip make-up artist onnie.

“Hehe, selama aku sakit, semua member mengontrol penggunaan smartphoneku, onnie. Aku baru bisa bebas sekarang,” ujar Jihyo sambil menggerakkan jarinya di layar smartphonennya. Jarinya berhenti saat melihat update baru dari Choi Seunghyun.

White Rose. Beautiful.

Jihyo tersenyum melihat foto yang diunggah oleh Seunghyun. Sebuket bunga mawar putih, bunga kesukaan Jihyo, dengan tone warna black and white. Suatu kebetulan Seunghyun oppanya mengupload foto yang bisa membuat mood Jihyo naik seperti sekarang.

+++

Jihyo memotret makanan yang disajikan di depannya. Setelah beberapa kali mengedit dengan menambahkan filter di fotonya, ia mengupload ke instagram.

“Anak jaman sekarang, sebelum makan bukannya berdoa, malah foto dan update di media sosial,” omel Hyejin.

“Onnie, MinAh dan HyunAh onnie juga begitu. Kenapa jadi aku yang dimarahi sih?” keluh Jihyo.

“Karena kau lebih muda dari kami,” MinAh menyendokkan sup ke mangkok Jihyo. “Sudah cepat makan, nanti kau sakit lagi.”

Jihyo hanya bisa pasrah menuruti semua ucapan onniedeulnya. Sesekali ia melihat ke layar smartphonenya, namun Hyejin sudah lebih dulu menangkap gelagat Jihyo dan memelototinya.

MinAh hanya bisa tertawa melihat sang leader dan evil magnae. Ia mengalihkan pandangannya ke smartphonenya saat mendengar bunyi notifikasi menyala.

“Hahaha, bagaimana bisa aku tidak memberikan love di semua foto T.O.P? Dia selalu sangat tampan di setiap fotonya,” MinAh mengedarkan smartphonennya ke para member.

“Onnie, maksudnya apa ya foto ini?” tanya Hamun.

“Entah, tapi lucu saja melihat T.O.P mengupload foto close up matanya, hihihi,” seru MinAh.

“Strong eye,” gumam Hyejin membaca caption fotonya. “Ya ampun, ada-ada saja.”

HyunAh memegang smartphone MinAh dan menscroll layar smartphone MinAh. Ia memperhatikan caption foto yang beberapa menit lalu diupload oleh Jihyo.

Carrot, carrot, carrot…

+++

“Jihyo, minum obat!” teriak MinAh begitu kelima yeoja tersebut kembali dari syuting MV terbaru mereka dan makan sianng.

“Onnie, aku sudah tidak sakit. Makan obat apa lagi sih?” ujar Jihyo merebahkan dirinya ke sofa.

“Kalau begitu minum vitamin!” teriak MinAh masuk ke dalam kamarnya.

Jihyo mendumel tanpa suara menuju kamarnya, mengambil sebotol vitamin yang dibelikan MinAh tempo hari.

“Menyebalkan. Aku cuma demam saja semuanya langsung heboh,” gerutu Jihyo. Ia membanting tubuhnya ke tempat tidur, menggulung dirinya di dalam selimut, dan kembali meraih smartphonenya.

“Mari kita lihat ada update terbaru apa,” gumam Jihyo.

Jihyo tertawa melihat caption dari foto yang menampilkan siluet Seunghyun. “Oh my, apa-apaan dia menuliskan kata handsome?”

Jihyo ingin sekali ikut memberikan comment, namun ia urungkan. Ia mengerenyitkan dahinya memikirkan apa yang ia bisa perbuat, akhirnya Jihyo mengupload foto selfie dengan menunjukkan jari jempolnya yang membentuk tanda thumb up.

Jjang!

+++

“Makan malam siaaap!” teriak HyunAh memanggil para member Super Girls yang lainnya untuk berkumpul di ruang makan.

“Mmmh, aromanya enak, onnie,” seru Hamun sambil menuangkan air ke masing-masing gelas onniedeulnya.

“Seharusnya kau tidak usah repot-repot memasak, Hyun. Kan bisa pesan saja,” ujar Hyejin duduk di memandangi makanan yang berada di meja makan. “Bagaimana kita bisa menghabiskan makanan sebanyak ini?”

“Aku bisa, Hamun bisa. Iya kan, magnae?” seru Jihyo dilanjutkan anggukan Hamun.

“Jihyo, kau tidak mau mengupdate instagrammu dulu?” goda MinAh.

“Heeee, buat apa onnie?” tanya Jihyo bingung.

“Gwenchana,” MinAh menarik kursi makan dan dengan cepat duduk. Ia meraih piring di hadapannya dan menyendokkan nasi ke piringnya. “Tapi aku penasaran, Jihyo. Lebih baik kau update sekarang, cepat!”

“Ada apa sih, onnie? Penasaran kenapa?” tanya Hamun melirik Jihyo. Jihyo mengangkat kedua bahunya.

“Entah, aku juga tidak mengerti maksud MinAh onnie,” gumam Jihyo sambil mengunyah makanannya.

“Sudah, upload saja, foto apa saja,” timpal HyunAh seolah mengerti apa yang dimaksud MinAh.

“Ah, tidak mau! Kalian sedang merahasiakan sesuatu dariku dan Hamun,” elak Jihyo.

“Dariku juga,” sahut Hyejin. “Lebih baik kau turuti perkataan MinAh dan HyunAh agar kita semakin cepat tahu apa yang dirahasiakan mereka berdua.”

Jihyo cemberut mendengarnya. “Aku tak tau apa yang harus di upload, onnie,” rengek Jihyo. Namun ketiga onniedeulnya tidak memperdulikannya, sedangkan sang magnae tak bisa menolongnya.

Akhirnya Jihyo mengubek isi folder albumnya, ia mengingat ada foto bertuliskan satu kalimat yang sangat ia upload.

“Sudah aku upload,” seru Jihyo. “Bolehkah aku tau apa maksud HyunAh dan MinAh onnie sekarang?”

“Belum, belum saatnya,” seru MinAh sambil mengecek smartphonenya. “Harap sabar, hihihi.”

“Hyun onnie, ada apa sih memangnya?” rengek Jihyo.

“Nanti Jihyo, aku dan MinAh juga sedang menunggu sesuatu,” ujar HyunAh mengelus pundak Jihyo.

Suara bunyi notifikasi berbunyi dari smartphone MinAh. “Ah, ini dia! Benar kan!” MinAh memberikan smartphonenya ke HyunAh.

“Oh, ini manis sekali,” gumam HyunAh.

“Apa sih?” Hyejin mengambil smartphone MinAh dari tangan HyunAh. Ia melihat foto yang baru saja diupload oleh Seunghyun. Seunghyun tersenyum sambil menunjukkan jari jempol dan telunjuknya yang berkaitan, membentuk lambang hati.

“Serendipity,” gumam Hyejin membaca caption foto Seunghyun. Hyejin menscroll halaman tersebut, ia menemukan postingan Jihyo, sebuah foto dengan rangkaian kalimat ‘What Is Love?’

“Coba lihat, onnie,” seru Hamun mendekat ke arah Hyejin.

“Serendipity, nice answer,” gumam Jihyo tersenyum melihat layar smartphonenya. Namun tiba-tiba layar smartphone Jihyo menunjukkan foto penelpon yang saat ini sedang berusaha menghubungi Jihyo.

“No, no. You’re not the answer,” bisik Jihyo sambil memencet tombol reject.

Annyeong! Kembali lagi bersama author dan kelanjutan seri Miss Evil😀

Akhirnya tinggal satu cerita terakhir dari seri Miss Evil. Dimohon kesabarannya sedikit lagi menunggu cerita terakhirnya yaaa