image

Enjoy!

Who’s back to the house?

Kyuhyun sudah mulai terbiasa melihat pria tinggi dengan wajah dingin dan tatapan tajam yang akhir-akhir ini sering berkeliaran di dalam apartemen Super Girls. Choi Seunghyun. Tujuan utamanya tentu saja hanya untuk melihat si evil magnae yang sudah dua minggu menderita flu. “Masuk saja ke dalam tapi Hyejin eonni belum pulang, Oppa,” ujar Jihyo sambil bermain monopoli dengan Seunghyun. Tampaknya, ruang tamu adalah ruang favorit untuk double Choi tersebut.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis. Tentu saja Kyuhyun tahu kekasihnya belum pulang. Semenit yang lalu Hyejin mengirimkan pesan bahwa ia akan pulang setengah jam lagi. Kyuhyun hanya ingin datang lebih cepat sebelum kekasihnya pergi lagi untuk jadwal lainnya. “Kenapa masih berdiri di sini?” Tanya Jihyo melihat Kyuhyun yang belum beranjak ke ruang santai, dimana masih banyak tempat duduk kosong untuk diduduki bahkan ditiduri.

Kyuhyun menatap Seunghyun dengan salah tingkah. Meski sudah berkali-kali melihat pria itu, Kyuhyun masih merasa aneh jika berhadapan dengan Seunghyun. “Kau datang dengan siapa, hyung? Apa Seungri ikut?” Tanya Kyuhyun pelan. Seunghyun menggelengkan kepalanya. “Aku datang bersama Daesung dan Taeyang. Seungri sedang bersenang-senang dengan teman-temannya di Jeju,” jawab Seunghyun yang membuat hati Kyuhyun bersorak lega.

Dengan langkah ringan, Kyuhyun masuk ke dalam ruang santai lalu duduk di antara Hamun dan HyunAh. Tangannya merangkul erat kedua gadis itu. Senyumnya terukir lebar dari ujung telinga kanan sampai ujung telinga kiri. HyunAh dan Hamun hanya menggumam heran melihat tingkah laku pacar leader mereka itu.

“Apa yang membuatmu senang begitu, Kyu? Lagu baru? Variety show baru?” Kyuhyun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban untuk pertanyaan HyunAh. Senyumnya masih merekah lebar. “Lalu?” Tanya HyunAh lagi.

Hamun menelan keripiknya lalu menjawab pertanyaan HyunAh. “Aku tahu. Kyuhyun Oppa senang karena hari ini tidak ada Seungri Oppa yang datang mengganggu acara pacarannya dengan Hyejin eonni. Aku benar kan?”

Kyuhyun mencium kepala Hamun dengan gemas yang segera dihapus oleh Hamun dengan menggosokkan bantal ke kepalanya. “Aku akan melaporkan perbuatan Oppa kepada Donghae Oppa,” ujar Hamun yang tentu saja tidak dipedulikan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun merentangkan tangannya lalu meletakkannya di atas kepala. “Aku bisa bebas mencumbu Hyejin hari ini. Aaaah, senangnya! Ngomong-ngomong mana Taeyang dan Daesung? Kata Seunghyun hyung mereka juga datang,” tanya Kyuhyun teringat dua pria yang belum ia lihat.

“Taeyang oppa sedang buang air di kamar mandi,” kata Hamun menunjuk toilet di seberang ruang santai. “Dan Daesung Oppa ada di sana,” lanjut Hamun menunjuk Daesung yang sedang berada di balkon, mendengarkan omelan MinAh.

“MinAh noona sedang mengomeli Daesung? Waeyo?” Tanya Kyuhyun yang tidak tahu asal muasal kenapa dua kakak-beradik jadi-jadian itu bisa berada di sana.

“Panjang ceritanya. Kalau kau mau tahu, mendekat saja ke sana,” ujar HyunAh. Kyuhyun pun berpindah dari ruang santai ke ruang makan yang letaknya berada dekat dengan balkon. Dari sana, Kyuhyun bisa mendengar lebih jelas apa yang sedang dibicarakan Daesung dan MinAh.

“Sung-ie, sudah aku bilang ratusan kali padamu, jangan pernah lagi memakai gaya rambut yang panjangnya sampai menutupi mata. Aku risih melihatnya!” Omel MinAh. Kyuhyun harus menahan tawa mendengar omelan MinAh yang tidak masuk akal menurutnya.

Daesung, dengan suara pelannya, mencoba untuk membela diri. “Itu kerjaan stylist-ku. Aku juga meminta agar diberikan style rambut yang lain tapi mereka tidak mau. Aku tidak punya pilihan, Min noona.” Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya, menyetujui pembelaan diri Daesung.

“Paling tidak kau bisa meminta mereka memotong sedikit rambutmu. Haiish, anak payah!” Omel MinAh lagi.

Daesung hanya menerima omelan MinAh dengan lapang dada. Ia sudah tahu salah satu hobi MinAh memang mem-bully dirinya tapi ia juga tahu MinAh menyayangi dirinya nyaris seperti MinAh menyayangi Park Jungsu, oppa kandungnya. “Noona, apa kau tidak punya makanan? Aku lapar,” ujar MinAh.

Tanpa diminta dua kali, MinAh berdiri untuk mengambil makanan di dapur. “Tunggu sebentar. Aku akan mengambilkannya untukmu,” kata MinAh. Kyuhyun buru-buru mengambil langkah keluar dari ruang makan sebelum MinAh menemukannya sedang menguping pembicaraan wanita itu dengan Daesung.

MinAh melihat punggung Kyuhyun sebelum pria itu menghilang dari tatapannya. “Yaaak!! Cho Kyuhyun!! Kau menguping pembicaraan kami?!”  Teriak MinAh dengan murka kepada magnae Super Junior tersebut.

Kyuhyun kembali ke ruang santai, bergabung bersama dua gadis lain dan satu pria yang baru muncul sekembalinya ia dari kamar mandi. “Cho Kyuhyun-ssi,” sapa Taeyang dengan ramah, bahkan sampai memeluk Kyuhyun.

“Youngbae-ssi,” balas Kyuhyun. Keduanya saling melempar tawa lalu duduk berdampingan di satu sofa. “Jadi siapa fangirl-mu di dorm ini?”

Taeyang mengerlingkan mata kepada Hamun yang tersenyum malu-malu. “Aku akan melaporkanmu kepada Donghae hyung!” Kata Kyuhyun disusul tawa renyah yang terdengar hampir ke seluruh penjuru ruangan dorm.

“Aku menyukai Taeyang oppa karena dia begitu manis dengan Haru,” ujar Hamun menyatakan alasannya.

“Apa Donghae hyung kurang manis?” Goda Kyuhyun meningkatkan emosi Hamun sehingga tanpa berpikir panjang melesatkan bantal sofa ke wajah Kyuhyun.

“Kyu Oppa, aku akan melaporkanmu pada Hyejin eonni begitu dia pulang!”

Kyuhyun hanya tertawa diikuti Taeyang. “Aku juga menyukai Hamun karena ia begitu manis dengan Donghae hyung,” kata Taeyang, sukses membuat Hamun semakin tersipu malu. Kyuhyun semakin tertawa terbahak-bahak karenanya.

“Jangan bawa-bawa Donghae hyung dalam pembicaraan ini kalau kau tidak mau melihat pipi Hamun bersemu merah sepanjang hari,” ujar Kyuhyun.

“Tidak apa-apa. Melihat gadis yang tersipu-sipu karena pria yang dicintainya, aku pikir itu manis,” sahut Taeyang. Hamun benar-benar berada di titik tertinggi malu-malunya.

“Gomawo, Oppa,” ucap Hamun pelan dengan wajah tertunduk. “Aku suka melihat Oppa yang begitu sayang pada Haru.”

“Aku memang menyukai anak kecil. Kadang aku berpikir, apa sudah waktunya aku menikah dan punya anak?”

Kyuhyun menoleh pada Taeyang, menepuk-nepuk bahu kawan seangkatannya dengan bangga. “Aku juga berpikiran sama denganmu. Sayang, Hyejin belum terpikir sampai sana.”

HyunAh menjadi orang yang menyadari kedatangan Daesung ke ruang santai. “Ada yang bisa kami bantu, Sung-ie?” Tanya HyunAh.

“MinAh noona menyuruhku untuk mengambilkan body lotion tapi aku tidak tahu yang mana yang dia maksud. Banyak sekali di atas meja riasnya,” kata Daesung dengan putus asa.

HyunAh masuk sebentar ke dalam kamarnya dan MinAh lalu keluar dengan membawa body lotion yang dimaksud oleh MinAh. “Daesung-ie, kenapa lama sekali?” Omel MinAh yang sudah muncul di ruang santai.

Daesung menyerahkan body lotion yang diambilkan HyunAh kepada noona jadi-jadiannya itu. “Aku tidak tahu body lotion mana yang dimaksud oleh noona, makanya aku minta tolong HyunAh untuk mengambilkannya,” kata Daesung pelan. Ia tidak pernah berani meninggikan suaranya di depan MinAh.

“Gomawo,” ucap MinAh mengambil body lotionnya. Tanpa sengaja ia menangkap sesuatu yang merisihkan matanya pada kaus Daesung. “Astaga Daesung-ie!!! Kenapa kausmu bisa ikut makan spaghetti sih?! Bersihkan dulu sana!” MinAh mendorong Daesung ke wastafel agar dapat membersihkan sedikit noda saus bolognaise pada kausnya. “Jangan lupa pel lantainya kalau ada air yang menetes!!!” Teriak MinAh lagi.

“Daesung-ie? Kau naksir MinAh noona ya? Dia kan sudah punya Eric hyung,” kata Kyuhyun asal melihat Daesung yang begitu menurut pada MinAh.

Daesung berseru keras dari tempat wastafel, “Tidak!!! Aku tidak naksir dengan MinAh noona!!! Aku tidak suka wanita galak!”

MinAh melotot galak kepada Daesung. “Apa kau bilang?! Yaak!!! Aku itu menyayangimu seperti adikku sendiri! Berani-beraninya kau bilang seperti itu padaku?! Sini kau!!!”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat MinAh dan Daesung. Tampaknya teriakan-teriakan seperti ini akan terus berlanjut sampai tiga pria asing tersebut keluar dari dorm. “Aku tidak bermaksud mengusir kalian, tapi apa kalian berniat lama-lama berada di dorm ini? Aku tidak tega melihat Daesung yang terus-terusan di bully MinAh noona,” ujar Kyuhyun pada Taeyang.

Taeyang hanya tertawa. “Kami bisa pulang kalau Seunghyun hyung mau pulang dan rasanya itu masih lama sekali. Kau tahu sendiri kalau ia sudah bersama Jihyo kan? Sedangkan Daesung,” Taeyang menatap teman satu grupnya dengan kasihan sekaligus ingin tertawa, “Sudah takdirnya menjadi obyek penderitaan MinAh. Dia sudah terbiasa. Tenang saja.”

Kyuhyun melihat sekali lagi pada kakak-adik jadi-jadian itu yang sudah kejar-kejaran menuju balkon karena MinAh naksir cincin yang dipakai Daesung. MinAh memintanya namun tidak diberikan oleh Daesung. “Aku sudah membelikan cincin untukmu kemarin!! Tidak boleh!!” Seru Daesung.

“Berikan padaku!! Daesung-ie!!!” Teriak MinAh lebih keras.

Kyuhyun menghela nafas heran. Ia bangkit berdiri, memisahkan diri dari kumpulan di ruang santai. “Aku akan menunggu Hyejin di kamarnya saja. Mereka berdua terlalu berisik,” kata Kyuhyun lalu masuk ke kamar Hyejin. Meskipun begitu, ia masih dapat mendengar teriakan-teriakan MinAh dan Daesung yang memekakkan telinga.

To : Song Hyejin
Jagiya, cepat pulang… Kepalaku sudah mau pecah melihat MinAh dan Daesung… Aku mencintaimu! Deep kiss.

Kkeut!

xoxo @gyumontic