Enjoy!

image

Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya, pikir Kyuhyun. Ada apa sebenarnya?

Kening Kyuhyun hanya bisa mengernyit heran ketika ia memasuki dorm Super Girls ia menemukan ada tiga laki-laki asing di sana. Laki-laki asing pertama, berada di ruang tamu, duduk di sebelah Jihyo sambil memegang dahi Jihyo, matanya lekat menatap Jihyo. “Kau benar-benar sudah sembuh, Jihyo-ya? Sungguh?” Tanya pria itu terdengar jelas kecemasannya. Jihyo menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Ia meyakinkan pria itu bahwa kesehatannya sudah kembali normal. “Syukurlah,” ujar pria itu merasa lebih lega diiringi belaian lembut tangan pria itu di kepala Jihyo.

“Ekhm,” tegur Kyuhyun dengan sopan.

Jihyo dan pria itu menoleh bersamaan, baru menyadari keberadaan Kyuhyun. “Hyejin eonni ada di kamar. Masuk saja,” ujar Jihyo dengan santai sedangkan pria yang sedang bersama Jihyo membungkukkan tubuhnya, sedikit, untuk menyapa Kyuhyun. “Annyeong, Cho Kyuhyun-ssi.”

“Annyeong, Choi Seunghyun-ssi,” balas Kyuhyun dan kedua orang itu kembali sibuk dengan dunia mereka sendiri, aura mereka membangun tembok tak kasat mata yang tidak bisa ditembus siapapun, membuat Kyuhyun melangkahkan kakinya lebih dalam menuju ruang santai para gadis.

Di sana, ia menemukan laki-laki kedua yang hanya tersenyum malu-malu karena HyunAh tidak bisa berhenti memandang laki-laki itu dengan takjub. “Kenapa mereka?” Tanya Kyuhyun pada magnae yang sedang berkutat dengan buku kuliah sekaligus ponselnya.

“Donghae Oppa tidak ikut?” Jawab Hamun melenceng jauh dari pertanyaan. Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu sembunyi-sembunyi menunjuk kepada pria kedua dan HyunAh yang masih belum berubah posisi. “Kenapa mereka?” Tanya Kyuhyun sekali lagi.

Hamun mendesah kecewa karena kekasihnya tidak ikut datang bersama Kyuhyun. Dengan setengah hati, ia menjawab pertanyaan Kyuhyun, “HyunAh eonni sedang ngefans berat dengan GD Oppa. Beberapa hari ini kerjaannya hanya menonton Big Bang. Tiba-tiba Seunghyun Oppa datang bersama GD Oppa, jadilah seperti itu.” Kyuhyun mengangguk mengerti. HyunAh memang seperti itu kalau sudah bertemu dengan idolanya.

“Dari tadi aku tidak melihat MinAh nuna. Kemana dia?” Tanya Kyuhyun.

“Menjemput Eric Oppa di bandara atau mereka berdua mungkin sudah bermesraan di apartemen Eric,” jawab Hamun.

Kyuhyun membulatkan mulutnya. “Oh.” Hanya itu yang diucapkannya dan kakinya mulai berjalan menuju ruangan yang sangat ia sukai, ruangan kecil karena hanya punya luas sembilan meter persegi namun selalu memberikan kenyamanan luar biasa untuk Kyuhyun.

Di kamar Hyejin, Kyuhyun menemukan pria ketiga sedang duduk di samping tempat tidur sambil tertawa bercanda dengan kekasihnya yang setengah duduk setengah berbaring di tempat tidur. “Hye,” panggil Kyuhyun dengan suara rendahnya.

Hyejin menoleh, menemukan Kyuhyun yang sedang menatap ke arahnya dengan tatapan menuntut penjelasan. “Kenapa bisa ada pria lain di kamar ini?”

Pria itu memandang Kyuhyun dengan heran lalu melihat Hyejin. “Cho Kyuhyun Super Junior?” Tanyanya sambil tersenyum khas milik Lee Seunghyun. Hyejin menganggukkan kepalanya. Seunghyun lalu tertawa. “Aku tahu ia Cho Kyuhyun. Maksudku, kalian pacaran?”

Kyuhyun melangkah semakin dekat kepada mereka. Ia mengambil tempat duduk di sebelah Hyejin, memberikan ciuman di kening gadis itu lalu merangkul bahunya posesif. “Iya, kami pacaran. Sudah 6 tahun. Atau 7 tahun?”

“Aku juga tidak ingat,” kata Hyejin sambil tertawa. Tangannya melingkar di pinggang Kyuhyun dengan erat sedangkan kepalanya terkulai manja di bahu Kyuhyun. “VI, kau tidak boleh membocorkan hal ini kepada siapapun,” ujar Hyejin memperingatkan.

“Memangnya aku tukang gosip?” Protes Seunghyun namun sambil tertawa.

“Yess you are,” sahut Hyejin singkat, padat dan jelas. Tawa Seunghyun meledak keras.

“Aku akan berusaha keras untuk tidak membocorkannya tapi aku tidak tanggung jawab kalau mulutku tidak sengaja membicarakannya.” Well, Lee Seunghyun memang seperti itu.

Kyuhyun mengangkat tangannya, mengajak Seunghyun ber-high five. “Aku setuju. Aku tidak akan menuntutmu kalau menyebarkan gosip tentang kami,” katanya. Seunghyun menyambut tangan Kyuhyun dengan semangatt.

Hyejin menatap dua pria di dekatnya dengan kesal. “Yaakk kalian berdua! Haish!!”

Seunghyun hanya tertawa lalu bangkit berdiri. “Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Aku harus mengecek kedua hyungdeulku, apa yang sedang mereka lakukan. Lagipula kami bisa terlambat rekaman kalau terus berada di sini. Hyejin-ah, semoga cepat sembuh. Sampai jumpa.”

“Sampai jumpa. Terima kasih sudah menjengukku, VI,” ucap Hyejin disusul oleh Kyuhyun. “Terima kasih sudah datang. Kapan-kapan main lagi ke sini tapi kau tidak boleh masuk kamar Hyejin tanpa sepengetahuanku.”

Seunghyun tertawa keras menyadarkan lima manusia lain yang berada di luar kamar. Mereka segera menyatu di depan kamar Hyejin. “Sampai jumpa,” ujar Seunghyun lalu keluar dari kamar Hyejin, tersenyum geli melihat pasangan itu sebelum menutup kembali pintunya.

“Apa yang kalian lakukan di sini?” Seunghyun terperanjat melihat Hamun, HyunAh, Jihyo, GD dan TOP yang sudah berada di depan kamar Hyejin.

“Apa Kyuhyun marah?”

“Hyejin baik-baik saja?”

“Apa kalian bertengkar di dalam? Aku lupa Oppa sedang di dalam ketika Kyu Oppa datang.”

“Apa yang terjadi?”

“Oppa, ceritakan pada kami!”

Seunghyun melenggang santai ke sofa di depan televisi. Ia merebahkan diri di sana, mengganti-ganti saluran siaran sambil mengunyah mochi milik Hamun. “Terakhir kali aku lihat, sebelum menutup pintu, Hyejin menarik Kyuhyun merapat kepadanya lalu langsung melumat bibir Kyuhyun dengan tangannya mencengkram erat kaus Kyuhyun. Apa ia selalu ganas seperti itu?”

Ketiga gadis yang sudah mengenal sifat Hyejin menghela nafas lega. “Dia memang seperti itu,” ujar HyunAh.

“Jauh lebih baik kalau begitu,” tambah Hamun. “Oppa! Jangan habiskan mochiku!!” Seunghyun pun meletakkan kembali mochi terakhir Hamun ke tempatnya.

Jihyo satu suara dengan dua membernya yang lain. “Kau tidak akan bisa membayangkan parahnya mereka kalau sedang bertengkar. MinAh eonni saja yang cuek, bisa memilih kabur, jauh-jauh dari mereka.”

GD menepukkan tangannya dua kali. “Okay, sudah selesai bergosipnya, Seungri-ssi. Kita harus segera ke studio. Taeyang dan Daesung sudah menunggu,” kata GD. HyunAh terlihat paling sedih mendengar 3 member Big Bang akan segera meninggalkan dormnya tapi sebuah topi dengan tanda tangan GD menghibur hatinya.

Sebagai magnae, Hamun bertugas untuk menutup pintu. Ia melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan untuk Seungri, GD dan TOP. “Kalau main lagi ke sini, jangan lupa ajak Taeyang Oppa ya oppadeul. Annyeong,” pesan Hamun.

Kkeut!

xoxo @gyumontic