[Drabble] 0

Annyeong yeorobuuunnn.
Maaaf ya lama tidak update karena semua pada sibuk. Tapi authors ttp brusaha untuk menulis di sela-sela kesibukan kita. Seperti yang author lakukan saat ini. Ngetik gak nyampe setengah jam. Niatnya emang bikin drabble sih. Semoga suka yaaa…

XO.XO.XO

“Kyu,” panggil Hyejin dan hanya mendapat sahutan seadanya dari Kyuhyun karena laki-laki itu sedang terlalu sibuk dengan macbook-nya, “Eoh.”

Separuh kesal karena merasa diabaikan sekaligus separuh ragu dengan apa yang akan dikatakannya, Hyejin menghela nafas panjang. “Aku.” Suara pelan Hyejin yang lebih terdengar seperti mencicit mengalihkan Kyuhyun dari gadget canggih di hadapannya. “Ada apa?” Tanya Kyuhyun.

“Aku,” ujar Hyejin ragu. Ia kembali mengambil nafas sambil menutup matanya. “Aku mau putus.” Kata-kata itu meluncur setelah tarikan nafas yang ketiga. Hyejin membuka matanya, memberanikan diri menatap Kyuhyun. Kyuhyun balik menatap Hyejin, meminta penjelasan.

“Kita berdua sama-sama sibuk sampai tidak punya waktu lagi untuk berdua. Pacaran tidak bisa seperti itu,” jawab Hyejin ragu dan Kyuhyun hanya menaikkan alis kanannya sebagai tanda tidak setujunya.

“Alasanmu tidak masuk akal,” kata Kyuhyun. “Tapi kalau itu yang membuatmu bahagia, aku mau bilang apa? Bagiku, kebahagiaanmu yang paling penting.”

Kyuhyun membereskan barang-barangnya, memasukkannya dengan asal ke dalam tas ranselnya. Diiringi senyuman manis, Kyuhyun mengecup puncak kepala Hyejin. “Jaga dirimu baik-baik. Kalau kau membutuhkanku, kau tahu aku selalu ada untukmu kan? Kau bisa menghubungiku kapan saja. Kalau kau mau, aku akan merengek untuk meminta kembali padamu.” Sebuah kecupan sekali lagi mendarat di puncak kepala Hyejin, mengalirkan kehangatan ke sekujur tubuhnya.

“Sampai jumpa,” kata Kyuhyun lalu keluar dari apartemen.

Hyejin menatap pintu apartemennya yang baru saja tertutup. Rasa menyesal sekarang menghantuinya, menggantikan keraguan yang seharusnya tadi lebih baik tidak ia katakan.

“Aku sudah putus,” kata Hyejin memberitahukan sahabatnya yang sangat ia percaya.

“Karena kau cemburu pada wanita-wanita yang selalu berada di dekat Kyuhyun?”

Hyejin merasa bukan itu alasannya. “Aku tidak ingin membebani Kyuhyun. Pekerjaannya membuatnya memiliki banyak teman wanita. Penggemarnya pun semua wanita. Mereka semua mendukung karir Kyuhyun sedangkan aku hanya akan membuatnya terpuruk karena kecemburuanku. Aku tidak bisa melihatnya dengan wanita lain, meski hanya berteman,” ujar Hyejin dengan alasan yang menurutnya paling tepat.

“Lalu sekarang bagaimana perasaanmu? Merasa lebih baik?”

Hyejin menggelengkan kepalanya dengan lemah. Hyejin merasakan kekuatannya menguap begitu saja. Bahkan untuk menjawab pertanyaan sahabatnya saja, Hyejin seperti orang yang baru lari cepat ratusan meter. “Kosong. Aku merasa kosong,” jawab Hyejin terengah-engah. Air matanya yang menetes semakin menguras tenaganya.

Kkeut!

xoxo @gyumontic

Advertisements

12 comments

  1. Y iyala nyesel
    Scara yg dputusin dia tu kyu giitu

    Koq tumben kyu neriima aja
    Ap ada rncana lain atau ud sm2 bosan

    Ada smbungannya gx eon
    Kekekeke

  2. Yahhhh kok putus sih…
    Biasanya kan si hyejin kebalkan? Ngk suka cemburuan kan? Ngk tau ah…
    Tp si kyu kyk nya tenang2 aja deh, seharusnya kan emosi, biasanya dia juga kyk gitu…
    Semangat aja deh buat author nya ya^^

  3. Akhirnya ada ff jg..huhu, menanti sangat lah ini eon

    Ini jaraaaan sekali terjadi..kyuhyun mengiyakan? Waah..butuh banget sequel ini eon..kyujin garis keras (‘-‘)9

  4. Aku juga pernah ngerasain apa yg hyejin rasain sekarang. Kosong. Ringan banget sampe keterpa angin aja rasanya mau jatoh 😢😢😢

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s