Hyejin hanya bisa menatap pergelangan tangannya dengan pasrah ketika dokter menusukkan jarum infus ke urat nadinya. “Kau harus dirawat dua hari. Tidak boleh kemana-kemana. Tidak boleh kecapekan dan harus makan sesuai porsi. Tidak ada lagi diet-dietan,” pesan dokter sebelum meninggalkan Hyejin di ruang rawatnya ditemani eomma-nya.

“Apa aku boleh memberitahukan Kyuhyun?” Tanya nyonya Song yang hanya disahut gelengan kepala oleh Hyejin. “Dia tidak perlu tahu. Kami sudah putus, eomma. Ingat?”

“Terserah kau sajalah.” Nyonya Song duduk di sofa yang terletak tidak jauh dari tempat tidur Hyejin. Tanpa sepengetahuan anaknya, ia mengirimkan pesan kepada Kyuhyun.

To : Cho Kyu Kyu
Aku ingin memberitahukanmu sesuatu tapi berjanjilah untuk tidak meneleponku dan jangan bilang kau tahu dari aku.

To : Hyejin eomma
Ne, eommonim. Aku janji. Ada apa?

To : Cho Kyu Kyu
Hyejin masuk RS. Dia pingsan. Tidak usah cemas, dia hanya kecapekan dan tekanan darah rendah. Ingat, jangan bilang kau tahu dari aku!

To : Hyejin eomma
Aku akan segera kesana.

Kyuhyun berjalan cepat, tidak, berlari sekencang yang ia bisa menuju ruang rawat Hyejin yang sudah lebih dulu diberitahukan oleh resepsionis. Kyuhyun masuk ke dalam ruang rawat tersebut dan melihat seorang gadis yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur. Gadis itu melihat kedatangannya dan hanya melemparkan tatapan kaget menyambut kedatangan Kyuhyun. “Darimana kau tahu?” Tanya Hyejin, melirik eommanya yang sudah memasang wajah tidak tahu-menahunya.

“Manajermu,” dusta Kyuhyun.

Kyuhyun segera menghampiri Hyejin dan duduk di tepi tempat tidur Hyejin. “Kau tidak apa-apa? Kenapa bisa pingsan? Apa kata dokter?” Tanya Kyuhyun bertubi-tubi dipenuhi kecemasan. Tangan Kyuhyun menelusuri kening sampai tangan Hyejin yang sedang diinfus. “Sayang, kau membuatku cemas.”

Hyejin sadar seharusnya ia merasa sungkan melihat Kyuhyun berada di ruang rawatnya saat ini namun yang ia rasakan justru terima kasih banyak karena Kyuhyun langsung mendatanginya begitu mendapat kabar bahwa Hyejin masuk rumah sakit. Sebagai ucapan terima kasih sekaligus luapan kerinduan, Hyejin memeluk Kyuhyun dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. “Aku hanya tekanan darah rendah,” jawab Hyejin. “Terima kasih sudah mau menemuiku.”

Pelukan Hyejin semakin erat seiring dengan Kyuhyun yang mengetatkan jarak antara mereka. Sebuah kecupan mendarat di kening Hyejin. “Yang penting sekarang kau sudah merasa lebih baik kan?” Hyejin menganggukkan kepalanya. Sebuah ciuman mendarat di bibir Hyejin yang tidak bisa dibilang mungil. Hyejin tidak akan menyangkal bahwa ciuman itu adalah salah satu hal yang akan menyembuhkannya.

“Maaf,” ucap Kyuhyun setelah menarik bibirnya, tersadar bahwa tidak seharusnya ia mencium Hyejin. “Aku tidak pernah ingat kalau…”

Hyejin menutup mulut Kyuhyun dengan tangannya. “Harusnya aku yang minta maaf. Aku merindukanmu,” kata Hyejin. Kyuhyun tersenyum lalu kembali mencium bibir Hyejin. Kalau tidak ada batuk nyonya Song yang menyadarkan sepasang manusia itu bahwa mereka tidak hanya berdua di dalam ruangan, mungkin mereka tidak lagi hanya berciuman.

“Bukankah kalian sudah putus?” Sindir nyonya Song mengingatkan anak perempuannya yang baru saja tadi malam bercerita padanya sambil menangis bahwa hubungannya dengan Kyuhyun telah berakhir dan melarang Kyuhyun untuk datang. Hyejin tersipu malu, menyembunyikan wajahnya di bawah ketiak Kyuhyun sedangkan Kyuhyun tertawa terbahak-bahak melihatnya.

“Eommoni, anak gadis yang satu ini tidak pernah serius ucapannya. Dia hanya emosi tadi malam. Dia terlalu mencintaiku. Auuuw!” Hyejin mencubit perut buncit Kyuhyun membuat pria itu menjerit kesakitan. Nyonya Song hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak gadisnya dan pacar-hampir-7 tahun-yang-tidak-kunjung-menikahi-nya.

“Kapan kalian akan menikah?” Tanya nyonya Song asal. Dia senang melihat senyum anaknya yang sudah kembali ceria namun ia juga sudah muak melihat pasangan ini tidak ada kemajuan dalam hubungannya.

Kyuhyun menatap nyonya Song dengan tatapan sedih, memohon belas kasihan. “Tolong bantu aku membujuk gadis ini, eommonim,” kata Kyuhyun. Nyonya Song menghela nafas kesal melihat anak gadisnya yang menggelengkan kepala dengan mata melotot.

“Sudahlah,” kata nyonya Song pasrah. “Aku mau makan siang dulu. Kyuhyun-ah, aku titip Hyejin ya. Kalau dia macam-macam, cubit saja.”

“Yang ada Kyuhyun yang macam-macam padaku, eomma…”

Nyonya Song meninggalkan pasangan itu dengan dunia mereka sendiri.

Sambil berpelukan, dengan Hyejin yang bersedekap di dada Kyuhyun, pasangan itu mengobrol. “Aku rasa aku tidak butuh obat lagi,” ujar Hyejin.

“Oh ya? Kenapa?”

“Karena satu-satunya obat yang aku butuhkan sudah ada.”

“Maksudmu aku?”

“Kenapa tingkat kepercayaan dirimu terlalu tinggi, tuan Cho?”

“Tapi memang aku kan?”

Hyejin memilih untuk tidak menjawab. Tampaknya, gadis itu lebih suka melelapkan diri dalam pelukan Kyuhyun. “Selamat tidur, cantik,” ucap Kyuhyun mengikuti jejak Hyejin untuk terlelap.

Kkeut!

xoxo @gyumontic