Annyeong yeorobunnn.
FF ini bentuknya kumpulan drabble.
Pendek-pendek banget. Setiap bagian gak ada hubungannya dengan selanjutnya. Semoga pada suka yaaa. Gomawooo..

——-XoXoXo——

Alpha.”

Kyuhyun menolehkan kepalanya kepada gadis yang baru saja memanggilnya. “Kenapa kau memanggilku Alpha? Namaku Kyuhyun. Cho Kyuhyun. Bukan Alpha,” tanya Kyuhyun. Sesungguhnya ia tidak terlalu suka dengan panggilan itu.

Hyejin, gadis yang memanggil Kyuhyun, tersenyum lembut. Tangannya membelai pipi Kyuhyun, sekali mencubitnya karena terlalu gemas. “Alpha adalah huruf pertama dalam abjad Yunani dan kau adalah orang pertama dalam kehidupan. Kau dan Alpha sama-sama yang pertama. Kau sama dengan Alpha,” jelas Hyejin memacu senyum di wajah Kyuhyun untuk terkembang.

—–

Bravo!!!”

Hyejin menjadi gadis pertama yang berdiri, bertepuk tangan dan berseru senang setelah melihat pertunjukan musikal yang diperankan oleh Kyuhyun. Tangannya tidak berhenti bertepuk, mulutnya juga tidak berhenti berseru meskipun banyak orang sudah menoleh kepada Hyejin. Dengan semangatt, Hyejin memberikan applause yang meriah untuk kekasihnya.

“Kau tahu suaramu tadi memenuhi ruangan?” Tanya Kyuhyun kepada Hyejin setelah pertunjukkan selesai. Hyejin hanya menggelengkan kepalanya. Ia memang mendengar suaranya yang sangat keras tapi tidak menyangka sampai sekeras itu.

Kyuhyun menepuk puncak kepala Hyejin lalu mengecupnya dengan lembut. “Tidak masalah. Aku menyukainya. Terima kasih banyak,” ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

—–

Charlie.” Pria di samping Hyejin memperkenalkan diri. Tubuhnya lebih tinggi dari Kyuhyun dan dari warna kulit dan rambutnya jelas bukan orang Asia. “Nama asliku Charles tapi orang lebih senang memanggilku Charlie. Senang berkenalan denganmu, Kyuhyun.”

Kyuhyun mencoba untuk tersenyum ramah, menyambut uluran tangan Charlie meskipun setengah hati. “Senang berkenalan denganmu, Charles,” sahut Kyuhyun, enggan. Kyuhyun tidak pernah senang berkenalan dengan pria yang akan menyentuh kekasihnya meski hanya untuk photoshoot.

Hyejin tersenyum geli melihat tingkah Kyuhyun. Sebuah usapan mendarat halus di punggung Kyuhyun untuk menenangkan pria itu. “Charlie sudah punya istri, sayang. Kau cemburuan sekali,” ujar Hyejin tidak mampu menahan tawa gelinya.

—–

Hyejin cemberut sepanjang hari setelah melihat adegan Kyuhyun berciuman dengan lawan mainnya. Setengah mati, Hyejin menahan emosinya agar tidak marah. “Itu hanya akting. Hanya akting. Akting,” sugesti Hyejin kepada dirinya sendiri. Tapi Kyuhyun tahu hanya dengan melihat tatapan Hyejin.

“Kau cemburu?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak,” elak Hyejin.

Kyuhyun berdiri di hadapan Hyejin, menangkup wajah gadisnya lalu menciumnya kilat. “Kau cemburu,” Kyuhyun memastikan. “Kita seri sekarang. Draw.”

—-

Kyuhyun membantu Hyejin naik ke atas puncak bukit untuk melihat matahari terbit, seperti yang selalu ia janjikan jika ia punya waktu senggang. “Berteriaklah,” kata Kyuhyun, menyuruh Hyejin.

“Berteriak apa?” Balas Hyejin.

Kyuhyun tidak tahu harus sedih atau tertawa melihat kekasihnya. “Apa saja. Lihat aku.”

Hyejin pun memperhatikan Kyuhyun dengan seksama. “AKU MENCINTAIMU, HYEJIN-AH!!!” Teriak Kyuhyun. Tidak lama kemudian Hyejin mendengar suara yang mengikuti persis seperti apa yang Kyuhyun teriakkan.

“AKU MENCINTAIMU, HYEJIN-AH!!”

“AKU MENCINTAIMU, Hyejin-ah.”

“Aku mencintaimu…”

Echo. Gema. Kalau kau berteriak seperti tadi, suaramu akan bergema karena dipantulkan oleh bukit-bukit ini. Berteriaklah,” kata Kyuhyun.

Bukannya berteriak, Hyejin malah memeluk Kyuhyun dengan erat pada pinggang pria itu. “Aku juga mencintaimu, Kyuhyun-ah,” bisik Hyejin.

—-

“Kau mau minum yang mana?” Tanya Hyejin sambil mengeluarkan berbagai jenis minuman dari kulkasnya dan meletakkannya di hadapan Kyuhyun.

“Aku mau anggur,” jawab Kyuhyun yang tahu bahwa tidak ada minuman sejenis itu di apartemen Hyejin.

“Jangan aneh-aneh. Hanya ada teh, kopi, pepsi…”

Fanta,” kata Kyuhyun menunjuk botol minuman soda berwarna ungu di hadapannya. “Paling tidak ia memiliki rasa anggur.”

Hyejin pun menuangkan minuman itu ke gelas Kyuhyun. “Tidak boleh banyak-banyak. Perutmu tidak kuat soda, ingat?” Pesan Hyejin dan membuat Kyuhyun hanya mampu meminum dua teguk saja.

—-

Golf,” jawab Hyejin dengan ragu saat Kyuhyun bertanya padanya pertandingan apa yang harus dia hadiri dalam rangka perayaan hari kemerdekaan negaranya.

Kyuhyun menatap Hyejin tidak percaya. Hyejin tahu dengan pasti bahwa dirinya sangat payah dalam urusan memukul bola dengan stik ke dalam lubang. “Bagaimana bisa kau mendaftarkan aku di olahraga itu?”

Hyejin hanya tersenyum penuh penyesalan. “Semua orang memintamu untuk ikut dalam pertandingan itu. Mian,” ucap Hyejin merasa tidak enak hati. Sebagai kekasih sekaligus sekretaris, Hyejin tahu bahwa Kyuhyun tidak bisa main golf.

Hyejin menarik telapak tangan Kyuhyun dan kemudian menggenggamnya. “Untuk kali ini saja, aku mohon,” pinta Hyejin tidak terelakkan. Kyuhyun hanya menghela nafas panjang menjawab permintaan Hyejin. Tentu, Kyuhyun tidak sanggup menolak.

—-

Kyuhyun menyetir dengan tenang sedangkan Hyejin berada di sebelahnya dengan wajah tegang. “Kita mau kemana?” Tanya Hyejin.

Hotel,” jawab Kyuhyun membuat Hyejin semakin tegang. Tambah dengan seringaian yang membuat Hyejin ngeri.

“Aku mau pulang. Sakit perut,” kata Hyejin.

Kyuhyun tertawa geli melihat ekspresi Hyejin. “Kita hanya akan menjemput Ahra noona, sayang. Tidak usah tegang begitu,” ujar Kyuhyun dengan tenang. “Aku lebih suka apartemenmu dibandingkan hotel.”

Ctak! Sebuah jitakan mendarat pelan di kepala Kyuhyun. “Pikiranmu. Haish!”

—-

Hyejin membuka-buka kumpulan brosur traveling yang baru dikirimkan oleh agen travel langganannya sambil menunggu Kyuhyun yang tidak kunjung selesai rapat. Setiap halaman brosur menawarkan liburan yang menggiurkan.

“Kau mau kemana lagi? Humm?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba muncul sambil memeluk Hyejin dari belakang. Dikecupnya pipi Hyejin sebelum duduk di sofa di sebelah Hyejin.

“Kau baru pulang dari Amerika, masa mau kesana lagi?” Tanya Kyuhyun melihat halaman penawaran tur ke Amerika Serikat bagian pantai timur.

Hyejin menggelengkan kepala. “Lalu kau mau kemana?” Tanya Kyuhyun. Tangannya merangkul Hyejin sedangkan bibirnya sibuk mengecupi pelipis Hyejin.

India, Indonesia, Italia. Silahkan pilih,” ujar Hyejin dengan senyum semanis mungkin, membujuk Kyuhyun untuk kembali memenuhi hasrat jalan-jalannya.

Kyuhyun merebahkan kepalanya di atas paha Hyejin, mengabaikan brosur-brosur di tangan Hyejin. “Terserah kau saja. Yang pasti bulan depan aku sibuk. Bulan depannya lagi saja, tapi aku hanya punya waktu seminggu,” kata Kyuhyun.

Hyejin menghembuskan nafas dengan kasar. “Sama saja bohong. Dua bulan lagi aku yang tidak bisa. Menyebalkan ah.”

—–

“Kalau aku bunga, kau apa?”

“Tanah.”

“Tanah? Kenapa bukan kumbang?”

“Bunga tidak bisa hidup tanpa tanah, sayang dan tanah tidak akan membiarkan bunganya mati.”

Hyejin menatap kagum pada Kyuhyun, sekaligus terharu. Tidak ia sangka pria di hadapannya akan seromantis itu. Seperti ketagihan, Hyejin menanyakan pertanyaan konyol selanjutnya.

“Menurutmu, kalau aku Juliet, kau Romeo?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku akan tetap menjadi Kyuhyun yang jatuh cinta kepadamu tidak peduli siapa namamu, nona,” jawab Kyuhyun.

Dengan lembut, Kyuhyun menarik Hyejin dan memeluk wanita itu dengan erat. “Cukup dengan pertanyaan-pertanyaan anehmu. Kita harus tidur sekarang. Besok pagi-pagi kita harus berangkat ke Jakarta.”

Senyum Hyejin menggembang lebar mendengar nama kota yang akan menjadi tempatnya bersenang-senang selama 3 hari, selain menemani Kyuhyun rapat sebagai tugas sampingannya.

“Gomawo,” ucap Hyejin sambil mencium bibir Kyuhyun yang tidak mau lepas sampai puluhan menit berikutnya.

Semoga ada drabble KLMNOPQRSTUVWXYZ. Bye!

xoxo @gyumontic