Kyuhyun merengut sepanjang perjalanan. Dia bahkan tidak bisa tersenyum ketika Henry melemparkan sebuah lelucon yang membuat selutuh penumpang di dalam bus terbahak-bahak. Kyuhyun hanya melemparkan tatapan sengit kepada siapapun yang mencoba mengajaknya bicara. “Kenapa dia?” Tanya MinAh, kekasih Eric, yang hampir kena semprot Kyuhyun karena tidak berhenti bicara. Untung, Eric menariknya di saat yang tepat. “Sedang bad mood. Jangan diganggu,” jawab Eric.

“Bad mood kenapa?” Tanya MinAh penasaran. Pilot yang satu itu terkenal ceria dan suka bercanda. Sepanjang mengenalnya, MinAh bahkan tidak pernah melihat sisi serius Kyuhyun. Pria itu selalu saja riang gembira seperti anak TK yang tidak punya beban hidup. Jihyo yang duduk di belakang MinAh dan Eric tiba-tiba muncul dengan seringaian jahil yang kalau sampai Kyuhyun melihatnya, bisa dipastikan tidak ada yang bisa menjamin keselamatannya. “Yang bisa membuat Kyuhyun Oppa seperti itu hanya kinerjanya dan seorang wanita. Melihat hasil kinerjanya bulan lalu ia dinobatkan menjadi pilot terbaik berarti yang membuatnya bad mood kali ini adalah seorang wanita,” ujar Jihyo.

Alis kanan dan kiri MinAh bertautan secara tak kasat mata. Wanita itu tampak bingung dengan penjelasan Jihyo. “Maksudmu wanita?” Tanya MinAh. Menjadi salah satu hobi kekasih pemilik Shinhwa Airlines ini untuk mendengarkan kisah hidup orang lain. Gadis yang duduk di sebelah Jihyo menghela nafas panjang. “Kyuhyun sedang patah hati. Wanita idamannya ternyata telah memiliki pacar,” ujar gadis itu.

“Jinjja? Kyuhyun punya wanita idaman? Nugu? Nugu?” Desak MinAh penuh keingintahuan. Eric hanya bisa menatap tiga wanita yang saat ini telah terlibat obrolan seru dengan judul ‘wanita idaman Kyuhyun’.

“Song Hyejin,” jawab HyunAh, gadis yang duduk di sebelah Jihyo.

“Hyejin nugu?” Tanya MinAh yang tidak tahu apa-apa. Jihyo menatap MinAh tidak percaya. Song Hyejin adalah pramugari senior yang telah memiliki jam terbang tinggi dan karir yang melesat bak roket. ” Eonni, kau tidak tahu siapa Song Hyejin? Sungguh?” Tanya Jihyo cukup kaget, apalagi MinAh adalah orang pertama yang akan menyeleksi calon-calon pramugrari yang mendaftar di penerbangan milik kekasihnya.

MinAh menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak tahu siapa Hyejin. Ia tidak pernah melihat gadis itu, bahkan mendengar namanya saja belum pernah. “Song Hyejin itu…” HyunAh berusaha menjelaskan siapa Song Hyejin yang dimaksud. Sebagai teman satu angkatan dan sering terbang bersama, HyunAh tahu betul siapa Hyejin. Namun belum sempat HyunAh menjelaskan, mata tajam Kyuhyun telah berpaling kepada mereka dan menusuk sampai ke jantung. “Tampaknya ada yang mendengar pembicaraan kita,” bisik Jihyo dengan lirih.

Jihyo kembali duduk di kursinya, HyunAh kembali sibuk dengan novelnya dan MinAh pura-pura mengobrol dengan Eric. Setelah Kyuhyun tidak menengok ke arah mereka, MinAh bertanya kepada Eric soal Hyejin, “Siapa Hyejin? Kalau ia pramugari terbaikmu, mengapa aku tidak pernah mendengar namanya?”

“Ia anak tuan Song. Salah satu investor kita. Dia masuk tanpa seleksi makanya kau tidak pernah melihatnya. Tapi kinerjanya cukup bagus. Ia memang bercita-cita jadi pramugrari sejak kecil. Dia tidak pernah mengecewakan,” ujar Eric menjelaskan dengan suara sekecil mungkin berjaga-jaga agar Kyuhyun tidak bisa mendengarnya. “Yang aku tahu, gadis itu dijodohkan dengan seorang anak yang juga investor perusahaan kami. Nah, Kyuhyun yang sudah mengejar Hyejin sejak kuliah, patah hati mendengar berita itu. Tampaknya begitu.”

Kyuhyun kembali menoleh ke arah Eric dan MinAh. Tatapannya yang tajam membuat pasangan itu mengeret di kursinya. Tidak ada satupun dari mereka yang berani menatap Kyuhyun. Hanya sebuah senyuman merasa bersalah sekaligus ketakutan yang bisa mereka berikan kepada Kyuhyun. “Pilotmu mengerikan,” gumam MinAh setelah Kyuhyun tidak lagi memperhatikannya.

“Namanya juga patah hati,” sahut Eric dengan gumaman yang sama kecilnya.

“Lalu apa si A akan datang ke acara ini?” MinAh memilih untuk mengganti nama Hyejin dengan inisial sesuka hatinya untuk menghindari tatapan tajam Kyuhyun yang ketiga. Eric tertawa kecil. “Tentu saja ia akan datang. Ia paling suka acara senang-senang seperti ini tapi ia akan datang telat karena ada urusan. Jangan tanya aku apa urusannya, aku tidak tahu,” jawab Eric. MinAh mengerucutkan bibirnya, kecewa tidak mendapatkan cerita secara lengkap.

Kyuhyun hanya duduk di kursinya sepanjang perjalanan. Tidak ada yang berani menyapanya. Seluruh isi mobil membiarkan Kyuhyun sendirian. Bahkan semuanya sepakat untuk tidak menyalakan satupun alat hiburan di dalam bus. Hanya ketika Kyuhyun tertidur, bus kembali ramai meskipun tetap berjaga-jaga tidak membangunkan singa yang sedang terlelap.

—–

Kyuhyun adalah satu-satunya yang tidak mau masuk ke dalam kamar. Ia memilih untuk menunggu Hyejin datang dan menyuruh bell boy untuk menaruh barang-barangnya di kamar. Ia duduk di lobby ditemani sebuah majalah dan sebotol wine dengan matanya yang tidak berhenti melirik pintu masuk, mengawasi jika tiba-tiba gadis itu muncul. Kyuhyun sudah berencana untuk mencegat gadis itu dan mengajaknya bicara empat mata. Enam mata kalau Hyejin minta adik sepupunya ikut, sebagai penasihat, dalam pembicaraan serius tersebut.

Setelah dua jam menunggu, sebotol wine-nya juga sudah habis, rencana Kyuhyun tampaknya sudah bisa dijalankan. Hyejin berjalan memasuki hotel, mengikuti langkah pria di depannya. Kyuhyun segera bangkit berdiri dan mendekati Hyejin. Tangannya dengan cepat menarik tangan Hyejin, menghentikan langkah gadis itu. “Kita harus bicara,” ujar Kyuhyun, terdengar oleh pria di depan mereka. “Donghae hyung, kalau ada yang mencari Hyejin, bilang ia berada di kamarku. Kami harus bicara,” ujar Kyuhyun. Donghae mempersilahkan Kyuhyun untuk membawa Hyejin. Mereka memang sudah seharusnya saling bicara, pikir Donghae.

Dengan terpaksa, demi menjaga nama baik dan tidak ingin membuat keributan di tempat umum, Hyejin mengikuti Kyuhyun ke dalam kamarnya. Tidak perlu disuruh, Kyuhyun yang membawa barang-barang Hyejin. “Mau bicara apa?” Tanya Hyejin tanpa basa-basi begitu memasuki kamar Kyuhyun.

“Hamun tidak ikut?” Kyuhyun berusaha untuk mencairkan sedikit ketegangan di antara mereka.

“Mau bicara apa, Cho Kyuhyun-ssi? Jangan bertele-tele,” tegas Hyejin.

“Mengenai perjodohanmu,” jawab Kyuhyun. Diletakkannya koper Hyejin di samping di atas tempat tidur. Ia tidak peduli roda koper Hyejin bisa mengotori tempat tidurnya. Otaknya tidak ingin berpikir keras mengenai tata letak. Pembicaraan dengan Hyejin jauh lebih penting saat ini. “Kau tidak bisa menikah dengan orang lain. Aku, adalah satu-satunya pria yang bisa menikahimu,” kata Kyuhyun dengan tegas.

Hyejin melipat kedua tangannya di depan dada. Matanya menatap Kyuhyun dengan sinis. “Oh ya? Kenapa?” Tanya Hyejin lebih sinis daripada pandangannya kepada Kyuhyun. Sejak kuliah sampai detik ini, Hyejin tidak pernah mengganggap Kyuhyun lebih dari pengganggu dalam kehidupannya dan penyesalan terbesarnya adalah pernah jatuh cinta pada pria itu. Hyejin menantang Kyuhyun, “Kau tidak punya alasan. Aku berhak menikah dengan siapapun yang aku mau.”

“Karena kau mencintaiku dan…” Kyuhyun menatap perut Hyejin yang terlihat rata tertutupi baju panjang yang dipakainya. “Kau sedang mengandung anakku,” lanjut Kyuhyun dengan kepercayaan diri tinggi. “Aku tidak akan membiarkan anakku memiliki ayah padahal ayah kandungnya masih hidup.”

Hyejin mencoba untuk membela diri namun mulutnya terasa kelu, ia tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun. Apa yang dikatakan Kyuhyun memang benar. Ia mencintai Kyuhyun dan di rahimnya sedang bertumbuh Cho junior. Hyejin mencoba untuk menenangkan otaknya, menenangkan pikirannya. Hyejin tahu dirinya begitu mencintai Kyuhyun sampai ia rela menyerahkan dirinya untuk Kyuhyun namun ia tidak seyakin itu untuk dapat menghabiskan hidupnya bersama dengan Kyuhyun melihat begitu banyak wanita yang berada di sekeliling Kyuhyun. Hyejin bukan tipe wanita yang bisa melihat prianya bergaul dengan wanita lain, meskipun hanya sebagai teman.

“Aku…tidak mencintaimu. Jangan terlalu percaya diri,” kata Hyejin akhirnya. Dengan susah payah, kata-kata yang paling tidak ia inginkan meluncur dari mulutnya sendiri. Hyejin langsung memalingkan wajahnya dari Kyuhyun karena tidak sanggup melihat pria itu. Hatinya terasa agak sakit membayangkan ia akan membesarkan anaknya dengan pria yang tidak dicintainya, yang bukan ayah kandung anaknya.

“Jangan berbohong, Hye. Aku mohon. Aku sudah mengenalmu bertahun-tahun. Aku tahu pasti kau mencintaiku. Kau meninggalkanku karena kau tidak bisa hidup denganku yang begitu banyak dikelilingi wanita dan cepat akrab dengan mereka, tapi percayalah aku hanya mencintaimu. Mengapa begitu susah mempercayaiku? Kau bukan baru mengenalku, Song Hyejin. Kau sudah mengenalku hampir 10 tahun!” Kyuhyun nyaris membentak Hyejin saking emosinya. Kyuhyun bahkan nyaris menangis meluapkan isi hatinya.

“Jangan membentakku. Aku tidak suka dibentak,” protes Hyejin yang entah sejak kapan sudah meneteskan air mata. Tubuhnya terasa lemas, seakan Kyuhyun telah merampas seluruh energinya. Perlahan, Hyejin mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur Kyuhyun. “Kau tidak salah. Aku mencintaimu, mengandung anakmu dan tidak bisa hidup jika harus selalu melihat kau dengan teman-teman wanitamu. Aku tidak suka. Sudah 10 tahun aku mencoba dan tidak bisa berubah. Lalu kenapa? Apa aku harus berubah?”

Tidak ada lagi yang bisa menahan Kyuhyun untuk tidak memeluk Hyejin dengan erat. Ia tidak akan melepaskan gadis ini meskipun ia harus mempertaruhkan nyawanya. “Aku yang akan berubah. Aku tidak akan dekat-dekat dengan wanita lain. Aku akan menjaga jarak dengan mereka. Aku tidak akan cepat akrab dengan mereka. Seribu wanita yang berada di dekatku tidak ada artinya jika aku kehilangan dirimu,” kata Kyuhyun dengan lembut namun penuh tekad yang kuat.

“Masih ingat saat kau menggenggam tanganku ketika ketakutan di tengah hutan sewaktu kita masa orientasi jurusan 10 tahun lalu?” Hyejin menganggukkan kepalanya dalam pelukan Kyuhyun. Air matanya sudah membasahi kaus Kyuhyun pada bagian dadanya. “You held my hand once but you take my heart forever. I’m begging you to not run away anymore. You are not only steal my first kiss but whole my life. Stay with me. Please…” ujar Kyuhyun membuat tangisan Hyejin makin deras namun membuatnya berpikir ulang dengan perjodohannya.

Kkeut!

xoxo @gyumontic