Here we go the last!
From S to Z. Habis sudah!
Hohoho.

Selamat membaca ya. Terima kasih kepada yang sudah setia membaca dan meninggalkan jejak. Author mencintai kalian semua. Beneran deh!

XOXOXO

Saranghae,” bisik Hyejin sambil tersenyum kepada Kyuhyun yang sudah menegang hebat ketika Hyejin melumat bibirnya dan tidak sengaja menyentuhkan pahanya ke bagian inti tubuhnya.

Meskipun enggan, Kyuhyun mendorong Hyejin menjauh dari tubuhnya. “Kau mengerikan kalau sedang agresif,” ujar Kyuhyun yang tidak dipedulikan oleh Hyejin. Hyejin kembali mencium bibir Kyuhyun dan semakin mendekatkan tubuhnya kepada Kyuhyun.

Dengan susah payah, Kyuhyun melepaskan diri dari Hyejin. “Sudah aku bilang, lepaskan. Jangan terlalu agresif,” kata Kyuhyun dan mendorong Hyejin untuk menjauh yang kedua kalinya.

Hyejin menatap Kyuhyun dengan senyuman menggoda. Matanya sengaja ia kerlingkan dan tangannya tidak ia lepaskan dari belakang kepala Kyuhyun. “Kau tidak suka?” Goda Hyejin dengan bisikkannya.

Kyuhyun mengambil tangan Hyejin dari belakang kepalanya, membawa tangan gadisnya ke dalam genggaman tangannya yang hangat. “Kau benar-benar cobaan terbesarku. Kau ingin mati hari ini, eoh?”

Hyejin tersenyum geli kepada Kyuhyun lalu mencium pipi tembem pria tercintanya. “Saranghae. Neomu, neomu, neomu,” ucap Hyejin lagi seakan Kyuhyun baru pertama kali mendengarnya.

Kyuhyun merendahkan tubuhnya sehingga bibirnya sejajar dengan telinga Hyejin. Disingkirkannya rambut yang menutupi telinga Hyejin. “Nado saranghaeyo,” bisik Kyuhyun membuat Hyejin geli.

“Aauuw!!” Teriak Hyejin tertahan ketika Kyuhyun mengulum telinganya.

Kyuhyun tersenyum jahil kepada Hyejin. “Besok aku akan mengajarkanmu cara baru untuk menggodaku. Sekarang, aku ingin tidur. Jalja, honey,” kata Kyuhyun lalu naik ke tempat tidur.

——

“It takes two to tango, Kyu. Aku tidak bisa melakukannya sendirian. Aku mohon bantu aku, Kyu,” pinta Hyejin kepada sahabatnya untuk menjadi pasangannya di lomba tari tango di kampusnya.

Kyuhyun mengambil kertas dan pulpen lalu menulis sebuah perjanjian di atasnya. “Kalau kau menang, kau akan mengabulkan semua permintaanku. Apapun. Tanda tangan,” perintah Kyuhyun menyuruh Hyejin tanda tangan pada perjanjian yang dibuatnya.

“Tapi aku tidak punya uang untuk membelikan barang-barang untukmu,” kata Hyejin.

“Aku tidak akan menghabiskan uangmu,” kata Kyuhyun tidak sabar. “Mau atau tidak aku membantumu?” Hyejin menganggukkan kepalanya. “Kalau begitu, tanda tangan.”

Hyejin pun menandatangani perjanjian yang Kyuhyun buat. Kalau ia menang, ia akan mengabulkan semua permintaan Kyuhyun. “Tapi janji tidak memakai uang ya. Aku benar-benar tidak punya uang,” ujar Hyejin takut.

“Tenang saja. Ayo latihan.” Kyuhyun dan Hyejin tidak berhenti berlatih bahkan sampai lima menit sebelum tampil, mereka terus berlatih untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

“Juara dua kompetisi tari tango tahun ini adalah pasangan Cho Kyuhyun dan Song Hyejin!!!” Panitia memberikan pengumuman. Hyejin bersorak girang setengah mati. Meskipun juara dua, ini pencapaian terbaiknya sejak terjun ke dunia tari tango.

Hyejin memeluk Kyuhyun dan berulang kali mengucapkan terima kasih. “Jangan lupa janjimu,” kata Kyuhyun mengingatkan.

Hyejin mengajak Kyuhyun makan malam di apartemennya sebagai ucapan terima kasih atas bantuan pria itu. Karena Kyuhyun, Hyejin bisa menyabet juara dua. Kyuhyun menikmati makanannya tapi tidak lupa menagih janji Hyejin.

“Kau menginginkan apa?” Tanya Hyejin.

“It takes two to Tango. So does love. Aku membutuhkan pasangan untuk hatiku,” jawab Kyuhyun. Kening Hyejin berlapis-lapis kerutannya mendengar ucapan Kyuhyun.

“Maksudmu?” Tanya Hyejin bingung.

“I love you. Be my other half. Jadilah kekasihku, kalau kau belum mengerti juga.” Hyejin hampir saja menjatuhkan sendok di tangannya mendengar pernyataan Kyuhyun. Ia sudah mengenal Kyuhyun hampir seumur hidupnya dan menjadi kekasih Kyuhyun adalah hal yang paling ia hindari untuk masuk ke dalam angan-angannya. Ia takut jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri justru akan menjauhkan Kyuhyun darinya.

Hyejin menghindari tatapan Kyuhyun karena ia tidak ingin Kyuhyun tahu betapa tidak tenangnya ia sekarang. Hyejin tidak tahu siapa yang lebih dulu jatuh cinta antara dirinya dan Kyuhyun tapi yang pasti saat ini ia tahu Kyuhyun merasakan hal yang sama dengannya.

—-

Victory. VI. Seungri.”

Kyuhyun mendengus kesal. “Jangan sebut-sebut namanya. Kau membuatku kesal, Hye.” Hyejin hanya tertawa mendengar kecemburuan Kyuhyun. Hyejin sengaja menyebutkan nama itu untuk membuat Kyuhyun kesal padahal orang yang disebut tidak ada sangkut pautnya.

Hyejin pergi jalan-jalan sendirian hari ini. Tidak ada temannya apalagi Seungri yang menemani. Hyejin hanya iseng saja memakai nama Seungri untuk menggoda Kyuhyun.

“Kalian ngapain saja?” Tanya Kyuhyun galak. Pria itu seperti mau tidak mau mendengarkan seluruh karangan Hyejin tentang acara jalan-jalannya dengan Seungri hari ini.

Hyejin tersenyum, seakan-akan ia bahagia jalan-jalan dengan Seungri. “Kami makan es krim lalu belanja baju. Habis itu, kami makan ramen. Seungri membelikanku sebuah tas,” kata Hyejin dengan lancar.

Kyuhyun menatap Hyejin dengan kesal. “Aku akan membuat perhitungan dengan Seungri nanti. Dia sudah janji untuk tidak dekat-dekat denganmu.”

Hyejin tertawa terbahak-bahak. Ia tidak sanggup lagi. “Kenapa tertawa?” Tanya Kyuhyun. “Kau begitu bahagia ya bisa jalan-jalan dengan Seungri?”

“Tidak,” jawab Hyejin masih sambil tertawa keras.

“Lalu?”

“Aku hanya menggodamu. Aku tidak jalan dengan Seungri. Aku sendirian saja sepanjang hari ini. Tidak aku sangka kau secemburu itu pada Seungri. Gemas sekali melihat bibirmu yang cemberut saat aku menyebut nama Seungri.”

Kyuhyun kembali memajukan bibirnya. “Tidak lucu. Aku benar-benar tidak suka tahu,” kata Kyuhyun. Bukannya meminta maaf, Hyejin malah semakin tertawa.

“Kyuuu, kau lucu sekali. Aku semakin menyukaimuuuu,” ujar Hyejin sambil mencubit kedua pipi kekasihnya dengan gemas. Tidak lupa, Hyejin memberikan gigitan pelan di kedua bakpau kulit kesukaannya itu.

—–

Hyejin keluar dari mobil. Stiletto emas yang dia pakai cukup mengundang tatapan kameramen yang siap dengan kamera yang mereka miliki. Apalagi dengan gaun merah menyala yang dipakai Hyejin. Gaun itu terpasang pas di tubuh Hyejin, belahan dadanya yang rendah membuat Hyejin terlihat sangat seksi. Ekor gaun yang menjuntai panjang menyapu lantai menambah kesan anggun untuk Hyejin. Puluhan blitz kamera bergantian memotret Hyejin. Hyejin tersenyum sambil melambaikan tangan.

Kyuhyun turun dari mobil lain, mengenakan kemeja yang sama merah menyalanya dengan gaun Hyejin dipadukan jas hitam yang membuatnya terlihat sangat tampan. Kamera mulai membidik Kyuhyun dan tidak bisa melepaskannya ketika pria itu mendekati Hyejin dan merangkul pinggang Hyejin.

WOW, kau seksi sekali malam ini,” puji Kyuhyun tepat di telinga wanita itu. Kamera terus memotret pasangan yang sedang naik daun di dunia hiburan Korea Selatan. Hyejin tersenyum kepada Kyuhyun dan balas memuji penampilan pria itu. “Kau juga seksi.”

“Tapi kau pasti tidak membayangkan untuk membawaku ke atas tempat tidur kan?” Bisik Kyuhyun lalu mengajak Hyejin untuk mulai berjalan menyusuri karpet merah. Keduanya terus tersenyum kepada kamera.

“Oh Cho Kyuhyun, tidak bisakah otakmu itu jauh dari tempat tidur?” Balas Hyejin dengan suara pelan. Tangan dan matanya tetap berfokus pada kamera dan penggemar. Begitu juga Kyuhyun.

“Tidak. Umur pernikahan kita belum ada 24 jam dan kita sudah harus berada di premiere film-mu padahal seharusnya menurutku kita berada di tempat tidur, atau dimanapun, yang bisa menjadi tempat hubungan suami-istri dilakukan,” sahut Kyuhyun.

Hyejin tersenyum menatap pria yang baru saja menjadi suaminya itu. Perlahan namun pasti, Hyejin mencium bibir Kyuhyun dengan lembut. “Setelah acara ini selesai, aku pastikan tubuhku ini milikmu. Kau boleh melakukan apapun pada tubuhku. Aku akan menuruti semua permintaanmu. Aku akan memuaskanmu. Aku janji,” kata Hyejin dengan penuh keyakinan.

Mata Kyuhyun membelalak menatap Hyejin. “Wow, seumur hidup mengenalmu aku tidak menyangka akan mendengar kata-kata itu darimu,” kata Kyuhyun membuat Hyejin menggeram kesal.

“Aku pasif salah. Aku agresif salah.”

Kyuhyun tersenyum geli melihat istrinya yang sedang cemberut. Pelan namun penuh tekanan, Kyuhyun berbisik pada Hyejin, “Aku tidak menyalahkanmu, sayang. Aku menantikan kejutan darimu malam ini. Aku benar-benar menantikannya.”

“Aku tidak akan mengecewakanmu,” kata Hyejin.

Pasangan baru itu kemudian berjalan memasuki gedung teater, meninggalkan blitz kamera, mencuri-curi ciuman sebelum mereka sampai ke tempat duduk yang telah disediakan.

—-

Xray. Kau harus di X-ray, sayang. Siapa tahu ada yang patah dengan tulang kakimu. Aku mohon,” pinta Hyejin setelah keluar dari ruang pemeriksaan. Kyuhyun baru saja terjatuh dari tangga di rumahnya saat mau membuka pintu untuk Hyejin. Ia terlalu bersemangat sampai tidak melihat anak-anak tangga yang dilaluinya.

“Dokter bilang tidak apa-apa kok. Hanya nyeri sedikit di pergelangannya. Aku baik-baik saja, sayang,” kata Kyuhyun yang tidak ingin membuat Hyejin cemas.

Hyejin tidak begitu saja tenang. Ia memaksa Kyuhyun untuk memeriksa keadaan kakinya. Sekali lagi Hyejin memohon, “Kyu, aku mohon, sekali ini saja. Tolong kabulkan permintaanku. Kita X-ray kakimu ya?” Hyejin bahkan sampai meneteskan air mata.

Kyuhyun mengusap air mata Hyejin dengan tisu di tangannya. Mau tidak mau, ia menuruti permintaan Hyejin. Lebih baik ia menghadapi peralatan canggih itu daripada menghadapi air mata Hyejin. “Baiklah. Baiklah. Aku akan X-ray. Jangan menangis lagi ya,” ujar Kyuhyun lalu mengecup kedua mata Hyejin yang sudah tidak mengalirkan air mata.

—-

Hyejin berbaring menghadap pria yang kemarin dengan gagah mengucap janji setia di hadapan pendeta dan ratusan tamu. Pria yang semalaman tidak berhenti mengucapkan betapa ia mencintai Hyejin. Pria yang saat ini sedang terlelap nyenyak, tanpa sehelai benang pun, memeluk tubuh Hyejin dengan nyaman.

“Kau mau terus menatapku dalam diam?” Suara Kyuhyun menganggu lamunan Hyejin. Buru-buru ditutupnya lagi mata Kyuhyun dengan tangannya. “Tidur lagi. Aku belum puas menatapmu,” kata Hyejin.

Kyuhyun menarik tangan Hyejin dari matanya, memindahkannya ke atas dada Kyuhyun. “Aku belum puas bercinta denganmu,” kata Kyuhyun sambil tertawa renyah. Sebuah pukulan mendarat di dada Kyuhyun. “Aku hanya berusaha, sayang. Jangan marah.”

Hyejin ikutan tertawa. “Aku tidak marah,” kata Hyejin. Wanita itu menidurkan kepalanya di atas dada Kyuhyun. “Aku mencintaimu. Aku akan selalu bersamamu,” ujar Hyejin sungguh-sungguh.

Kyuhyun mengelus puncak kepala Hyejin lalu menciumnya dengan lembut. “Kita akan selalu bersama. Yeongwonhi. Selamanya,” sahut Kyuhyun.

Hyejin menegakkan kepalanya. Ia menatap Kyuhyun, terkejut dengan ucapan yang baru didengarnya. “Sungguh?”

Dengan gemas, Kyuhyun mencium hidung Hyejin lalu turun ke bibir istrinya itu. “Buat apa aku menikahimu kalau tidak ingin selamanya bersamamu? Humm?” Ciuman Kyuhyun sudah berpindah ke leher dan bahu Hyejin.

Dengan mudah, Kyuhyun mengangkat tubuh Hyejin untuk menduduki tubuhnya. Hyejin memeluk kepala Kyuhyun yang terus menjelajah tubuh Hyejin dan membiarkan tangan pria itu membimbing inti tubuhnya untuk bergerak mengisi penuh tubuh Hyejin.

—-

Magnae Episode 0. Kyuhyun membaca judul skenario drama yang sedang dibaca Kyuhyun. “Drama baru?” Tanya Kyuhyun sambil mengeringkan rambutnya sehabis keramas.

“Hanya cameo. Mereka membutuhkan aku untuk mempromosikan drama ini,” jawab Hyejin.

Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. “Hye, kau tahu angka berapa yang kalau dikalikan dengannya tidak akan menghasilkan apapun?”

Zero. Nol,” jawab Hyejin sambil membaca skenario dramanya.

Kyuhyun menatap takjub kepada Hyejin. Tampaknya Kyuhyun sangat terkejut Hyejin tahu menahu soal matematika. “1 juta dikali nol hasilnya akan nol. Kau mau mengujiku? Aku memang tidak tahu matematika tapi kalau soal kali nol, aku mengerti,” ujar Hyejin menjawab tatapan Kyuhyun.

Kyuhyun berusaha dengan cepat untuk kembali menguasai dirinya. “Aku hampir sama seperti itu kalau tidak ada dirimu. Nol kosong. Aku tidak berarti apa-apa tanpamu,” kata Kyuhyun mencoba merayu.

Hyejin memperhatikan sejenak Kyuhyun yang sedang menatapnya sambil tersenyum, menantikan pujian atas rayuan gombalnya tersebut. Hyejin tersenyum lebar lalu menarik bibirnya kembali ke tengah. “Yongsun Oppa tadi menelepon. Kau sudah ditunggu di studio. Masih mau merayuku atau kau akan diomeli oppadeul?”

“Haiiisssh!!! Kenapa aku selalu saja gagal menggombalimu sih?” Keluh Kyuhyun lalu mencium Hyejin sekilas. “Aku pergi ya. Sampai jumpa nanti.”

Hyejin melambaikan tangan melepaskan Kyuhyun. “Sampai jumpa.”

—-

Kkeut!!

xoxo @gyumontic