image

취리히는 어디서 찍어도 그림같네요.. 아름답다^^ 스위스 쪼아!!

—-

Cho Kyuhyun
Aku sedang berada di rumah orang tuamu.

Song Hyejin
Oh ya? Untuk apa?

Cho Kyuhyun
Menjenguk mereka tentu saja. Kau pikir untuk apa? Apa kata mereka kalau pacar anak gadisnya datang ke Swiss dan tidak menginjak rumah mereka?

Song Hyejin
Kau kan bisa bilang tidak sempat. Sibuk.

Cho Kyuhyun
Kau sudah gila, Hye.

Song Hyejin
Kkkkkk…
Good boy! Sudah ketemu Appa?

Cho Kyuhyun
Masih di kantor kata eommonim. Mungkin sebentar lagi pulang.

Song Hyejin
Lebih baik kau siap-siap. Appa-ku kan galak. Cerewet lagi. Lebih cerewet dari eomma.

Cho Kyuhyun
Aku tahuuu, Song Hyejin-ssi… Ini bukan pertama kalinya aku bertemu Appa-mu. Haish!!

Song Hyejin
Haisssh! Aku kan hanya mengingatkanmu.

Cho Kyuhyun
Ya ya ya. Aku tahu. Appa-mu sudah pulang. Bye.

Kyuhyun bangkit berdiri tegak menemui calon ayah mertuanya yang kata Hyejin galak. “Annyeonghaseyo, aboenim,” sapa Kyuhyun dengan penuh hormat sambil membungkukkan tubuhnya 90 derajat.

Tuan Song menepuk-nepuk bahu Kyuhyun dengan lembut. “Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun-ssi,” balas tuan Cho dengan suara beratnya penuh kehangatan. Tanpa ragu, tuan Song memeluk pria yang notabene adalah satu-satunya pria yang dicintai anak gadisnya. “Benar kata Hyejin, kau makin gendut tapi juga makin tampan.”

Kyuhyun hanya meringis ceria mendengar komentar tuan Song. “Awas kau, Song Hyejin,” umpat Kyuhyun dalam hati.

Tuan Song mengajak Kyuhyun untuk duduk. Kyuhyun pun duduk di hadapan tuan Song dengan punggung tegak dan kaki agak terbuka, sangat laki-laki. Berbeda dengan Hyejin yang sudah seperti tidak punya tulang punggung jika berada di rumah orang tua Kyuhyun.

“Aku dengar dari Hyejin, kau ke Swiss untuk syuting MV terbarumu ya?” Tanya tuan Song.

Kyuhyun mengangukkan kepalanya. “Karena itu, begitu selesai syuting, aku langsung ke sini. Aku ingin bertemu dengan aboenim dan eommonim.”

Tuan Song tersenyum senang. “Apa kau dan Hyejin baik-baik saja?” Tanya pria tua itu.

“Tentu saja,” jawab Kyuhyun. Kalau mereka tidak baik-baik saja, mana mungkin Kyuhyun berhadapan dengan tuan Song saat ini.

“Syukurlah. Kau tahu, aku sangat mencintai Hyejin. Aku tidak tahu bagaimana hidupku jika terjadi apa-apa dengannya. Beruntung ia bertemu denganmu. Kau akan menjaga anakku dengan baik kan?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Ya, aboenim. Aku pasti menjaga Hyejin dengan baik,” kata Kyuhyun.

“Kapan kalian akan menikah?” Tanya tuan Song.

Oh pertanyaan itu lagi. Kyuhyun sudah kehabisan kamus jika mendapat pertanyaan seperti itu. “Aku dan Hyejin…” Kyuhyun agak ragu mengatakannya karena sebenarnya bukan ia yang tidak memiliki rencana menikah.

“Anak itu masih menolakmu juga?” Tampaknya tuan Song sangat mengenal watak anak gadisnya itu. Kyuhyun hanya tersenyum salah tingkah sambil menganggukkan kepalanya.

“Aku punya ide.”

Kyuhyun mendekatkan kepalanya kepada kepala tuan Song. Pria tua itu membisikkan sesuatu tentang apa yang harus dilakukan Kyuhyun agar Hyejin mau menikah dengannya.

“Bilang saja seperti itu, aku yakin Hyejin akan menikah denganmu,” kata tuan Song dengan penuh keyakinan.

—–

Pic’

—–
Hari sudah berganti dengan waktu yang menunjukkan jam tepat setengah satu pagi ketika Kyuhyun sampai ke dorm Super Girls, tempat dimana wanita yang paling dicintainya sedang terlelap nyenyak. Sudah seperti dorm-nya sendiri, saking seringnya berkunjung ke tempat itu, Kyuhyun memasuki apartemen besar yang cukup untuk menampung lima orang gadis. Saking seringnya juga ia masuk ke dalam kamar Hyejin, Kyuhyun melenggang ke dalam ruang pribadi gadis itu seperti memasuki kamarnya sendiri. Kyuhyun sudah berpesan kepada kekasihnya itu untuk tidak mengunci pintu karena orang pertama yang akan ditemuinya begitu kembali ke Seoul adalah Song Hyejin.

“Sudah datang?” Tanya Hyejin menyadari ada seseorang yang menambah beban di atas tempat tidurnya. Tidak butuh untuk membuka mata, cukup dengan mencium aroma tubuh orang tersebut, Hyejin tahu Kyuhyun telah berada di sampingnya. Dengan lembut Kyuhyun mengelus puncak kepala Hyejin. “Maaf tidak sengaja membangunkanmu. Tidurlah kembali,” ujar Kyuhyun lalu mencium kening Hyejin.

Hyejin membetulkan posisi tidurnya sehinga tempat tidur kecilnya dapat diisi oleh dua orang dewasa. Hyejin memiringkan tubuhnya sehingga tidak bertumpu pada punggungnya melainkan sisi kiri tubuhnya. Masih dengan mata terpejam, Hyejin dapat menemukan tubuh Kyuhyun untuk dipeluk sampai alarm di samping tempat tidurnya berbunyi nyaring.

“Sangat menyukai tanah kelahiranku huh? Sampai-sampai kau memposting foto di Twitter? Swiss sangat indah kan?” Tanya Hyejin yang ingin kembali tidur namun tidak bisa. Hyejin memejamkan mata namun mulutnya terus bicara. Wanita itu membahas syuting MV terbaru Kyuhyun yang dilakukan di Swiss, tempat kelahirannya.

“Tidak seindah dirimu,” sahut Kyuhyun, bermaksud merayu. Kepala Hyejin yang berada di bawah dagu Kyuhyun terasa bergetar, menandakan gadis itu baru saja tergelak. “Dasar gombal,” ujar Hyejin.

“Aku tidak gombal. Bagiku, kau lebih indah dari Swiss. Kalau saja aku bisa memposting fotomu tiap hari.” Hyejin kembali tergelak. Kali ini lebih panjang dan keras. “Jangan coba-coba, Cho Kyuhyun. Kalau kau sampai berani memposting fotomu, aku sendiri yang akan menghapusnya,” kata Hyejin setengah mengancam, mengingat fans atau bahkan publik yang akan mengganggu ketenangan hidupnya jika tahu ia adalah pacar Cho Kyuhyun, anggota idol grup ternama Korea Selatan yang sedang naik daun.

“Baiklah kalau itu maumu. Aku tidak akan memaksa,” kata Kyuhyun. Meskipun Kyuhyun memiliki keinginan yang sangat kuat untuk mempublikasikan hubungannya dengan Hyejin atau paling tidak memberikan kode-kode melalui dunia maya miliknya, pria itu tidak akan melakukannya jika Hyejin tidak menyetujuinya. Bagaimanapun, ia akan melindungi kekasihnya. Keselamatan dan kebahagiaan Hyejin adalah yang terpenting bagi Kyuhyun. Ia tidak ingin wanita itu justru mendapat masalah karena berkencan dengannya. “Tapi kau harus berjanji, tidak akan pergi dariku,” ujar Kyuhyun melempar syarat yang sebenarnya cukup mudah untuk dipenuhi.

Tanpa pikir panjang, Hyejin menganggukkan kepalanya. “Aku pasti sudah gila kalau sampai pergi darimu, tuan Cho,” ujar Hyejin dengan serius. Gadis ini memang tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun sudah seperti jiwanya. “Kalau tidak ada kau berarti aku mati,” kata Hyejin.

Kyuhyun membenamkan wajahnya di kepala Hyejin, menghirup dalam-dalam wangi rambut Hyejin yang rupanya baru saja dicuci oleh gadis itu. “Sampo baru?” Tanya Kyuhyun. Hyejin hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya. “Aku suka wanginya.”

“Sudah aku duga kau akan bilang begitu,” sahut Hyejin dengan santai. Gadis itu masih berusaha untuk kembali ke alam mimpi tapi sebagian dirinya enggan untuk meninggalkan kesempatan berbincang dengan Kyuhyun. “Aku tidak keramas 3 hari saja kau masih suka menciumi kepalaku. Kalau kau tidak suka wangi sampo baruku, aku akan menggangapmu tidak waras.”

Kyuhyun hanya tertawa mendengar omongan Hyejin karena sesungguhnya ia tidak terlalu peduli dengan sampo apa yang dipakai Hyejin. Kepala gadis itu tetaplah tempat favorit Kyuhyun untuk membenamkan wajahnya, setelah leher jenjang Hyejin. “Selama aku pergi, apa saja yang kau lakukan?” Tanya Kyuhyun mencari topik pembicaraan baru.

“Syuting. Apalagi?” Jawab Hyejin. Ia tidak perlu menjelaskan panjang lebar syuting apa yang ia lakukan karena ia yakin Kyuhyun mengetahui jadwal Hyejin melebihi gadis itu sendiri. Lagipula, kegiatan Hyejin tidak sepadat kegiatan Kyuhyun sehingga lebih mudah untuk mengingatnya.

“Tidak ada ajakan kencan dari pria lain?” Tanya Kyuhyun lagi. Sejak kejadian Choi Jinhyuk yang berhasil mencuri kesempatan untuk menyatakan perasaan pada Hyejin di tengah-tengah kesibukan Kyuhyun, ia menjadi merasa tidak aman. Bisa saja ada pria lain yang tiba-tiba masuk di antara mereka.

Hyejin tidak menjawab. Kepalanya tidak bergerak ke kiri atau ke kanan, hanya diam di atas dada Kyuhyun. Tubuhnya pun tidak bergeming. Tidak memberikan reaksi apapun. “Kau sudah tidur?” Tanya Kyuhyun sambil mengecek dengan mata kepalanya sendiri. Hyejin belum tidur. Matanya bahkan terbuka lebar. “Aku pikir kau sudah tidur jadi tidak menjawab pertanyaanku,” kata Kyuhyun.

Hyejin melepaskan pelukannya dari tubuh Kyuhyun. Dengan berat, Hyejin menghembuskan nafasnya sambil menegakkan tubuhnya ke senderan tempat tidur. Kyuhyun memperhatikan gadisnya dengan seksama. “Ada yang mengajakmu berkencan.” Kyuhyun tidak bertanya. Ia memberikan pernyataan, melihat ekspresi Hyejin yang datar.

“Jinhyuk Oppa kembali mendatangiku. Ia mengajakku makan malam dan aku tidak bisa menolaknya.” Hyejin memulai ceritanya.

“Lalu?” Tanya Kyuhyun.

“Kami makan malam dan seperti biasa mengobrol tentang banyak hal. Aku pikir ia sudah bisa menerima keputusanku tapi ternyata tidak,” kata Hyejin.

“Apa yang ia lakukan?” Tanya Kyuhyun.

Hyejin menatap Kyuhyun dengan penuh penyesalan. Air matanya sudah menggenang membuat mata gadis itu berkaca-kaca. Dengan lembut, Kyuhyun mengusapnya. “Jangan menangis. Ceritakan saja padaku. Aku tidak akan marah. Apa yang ia lakukan?” Tanya Kyuhyun penuh kelembutan.

“Ia menciumku,” jawab Hyejin takut-takut.

“Dan kau? Balas menciumnya?” Kyuhyun tidak berani membayangkan kekasihnya berciuman dengan pria lain.

Hyejin terdiam. Matanya tidak berani menatap Kyuhyun. Hyejin hanya menundukkan kepalanya, semakin lama semakin dalam. “Ceritakan saja padaku. Aku tidak akan marah,” kata Kyuhyun.

“Aku tidak tahu apa aku terbawa suasana atau aku yang terlalu merindukan ciumanmu.” Hyejin menghela nafas panjang. “Aku balas menciumnya,” kata Hyejin dengan volume suara yang sangat kecil, nyaris berbisik.

Kyuhyun menatap kekasihnya dengan sedih. Sebagian dirinya merasa kesal dan diliputi cemburu namun sebagian dirinya lagi merasa menyesal. Ia terlalu sering meninggalkan Hyejin dalam waktu yang lama dan hal-hal yang ditakutinya benar-benar terjadi. Pria lain akan menggantikannya jika ia tidak bisa menjaga Hyejin dengan baik.

“Kau mencintaiku?” Tanya Kyuhyun.

Hyejin menganggukkan kepalanya, tanpa ragu. “Aku hanya mencintaimu. Sungguh. Aku tidak bermaksud mencium Jinhyuk Oppa. Aku hanya terbawa suasana,” kata Hyejin. Rasa bersalah sedang menggerogoti gadis itu saat ini.

Kyuhyun mengangkat kepala Hyejin agar ia bisa melihat wajah kesukaannya. Kyuhyun bertanya sekali lagi sambil menatap langsung ke dalam manik mata Hyejin. “Kau benar-benar mencintaiku?”

Hyejin mengangguk. Ia menjawab dengan suara yang nyaris hilang karena ditelan sesengukkannya sendiri. “Aku benar-benar mencintaimu, Kyu. Aku hanya mencintaimu. Maafkan aku…”

Kyuhyun tersenyum menatap Hyejin. Dari mata gadis itu, Kyuhyun tahu perasaan Hyejin terhadapnya belum berubah. Kyuhyun masih menjadi yang utama dalam hati Hyejin. Jinhyuk hanyalah sebuah kesalahan kecil. Dengan lembut, Kyuhyun mencium bibir Hyejin. Tanpa tuntutan. “Aku akan menganggap ciuman itu adegan drama. Aku memaafkanmu dan kau tidak boleh mengulanginya lagi. Dengan pria manapun,” ujar Kyuhyun yang disanggupi oleh Hyejin.

“Aku tidak akan mengulanginya,” kata Hyejin. Perasaan lega dengan cepat memasuki dirinya. Ia kembali berbaring sambil memeluk Kyuhyun dan bersedekap di dada pria itu. Kyuhyun pun kembali merangkul tubuh gadisnya dan membenamkan wajahnya di kepala Hyejin.

Dengan telinganya, Hyejin bisa mendengar detak jantung Kyuhyun yang sangat tenang. Aneh. “Kyu,” panggil Hyejin.

“Eo?”

“Kau sangat tenang malam ini. Apa ada yang menganggumu?” Tanya Hyejin.

Kyuhyun sudah berada di kamarnya kurang lebih 20 menit dan mereka sudah tidak bertemu hampir seminggu. Biasanya yang terjadi, mereka sudah bergulat di atas tempat tidur, saling menyerang dengan ciuman-ciuman liar bukan berpelukan tenang seperti ini. “Ada apa?” Tanya Hyejin ingin tahu.

“Ada apa maksudmu?” Kyuhyun balik bertanya.

“Sejak kau masuk ke kamarku, kau baru sekali menciumku. Tidak ada serangan bertubi-tubi. Apa ada yang mengganggumu?”

Kyuhyun tersenyum geli melihat Hyejin. Gadisnya itu sedang menatapnya dengan bertanya-tanya dan Kyuhyun mendapat ide tiba-tiba untuk sedikit menjahili gadis itu. “Ada,” jawab Kyuhyun.

Wajah Hyejin berubah khawatir. “Ada apa? Ceritakan padaku. Aku mohon,” pinta Hyejin dengan nada memelas membuat Kyuhyun tidak tega. Segala keinginannya untuk menjahili Hyejin langsung menguap.

“Tidak ada,” kata Kyuhyun sambil tersenyum lebar. Hal ini justru membuat Hyejin semakin menjadi panik.

“Tidak ada? Jangan bohong. Kau tidak lagi mencintaiku ya? Aku tidak lagi menarik? Ada gadis lain yang lebih menarik perhatianmu? Apa aku menggendut sehingga kau tidak tertarik lagi padaku?” Oh astaga. Telinga Kyuhyun rasanya berdenging mendengar imajinasi-imajinasi Hyejin yang tidak berdasar.

Kyuhyun menatap Hyejin dari ujung kepala sampai ujung kaki Hyejin yang tertutupi oleh selimut namun tatapan Kyuhyun bisa membuat Hyejin seperti ditelanjangi. “Kau terlalu banyak nonton drama di televisi, Song Hyejin. Kau harus menguranginya,” kata Kyuhyun.

“Kau tidak menjawab pertanyaanku, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun mendesah kesal. Ingin sekali rasanya ia memakan Hyejin, memasukkan tubuh gadis itu ke dalam mulutnya namun ia sudah berjanji. “Appamu melarang aku untuk menyentuhmu sampai kau setuju untuk menikah denganku,” kata Kyuhyun.

“Mwo?!”

“Tidak ada siaran ulang,” ujar Kyuhyun. “Aku dan aboenim sudah sepakat. Aku akan menyentuhmu jika kita sudah menikah.”

“Kau bercanda?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

Hyejin bergidik ngeri. Jika Kyuhyun adalah jiwa yang mengisi tubuhnya agar hidup maka sentuhan Kyuhyun adalah energi yang memacu tubuhnya untuk bergerak. “Kalian mau membunuhku?”

“Tidak. Tentu saja tidak. Tampaknya aboenim tidak setuju dengan keputusanmu yang tidak ingin menikah denganku namun tetap tinggal bersamaku. Jadi, kau tinggal pilih nona Song yang terhormat.”

Tidak seperti itu tepatnya. Ayah Hyejin hanya bilang, “Setelah kalian menikah, lebih banyak hal yang bisa dilakukan sebagai pasangan suami istri.” Kyuhyun hanya memperluas maksud dari kata menjaga dan memberikan turunan dari pesan pria setengah abad itu. Menyentuh Hyejin setelah menikah hanya tambahan yang diciptakan oleh Kyuhyun sendiri.

“Appa tidak tahu apa yang kita lakukan. Dia di Swiss, kita di Seoul dan dia tidak cukup canggih untuk mengawasi semua hal yang kita lakukan.”

“Oh ho! Kau gadis nakal. Jadi kau mau main di belakang ayahmu, eoh?”

“Yaak Cho Kyuhyun!!!”

Kyuhyun menyentuh pipi tirus Hyejin dan kemudian mengecupnya dengan sederhana. “Aku tahu apa yang kau inginkan, sayang. Kita ini sama. Tapi, aku sudah berjanji pada Appa-mu untuk menjagamu dengan baik. Jadi, aku tidak akan menyentuhmu dengan brutal, seperti yang sudah-sudah aku lakukan.”

Hyejin menyeringai sinis, tidak percaya. “Oh ya?” Ejek Hyejin sambil menarik kausnya ke atas, melewati tangan dan kepalanya, menyisakan sebuah tank top yang melekat di tubuhnya. “Kita lihat seberapa lama janjimu akan bertahan.”

Kyuhyun hanya menggeram melihat tubuh putih Hyejin yang mulus, tidak ada bercak merah sedikitpun. Kalau saja ia tidak menyahut ‘ya’ saat tuan Song memintanya untuk menjaga Hyejin baik-baik, Kyuhyun yakin paling tidak sudah ada tiga kissmark terukir di leher Hyejin. “Aku tidak akan tergoda,” kata Kyuhyun lalu berbaring membelakangi Hyejin.

Namun baru sedetik Kyuhyun membelakangi Hyejin, pria itu sudah berbalik untuk berhadapan dengan Hyejin. “Aku punya solusi untuk permasalahan ini. Kita menikah diam-diam di Swiss. Tidak akan ada yang mengetahuinya kecuali aku, kau dan keluarga kita. Jika kita sudah menikah, aku akan menyentuhmu kapan pun kau mau,” kata Kyuhyun.

Hyejin hanya tersenyum simpul. “Kita akan menikah tapi tidak tahu kapan. Okay? Aku akan menikah denganmu.”

“Tapi tidak tahu kapan. Sama saja bohong. Haiish!!” Kyuhyun lalu membalikkan tubuhnya sehingga ia tidur dengan posisi tengkurap. Hanya wajahnya yang menghadap Hyejin. “Apa kau tidak kasihan padaku, Hye?”

Hyejin mengelus punggung Kyuhyun sambil sesekali memainkan rambut pria itu yang sudah mencuat tidak beraturan. “Kenapa kau begitu ingin menikahiku?” Tanya Hyejin.

“Itu satu-satunya cara untuk mengamankan hubungan kita di tengah jadwal kegiatan kita yang sangat padat. Lagipula, tahun depan aku sudah harus wajib militer. Apa yang harus aku lakukan kepadamu? Aku tidak bisa menjagamu selama 2 tahun,” jawab Kyuhyun.

Hyejin tersenyum di belakang punggung Kyuhyun. Hyejin mencium bagian bidang tersebut dengan lembut. “Baiklah. Aku akan memikirkannya,” ujar Hyejin sambil memeluk Kyuhyun dengan erat. “Tapi aku tidak boleh hamil dalam waktu dekat.”

Kyuhyun ingin melompat dari tempat tidur saking senangnya mendengar ucapan Hyejin namun tangan Hyejin yang sedang membelenggu tubuhnya membuat pria itu tetap tertahan di atas tempat tidur. Kyuhyun hanya bisa membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan Hyejin, memamerkan senyumannya yang paling sumringah. “Kita akan menikah,” kata Kyuhyun.

“Aku akan memikirkannya,” sahut Hyejin sambil tersenyum sumringah juga.

“Boleh aku menciummu?”

Hyejin menganggukkan kepalanya. Kyuhyun mendekatkan mulutnya ke wajah Hyejin dan mendaratkan ciumannya di kening Hyejin. Lama. “Kenapa tidak mencium bibirku?” Tanya Hyejin.

“Sudah aku bilang, Appa melarangnya,” jawab Kyuhyun.

Hyejin menarik wajah Kyuhyun sejajar dengan wajahnya. Tanpa meminta izin ataupun basa-basi, Hyejin mencium bibir Kyuhyun dengan intens. “Appa tidak melarangku,” kata Hyejin.

Kyuhyun hanya tertawa dan memasukkan Hyejin lebih dalam ke pelukannya. “Kau memang gadis nakal. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau kita sudah menikah nanti,” kata Kyuhyun sambil tertawa geli.

“Cho Kyuhyun, aku tahu isi otakmu. Kau lebih baik banyak berdoa agar aku mau menikah denganmu daripada memikirkan malam pertama kita nanti, ujar Hyejin yang sudah melungkar di pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa terbahak-bahak karenanya. “Kau benar-benar memahami diriku,” ujar Kyuhyun.

“Sudah. Aku mau tidur lagi.”

Kyuhyun mencium rambut Hyejin dan mengelus punggung Hyejin sampai gadis itu kembali terlelap. Salah satu obat tidur paling mujarab untuk Hyejin.

Cho Kyuhyun
Aboenim, Hyejin sudah setuju untuk menikah denganku. Terima kasih banyak atas sarannya.

Song Aboenim
Sudah kewajibanku. Anak itu memang agak keras kepala. Kau tidak boleh menyerah, Cho.

Song Aboenim
Aaah, aku tidak sabar berjalan bersama Hyejin menuju altar. Aku juga sudah tidak sabar menimang cucu.

Cho Kyuhyun
Tapi… Hyejin belum ingin memiliki anak, aboenim.

Song Aboenim
Haiiiish! Anak ituuu!!!

xoxo @gyumontic