image

Menonton Kyuhyun melalui layar smartphone-nya yang hanya memiliki panjang diagonal 5 inci adalah salah satu kegiatan yang wajib dilakukan Hyejin setiap pria itu merilis music video terbaru baik secara grup ataupun individual. Hal tersebut sudah dilakukannya puluhan kali sejak Kyuhyun debut sampai hari ini Super Junior merilis ‘MAGIC’ sebagai lagu 10 tahun karir mereka di industri musik Korea Selatan. Dan bagi Hyejin, Kyuhyun selalu tampil sempurna di setiap music video-nya kecuali ada adegan pria itu bersama wanita lain. Hyejin tidak akan menyukainya meski adegan Kyuhyun dengan wanita itu hanya sebatas memandang foto.

“Sudah lihat MV baru kami?” Kyuhyun merangkum 9 orang di grupnya menjadi satu kata. Kami. “Bagaimana menurutmu? Bagus kan?” Tanya Kyuhyun sambil mengitari apartemennya, mencari sebotol wine yang lupa ia letakkan dimana. Kesukannya. Sehingga ia harus menemukan wine tersebut. Sedangkan Hyejin, menatap layar smartphone-nya sambil tidur-tiduran di sofa, tidak peduli dengan kesibukan Kyuhyun di dapur.

Ini sudah kesepuluh kalinya Hyejin menonton music video ‘MAGIC’ dan bagian Kyuhyun menggoyangkan pinggulnya di lapangan basket sudah berpuluh-puluh kali diulang oleh Hyejin. Gadis itu tidak bisa berhenti tertawa setiap mengingat gerakan tersebut. “Bagus,” jawab Hyejin singkat. Hyejin mengatakan bagus karena tidak ada adegan mesra antara kekasihnya dan model wanita dalam music video tersebut. Selain itu, goyangan pinggul Kyuhyun, yang menurut orang Indonesia sangat dangdut, tidak ada yang menandingi.

“Syukurlah,” kata Kyuhyun dengan lega. Kata ‘bagus’ menandakan ia dapat menghabiskan malam dengan tenang. Tidak akan ada kegaduhan perdebatan ataupun perang dingin seperti ketika music video ‘DEVIL’ dirilis. Mungkin, Kyuhyun dapat tidur dengan nyenyak sambil memeluk Hyejin dengan erat. Ditambah wine-nya yang sudah ditemukan. Malam ini akan berakhir dengan sempurna.

Kyuhyun berdiri di dekat Hyejin dengan tangan kanannya memegang gelas dan tangan kirinya memegang botol wine kesukaanya. Meski hanya menggunakan kaus dan celana pendek yang akan digunakannya sebagai kostum tidur, Kyuhyun tetap memancarkan aura berkelasnya dengan sebotol minuman tersebut. “Mau minum?” Kyuhyun menawarkan wine-nya kepada Hyejin.

Hyejin menolak. Ia hanya menatap Kyuhyun sambil tersenyum simpul. Meskipun pria di dekatnya itu terlihat sangat tampan, namun ingatannya teringat kembali pada goyangan pinggul Kyuhyun yang entah kenapa terlihat sangat menggemaskan. Ekspresi yang dikeluarkan Kyuhyun di music video itu pun sangat cocok untuk membuat Hyejin tertawa keras. “Yaa! Kenapa tertawa?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Aku hanya teringat tarianmu di lapangan basket. Darimana kau dapat ide untuk bergoyang seperti itu?” Jawab Hyejin dengan jujur.

“Yaaa… Haish! Kenapa semua membahas goyangan itu? Aku hanya berniat melucu. Tidak lebih. Kenapa kalian terus membahasnya?” Omel Kyuhyun kesal. Ia sudah menuangkan sedikit wine-nya ke dalam gelas dan langsung meneguknya sampai habis. Kemudian, meletakkan gelas dan botol wine-nya ke atas meja. “Apa yang kau pikirkan?” Tanya Kyuhyun.

Hyejin tersenyum kecil. Tangannya menarik Kyuhyun agar pria itu berada lebih dekat dengannya. Meskipun tangan pria itu terasa semakin besar di dalam genggamannya tapi bagi Hyejin tetap tangan itu adalah tangan terbaik yang pernah menyentuhnya. Tangan yang selalu membuatnya berdebar dan kesulitan bernafas ketika bersentuhan dengan kulitnya. “Aku menyukainya,” kata Hyejin namun Kyuhyun menaikkan alisnya, tidak percaya.

“Sungguh,” kata Hyejin lagi berusaha meyakinkan. “Tapi aku sempat membayangkan dirimu bergoyang seperti itu tanpa…” Hyejin menghentikan ucapannya. Matanya menatap Kyuhyun malu-malu. Wajahnya sudah bersemu merah. Tampaknya, gadis itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya sendiri.

“Tanpa? Tanpa apa?” Tanya Kyuhyun meminta kelanjutan dari ucapan Hyejin. Melihat wajah malu-malu Hyejin membuat Kyuhyun gemas. Berusaha tidak menyakiti, Kyuhyun mencubit kedua pipi Hyejin dengan kedua belah bibirnya. “Tanpa apa? Katakan,” kata Kyuhyun lagi.

Hyejin masih tersenyum malu-malu namun jawaban yang diucapkannya dengan lirih dapat terdengar. “Tanpa baju,” kata Hyejin. Sontak, Kyuhyun terbahak.

“Kau.” Kyuhyun sengaja menggantung ucapannya sambil menatap Hyejin dengan tatapan menggoda. Berbagai ide sedang berkecamuk di dalam pikirannya. Liar, jahil dan lainnya. “Menginginkan aku telanjang lalu menari di depanmu? Kau ingin aku jadi penari striptease?!” Goda Kyuhyun. Ide jahil dalam pikirannya menang. Hyejin tersipu malu-malu.  Pikirannya tidak sampai sejauh itu tapi karena Kyuhyun melontarkannya jadi membuat Hyejin berpikir yang tidak-tidak. Pria itu bergoyang di hadapannya, tanpa busana. Iyuuuuh….

Hyejin menggelengkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum menggoda Hyejin. “Aigoo… Aigoo… Ternyata kekasihku punya pikiran yang sama mesumnya dengan aku… Ckckckck!” Goda Kyuhyun membuat pipi Hyejin semakin bersemu merah.

“Bukan itu maksudku. Maksudku, hanya kausmu saja yang dilepas. Topless, not naked. Kau menari sambil memamerkan perutmu. Kau kan belum pernah melakukannya,” kata Hyejin menjelaskan. Kyuhyun? Tidak akan berhenti untuk menggoda Hyejin. Pria itu mulai melepas kausnya, benar-benar melepas kausnya, sehingga menunjukkan perut condong ke depan yang dimilikinya.

“Oh ya? Aku pikir kau sudah sering melihatku telanjang dada?” Kyuhyun semakin menjadi-jadi. Ia tidak pernah tahan untuk tidak menggoda kekasihnya.

“Maksudku di depan publik,” sahut Hyejin. Tubuh Kyuhyun bukanlah hal baru bagi Hyejin.

Kyuhyun mulai bergoyang seperti apa yang dilakukannya di music video terbarunya. Hyejin hanya menatap sambil tertawa malu-malu. “Hanya duduk? Tidak mau menari bersamaku? Menyentuh abs-ku?” Goda Kyuhyun sambil menarik Hyejin bangkit berdiri dari kursi.

“Kau tidak punya abs,” kata Hyejin disusul tawa geli. Kyuhyun tidak terlalu peduli.

Kyuhyun memeluk Hyejin pada pinggang gadis itu, merapatkan tubuhnya dengan gadisnya. “Apa seperti ini yang kau bayangkan?” Tanya pria itu seduktif.

Hyejin menganggukkan kepalanya. Ia tidak akan berbohong bahwa ia memang membayangkan Kyuhyun menari seperti itu. Hanya untuk dirinya. “Kau pasti sangat menyukainya ya?” Kata Kyuhyun melihat Hyejin yang belum berhenti menyentuh perut condong ke depan miliknya.

Hyejin menganggukkan kepalanya. Meskipun tidak six packs seperti milik Siwon atau berotot seperti Donghae, perut Kyuhyun tetaplah yang terbaik untuk menjadi bantal tidurnya atau jimat pengantar tidur. Tanpa mengelus perut Kyuhyun, gadis itu akan lebih susah tidur. Hyejin mengelus perut Kyuhyun sebelum pria itu memindahkan tangan gadis itu ke dalam genggamannya. “Jangan terlalu sering menggodaku, hai kau, gadis cobaan terbesar dalam hidupku,” ujar Kyuhyun diikuti tawa kecil dan kemudian ciuman lembut di bibir Hyejin.

“Aku punya pilihan untukmu,” ujar Kyuhyun. “Kita tidur dan kau akan bangun pagi dengan sehat, segar dan selamat atau kau terus mengelusku dan kau tidak akan selamat malam ini?”

Hyejin tampak berpikir keras meskipun sebenarnya ia sudah memiliki keinginan sendiri. Gadis itu mengikat kakinya pada kaki Kyuhyun, melingkarkan tangannya pada leher Kyuhyun dan mendongakkan kepalanya sedikit untuk dapat meraih wajah Kyuhyun. Tidak usah dipastikan, Kyuhyun tahu apa yang diinginkan gadisnya. “Oh ho! Magic girl. She’s so hot. She’s on fire,” ucap Kyuhyun dengan seringai jahil menggoda, mengikis kesabaran Hyejin.

Tanpa peringatan, Hyejin memaksa kepala Kyuhyun untuk menunduk kepadanya sehingga ia dapat dengan mudah untuk melumat bibir pria di hadapannya dengan bibirnya. “You’re so slow,” kata Hyejin di saat ia menarik nafas dan kemudian menghabiskannya lagi untuk berciuman dengan Kyuhyun. Perlahan, Kyuhyun mendorong gadisnya kembali ke sofa. Sambil tetap menyatukan kedua indera pengecap milik mereka, Kyuhyun mendudukan Hyejin di sofa tersebut sedangkan dirinya tetap berdiri dengan kedua tangan bertumpu pada senderan sofa.

“Sudah cukup,” kata Kyuhyun yang lebih dulu melepaskan ciumannya. Hyejin hanya menatap dengan kesal sekaligus tidak puas. “Menyebalkan!” Gerutunya. Kyuhyun hanya tersenyum, menggoda. “Aku harus menjagamu dengan baik sampai hari pernikahan kita tiba,” kata Kyuhyun dengan tenang.

“Lalu setelah kita menikah, kau tidak akan menjagaku dengan baik?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya membuat Hyejin kesal. “Kalau begitu kita tidak usah menikah saja. Apa bedanya kita menikah atau tidak kalau setelah menikah justru kau tidak menjagaku dengan baik?” Protes Hyejin panjang lebar. Lagi, Kyuhyun hanya tersenyum. Tenang.

Wajahnya yang hanya terpaut tidak lebih dari tiga sentimeter dari wajah Hyejin, didekatkan sehingga ia dapat menatap manik biji mata Hyejin dengan jelas. Hyejin hanya menatap Kyuhyun dengan jantung berdebar dan rasanya segala isi di kepalanya sudah menguap digantikan pikiran-pikirannya dan khayalan-khayalannya tentang apa yang akan dilakukan Kyuhyun kepadanya.

“Hei magic girl.” Kyuhyun tersenyum lembut tepat di depan wajah Hyejin, membuat jantung gadis itu berdebar semakin kencang. “Kalau aku sudah menikah denganmu, aku pasti akan menjagamu dengan sangat baik. Kecuali…”

Hyejin teripu malu ketika Kyuhyun melemparkan senyumnya yang paling jahil dan menggoda sepanjang masa. “Kecuali kau memancingku seperti tadi. Aku pastikan kau tidak akan selamat. Kau pasti akan berakhir di tempat tidur atau sofa atau karpet atau dimanapun yang bisa menjadi tempat aku membuktikan cintaku,” bisik Kyuhyun membuat Hyejin merinding geli. Pikirannya sudah melesat jauh.

Hyejin mendorong Kyuhyun dengan kakinya sehingga pria itu berjarak sejauh kakinya menendang. “Lebih baik sekarang kau kembali menari dengan goyang pinggul sok seksi itu. Kalau kau berhasil membuatku tertawa, kita….” Agak sulit mengucapkan kata satu itu. “Menikah.”

Tanpa perlu disuruh dua kali, Kyuhyun bergoyang. Berulang kali. Dengan berbagai versi. Hyejin tidak bisa berhenti terpingkal dibuat pria itu. “Kapan kita akan menikah kalau begitu? Aku sudah membuatmu tertawa,” tagih Kyuhyun setelah keduanya duduk sambil berpelukan di sofa. Kyuhyun kelelahan menari. Hyejin terlalu lelah karena tertawa.

Hyejin menyurukkan kepalanya ke leher Kyuhyun, meminta pria itu untuk mengelusnya. Kyuhyun pun mengelusnya. “Terserah saja, yang penting tidak ada yang tahu,” jawab Hyejin, setelah sekian lama Kyuhyun berjuang.

Kkeut!

xoxo @gyumontic