image

“Album solo baru, musikal baru, konser solo 3 hari seminggu. Mau sampai kapan kau menomor sekian-kan aku, Cho Kyuhyun? Haish!!” Oceh Hyejin di tengah jadwal syuting variety show-nya. Semua orang tahu jika Hyejin sudah mulai uring-uringan begitu hanya pria Cho Kyuhyun yang dapat menyelamatkan mood gadis itu.

Hyejin bangkit berdiri dari kursinya membuat rekan sesama pembawa acara bingung. “Kau mau kemana? Kita sebentar lagi mulai,” tanya Jung Soo Jung.

“Hanya ingin memberikan benda sialan ini kepada manajerku,” jawab Hyejin sambil menunjukkan smartphone-nya yang menurutnya sangat mengganggu konsentrasi.

Hyejin segera menemui manajernya dan memberikan smartphone-nya. “Kalau Kyuhyun telepon, walaupun aku meragukannya, bilang aku tidak mau bicara dengannya,” kata Hyejin lalu kembali syuting.

—–

Hyejin sudah berjam-jam tidak mau memegang smartphone-nya. Ia lebih memilih membaca Maze Runner trilogy untuk membunuh waktu lenggangnya. Kalau ia memegang smartphone, ia pasti tergoda untuk mencari-cari berita tentang Kyuhyun padahal itu adalah hal yang paling dihindarinya. Daripada ia terpancing emosi nantinya.

Saat Hyejin sedang seru-serunya membaca, manajer Hyejin datang dengan smartphone-nya. Menyodorkannya dan bicara dengan santai, “Ada telepon untukmu.”

“Sudah aku bilang aku tidak ingin bicara. Dengan siapapun,” kata Hyejin dengan galak.

“Termasuk dengan eomma-mu?”

Hyejin menghela nafas panjang lalu menerima telepon dari ibu kandungnya yang tinggal di Swiss itu. “Ya, ada apa eomma?” Tanya Hyejin.

“Halo nak, eomma hanya ingin memberitahu ada satu tanggal kosong. Tanggal 6 November. Apa kalian bisa?” Ucap nyonya Song dengan cepat.

Hyejin kemudian teringat dengan rencana Kyuhyun yang tidak masuk akal. “Aku akan tanya Kyuhyun dulu, eomma. Nanti akan aku kabari,” ujar Hyejin tidak bersemangat.

“Baiklah. Eomma akan pesan dulu. Nanti kabari eomma ya, sayang. Eomma sangat merindukanmu.”

“Aku juga merindukan eomma. Sampai jumpa.”

“Sampai jumpa, sayang.”

Hyejin memutuskan sambungan telepon dengan eommanya lalu menyerahkan kembali smartphone-nya kepada manajernya. “Sampaikan kepada Kyuhyun ada tanggal 6 November,” perintah Hyejin tanpa ingin menjelaskannya lebih lanjut.

Manajer Hyejin pun menyampaikan pesan kepada Kyuhyun melalui manajer pria itu. Persis seperti yang dikatakan Hyejin. “Manajer Kyuhyun bilang, di tanggal itu Kyuhyun ada jadwal konser solo,” kata manajer Hyejin kepada artisnya.

Hyejin menghela nafas panjang mengingat jadwal konser 3 hari di minggu pertama bulan November itu. “Ya sudah, bilang tamat riwayatnya,” ujar Hyejin. Manajer Hyejin benar-benar menyampaikannya sama persis sampai titik komanya.

“Bilang pada eomma, kirim pesan saja, Kyuhyun tidak bisa di tanggal itu. Dia ada konser solo di Seoul. Lupakan saja permintaan Kyuhyun. Pria itu hanya main-main dengan ucapannya,” ujar Hyejin datar sambil membaca novel tebalnya.

—–

Kyuhyun berjalan cepat menuju apartemennya sambil berbicara dengan seseorang melalui telepon genggamnya. “Eommoni, aku bisa tanggal 6 November,” kata Kyuhyun dengan nafas terengah-engah.

“Kata Hyejin kau ada konser solo di tanggal itu,” sahut nyonya Song sesuai pemberitahuan anaknya tadi siang.

“Tidak. Tidak. Aku sudah mengatur ulang jadwalku. Aku bisa tanggal 6 November,” ujar Kyuhyun. “Sekarang aku sedang mau bertemu Hyejin untuk memberitahunya. Jeongmal gomawo, eommonim.”

Kyuhyun memasuki apartemennya yang masih terang benderang di jam dua pagi. Seorang gadis duduk di sofa dengan buku tebal di atas pangkuannya. Gadis itu tampaknya sedang hanyut dalam kisah petualangan Thomas dan kawan-kawannya. Ia tidak mempedulikan kedatangan Kyuhyun.

“Kita akan menikah tanggal 6 November. Aku sudah bilang emmonim untuk membantu kita,” kata Kyuhyun tanpa basa-basi.

“Bukannya kau ada konser di tanggal itu? Sampai tanggal 8 lagi. Bagaimana mungkin?” Sahut Hyejin datar. Ia bahkan tidak mengangkat kepalanya untuk menatap Kyuhyun.

“Aku sudah minta manajemen untuk mengatur ulang jadwalnya. Aku tidak mau kau berubah pikiran kalau aku menundanya. Kita akan ke Swiss tanggal 4. Aku akan menyiapkan semuanya,” kata Kyuhyun dengan penuh semangat dan wajah berseri-seri. Ia tampak jelas tidak sabar menyongsong hari bahagianya.

Berbeda dengan Hyejin yang tampak tidak peduli. Wajahnya tidak menampakkan ekspresi apapun. Datar. “Kau tidak ingin menikah denganku ya? Humm?” Tanya Kyuhyun sedih.

Hyejin menutup bukunya. Untuk pertama kali sejak Kyuhyun pulang, Hyejin menatap pria itu. “Aku tidak ingin menikah dengan pria yang tidak pernah punya waktu untukku. Aku menunggu kau menghubungiku tapi kau tidak menghubungiku. Aku mencoba untuk menghubungimu tapi kau tidak pernah menjawab. Kalau kau lebih mencintai kesibukanmu, dirimu sendiri, marry yourself, Mr. Cho!”

Kyuhyun hanya berdiri terpaku di tempatnya, menatap Hyejin yang sedang tersengal-sengal setelah meluapkan semua emosinya. Pikiran Kyuhyun bercampur aduk. Ia tidak dapat lagi memisah-misahkannya. Ia terlalu lelah untuk bertengkar dengan Hyejin juga bermesraan dengan wanita itu. “Kita menikah tanggal 6 November. Titik,” kata Kyuhyun dengan tegas.

Hyejin hanya mendengus kasar mendengarnya. Wanita itu mengibaskan tangannya dengan malas. “Sudahlah, terserah kau saja. Aku mau tidur,” kata Hyejin lalu meninggalkan Kyuhyun ke dalam kamar. Pria itu kemudian menyibukkan diri dengan rencana-rencananya.

—–

November, 7

Gadis itu sudah berdiri lima menit lamanya dan pasangan 10 meter di depannya masih asyik berpagutan bibir satu sama lain. Pasangan itu bahkan sudah berciuman sebelum gadis itu berada di tempatnya sekarang. “Haissh! Apa pasangan itu tidak bisa melakukannya di rumah?” Gerutunya yang tentu saja tidak mungkin terdengar oleh pasangan yang sedang bermesraan tersebut. Mereka terlalu tuli untuk mendengar dan terlalu buta untuk melihat sekeliling mereka.

Gadis itu tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Ia masih memperhatikan pasangan yang entah kenapa begitu menarik perhatiannya. Padahal melihat pasangan berciuman di tengah jalan di Swiss bukanlah hal yang jarang. Tampaknya gadis itu mulai menikmati pertunjukan manis yang disuguhkan pasangan tersebut. Berciuman, tertawa-tawa, kemudian berciuman kembali.

“Astaga!” Gumam gadis itu ketika melihat pasangan tersebut berciuman untuk yang kesekian kalinya. Gadis itu sudah kehilangan arah dalam menghitung.

Lima meter dari pasangan itu, dari sisi yang berseberangan dengan gadis itu, berdiri seorang wanita yang juga memperhatikan pasangan tersebut. Bedanya, wanita itu tampak kesal melihat keintiman pasangan itu. Ia bahkan tidak segan untuk mengomel kepada pasangan tersebut, “Yak! Kalian berdua! Mau sampai kapan berciuman di tengah jalan seperti itu?! Kenapa tidak sekalian saja bercinta di sini?!”

Gadis pertama tadi tersenyum geli melihat pasangan itu yang tampaknya tidak menggubris omelan si wanita. Pasangan itu melepaskan pagutan mereka dan tertawa-tawa. Keduanya saling merangkul dan mulai berjalan menyusul wanita yang baru saja mengomeli mereka. Gadis yang belum berpindah tempat, entah mengapa, tersenyum bahagia melihat pria yang tidak bisa lepas dari pasangannya itu. Meskipun mereka tidak lagi berciuman tapi pria itu terus menciumi kepala pasangannya sambil berjalan. Gadis itu seperti sedang menonton drama romantis secara langsung.

Namun senyum bahagia itu segera berganti dengan tatapan terkejut sekaligus tidak percaya ketika wanita yang tadi sama-sama menatap pasangan itu, yang kini sudah bergabung dengan mereka, mengomel dengan menyebutkan nama pasangan itu. “Yaak Cho Kyuhyun! Song Hyejin! Aku tahu kalian baru menikah. Tapi tidak bisakah kalian menunggu beberapa menit lagi? Setidaknya tidak di tengah jalan. Kau tahu betapa banyak orang yang melihat kalian tadi?”

Satu-satunya pria di antara mereka, yang paling menjulang di antara dua wanita itu, hanya tertawa sambil merangkul wanita itu dengan lengan kanannya. Ia terus tertawa sembari merekatkan rangkulannya. “Aku sangat bahagia hari ini. Aku tidak peduli apa komentar orang. Ya kan, sayang?” Katanya dan meminta persetujuan dari pasangannya. Wanita yang berada di sebelah kirinya hanya mengangguk sambil tertawa. Jelas sekali mereka sedang sangat bahagia dan tidak ada yang bisa merusaknya.

Gadis itu berjalan maju untuk mendekat pada trio yang menarik perhatiannya, walau masih menjaga jarak paling tidak lima meter dari mereka. Pasangan itu berdiri membelakangi gadis itu namun wanita yang bersama mereka berdiri dengan sisi kiri sehingga dapat dilihat oleh gadis itu. Mata gadis itu menajam menganalisa bentuk wajah yang terlihat matanya.

“Ya Tuhan, Cho Ahra,” desis gadis itu. Sebagai penggemar Super Junior dan bias utama Cho Kyuhyun, tidak mungkin gadis itu salah mengenali wanita yang belakangan ini kerap muncul dengan adiknya itu.

Gadis itu terpaku di tempatnya. Matanya tidak bisa berpaling dari pria dan wanita yang sedang berangkulan mesra. Karena tidak bisa melihat wajahnya, gadis itu hanya bisa memperhatikan bentuk tubuh mereka. “Apa itu benar? Cho Kyuhyun? Dengan Song Hyejin?” Pikiran gadis itu mulai berputar dengan sendirinya. Segala macam kemungkinan, berita-berita yang selama ini beredar dan tanda-tanda yang diberikan idolanya melalui akun media sosial miliknya.

Segala pertanyaan gadis itu terjawab ketika perempuan dengan rambut sebahu yang ditutupi oleh topi membalikkan wajahnya diikuti oleh pria di sampingnya sehingga wajah mereka dapat terlihat dengan jelas. “Mereka benar-benar Song Hyejin dan Cho Kyuhyun,” gumam gadis itu. Secepat kilat, tangan gadis itu membuka aplikasi kamera pada ponsel pintarnya.

Ia berhasil mengambil beberapa gambar sebelum pasangan itu dan kakaknya pergi meninggalkan gadis itu di tempatnya. Gadis itu sudah sibuk dengan grup chatting-nya sesama penggemar Super Junior.

Kalian tidak akan percaya dengan apa yang baru saja aku lihat!

—–

November , 8

Portal berita dunia hiburan Korea Selatan dipenuhi oleh berita yang paling mengejutkan.

A fan found this couple kissing on the street in Switzerland

1. Aku tidak percaya ini Cho Kyuhyun dan Song Hyejin! Astaga! Apa mereka benar-benar nyata?

2. Uri magnae! ELF, please strengthen your heart.

3. Daebak! Daebak! Tidak aku sangka ia mengundur jadwal konser solonya hanya untuk berciuman dengan seorang gadis di Swiss.

4. Kyu, kau menyakiti banyak hati. Kau tahu?

5. Sudah berapa lama kau membohongi kami, Cho Kyuhyun?

6. Aaaah, this couple are too cute to hate. I love this couple since forever. I know something must be happen between them.

—–

Cho Kyuhyun postponed his solo concert to meet Song Hyejin in her hometown

1. Kalau aku punya kekasih seperti ini, aku tidak akan melepaskannya seumur hidup. Perfecto!

2. Hyejin benar-benar wanita yang beruntung. Seorang Cho Kyuhyun lebih memilihnya daripada ribuan ELF.

3. Aigoo. This couple are too sweet. I love them both. Thank you for making my delusional mind become real.

4. This is crazy!! Apa kau sudah gila, Kyu?

5. Aku rasa Kyuhyun benar-benar jatuh cinta pada Hyejin.

6. Welcome to real world, ELFs. Uri oppadeul grow up so fast. We sure we can do it too. Be strong!

——

No one can confirm but Dispatch said, “This couple is already married”

1. JINJJAYO?!! Aku pikir mereka hanya berkencan.

2. Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku merasa sangat sakit hati sekarang.

3. Sebenarnya aku benci mendengar Kyuhyun sudah menikah tapi pria itu juga manusia biasa. Ia akan menikah, cepat atau lambat. But, it hurts so much!

4. Kyu, apa kau masih berniat tinggal di Super Junior? Aku sarankan kau segera keluar.

5. Aku tidak bisa membayangkan komentar-komentar apa yang didapatkan oleh Hyejin.

6. Hyejin mengunci semua akun media sosialnya. Tampaknya ia benar-benar mendapat komentar-komentar yang mengerikan.

7. I’m happy as long as you’re happy, Cho Kyuhyun. Semoga pernikahanmu bahagia.

8. Aku yakin dengan apa yang dikatakan Dispatch pasti benar.

9. Aku heran mengapa SM tidak berusaha untuk menutup mulut Dispatch.

10. Auuuuw! Ouch! It hurts!

—–

November , 9

“Ada yang harus kita bicarakan,” kata Kyuhyun dan Hyejin bersamaan meskipun mereka berdua sedang berada di tempat yang berbeda, seakan mereka memiliki telepati sehingga bisa mengatakan hal yang sama persis. Kyuhyun sedang berada di kantor SM Entertainment, berhadapan dengan lebih dari selusin orang yang terdiri dari member grupnya, para manajer dan manajemen agensinya. Sedangkan Hyejin berada di dorm Super Girls dengan beberapa orang seperti MinAh, HyunAh, Jihyo, Hamun, Eric dan beberapa staf yang mengurus segala hal tentang Super Girls.

Tampaknya pasangan tersebut memang mempunyai hubungan tak kasat mata. “Kami sudah menikah.” Lagi-lagi Kyuhyun dan Hyejin mengatakan hal yang sama dari tempat yang berbeda. Mereka berdua bahkan sama-sama menunjukkan cincin pernikahan yang baru dua hari tersemat di jari manis kanan mereka kepada lawan bicara masing-masing. Tidak ada yang bisa berekspresi ketika berita bahagia itu disampaikan. Semua yang mendengarkan butuh waktu untuk mencerna informasi tersebut.

“Aku dan Hyejin akhirnya memutuskan untuk menikah diam-diam di Swiss dua hari lalu,” kata Kyuhyun mencoba menjelaskan lebih detil salah satu peristiwa paling bersejarah dalam hidupnya kepada orang-orang di hadapannya. Dengan gentleman, Kyuhyun membungkukkan tubuhnya kepada mereka. “Maaf tidak memberitahu kalian lebih dulu.”

Di tempat lain, Hyejin menatap semua membernya dengan takut-takut meskipun ia sudah menyiapkan diri jika ada yang marah kepadanya. “Maafkan aku,” ucap Hyejin dengan lirih kepada teman-temannya. Sama seperti ekspresi-ekspresi yang didapatkan Kyuhyun.

MinAh yang pertama kali bicara. “Astaga Song Hyejin! Aku bahagia mendengar berita ini tapi jujur saja aku kesal kau tidak memberitahu kami. Apa kau tidak percaya lagi kepada kami?”

Raut wajah Hyejin menunjukkan ia merasa bersalah namun ia tidak punya pilihan. “Sebenarnya aku tidak ingin pernikahan ini diketahui siapapun. Mian. Jeongmal mianhe,” ucap Hyejin setulus mungkin. Ia benar-benar menyesal tidak memberitahukan peristiwa sekali dalam seumur hidupnya kepada teman-teman terdekatnya.

Jihyo bertepuk tangan meriah sambil tersenyum ceria. “Mari kita berpesta! Akhirnya leader kita yang keras kepala ini takluk juga pada Cho Kyuhyun! Chukkae, eonni sayang! Selamat atas pernikahan kalian!!” Seru Jihyo sambil memeluk Hyejin dengan erat. “Eonni dan Kyuhyun Oppa harus segera mentraktir kami.”

Hamun dan HyunAh mengikuti jejak Jihyo. Mereka memeluk Hyejin bergantian sambil mengucapkan selamat. Tidak ada kebohongan, tidak ada keterpaksaan. Kedua mengucapkan selamat yang tulus. Mereka tahu kedua manusia itu saling mencintai dan hanya maut yang dapat memisahkan mereka. Pernikahan adalah salah satu langkah tepat untuk hubungan mereka.

MinAh menatap Hyejin lama. Tidak ada suara antara mereka. Hyejin mencoba untuk tersenyum namun gagal. “Maafkan aku,” ucap Hyejin lirih. MinAh masih menatap Hyejin namun kemudian segera memeluknya dengan erat. “Ini yang terakhir kalinya kau menyembunyikan hal-hal penting dari kami. Jangan mengulanginya. Janji?” Ujar MinAh dengan senyum bahagia. Bagaimanapun, ia bahagia mendengar kabar pernikahan Hyejin dan Kyuhyun.

“Aku janji,” sahut Hyejin lega. Satu beban telah lepas. Paling tidak, Hyejin tidak akan sendirian menghadapi kejamnya netizen. “Jeongmal gomawoyo, chingudeul.”

—–

Kkeut!

xoxo @gyumontic