image

Hamun menyerahkan sebuah amplop kepada Kyuhyun diiringi tatapan mata tajam penuh peringatan. “Oppa dilarang keras membacanya,” larang Hamun mwmbuat Kyuhyun tertawa. “Aku juga tidak berminat,” sahut Kyuhyun.

Hamun memajukan bibirnya. Raut wajahnya terlihat sedih. “Sabar ya, Hamun sayang. Paling lambat bulan depan, Donghae hyung akan cuti. Ia sudah berjanji akan langsung menemuimu,” ujar Kyuhyun dengan lembut, sedikit menenangkan hati Hamun.

“Sampaikan pada Donghae Oppa, aku menunggunya,” kata Hamun.

Kyuhyun bangkit berdiri dari sofa lalu menepuk kepala Hamun dengan penuh kasih sayang, seperti yang biasa dilakukan Hyejin untuk membuat Hamun merasa dia tidak sendirian meskipun tidak ada Donghae. “Aku akan menyampaikannya. Ada lagi?” Tanya Kyuhyun.

“Aku mencintainya,” jawab Hamun tanpa keraguan sedikitpun.

Kyuhyun tersenyum dan memeluk Hamun dengan erat. “Aku akan mengajarkan kalian berdua tidak perlu kata-kata untuk saling mencintai,” kata Kyuhyun. Hamun tertawa kecil dan mencubit perut Kyuhyun dengan gemas. “Oppa belum merasakannya saja. Kalau nanti Oppa wajib militer, setiap hari pasti ingin mendengarkan kata cinta dari Hyejin eonni,” sahut Hamun.

“Aku tidak akan mau mengucapkannya setiap hari,” ujar Hyejin yang tiba-tiba muncul dari dapur. Ia melempar senyuman geli kepada Kyuhyun tepat setelah kekasihnya itu menatapnya kesal. “Kau belum berangkat juga? Tidak bisa kau bayangkan gelisahnya Donghae Oppa karena belum juga mendapat surat dari Hamun?” Sindir Hyejin.

Kyuhyun melirikkan matanya kepada Hamun yang masih berada di dalam pelukannya. “Aku tidak hanya mengantarkan surat tapi juga pelukan ini. Bisa kau bayangkan aku menghabiskan waktu  berpelukan dengan Donghae hyung?”

“Kau keberatan?” Tanya Hyejin galak. Kyuhyun dengan cepat menggelengkan kepalanya. Ia, Donghae dan Hyejin telah sepakat bahwa mereka akan menjadi messenger di saat Hamun tidak bisa menemui Donghae dan sebaliknya.

Hamun melepaskan pelukannya dari Kyuhyun dan mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan pria itu. “Jangan lupa, Oppa tidak boleh membaca suratnya. Kalaupun Donghae Oppa memperbolehkannya, Oppa tetap tidak boleh membacanya. Aku melarang keras,” kata Hamun memperingatkan.

“Aku tahu. Sudah, pergi kuliah sana. Agar kau segera lulus dan menikah dengan Donghae hyung,” ujar Kyuhyun membuat pipi Hamun bersemu merah, tersipu malu. Sedangkan Kyuhyun menyeringai jahil.

“Oppa memang menyebalkan,” protes Hamun namun sambil tertawa. Ia mengambil tas dan buku kuliahnya sebelum berpamitan kepada Kyuhyun dan Hyejin. “Aku pergi. Kyuhyun Oppa jangan terlalu lama membiarkan Donghae Oppa-ku menunggu. Dia sudah mengharapkan pelukanku,” kata Hamun dengan senyuman nakal.

Hyejin hanya tertawa melihat Kyuhyun yang terpaku di tempatnya. “Siapa yang mengajarinya tersenyum seperti itu?” Tanya Kyuhyun pada Hyejin.

“Tentu saja kau. Siapa lagi?” Jawab Hyejin.

“Aku? Aku tidak pernah mengajarkannya seperti itu. Yaak Song Hyejin!”

Hyejin mengabaikan pria-nya yang terus melayangkan protes. Gadis itu mengambil tas dari kamarnya lalu menarik Kyuhyun untuk segera meninggalkan apartemennya. “Kita harus segera menemui Donghae Oppa. Ia pasti sudah tidak sabar untuk membaca surat dari Hamun. Kajja!”

—–

Kyuhyun dan Hyejin telah janjian untuk makan siang bersama dengan Donghae di jam istirahat kekasih Hamun tersebut. “Mana surat dari Hamun?” Tanya Donghae tidak sabaran.

Kyuhyun tidak segera memberikan surat tersebut. Ia memilih untuk memeluk Donghae terlebih dahulu dengan erat. “Yaaa… Kyuhyun-ah… Lepaskan… Mana suratku?” Elak Donghae dengan mendorong Kyuhyun jauh-jauh namun tentu saja pria itu tidak mau melepaskan Donghae.

“Pelukan itu termasuk titipan dari Hamun,” jelas Hyejin dan Donghae berbalik memeluk Kyuhyun lebih erat sampai magnae Super Junior itu sesak nafas. “Hyung, Hamun hanya 3 menit memelukku. Sudah. Sudah. Lepaskan!” Seru Kyuhyun meronta, melepaskan diri dari pelukan Donghae. Hyejin yang melihat tingkah kedua pria itu hanya bisa tertawa geli.

Kyuhyun merogoh kantong celananya untuk mendapatkan surat titipan Hamun. Amplop berwarna putih itu tidak semulus saat Hamun memberikannya kepada Kyuhyun tapi Donghae tidak peduli selama tidak merusak isinya. “Aku mau membacanya setelah hyung,” kata Kyuhyun.

Donghae tidak terlalu mencerna omongan Kyuhyun. Ia sudah tenggelam dalam tulisan tangan Hamun yang selalu dirindukannya.

—–

Day 1

OPPA! DONGHAE OPPA-KU SAYANG!!!
Hari pertama tanpamu baru saja ku lalui. Aku menangis seharian di kamar. Aku tidak mau keluar dari kamar. Aku tidak mau bertemu dengan orang karena mataku bengkak! Hahahahaha. Kyuhyun Oppa dan eonnideul selalu berada di sampingku tapi rasanya berbeda jika tidak ada Oppa. Jadi, aku terus menangis. Aku menangis karena merindukan Oppa. Aku menangis karena memikirkan Oppa. Oppa baik-baik saja di sana kan?

—–

Day 2
Oppa sayang, aku masih saja menangis tapi tidak separah kemarin. Aku menangis jika sedang sendirian dan tiba-tiba teringat pada Oppa. Jika sudah begitu, aku mulai menyibukkan diri dengan tugas-tugas kuliahku atau latihan di studio. Oppa, apa kabar? Bagaimana pelatihanmu? Apa saja yang kau lakukan hari ini? Kau harus menceritakannya padaku saat kita bertemu nanti ya, Oppa.

Aku menyayangimu. KANG HAMUN – LEE DONGHAE FOREVER!

—-

Day 3 and 4

Dua hari ini aku sangat sibuk sampai aku tidak sempat menulis surat untukmu. Tugas kuliahku sudah kembali tidak manusiawi juga dengan jadwal Super Girls tapi aku tidak melupakan Oppa. AKU SELALU INGAT OPPA! Hehehehe. Apa hari ini Oppa sudah mulai belajar meringkus penjahat? Hahahahaha. Kalau nanti aku melihat Oppa bertugas, aku akan dengan senang hati menyerahkan diri. Akh, pasti sangat menyenangkan.

Oh ya, hari ini aku masih merasa sedih tapi aku sudah tidak menangis.

—–

Day 5

Yaa Lee Donghae!
Hahahhaa. Kyuhyun Oppa bilang sekali-kali aku harus menyapa Oppa seperti itu. Entah kenapa aku justru menurutinya. Hahahahaha! Oppa, apa kabar? Aku sangat sibuk hari ini. Percaya atau tidak, aku menulis surat ini ketika berada di mobil, dalam perjalanan pulang ke dorm. Eonnideul sudah pada tidur. Mereka sangat kelelahan. Aku juga mengantuk tapi aku tidak mau tidur sebelum menulis surat kepadamu. Hihihi.

Lee Donghae, apa kau merindukanku seperti aku merindukanmu?
Masihb ada 633 hari lagi dan aku akan tetap setia menunggumu. Aku hanya tidak sabar untuk bertemu dengan Oppa. Kapan? Bulan depan? Dua bulan lagi? Kapanpun, Oppa tahu dimana bisa menemukanku.

Saranghaek!

—–

Day 6

Oppppppa!!!! Hari ini benar-benar menyebalkan! Dosenku yang killer itu mempermalukan aku di depan teman-teman sekelas. Katanya aku tidak bertanggung jawab pada pendidikanku. Aku kan hanya lupa mengerjakan tugas karena harus pergi ke Incheon. Hisssh! Menyebalkan! Kalau Oppa bisa, segera tangkap dia! Biar hidupku tenang. Aaaargh!

Tapi kalau Oppa tangkap dia, beruntung di dia ya ditangkap pria setampan Oppa. Jangan! jangan! Suruh teman Oppa saja. Oppa sudah punya teman kan? Hihihihi.

—–

Day 7

Seminggu! Aku berhasil melewati 7 hari tanpa Oppa! Berikan selamat untukku? Hihihihi.. Ini suratku yang ke-7, eh 6, karena hari 3 dan 4 aku jadikan dalam satu surat. Aku janji akan menulis untukmu setiap hari. Kalau aku bisa menyampaikannya sendiri, aku akan menyampaikannya tapi jika aku tidak bisa aku akan menyampaikannya lewat siapapun yang bisa menyampaikannya. Hahahhaa!!

Oppa tahu, hari ini aku habis diganggu oppadeul dan eonnideul. Mereka menggodaku habis-habisan karena aku memakai kausmu. Padahal aku hanya merindukan Oppa. Paling parah Kyuhyun Oppa. Lihat saja nanti kalau dia wajib militer. Aku akan menertawakannya habis-habisan kalau dia merengek-rengek padaku soal Hyejin eonni. Oppa tahu betapa cueknya Hyejin eonni kan? Hahahahaha!

—–

Day 8

Oppa, annyeong!
Hari ini aku tidak ada jadwal. Dari pagi kerjaku hanya kuliah, mengerjakan tugas, kuliah dan kembali mengerjakan tugas. Eonnideul sedang pergi. Aku kesepian dan tiba-tiba teringat pada Oppa. Aku menangis lagi. Hiks. Hiks… Mianhe.

Tidak ada yang bisa menemaniku jadi aku meminta Sehun dan Taemin untuk datang. Tapi bukannya menghiburku, mereka malah menggodaku sampai membuatku kesal. Apalagi Sehun! Kalau Oppa nanti bertemu dengannya tolong borgol tangannya agar tidak usil menggangguku! Hissssh!

—–

Day 10

Oppa sayang …. semoga Oppa tidak bosan membaca surat-suratku. Baru terlewati 10 hari, masih ada 628 hari lagi. Semoga lemarimu di camp masih cukup untuk menampung surat-suratku. Kalau sudah tidak cukup, bawa pulang saja. Simpan di rumah. Tapi bilang pada Donghwa Oppa dan eommoni untuk menjaga surat-suratku dengan baik. Hihihihi.

Omong-omong, Oppa sudah latihan apa saja? Sudah belajar menembak? Sudah jago menyusup? HAhahahhaa. Aku tidak peduli. Yang penting, Oppa harus belajar mengurangi pesona Oppa. Aku mulai tidak tahan melihat gadis-gadis yang selalu menggodamu. INGAT YA OPPA! KURANGI PESONAMU!”

Segini dulu ya suratku untukmu. Nanti aku akan menulis lagi untuk Oppa. Selamat menjalani wajib militer dengan baik. Selamat berjuang! Hwaiting Oppa sayang! Sampai jumpa lagi, baik di surat selanjutnya atau mungkin aku nekat untuk menemuimu. Aku mencintaimu, Oppa sayang…

Kkeut!

xoxo @gyumontic