image

“Aku sudah di rumah.”

“Aku juga sudah di rumah. Rumah eommonim. Hehehehe.”

“Aku sedang tidak ingin bercanda. Cepat pulang. Aku tunggu.”

Kyuhyun mematikan sambungan ponselnya dengan Hyejin lalu merebahkan diri di sofa. Tubuhnya terasa sangat lelah, begitu juga pikirannya. Ditambah lagi ia tadi marah-marah kepada fans.

“Mereka memang keterlaluan. Tapi tidak seharusnya aku marah seperti tadi.” Kyuhyun berguling-guling di atas sofa sambil meremas-remas kepalanya. “Aaaarghh!!! Molla. Molla…”

Kyuhyun mencoba untuk tidak memikirkan insiden kecil yang terjadi setelah penampilan drama musikalnya. Kyuhyun memilih untuk mengistirahatkan dirinya.

“Kau susah sekali dibangunkan. Tidak bagus terlalu sering tidur di sofa.”

Kyuhyun membuka matanya dan menemukan wajah Hyejin yang sedang tersenyum kepadanya tepat di atas kepalanya.

“Kapan kau datang?” Tanya Kyuhyun.

“Sejam yang lalu,” jawab Hyejin.

“Aku sudah tidur selama itu?” Hyejin menganggukkan kepalanya.

“Kau pasti sangat kelelahan.”

Kyuhyun menarik kedua ujung bibirnya sampai terbentuk senyuman samar yang tidak bertenaga. “Sepertinya begitu.” Kemudian ia kembali memejamkan matanya.

“Jangan tidur lagi di sini, sayang. Tubuhmu tidak akan bisa istirahat dengan maksimal. Ayo kita pindah ke kamar.”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan mata tertutup. Ia memiringkan tubuhnya sehingga wajahnya menghadap perut Hyejin. “Kalau tidur di kamar, aku tidak bisa tidur di atas pahamu.”

Hyejin tertawa geli sambil mengelus punggung Kyuhyun. “Baiklah,” ujar Hyejin dengan lembut.

Hyejin terus mengelus punggung Kyuhyun sampai pria itu benar-benar terlelap. Kaki Hyejin sudah terasa kaku dan pegal menopang kepala Kyuhyun tapi ditahannya agar tidak mengganggu istirahat pria yang paling dicintainya itu. Karena itu juga ia tidak bisa tidur. Hyejin memilih untuk membuka media sosialnya untuk membunuh waktu.

Hyejin melihat video fans Kyuhyun yang merekam kejadian setelah drama musikal suaminya. Ia juga membaca tweet yang dibuat Kyuhyun mengenai kekecewaannya terhadap para fans.

“Seharusnya aku berjalan terus saja. Aku tidak perlu marah-marah. Iya kan?”

Suara Kyuhyun mengejutkan Hyejin. Diletakkannya ponselnya ke atas nakas dan mengalihkan tatapannya kepada Kyuhyun yang sudah terbangun. “Kau baru tidur 10 menit, kenapa sudah bangun?”

“Kau tidak menjawab pertanyaanku.”

Hyejin mengelus wajah Kyuhyun kemudian mencium kening pria itu dengan lembut. “Menurutku, seharusnya kau terus saja berjalan. Aku tidak bicara tentang image-mu sebagai idol tapi marah-marah tidak bagus untuk kesehatanmu. Apalagi kalau kau sedang sangat kelelahan.”

“Tapi aku sudah terlanjur melakukannya. Aku tidak bisa menarik ocehanku tadi.” Kyuhyun terlihat sangat menyesal.

“Kau tidak perlu menarik kemarahanmu tadi. Itu hak-mu sebagai manusia jika ada seseorang yang mengganggu kenyamananmu. Aku bicara atas nama kesehatanmu. Jangan ulangi hal itu. Ok?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Ia kembali memiringkan tubuhnya sehingga kepalanya berhadapan dengan perut Hyejin yang masih rata. “Apa belum ada tanda-tanda kau hamil?” Tanya Kyuhyun.

Hyejin tertawa ringan. “Kita sudah sepakat. Aku tidak akan hamil sampai dua tahun ke depan, tuan Cho-ku tersayang. Sampai kau masuk wajib militer, paling cepat.”

“Apa kau tidak bisa berubah pikiran?”

Hyejin menggelengkan kepalanya. “Kembalilah tidur. Jadwalmu besok pagi sudah menanti.”

Kyuhyun menghela nafas panjang lalu mengangkat tubuhnya dari pangkuan Hyejin. Ia menatap istri yang baru dinikahinya kurang lebih 3 minggu lalu. “Kau tetap saja keras kepala untuk hal satu ini. Demi nama kesehatanmu, aku mohon kurangi sifat keras kepalamu itu,” kata Kyuhyun yang tentu saja tidak akan mengubah pendiriannya.

“Kemari,” ujar Kyuhyun sambil menarik Hyejin ke dalam rangkulan tangannya. Hyejin pun merebahkan kepalanya di atas dada Kyuhyun. Tempat tidurnya yang paling hangat dan nyaman. “Aku mohon jaga dirimu baik-baik. Jaga kesehatanmu. Aku mencintaimu,” kata Hyejin.

Kyuhyun mengecup puncak kepala Hyejin lalu turun ke kedua mata wanita itu, hidung, kemudian kedua pipi tirus Hyejin dan terakhir bibirnya. “Sepertinya aku sudah ribuan kali lebih sering mengucapkannya dibanding dirimu. Jadi, kali ini aku tidak akan membalasnya. Aku tidak mau.”

Hyejin tertawa mendengar perkataan Kyuhyun. Tangannya menyelip di belakang punggung Kyuhyun, menyatukannya dengan tangan yang berada di atas perut Kyuhyun. “Aku tidak butuh kata-kata manis dari mulutmu. Aku lebih suka dibuktikan dengan perbuatan. Kau masih mau berada di sampingku saja sudah cukup.”

Kyuhyun menundukkan kepalanya untuk mencium Hyejin yang kedua kalinya. “Ayo kita tidur. Kalau lama-lama seperti ini, aku tidak bisa menahan untuk tidak mengganggumu. Kajja,” ujar Kyuhyun sebelum berpindah ke dalam kamar dengan tempat tidur yang lebih nyaman.

xoxo @gyumontic