image

“Di masa depan, hidupmu sempurna. Dengan satu syarat, kau harus sungguh-sungguh dalam setiap hal. Terutama dalam hal pekerjaan dan percintaan.”

Kata-kata itu terekam dengan jelas di otak Kyuhyun. Meskipun sudah hampir 15 tahun berlalu sejak si Pembaca Masa Depan ‘melihat’-nya, Kyuhyun masih mampu mengingatnya.

Dan benar perkataan si Pembaca Masa Depan. Di usianya yang ke-30, Kyuhyun sudah memiliki banyak perusahaan yang berkembang pesat. Bisnis kontraktor sipil dan jasa arsitektur miliknya adalah yang nomor satu di dunia. Tentu saja, semua didapatnya dengan kerja keras.

Sejak ia bertemu dengan si Pembaca Masa Depan, Kyuhyun mulai serius dengan setiap hal yang dilakukannya. Mulai dari sekolah sampai melakukan pekerjaan pertamanya meskipun tidak dibayar. Siapa sangka sekarang ia menjadi orang nomor satu dalam gedung yang ia rancang 10 tahun lalu dengan cuma-cuma.

Si Pembaca Masa Depan memang benar. Hidup Kyuhyun memang sempurna, dilihat dari sisi manapun kecuali pasangan hidup. Meski sudah menjadi Pria Yang Paling Diinginkan versi majalah What Women Want, Kyuhyun masih sendiri. Satu-satunya wanita yang ada dalam hidupnya adalah kakaknya, Ahra. Kedua orang tua Kyuhyun meninggal saat ia berusia 13 tahun.

Kyuhyun-ah, apa rapatmu masih lama? Aku sudah lapar.

Ahra menyela rapat Kyuhyun melalui pesan singkat Kakao Talk.

10 menit lagi. Tunggu aku.

Ahra tidak pernah percaya dengan kalkulasi waktu Kyuhyun. Jika Kyuhyun bilang 10 menit itu bisa berarti 1 jam lagi, bisa juga 1 menit. Ahra tidak mau mengambil risiko jika ia harus menunggu satu jam lagi. Ia bisa mati kelaparan jika harus menunda makan siangnya selama itu. Karenanya, Ahra memesan dua porsi makanan cepat saji dari food court di basement.

“Sudah aku bilang untuk menungguku. Kenapa noona makan duluan?”

Ahra sudah menghabiskan setengah porsi japchae-nya ketika Kyuhyun masuk ke dalam ruangan dan langsung mengambil tempat duduk di hadapannya. “Aku sudah memesan jjangmyeon untukmu. Makanlah dulu. Aku sudah hampir mati kelaparan tadi,” jawab Ahra memberikan alasan.

Kyuhyun segera membuka tutup jjangmyeon-nya dan menyantapnya secepat yang ia bisa. “Pelan-pelan. Kau seperti sudah seminggu tidak makan,” tegur Ahra.

“Sama sepertimu. Aku kelaparan. Rapat tadi benar-benar menguras energiku. Negosiasi yang sangat sulit,” sahut Kyuhyun setelah menelan jjangmyeon-nya.

“Tapi kau berhasil kan?”

Kyuhyun hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum lebar. Mulutnya sedang penuh dengan jjangmyeon yang tinggal sisa setengah porsi dalam waktu kurang dari 5 menit.

“Adikku memang hebat. Aku selalu bangga padamu.”

“Terima kasih.”

Ahra menghapus saus jjangmyeon yang belepotan di sekitar mulut Kyuhyun. Siapapun yang melihatnya, jika tidak tahu hubungan mereka yang sebenarnya, pasti akan menyangka mereka sepasang suami-istri atau minimal kekasih.

Keduanya sudah 17 tahun hanya memiliki satu sama lain. Ahra mengganggap Kyuhyun sebagai adiknya juga sebagai ayahnya dan begitu juga Kyuhyun menganggap Ahra sebagai kakak sekaligus ibunya. Wajar jika mereka memiliki rasa saling menyayangi satu sama lain.

“Noona, apa kau ada acara malam ini?” Tanya Kyuhyun yang sudah me-licintandas-kan jjangmyeonnya kepada Ahra yang masih menikmati japchae-nya meskipun ia lebih dulu 15 menit memakannya.

Ahra menggelengkan kepalanya. “Memang kenapa? Kau ada acara?”

“Aku diundang ke acara ulang tahun Kim Jongwoon-ssi yang ke 75. Aku punya firasat, selain ingin mempererat hubungan bisnis dengan kita, ia juga ingin menjodohkan cucunya denganku. Jadi…”

“Jadi kau ingin aku datang bersamamu dan berpura-pura menjadi kekasihmu? Oh ya Tuhan!! Sampai kapan kau mau menghindar dari yang namanya wanita? Kau sudah 30 tahun, sudah saatnya berumah tangga. Apa lagi yang kau cari?” Potong Ahra tanpa merasa bersalah.

“Noona… Kau tahu aku tidak bisa menikah dengan wanita yang tidak aku cintai.”

“Kyuhyun-ah, sudah 15 tahun berlalu sejak kau bertemu dengan gadis si Pembaca Masa Depan itu. Kau tidak boleh terkungkung dalam masa lalu. Kau hanya sekali bertemu dengannya, bagaimana kau bisa menyimpulkan kau jatuh cinta padanya?!”

Kyuhyun menggedikkan bahunya. “Aku juga tidak tahu tapi itu yang kurasakan,” jawab Kyuhyun.

Ahra sudah ingin mendebat pernyataan adiknya. Ia tidak pernah percaya pada cinta pada sekali pertemuan. Jika itu pandangan pertama, Ahra akan memakluminya karena pasti ada pandangan-pandangan selanjutnya yang bisa memperkuat perasaan cinta tersebut. Tapi jika itu hanya sekali bertemu dan sudah lewat 15 tahun, tidak mungkin. Apalagi Kyuhyun tidak tahu nama gadis itu. Tidak masuk akal.

“Cho Kyuhyun,” Ahra bertekad untuk membuka pikiran Kyuhyun. Namun, keributan di depan ruangan Kyuhyun menunda segala kata-kata yang sudah siap meluncur dari mulut Ahra.

Kyuhyun bangkit dari kursinya disusul oleh Ahra. Mereka segera menghampiri keributan tersebut. “Ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya Kyuhyun. Dengan mudah, Kyuhyun menembus lapisan manusia yang mengelilingi sumber keributan.

Seorang gadis tergeletak tidak sadarkan diri dengan darah mengalir dari belakang kepalanya dan seorang pria di sebelahnya yang sedang memberikan nafas buatan untuk wanita tersebut. “Bawa wanita itu ke ruanganku. Panggil dokter dan bawa peralatan pertolongan pertama ke ruanganku,” perintah Kyuhyun namun tidak ada yang bergerak melakukannya.

Dengan telunjuknya, Kyuhyun menunjuk beberapa orang. “Kau, kau, kau dan kau, bawa wanita ini ke ruanganku. Cepat!” Perintah Kyuhyun kepada empat orang pria. Kyuhyun lalu menunjuk dua orang wanita untuk memanggil dokter dan membawa peralatan pertolongan pertama.

“Apa yang terjadi?” Tanya Kyuhyun setelah wanita itu dibaringkan di tempat tidur-nya.

Pria yang sedari tadi berada di sisi wanita tak berdaya itu menjawab sambil berusaha menghentikan pendarahan di belakang wanita itu dengan membebat kemejanya di sekitar kepala wanita itu. “Dia pingsan. Dia akan selalu seperti ini jika sudah terlalu lelah bekerja.”

“Siapa namanya? Berada di bagian apa?” Tanya Kyuhyun.

“Song Hyejin. Dia memiliki keahlian khusus sehingga kami menaruhnya di tim negosiasi. Ia banyak membantu namun ia akan selalu tidak sadarkan diri jika terlalu banyak menggunakan keahliannya.”

“Keahlian khusus apa?”

“Dia bisa membaca masa depan. Kami bisa tahu langkah-langkah klien, rekan dan bahkan pesaing kita ke depannya berkat keahliannya.”

Kyuhyun menatap Ahra dan begitu juga sebaliknya. Ahra menatap Kyuhyun dengan terkejut. “Si Pembaca Masa Depan?” Bisik Ahra namun Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak tahu,” sahut Kyuhyun.

Kyuhyun tidak berhenti memperhatikan wanita yang saat ini sedang ditangani oleh tim medis perusahaan. Kyuhyun meneliti setiap inci wajah wanita itu dan mencocokkannya dengan wajah gadis yang terekam dalam memorinya 15 tahun lalu. Kyuhyun bisa bekerja lebih leluasa dengan ingatannya ketika dokter sudah meninggalkan wanita itu dengan keadaan yang lebih baik, pendarahannya sudah berhenti dan sudah sadarkan diri meskipun setelah itu ia kembali tertidur karena pengaruh obat.

—-

Hyejin mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan diri dengan cahaya di dalam ruangan. Butuh waktu beberapa menit untuk menormalkan penglihatannya karena ia juga masih pusing akibat jatuh pingsan tadi.

“Hai, Song Hyejin-ssi. Kau sudah sadar?” Tanya Kyuhyun. Ia tidak beranjak sedetik pun dari sisi Hyejin sejak tim medis dan para pegawai meninggalkan ruangannya.

“Aku pingsan lagi. Siapa kau?” Sahut Hyejin.

“Ah, kau melupakanku. Aku Cho Kyuhyun, pemilik perusahaan ini. Lama tidak bertemu, Pembaca Masa Depan,” sapa Kyuhyun dengan hangat.

Hyejin menatap Kyuhyun dengan tatapan mata yang menunjukkan keterkejutannya. “Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Hyejin disusul oleh jabatan yang dimiliki Kyuhyun begitu Hyejin menyadarinya. “Sajangnim?”

“Ia anak laki-laki yang kau baca masa depannya 15 tahun lalu. Apa kau lupa?”

Hyejin memalingkan wajahnya dari Ahra kepada Kyuhyun dan kemudian kembali kepada Ahra. “Aku tidak melupakannya. Sajangnim korban pertama dari keahlian anehku ini. Anda pasti kakak perempuannya. Senang bertemu dengan Anda, sajangnim eui noona.”

“Bagaimana kau bisa mengetahui aku kakak perempuannya padahal kita belum pernah bertemu?” Tanya Ahra.

“Anda berada di setiap fase kehidupan sajangnim ketika aku membaca masa depannya 15 tahun lalu,” jawab Hyejin dengan sopan. Ia kemudian menoleh kepada Kyuhyun. “Kau benar-benar jadi orang hebat. Hidupmu sempurna. Iya kan, sajangnim?”

“Tidak. Ia belum memiliki pendamping hidup. Menurutku, hidupnya belum sempurna,” ujar Ahra dengan nada mengintimidasi.

“Tidak usah khawatir, Cho Ahra-ssi. Sajangnim akan menikah dengan wanita yang ia cintai saat usianya 35 tahun.”

“Apa tidak bisa lebih cepat?”

“Semua tergantung pada usaha sajangnim dan wanitanya. Aku tidak bisa memastikan.”

“Siapa wanita itu?”

“Aku tidak tahu. Aku tidak bisa melihatnya.”

Kyuhyun menatap kedua wanita yang sedang asik membicarakan dirinya dengan lengan yang saling mengait di depan dadanya. “Apa kalian sudah selesai membicarakan diriku? Kalian masih sadar bahwa orang yang kalian bicarakan sedang berada tepat di hadapan kalian kan?” Protes Kyuhyun yang hanya ditanggapi tawa oleh Ahra.

“Ouh. Aku harus menjagamu 5 tahun lagi. Baik-baiklah kepadaku, bocah!” Sembur Ahra kepada Kyuhyun dengan nada bercanda.

Hyejin menegakkan tubuhnya dengan perlahan lalu turun dari tempat tidur. “Aku harus kembali bekerja, sajangnim. Terima kasih atas perhatiannya,” ucap Hyejin sambil membungkukkan tubuh dengan hormat namun Kyuhyun melarangnya.

“Kau sebaiknya kembali istirahat. Tidak akan kubiarkan kau bekerja terlalu keras. Kau aset penting bagiku,” kata Kyuhyun dengan tegas.

Hyejin merasa sungkan namun Kyuhyun memaksanya untuk kembali istirahat sehingga ia tidak punya pilihan selain kembali berbaring di tempat tidur milik bos utama-nya tersebut. “Aku yang akan bicara dengan tim negosiasi. Tidak usah khawatir.”

“Terima kasih, sajangnim.”

Kyuhyun berjalan keluar bersama Ahra. “Kau yakin wanita itu si Pembaca Masa Depan?” Tanya Ahra yang masih belum yakin meski Kyuhyun sudah menjelaskannya berkali-kali saat Hyejin masih tidur.

“Aku yakin,” jawab Kyuhyun.

“Bagaimana kau bisa yakin?”

“Hyejin memakai kalung yang sama dengan yang ia pakai saat aku pertama kali melihatnya. Aku ingat bentuk kalung itu dan caranya memegang benda itu saat membaca-ku. Aku tidak mungkin salah.”

“Lalu apa yang akan kau lakukan?” Tanya Ahra.

“Noona dengar sendiri. Aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai. Yah, walaupun aku harus berusaha keras.”

“Jadi kau akan mengejar wanita itu?”

“Wanita itu punya nama, Noona-ku sayang. Song Hyejin. Ya, aku akan mengejarnya. Menurut Noona, setelah 15 tahun aku menantikannya, apa aku akan membiarkan kesempatan ini begitu saja?” Kyuhyun menyeringai lebar, memamerkan kebahagiaannya bisa bertemu kembali dengan Hyejin.

Ahra tidak menjawab. Ia hanya menatap Kyuhyun dengan cemas. “Bagaimana kalau ia tidak membalas cintamu?”

“Tidak masalah. Dia bisa menganggap rasa cintaku sebagai ucapan terima kasih karena telah menyelamatkanku. Kalau waktu itu aku tidak bertemu dengannya, mungkin kita tidak akan hidup senyaman ini sekarang. Noona harus tahu, dia yang mengembalikan kepercayaan diriku setelah appa dan eomma meninggal.”

Senyuman Kyuhyun membuat Ahra ikutan tersenyum. “Tampaknya aku harus ikut berterima kasih padanya. Bagaimana kalau aku mengajaknya ke salon untuk perawatan bersamaku? Atau berbelanja?”

Kyuhyun merangkul bahu Ahra dan mengajaknya berjalan menuju mesin minuman otomatis yang terletak di dekat lift. “Aku tidak keberatan asal jangan malam ini. Noona sudah berjanji padaku untuk pergi ke ulang tahun Kim Jongwoon. Dan sebagai rasa sayangmu kepada adikmu yang paling tampan ini, Noona harus berhasil menipu keluarga Kim agar tidak menjodohkanku dengan salah satu cucu Kim Jongwoon. Arraseo?”

“Arraseo, Cho Kyuhyun sajangnim.”

—–

xoxo @gyumontic