image

“Hamun-ah, kau tidak belajar? Besok ujian akhir semester kan? Kenapa daritadi hanya menatap ponselmu?” Tanya nyonya Kang, sedikit marah, melihat anak perempuannya yang biasanya rajin belajar justru tidak memegang satu pun buku kuliahnya.

Hamun diam. Ia hanya menatap layar ponselnya yang hitam kelam. “Aigooo…” Bukan Hamun yang menjawab, melainkan kakak sepupunya yang tinggal satu rumah dengan Hamun. “Hamun sedang menunggu telepon dari Donghae Oppa, imo-nim. Sebelum kekasih tercintanya itu menelepon, Hamun tidak akan bisa belajar dengan tenang. Iya kan, adik sepupuku yang cantik?” kata Hyejin disusul juluran lidah untuk mengejek Hamun.

Hamun mengambil bantal sofa di atas pangkuannya. “Eonni!” Seru Hamun kesal sambil melemparkan bantal sofa tersebut kepada Hyejin. Gadis itu sedikit berpaling dari penantiannya atas telepon Donghae.

Hyejin bergerak lebih cepat, melesat masuk ke dalam kamar. Bantal sofa tersebut pun mendarat manis di lantai depan pintu kamar Hyejin. Hamun kembali menatap ponselnya yang masih tergeletak dengan posisi yang sama persis sejak sejam yang lalu. “Haissssh!” Gumam Hamun pelan.

Ibu Hamun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan putrinya juga anak kakak perempuannya. “Haaaish kalian berdua sama saja. Hentikan!! Hamun-ah, cepat masuk ke kamarmu dan belajar. Tidak usah menunggu-nunggu telepon dari Donghae. Dan kau, HYEJIN-AH!”

Hyejin memunculkan kepalanya dari balik pintu kamarnya. “Ya, imo-nim?” Tanya Hyejin polos.

“Kau jangan pacaran terus! Memangnya kalau nilaimu jelek dan kau tidak lulus mata kuliah tersebut, Kyuhyun mau membayar biaya kuliahmu karena harus mengulang?” Nyonya Kang mulai mengomel.

“Betul. Memangnya kalau nilaimu jelek dan tidak lulus mata kuliah, Donghae Oppa mau membayar biaya kuliahmu karena mengulang, Hamun-ah? Belajar sana. Jangan pacaran terus,” sahut Hyejin dengan seringaian jahil yang hanya bisa membuat nyonya Kang menghela nafas panjang.

Hamun menatap kesal kepada Hyejin. “Eonni! Eonni juga besok ujian akhir semester, kenapa tidak belajar? Kenapa malah menggangguku?!” Seru Hamun.

“Aku sudah belajar dan aku lebih pintar darimu,” jawab Hyejin dengan seringaian mengejek Hamun sebelum menutup kembali pintu kamarnya.

“Bohong. Setiap hari kerjanya hanya pacaran dengan Kyuhyun Oppa, kapan sempat belajarnya?” Gerutu Hamun yang masih menunggu telepon dari Donghae, kekasihnya yang sedang menjalani wajib militer. Karena itu, Donghae tidak bisa bebas menggunakan alat komunikasinya sesuka hati.

Kang Hamun
Oppa… Apa kau belum bisa meneleponku?

Kang Hamun
Aku butuh semangat darimu.

Nyonya Kang sudah habis kesabaran. Ia merebut ponsel dari tangan anaknya. “Masuk ke kamarmu sekarang. Belajar!” Perintah nyonya Kang dengan tegas.

“Tapi ponselku, eomma??”

“Eomma yang pegang sampai kau selesai belajar.”

“Aku tidak bisa belajar kalau Donghae Oppa belum menelepon.”

“Kang… Ha… Mun.” Nyonya Kang mengeja nama anaknya dengan jelas meskipun dengan gigi yang terkatup. “Masuk ke kamar sekarang. Kalau tidak, eomma akan melarangmu keluar rumah. Meskipun sedang libur.”

“Tapi eomma… Ponselku.”

“Sekarang!”

Dengan gontai, Hamun masuk ke dalam kamarnya. Ia mengambil tempat duduk di depan meja belajarnya, membuka buku mata kuliah yang akan diujikan besok, namun niatnya untuk belajar tidak kunjung datang. Hamun benar-benar membutuhkan semangat dari Donghae untuk menumbuhkan niat belajarnya.

“Apa kau butuh bantuanku?”

Hamun nyaris melompat dari tempat duduknya melihat Hyejin yang tiba-tiba sudah berada di sebelahnya. “Kenapa kaget seperti itu? Aku bukan hantu. Seperti baru pertama kali saja melihatku tiba-tiba berada di kamarmu,” kata Hyejin. Hyejin memang bukan hantu. Ia masuk dari kamar mandi kecil yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Hamun.

Hamun kembali duduk dengan tenang. “Bantuan apa?” Tanya Hamun.

Hyejin menunjukkan ponselnya kepada Hamun sambil tersenyum. Senyuman menggoda. “Siapa tahu kau mau menghubungi Donghae Oppa?”

Hamun tersenyum lebar. Dengan cepat, tangannya mengambil ponsel Hyejin. “Gomawo, eonni!” Seru Hamun senang. Segera, Hamun memberikan kabar kepada Donghae agar menghubunginya ke ponsel Hyejin.

“Tapi ini tidak gratis,” kata Hyejin. Ia kembali merebut ponselnya dari tangan Hamun.

“Arraseo. Apa sih yang bisa gratis dari seorang Song Hyejin? Eonni mau apa?” Sahut Hamun.

“Good girl. Aku pinjam mobilmu. Aku mau ke Daegu besok. Aku mau bertemu Kyuhyun.”

“Bukannya besok kau juga ujian akhir?” Tanya Hamun.

“Berisik. Pokoknya aku pinjam mobilmu,” jawab Hyejin.

“Call,” ujar Hamun tanpa pikir panjang. Hyejin memberikan ponselnya kepada Hamun dan mengambil kunci mobil Hamun yang tergeletak di atas meja belajar Hamun. “Terima kasih, adik kecil. Selamat belajar. Selamat pacaran,” kata Hyejin dengan kerlingan mata nakalnya.

Hamun tidak peduli pada Hyejin yang sudah pergi membawa kunci mobilnya. Ia lebih peduli pada kata-kata manis Donghae.

Lee Dong Hae Oppa
Hai, sayang. Maaf aku terlambat. Apa Hyejin masih mengganggumu?

Kang Hamun
Oppa!!!! Kau kemana saja? Kenapa tidak ada kabar darimu? Kenapa belum meneleponku? Aku merindukanmu.

Kang Hamun
Tidak. Hyejin eonni sudah kembali ke kamarnya.

Lee Dong Hae Oppa
Hahahhaha. Mian. Mian. Tugasku hari ini banyak sekali jadi aku baru sempat menghubungimu.

Lee Dong Hae Oppa
Tapi kau harus tetap berterima kasih padanya. Karena dia, aku masih bisa menghubungimu.

Kang Hamun
Arraseo. Aku sudah meminjamkan mobil padanya. Dia juga harus berterima kasih padaku.

Lee Dong Hae Oppa
Hahahahaha. Kalian berdua…

Kang Hamun
Oppa, besok aku ujian. Berikan aku semangat.

Lee Dong Hae Oppa
Semangat!!!!

Kang Hamun
Oppa…. Bukan seperti itu…

Lee Dong Hae Oppa
Lalu seperti apa, cantik?

Kang Hamun
Apa Oppa belum bisa meneleponku?

Lee Dong Hae Oppa
Belum sayangku.

Kang Hamun
Waaaae?? Aku tidak bisa belajar kalau Oppa belum menelepon.

Lee Dong Hae Oppa
Hahahahahahaha.

Lee Dong Hae Oppa
Ah iya sayang, bisa tolong kembalikan sebentar ponsel Hyejin? Kyuhyun mau menelepon katanya.

Kang Hamun
Aaaisssh jinjja!!! Shireo! Aku tidak mau. Mereka kalau menelepon bisa berjam-jam.

Kang Hamun
Aku harus menunggu berjam-jam lagi untuk bicara dengan Oppa. Tidak mau!

Lee Dong Hae Oppa
Ayolah, sayangku yang cantik. Kembalikan ponsel Hyejin. Ya?

Kang Hamun
Baiklaaaah…

Dengan setengah hati, Hamun masuk ke dalam kamar Hyejin melalui kamar mandi kecil yang berada di antara kamar mereka. “Eonni!” Panggil Hamun dengan kesal. Dari gerakan tangannya, terlihat jelas gadis itu enggan mengembalikan ponsel Hyejin.

Hyejin tersenyum sambil mengambil ponselnya dari tangan Hamun. “Kau tidak perlu berterima kasih. Sebagai gantinya, mobilmu aku pinjam dua hari. Selamat bersenang-senang,” kata Hyejin lalu pindah ke kamar Hamun. “Donghae Oppa, aku titip Hamun. Jaga dengan baik!!”

Hamun terpaku di tempatnya. Ia melihat Donghae Oppa-nya sedang duduk di atas tempat tidur Hyejin sambil tersenyum sangat manis kepadanya. “Sejak kapan Oppa di sini? Bagaimana bisa?” Tanya Hamun.

“Sebelum banyak bertanya, bisakah kau datang lebih mendekat kepadaku?” Donghae menunjuk pangkuannya yang sudah ia sediakan untuk Hamun.

Masih dengan perasaan agak terkejut, Hamun berjalan mendekati Donghae lalu duduk di atas pangkuan Donghae. Tanpa menyia-nyiakan waktu, Donghae memeluk Hamun dari belakang dan meletakkan kepalanya di atas bahu Hamun. “Akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu,” ujar Donghae pelan, nyaris berbisik.

“Oppa, bagaimana bisa? Apa Hyejin eonni membantumu?” Tanya Hamun lagi.

“Aku ingin memberikan semangat untuk gadis yang paling aku cintai, jadi bagaimanapun caranya bisa aku lakukan dan tentu saja dengan bantuan Hyejin. Aku berterima kasih padanya,” kata Donghae lalu mengecup pipi Hamun.

Hamun tertawa. Bisa mendapatkan telepon dari Donghae saja rasanya ia sudah bahagia dan yang diberikan oleh kekasihnya lebih dari itu. “Apa kau sudah merasa lebih bersemangat sekarang?” Tanya Donghae.

Hamun menganggukkan kepalanya. “Gomawo, Oppa,” ucap Hamun bahagia. Seluruh saraf di tubuhnya sudah kembali berenergi untuk menekuni buku kuliahnya yang setebal batu bata.

“Sekarang, kau sudah bisa belajar kan? Aku akan menemanimu sampai kau selesai. Kajja,” ajak Donghae. Namun Hamun enggan beranjak. Ia tetap bersikeras duduk di atas pangkuan Donghae.

“10 menit lagi,” kata Hamun dengan wajah memelas yang membuat Donghae tidak bisa menolak. “Aku masih merindukan Oppa.”

Donghae tersenyum lembut. Ia kembali memeluk Hamun dan pasangan itu tetap pada posisinya sampai 10 menit ke depan, sampai Hyejin masuk dan merusak momen romatis mereka.

“Imo-nim datang. Hamun-ah, cepat kembali ke kamarmu! Oppa, sembunyi di kamar mandi sana!” Desis Hyejin memberikan perintah.

Tidak perlu diperintah dua kali, dengan cepat, Donghae dan Hamun bergerak. Mereka berlari ke dalam kamar mandi kecil penghubung yang akan jadi tempat persembunyian Donghae. “Selamat belajar! Aku akan menyusulmu nanti,” ucap Donghae disusul sebuah ciuman di bibir Hamun.

Hamun tersipu malu. Ia sebenarnya ingin lama-lama berada bersama Donghae tapi eomma-nya sudah memanggil-manggil namanya. Hamun segera masuk ke dalam kamarnya. “Ada apa, eomma?” Tanya Hamun dengan wajah tak berdosa.

“Kau sudah mulai belajar?” Tanya nyonya Kang.

Hamun menunjuk buku di atas meja belajarnya dan nyonya Kang tidak berkomentar apapun lagi. “Ini ponselmu. Tapi janji padaku kau akan sungguh-sungguh belajar,” kata nyonya Kang dengan galak lalu keluar dari kamar Hamun. Hamun tersenyum lebar melihat ponselnya.

Hamun duduk di kursi belajarnya dan mulai membaca ulang buku catatannya sebagai bahan ujian besok.

Kang Hamun
Apa kau baik-baik saja di dalam, Oppa?

Lee Dong Hae Oppa
Ponselmu sudah kembali?

Kang Hamun
Ne, eomma baru saja mengembalikannya.

Kang Hamun
Oppa, kau sudah bisa keluar.

Lee Dong Hae Oppa
Hyejin bilang belum waktunya. Aku akan menunggu di sini sebentar lagi.

Kang Hamun
Aaah, aku lupa Hyejin eonni sudah sangat berpengalaman dalam hal menyembunyikan laki-laki di rumah ini.

Kang Hamun
Arraseo. Aku akan mulai belajar. Keluarlah kalau Hyejin eonni sudah mengijinkan Oppa keluar.

Lee Dong Hae Oppa
FIGHTING! SEMANGAT!

5 menit kemudian

Lee Donghae Oppa
Sayang…

Lee Donghae Oppa
Sayang…

Lee Dong Hae Oppa
Sayang….

Lee Dong Hae Oppa
Aku sudah bisa ke luar.

Kang Hamun
Oppa, aku mau belajar. Jangan menggangguku…

Lee Dong Hae Oppa
Yaa!!! Lalu aku harus terus berada di kamar mandi?

Kang Hamun
Ha ha ha ha. Aku bercanda. Sini, temani aku. Tapi jangan menggangguku ya.

Lee Dong Hae Oppa
Aku hanya akan memperhatikanmu dari atas tempat tidur.

Donghae masuk ke dalam kamar Hamun disambut senyuman sumringah. “Heissh, kau harus fokus. Anggap saja aku tidak ada,” ujar Donghae dengan sambil tersenyum, menggoda iman Hamun, lalu menaiki tempat tidur Hamun. “Aku akan mengawasimu.”

Kkeut!!

xoxo @gyumontic