image

Tower 1 Floor 2 Room 201

“Jung HyunAh-ssi. Saranghae.” Dan bibir pria itu mendarat sempurna pada bibir HyunAh ketika otak HyunAh belum dapat mencerna semua ucapannya dengan baik.

“Mm…mwo…mworago?” HyunAh sangat terkejut.

“A man never say twice. He will act.” Pria itu kembali mencium bibir HyunAh.

“Morning kissing. Waw!” Suara lantang seorang wanita menghancurkan momen romantis HyunAh. Pria yang tadi mencium HyunAh melepaskan bibirnya dan menatap wanita-perusak-momen itu dengan kesal.

“Pacar baru Hyun, eoh?” Tanya wanita itu tanpa merasa bersalah. Ia bahkan tersenyum lebar, menggoda HyunAh.

HyunAh menggelengkan kepala namun semburat merah di pipi gadis itu tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa ia memang jatuh cinta pada pria tersebut.

Teman wanita HyunAh menjulurkan tangannya kepada pria di sebelah HyunAh. “Song Hyejin imnida. Tetangga HyunAh sekaligus teman kuliahnya dulu. Aku tinggal di kamar 203.” Hyejin memperkenalkan diri.

Pria yang entah kenapa pagi-pagi sekali sudah berada di depan apartemen HyunAh, menyambut perkenalan Hyejin dengan ramah. “So Ji Sub imnida.”

“Aaaah!!” Mata Hyejin membulat sempurna, tersenyum jahil pada HyunAh. “Jadi ini yang namanya So Ji Sub Oppa. Pria yang selalu datang membantu di setiap HyunAh kesusahan. Aku tidak tahu itu kebetulan atau memang disengaja. Whatever, HyunAh selalu bercerita tentangmu. Hamphh…” HyunAh buru-buru membungkam mulut Hyejin sebelum wanita itu bercerita lebih banyak dan membocorkan semua rahasia HyunAh.

“Lebih baik kau segera mengantarkan…” HyunAh melihat ke balik punggung Hyejin. Berdiri seorang pria dengan tubuh kurus dan berambut abu-abu di belakang Hyejin. “Pria-tadi-malam-mu pulang.”

Hyejin tertawa. Ia menarik pria di belakangnya lalu memperkenalkannya kepada HyunAh. “Namanya Kim Jongwoon. Dia seniorku di kantor dan dia bukan pria-tadi-malam-ku, HyunAh-ya,” jelas Hyejin namun tidak begitu dipercaya HyunAh. Mata HyunAh memicing curiga.

“Terserah kau. Aku mengatakan yang sebenarnya padamu,” ujar Hyejin. Ia lalu menatap Ji Sub sambil tersenyum. “Senang berkenalan denganmu, So Ji Sub-ssi. Selamat bersenang-senang.” Senyuman jahil Hyejin sukses membuat Ji Sub tersipu malu.

“Jangan pernah mendengarkan Hyejin. She’s totally free spirited,” kata HyunAh setelah tetangganya pergi.

Ji Sub hanya tertawa kecil lalu menggandeng tangan HyunAh dan memasukkannya ke dalam kantong jaket tebalnya. “Aku belum sarapan,” kata Ji Sub.

“Lalu?”

“Setelah…” Ji Sub tersenyum. Tatapan matanya jelas menggoda HyunAh namun gadis itu mencoba untuk tetap tenang. “Haissh! Aku berlari dari rumahku ke sini lalu menciummu. Itu menghabiskan banyak energi, kau tahu? Dan kau tidak mau memasak sarapan untukku? Kau kejam, Jung HyunAh.”

HyunAh tertawa lebar. Ia merasa senang dapat membuat pelatih orkestra-nya yang ditakuti banyak orang, bertingkah seperti anak kecil di hadapannya. “Aku bercanda. Aku akan memasakkan japchae kesukaan Oppa. Kajja,” kata HyunAh.

Ji Sub membuka pintu apartemen HyunAh karena tangan gadis itu masih berada di dalam kantung jaketnya. Bahkan ketika mereka sudah masuk ke dalam apartemen dan HyunAh sudah mau mulai memasak, Ji Sub tetap memegang tangan gadis itu. Tidak melepasnya sampai makanan yang dimasak dengan satu tangan oleh HyunAh selesai.

—–

Swimming Pool

“She really got a jackpot,” ujar seorang wanita yang sedang berjemur di pinggir kolam sambil menyeruput jus tomatnya. Ia berbicara pada gadis yang sedang berjemur di sebelahnya namun tatapan matanya memandang lekat pria yang sedang mengajari berenang seorang wanita dengan menopang wanita itu pada perutnya. “He can do everything. Ah, ani. He has everything. Good looking, beyond smart, fully rich, etc. Oh gosh!”

“Min, kau sedang membicarakan HyunAh tapi aku seperti kau sedang menyumpah serapah bos tengilmu di kantor,” sahut Hyejin tanpa ekspresi. Ia begitu menikmati sinar matahari yang menerpa tubuhny yang hanya terbalut baju renang minimalis.

“Is it? Mian,” ucap MinAh sambil tertawa.

Ji Sub berjalan pelan di dalam kolam, menuntun HyunAh menuju ujung kolam. “Gadis yang duduk di sebelah Hyejin itu juga temanmu?” Tanya Ji Sub.

HyunAh menganggukkan kepalanya. “Waeyo?”

“Dari tadi ia memperhatikan kita. Mulutnya terus bergerak-gerak. Ia pasti membicarakanmu,” kata Ji Sub.

HyunAh tertawa kecil. “Aku berani bertaruh, ia membicarakan Oppa. MinAh memang seperti itu. Tidak bisa tidak berkomentar jika melihat pria tampan,” sahut HyunAh.

Ji Sub melepaskan tangannya dari perut HyunAh namun segera menangkap tubuh wanita itu sebelum tenggelam. “Oppa!!” Pekik HyunAh begitu sudah berdiri di atas kaki Ji Sub.

Ji Sub tersenyum simpul. “Coba katakan sekali lagi atau aku akan menciummu di sini. Sekarang juga,” kata Ji Sub.

“Katakan apa?” Tanya HyunAh bingung.

“Aku tampan.”

Kening HyunAh berkerut. “Aku tidak pernah bilang Oppa tampan.” Wajah Ji Sub maju dua senti, mendekatkan bibirnya dengan bibir HyunAh.

“Katakan saja atau aku akan menciummu.”

HyunAh bukanlah tipe gadis yang suka mengumbar kemesraan di tempat umum. Ia lebih suka menikmati kemesraannya hanya berdua dengan pria-nya. Jadi ia lebih memilih mengatakannya. “Oppa tampan.”

Ji Sub tersenyum puas lalu mengecup bibir HyunAh beberapa kali dengan cepat. “Oppa!!” Pekik HyunAh malu-malu dan Ji Sub hanya tertawa-tawa senang.

MinAh yang melihat kejadian tersebut hanya tercengang. “He kissed HyunAh so casually. Oh My God, Hyejin-ah. I want a man like him!” Seru MinAh sambil memukul-mukul kaki Hyejin.

“Shut up, Min. I want to sleep.” Hyejin membalik tubuhnya, mengabaikan semua ocehan MinAh mengenai HyunAh dan Ji Sub serta pria tampan, menurut MinAh, yang baru saja memasuki kolam renang.

—–

Tower 2 Floor 3 Room 303

“Jadi kau memanggilku tiba-tiba hanya untuk menemanimu ke pesta penghuni baru apartemen ini,” kata Ji Sub tanpa ekspresi. Ia sebenarnya masih punya beberapa jadwal kegiatan lagi namun HyunAh sudah memohon dengan wajah memelas yang tidak bisa ditolak oleh Ji Sub.

“Oppa kan belum berkenalan dengan teman-temanku yang lain,” kata HyunAh beralasan.

“Apa teman-temanmu yang lain sama seperti MinAh dan Hyejin?”

HyunAh tertawa terbahak-bahak. “Mereka berdua itu baik hanya saja terlalu berisik,” kata HyunAh.

“Aku setuju.”

HyunAh memencet kembali bel apartemen penghuni baru yang mengundang seluruh penghuni Apartemen 23 ke pesta yang ia buat. Tidak lama, pintu apartemen itu terbuka. “Welcome!” Seru pria yang membuka pintu dengan senyuman sumringah namun seketika menghilang.

“HyunAh-ya,” ucap pria itu pelan dan HyunAh terpaku di tempatnya. “Henry-ssi,” sahut HyunAh nyaris tanpa suara.

Henry melihat Ji Sub yang berdiri di sebelah HyunAh dengan tangan yang merangkul HyunAh dengan posesif. Dengan sopan, Henry memberikan salam. “Silahkan masuk,” kata Henry dengan ceria setelah bisa kembali menguasai suasana.

Ji Sub menggandeng HyunAh masuk ke dalam apartemen. “Itu tetangga barumu? Kalian sudah saling mengenal sebelumnya?” Tanya Ji Sub dengan tenang.

HyunAh menggelengkan kepalanya. “Tapi aku melihat kalian seperti sudah saling mengenal lama,” kata Ji Sub.

“He’s my ex-boyfriend.”

Ji Sub mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. “But me, your now-boyfriend. So, don’t worry,” ujar Ji Sub dengan senyumannya yang menenangkan. Ji Sub bahkan mencium puncak kepala HyunAh untuk menghilangkan rasa tidak enak di hati kekasihnya.

—–

Hospital – Emergency Unit

“Kau mau kemana? Kenapa buru-buru sekali?” Tanya Ji Sub melihat HyunAh yang segera membereskan barang-barang dan biolanya begitu latihan selesai. HyunAh hanya menoleh sebentar untuk melihat Ji Sub.

“Hyejin kecelakaan. Aku harus segera ke rumah sakit,” jawab HyunAh dengan cepat.

Ji Sub mengangkat biola HyunAh lalu menggandeng gadis itu keluar dari tempat latihan orkestra. “Aku akan mengantarkanmu. Kajja.”

HyunAh segera berlari begitu sampai di rumah sakit dengan Ji Sub menyusul di belakangnya. Mereka berhenti di depan unit gawat darurat dimana MinAh, Jihyo dan Hamun sedang berdiri dengan gelisah.

“Apa Hyejin baik-baik saja?” Tanya HyunAh cemas. Ji Sub berdiri di belakang HyunAh, memegang bahu gadis berusaha mempertahankan agar ia tidak jatuh.

MinAh menggeleng-gelengkan kepala, Jihyo menjatuhkan diri ke salah satu kursi terdekat sedangkan Hamun sudah mengusap-usap matanya yang berair. HyunAh tidak mampu lagi berkata-kata, ia membalik tubuhnya dan langsung memeluk Ji Sub sambil menangis tersedu-sedu.

Ji Sub memeluk HyunAh sambil menepuk pelan punggung gadis itu, berusaha menenangkan hati HyunAh namun gadis itu tetap menangis.

“Siapa yang kalian tangisi?” Tanya seorang dokter yang tiba-tiba keluar dari unit gawat darurat dengan jas putihnya yang berlumuran darah.

Jihyo meloncat dari tempat duduknya menghampiri dokter yang baru saja menangani Hyejin. Tidak jauh berbeda dari Jihyo, MinAh dan Hamun ikut berlari menghampirinya. “Bagaimana keadaan Hyejin? Apa kau berhasil menyelamatkannya? Dokter Cho, jawab pertanyaan kami!!” MinAh, Jihyo dan Hamun berebutan bicara.

HyunAh tetap berada di tempatnya. Tangannya memegang erat jaket Ji Sub. Air matanya baru saja berhasil membasahi sebagian jaket tersebut di bagian dada. Gadis itu melihat dokter Cho dengan matanya yang masih berlinang air. “Apa Hyejin baik-baik saja?” Tanya HyunAh dengan terbata-bata.

Dokter Cho tersenyum kepada HyunAh dan kepada teman-temannya yang lain. “Dia baik-baik saja tapi sekarang dia masih tidak sadarkan diri. Biarkan ia istirahat dulu,” ujar dokter tersebut melegakan hati HyunAh, MinAh, Jihyo dan Hamun. Keempat gadis tersebut menghela nafas nyaris bersamaan.

So Ji Sub menunduk agar dapat menatap HyunAh lebih jelas. “Kalau aku yang kecelakaan, apa kau akan menangis sehisteris tadi?” Tanya Ji Sub dengan senyuman jahil yang menggoda.

HyunAh mengerucutkan bibirnya dan memukul-mukul lengan Ji Sub. “Jangan bicara yang tidak-tidak.” Ji Sub tertawa kecil lalu memeluk HyunAh dengan erat. Tangannya mendekap kepala HyunAh dengan erat.

“Aku tidak akan bisa kehilanganmu,” kata Ji Sub lalu mencium HyunAh dengan intens. HyunAh berusaha mendorong Ji Sub agar melepaskan diri darinya namun yang terjadi justru HyunAh yang tertahan di dalam rengkuhan Ji Sub. “Kau tidak akan bisa kemana-mana,” ujar Ji Sub sambil tersenyum manis melihat HyunAh nyaris kehabisan nafas.

——

Kkeut!

xoxo @gyumontic