“Noona, di sini tempatnya?”

“Ne. Kau tunggu di sini saja ya. Aku tidak lama,” Jihyo keluar dari mobil dan menutup pintunya sebelum Bogum sempat mengatakan satu kata pun.

“Ya! Song Joongki-ssi!” teriak Jihyo begitu melihat Joongki dan beberapa kru berjalan ke arahnya.

Joongki hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jihyo yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

“Annyeong, evil magnae!” Joongki mengacak-acak rambut Jihyo dengan pelan. “Kau harus lebih sopan lagi pada oppamu ini di depan orang banyak.”

“Hehe, mian, Joongki oppa. Kau sedang istirahat?”

“Ne. Aku masih ada waktu 15 menit lagi. Kemana yang lain?” Joongki menengok ke kiri dan kanan, namun tak ada rombongan Super Girls di belakang Jihyo.

“Ah, itu dia!” Jihyo menepuk dahinya. “Kita harus segera sembunyi, ppali!”

Jihyo menarik Joongki bersembunyi di balik tumpukan drum di dekat mereka berdua.

“Kau main petak umpet lagi dengan mereka?”

“Petak umpet?” ucap Jihyo dengan suara sekecil mungkin.

“Kali ini ide siapa?” Joongki memasang tampang serius, namun tidak bisa menyembunyikan kegeliannya memikirkan apa yang terjadi.

“Idenya siapa?”

“Apakah ini idenya Hyejin, MinAh, atau HyunAh yang menyebabkanmu datang ke sini terpisah dari mereka untuk menyelamatkanku?”

“Ah,” Jihyo baru mengerti maksud Joongki. “Entah, aku tidak tau ini idenya siapa, hahah. Yang pasti aku tau mereka akan datang ke lokasi syutingmu dan akan menerkammu seperti serigala, oppa.”

Joongki tertawa mendengarnya. “Aku sudah tau itu.”

“Heeeeh, jjinja?”

“Makanya aku tidak kaget melihatmu di sini evil magnae. Pokoknya antara kau atau Hamun pasti akan datang duluan untuk mencegah ketiga onniemu itu.”

Jihyo menggeleng. “Oppa, aku tidak mengerti.”

“Anak ini,” Joongki menyentil dahi Jihyo. “Kau ini kadang suka lemot tidak karuan. Hanya kau dan Hamun yang tidak akan histeris melihatku. Hamun yang selalu belajar atau kau yang selalu menunggu drama selesai diputar di televisi baru menontonnya.”

Jihyo tertawa mendengar ucapan Joongki. “Hehe, mian oppa. Aku belum menonton dramamu.”

“Ah, Hyejin menelpon,” Joongki menekan gambar tolak di smartphonennya.

“Oppa, kau jahat,” goda Jihyo.

“Kau mau aku ikut permainan kan?” Joongki mematikan smartphonenya.

Joongki dan Jihyo mengintip dari celah tumpukan drum. Hyejin, MinAh, dan HyunAh sudah tiba di tempat lokasi dan mengobrol dengan beberapa pemain dan kru.

“Jihyo noona, Song Joongki sunbaenim, kenapa kalian duduk di sini?” tanya Bogum yang muncul tiba-tiba mengagetkan Joongki dan Jihyo yang refleks mendorong tumpukan drum hingga terjatuh.

“Ah, Park Bogum!” teriak Hyejin, MinAh, dan HyunAh bersamaan ketika mendengar suara gaduh dan melihat Bogum berdiri tak jauh dari mereka.

“Ya! Bogum-ah!” amuk Jihyo.

“Aku mengagetkanmu, noona?” tanya Bogum.

“Ne! Arrrrghhhh. Kau menyebalkan!” Jihyo bangkit dan mencubit lengan Bogum.

“Ya! Choi Jihyo!” Hyejin menghampiri evil magnae dan menjewer telinganya.

“Akkh, onnie, sakit onnie!”

“Hyejin, Hyejin, sudah,” ucap Joongki.

“Kau juga, Song Joongki! Kenapa kau mereject teleponku, hah? Kau mematikan handphonemu?” Hyejin memelototi Joongki.

“Tidak, bateraiku habis,” Joongki mengelus punggung Hyejin. “Ayo lepaskan Jihyo, Hye. Kasihan.”

“Kalau kau kasihan kepada anak ini, harusnya kau tidak ikut sembunyi dengannya di balik drum ini!” Hyejin melepaskan jewerannya dari telinga Jihyo.

“Oppa, aku disakiti Hyejin onnie,” Jihyo langsung berlindung di belakang punggung Joongki sebelum Hyejin melancarkan serangan lagi.

“Annyeong MinAh, HyunAh,” Joongki bergantian memeluk kedua member Super Girls itu.

Jihyo dan Hyejin tertawa geli melihat MinAh yang histeris dipeluk Joongki dan HyunAh yang hanya mematung menerima pelukan dari Joongki.

“Padahal kita semua sudah biasa di peluk Joongki oppa, cckcck,” goda Jihyo. “MinAh onnie, akhirnya bisa merasakan pelukan di dada bidang Joongki oppa.”

MinAh hanya tertawa sambil memukul bahu Jihyo. “Jangan bicara lagi, Choi Jihyo.”

“Oppa, aku bawakan minuman untukmu. Ini bagus untuk menjaga kesehatan,” ucap HyunAh malu-malu sambil memberikannya ke Joongki.

“Ah, gomawo Hyun. Aku memang sedang tidak enak badan,” Joongki mengelus kepala HyunAh sebagai ucapan terima kasih.

“Sudah, sudah, Giliranku kapan?” Hyejin menarik lengan Joongki. “Aku ini adik kandungmu. Tidak bisakah kau bersikap semanis itu kepadaku?”

Joongki tertawa dan memeluk erat Hyejin. “Adikku yang posesif, jangan ngambek.”

“Aku tidak posesif!” Hyejin mencubit perut Joongki. “Ingat ya, aku tidak posesif.”

“Ne, Song Hyejin memang tidak posesif,” ulang MinAh, HyunAh, dan Jihyo berbarengan dengan nada mengejek.

“Annyeonghaseyo Song Joongki sunbaenim, Song Hyejin sunbaenim, Park MinAh sunbaenim, Jung HyunAh sunbaenim,” interupsi Bogum.

“Ah, Bogum-ssi! Kemarin kau ke konser Jong Kook hyung juga kan? Kenapa kita tidak bertemu ya?” Joongki menepuk lengan Bogum. “Jangan panggil aku sunbae, hyung saja. Lagipula kita kan satu agensi.”

“Park Bogum!” teriak Hyejin, MinAh, dan HyunAh yang kini berpindah ke sisi Bogum.

“Panggil kami noona saja, arra?” seru Hyejin.

“Maaf ya Jihyo menyusahkanmu sampai kau harus datang sejauh ini. Kau sudah makan?” tanya MinAh.

“Bogum-ah, kau mau ini? Aku bawakan minuman lebih tadi untuk Joongki oppa, Untukmu saja ya dongsaeng,” HyunAh menyodorkan tempat minum satu lagi ke Bogum.

“Kalian ini, ada namja baru dan aku ditinggal,” Joongki memasang tampang sedih. “Sudah ah aku harus kembali. Sudah 15 menit.”

“Oppa, jangan ngambek seperti itu,” Jihyo menyikut lengan Joongki. “Selamat berkerja!”

“Aku nitip onniedeulmu ya, evil magnae. Selamatkan Bogum juga kalau ketiga onnie mu itu sudah mulai menggila,” ujar Joongki berlalu menuju para kru.

“Bogum, ayo kita makan dulu, di dekat sini ada restoran anak. Noona traktir!” seru MinAh sambil menarik Bogum diikuti Hyejin dan HyunAh.

Jihyo hanya bisa menganga tidak percaya melihat tingkah ketiganya yang seolah lupa apa tujuan mereka datang ke lokasi syuting Joongki.

“Jihyo noona, kau ikut juga kan?” tanya Bogum.

Jihyo menggeleng sambil memasang tampang jahil, “Kau makan saja dengan member Super Girls yang lain ya. Aku tunggu di sini.”

“Tapi noona-,” Bogum memasang tampang memelas dan berharap agar Jihyo ikut dengannya.

Jihyo tetap menggeleng.

“Jihyo noona,” panggil Bogum yang berusaha menahan diseret oleh MinAh dan Hyejin.

“Welcome to the club, Park Bogum!” seru Jihyo.