Define Romance

Menurut kamus besar bahasa yang kita junjung tunggi, romantis adalah sesuatu hal yang bersifat mesra. Sedangkan menurutmu beberapa wanita, romantis mungkin bisa digambarkan dengan makan malam berdua di sebuah restoran atau sebuket bunga mawar merah segar atau sebuah cincin yang disematkan di jari manis mereka tidak peduli terbuat dari apa cincin tersebut. Namun bagi seorang Song Hyejin, romantis adalah ketika seorang pria datang menawarkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan yang paling ia benci.

“Kyuhyun-ah, gomawo. Kau benar-benar juru selamat hidupku,” kata Hyejin dengan senyum sumringah dan mata berbinar-binar. Ia sama sekali tidak berminat untuk menyembunyikan kebahagiaannya karena tidak perlu mengerjakan pekerjaan yang paling tidak ingin dia kerjakan.

Kyuhyun tersenyum manis nan lembut kepada Hyejin. Tanpa merasa terpaksa, ia duduk di kursi kerja dan mulai mengerjakan pekerjaan Hyejin. “Apa aku sudah setara dengan Tuhan-mu?” Tanya Kyuhyun yang hanya ingin ada bahan untuk bicara dengan Hyejin.

Hyejin tertawa. Dengan penuh kelegaan, Hyejin menduduki kursi di sebelahnya kursinya yang sekarang ditempati oleh Kyuhyun. Ia memperhatikan betapa cekatannya Kyuhyun dan bersyukur masih ada pria sebaik Kyuhyun yang mau menolongnya. “Tuhan-ku tetap segalanya. Kau, satu tingkat di bawah-Nya,” kata Hyejin asal yang membuat Kyuhyun tertawa.

“Kau istirahat saja. Aku akan menyelesaikan pekerjaan ini,” kata Kyuhyun.

Hyejin mengisi waktu luangnya dengan membaca majalah sampai akhirnya ia tersadar harus melakukan sesuatu untuk pria yang sudah sukarela membantunya. “Kau mau makan apa, Kyuhyun? Minum?” Tanya Hyejin menawarkan dengan tulus.

Kyuhyun dengan sopan menggelengkan kepalanya sambil tetap mengerjakan pekerjaan Hyejin. “Tidak perlu. Aku tidak lapar Dan aku masih punya sebotol penuh air mineral di mejaku. Kau tidak perlu merepotkan diri,” kata Kyuhyun.

Namun bukan Hyejin namanya jika ia menurut begitu saja pada perkataan orang. Ia berdiri dari tempat duduknya, mengambil dompet di dalam tasnya lalu beranjak untuk meninggalkan ruangan kerjanya. “Kau mau kemana?” Tanya Kyuhyun.

Dengan polos, Hyejin menjawab, “Membeli makanan untukmu. Kau sudah membantuku, aku tidak mau menerimanya dengan cuma-cuma,” kata Hyejin tidak ada gunanya. Kyuhyun menarik Hyejin kembali ke tempat duduk wanita itu.

“Aku membantumu bukan untuk mendapatkan makanan darimu. Aku membantuku karena aku ingin mendapatkan perhatianmu. Tetaplah di sini, temani aku. Aku tidak perlu apa-apa kecuali kau.”

Hyejin duduk terhenyak di kursinya. Matanya tidak bisa berkedip karena tatapan mata Kyuhyun yang sedang menusuk ke dalam matanya. Sejalan dengan otaknya yang sedang menerjemahkan maksud ucapan Kyuhyun sehingga tidak sempat memberitahukan kelopak mata Hyejin untuk berkedip.

“Apa…kau baru saja…ehm…mengatakan perasaanmu…padaku?” Tanya Hyejin dan Kyuhyun hanya tersenyum.

“Kau…menyukaiku?” Tanya Hyejin lagi Dan Kyuhyun hanya kembali tersenyum.

Hyejin yang memiliki sifat dasar tidak sabaran mendesak Kyuhyun lebih dalam dengan pertanyaannya, “Kau mengerjakan tugas ini karena kau menyukaiku?” Tanya Hyejin yang sebanarnya tidak ingin dielak oleh Kyuhyun.

Perlahan, Kyuhyun memutar kursinya sehingga kini ia tidak lagi menatapku layar computer namun Hyejin dengan kening berkerut belasan. “Menurutmu apa aku menyukaimu?” Tanya Kyuhyun.

Kerutan di kening Hyejin yang awalnya hanya tiga bertambah drastis menjadi sepuluh. Dengan lembut namun mengintimidasi, Kyuhyun menatap Hyejin. Dengan kaku, Hyejin menganggukkan kepalanya lalu menggelengkannya. “A..aku…tidak tahu,” jawab Hyejin cepat. Wajahnya terasa terbakar malu karena Kyuhyun yang masih menatapnya.

Kyuhyun tertawa, menertawakan Hyejin. “Seharusnya aku setuju waktu Joong Ki hyung ingin memindahkanmu ke bagian lain. Kau tidak cocok di bagian ini. Tidak sabaran, tidak sensitif, tidak teliti dan tidak tidak yang lainnya,” kata Kyuhyun yang seketika mengubah raut wajah Hyejin yang semula ceria menjadi cemerlang.

“Kalau begitu kenapa aku tidak dipindahkan?” Tanya Hyejin dengan galak.

“Aku menyukai pemandangan dari mejaku. Seorang wanita yang selalu menghela nafas panjang sebelum tangannya mengetuk-ngetuk tikus komputernya,” ujar Kyuhyun dengan pelan Dan membuat Hyejin terdiam.

Kyuhyun tersenyum lalu kembali mengerjakan pekerjaan Hyejin yang sudah ia sanggupi untuk diselesaikan. Hyejin yang masih belum sadar dari sihir Kyuhyun, hanya duduk terdiam. Ia berusaha mencerna perkataan Kyuhyun sebelum menarik kesimpulan.

“Kau menyukaiku,” kata Hyejin percaya diri namun penuh keraguan. Kyuhyun tersenyum sambil membelai puncak kepala Hyejin dengan penuh kasih sayang.

“Kau benar,” ujar Kyuhyun. “Aku menyukaimu. Bagaimana menurutmu? Apa aku bisa berkencan denganmu?”

Hyejin terkejut. Ia tidak ada sama sekali persiapan untuk mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang. Tapi ada terselip rasa tegang bercampur geli berlebihan di dalam perutnya yang ia yakini sebagai respon positif. “Apa aku harus menjawabnya sekarang?” Tanya Hyejin.

Kyuhyun menghela nafas panjang namun santai. Tidak ada rasa kecewa dalam hembusan nafasnya. “Kau punya banyak waktu. Aku bahagia menunggu,” jawab Kyuhyun tanpa ada paksaan dari siapapun dan Hyejin semakin penasaran dibuatnya.

“Kenapa kau bisa menyukaiku?”

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya dengan santai. Sambil bekerja, Kyuhyun menjawab pertanyaannya Hyejin, “Suka saja. Tidak ada alasan khusus.”

“Serius? Tidak ada hal yang bisa jadi alasan kenapa kau menyukaiku? Mataku? Kakiku? Atau apa yang lain?”

“Mulutmu.”

Refleks, Hyejin memegang mulutnya. “Kenapa dengan mulutku?”

“Tidak pernah berhenti bicara. Selalu ramai. Membuat hidupku lebih berwarna. Rasanya aku jadi romantis. Kau tahu apa itu romantis?”

Hyejin menggelengkan kepalanya sedikit.

“Menurutku romantis itu bekerja ditemani olehmu,” jawabnya Kyuhyun yang sukses membuat perut Hyejin serasa diisi oleh ribuan kupu-kupu.