July 2015

“CHUKKAEEE FOR YOUR DRAMA!!”

Baru membuka pintu apartemen, lagi-lagi aku disambut oleh suara memekakkan telinga dan pelukan bertubi-tubi, siapa lagi kalo bukan yeojadeul dongsaengdeul kesayanganku..

“Oppa kau beruntung sekaliii shooting dengan goddess eonni!! Kenalkan aku padanya.. Yaa yaa? Aku fans nya! Aku ingin ngobrol dengan nya tentang make-up, fashion, beauty aahhh~”

Si centil, Park MinAh

“Gampang, datanglah ke lokasi shooting, MinAh ya”

“Asssaa!!”

“Oppa~! Untuk kali ini saja kabulkan keinginanku.. Seo Dae Yeong.. Ani.. Jin Goo oppa.. Kenalkan aku padanyaaa~ Eung eung?? Tapi jangan bilang Kyuhyun..”

Si nona bawel nae dongsaeng, Song HyeJin yang sudah lupa dengan Lee Jin Ki tampak nya.. Padahal dia satu drama denganku..

“Apa kau sudah lupa pada Jin Ki?”

“Eiishh!!”

“Oppa~!! Bawa aku ke agency mu..~ ! Aku ingin berkenalan dengan Bo Gum.. Park Bo Gum.. Jebal yo~! Aku akan lakukan apapun untuk itu!”

Oh evil magnae, Choi Ji Hyo bisa begini juga.. Ahh mungkin efek putus dengan Woo Bin..

“Call, tapi jadi asisten ku dulu selama 3 bulan, otte?”

“Eiiyyh Oppa~”

“Oppa~! Chukkae!! Fighting!! Dramamu pasti sukses! Actor dan Actress jjang, Writer-nim jjang, OST jjang, ditunjang dengan kau baru keluar wajib militer.. DAEBAK!!”

Uri magnae, Kang Hamun, mengacung2kan jempol nya, neomu kwiyeowo..

“Gomawo uri magnae” ujarku sambil memeluknya

Aku sudah bersiap dengan sambutan ke lima ku, tapi…

“HyunAh mana? Kenapa dia tidak ikut menyambutku?

“HyunAh sedang di dapur, seperti biasa menyiapkan makanan untuk kita semua” sahut Hyejin sambil melenggang menuju ruang keluarga

“Ayo masuk oppa” MinAh menggandeng tangan kanan ku mempersilahkan aku masuk ke apartemenku sendiri

“Kita main game dulu yuk oppa sambil menunggu masakan Hyunnie eonni” Jihyo menggandeng tangan kiri ku

“Sini oppa kubantu membawa tas mu” Hamun memang anak baik

Aku menghentikan langkahku ketika melihat sosok yang aku cari tadi ditengah langkahku menuju ruang keluarga

“Chukkae oppa for your drama, fighting!” sambut HyunAh sambil tersenyum manis dan mengulurkan tangan nya ingin menyalami ku

“Gomawo” sahutku sambil menarik HyunAh kedalam pelukan ku

Entah kenapa HyunAh tak membalas pelukan ku seperti biasa

“Aku kembali ke dapur dulu ya oppa, aku sedang menggoreng” jawab HyunAh sambil melepaskan pelukanku bahkan ia menghindari tatapanku

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“DAEBAK! kalau aku makan begini setiap hari dietku bisa hancur Hyun!” sahutku setelah kekenyangan dengan makanan-makanan HyunAh

“Masakan eonni memang tidak ada dua nya!” puji Hamun

“Keurom! Aku heran kenapa HyunAh menolak tawaran Celebrity Master Chef! Padahal dia bisa jadi juara. Sayang sekali..” sahut Hyejin

“Eonni JJang!!” puji Jihyo

“Hyun, kau memang luar biasa, sudah kuputuskan untuk acara pernikahanku dengan eric oppa aku mau kau yang mengurus catering ku” kata MinAh

“Aigoo, kalian ini.. Aku tau maksud kalian.. Supaya aku lebih sering memasakkan untuk kalian kan? Cih!” gurau HyunAh

“Sooo.. karena kalian sudah kenyang, siapa yang mau membantuku cuci piring?” lanjut HyunAh

“Eonni, aku mau lanjut belajar saja. Hyejin eonni aku pinjam kamarmu ya” sahut Hamun dengan cepat kemudian bergegas menuju kamar Hyejin

“Aahh tidaakk aku lupa pause game ku~!” seru Jihyo pura-pura tidak dengar lalu melarikan diri ke ruang keluarga

“Yeoboseyo? Eric oppa? Hyun aku angkat telpon dulu ya..” seru MinAh yang entahlah apa benar handphone nya berbunyi sepertinya tak ada suara dering telpon

“Mwo? Na? Mian aku pergi dulu aku sudah janji dengan Kyu akan minum wine” jawab Hyejin yang segera menyambar tas nya begitu HyunAh menatapnya

“Tampaknya aku yang harus membantumu, Hyun” sahutku

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sepanjang aku mencuci piring dan HyunAh mengeringkan piring kami hanya diam, ada yang salah dengan HyunAh, tidak pernah rasanya kami bersebelahan tapi sepi seperti ini.. HyunAh salah satu dongsaeng favoritku karena kami klik setiap kali ngobrol.. Sampai tiba-tiba aku teringat obrolan terakhir kami itu.

“Hyun~”

“Eo, ne Oppa”

“Kenapa kau banyak diam hari ini?”

“Jjinjja? Aku merasa biasa saja”

“Ahh~ gara-gara itu??”

“Mw mwo? Wae waeyo?” jawab HyunAh sedikit gugup

“Obrolan kita yang terakhir”

“Obrolan yang mana?”

“Yang itu~” jawabku sambil bergeser mendekati nya

“Yang yang mana?” tanya HyunAh yang kemudian bergeser menjauhiku

“2 bulan lalu disini” jawabku sambil bergeser mendekati nya lagi

“Aku sudah lupa, Oppa” jawab HyunAh sambil kembali bergeser menjauhiku

“Apa benar kau sudah lupa?” tanyaku sambil mematikan air dan menghadap ke arah HyunAh

“Eo eo” jawab HyunAh yang lagi-lagi menghindari tatapanku

“Yakin kau sudah lupa?” tanyaku lagi sambil berjalan mendekati HyunAh

“Eo eo” jawab HyunAh sambil berjalan mundur

“Kau sudah tidak bisa mundur lagi” sahutku melihat punggung HyunAh menempel pada lemari piring

“Kau mau aku mengingatkannya?” tanyaku sambil mendekatkan wajahku ke arah HyunAh

“ ….. “

“Yaa~! Jung HyunAh!” sahutku kaget, piring yang dipegang HyunAh hampir mencium lantai, untung aku tanggap.

“Mian~” sahut HyunAh pelan

“Apa yang sedang kau pikirkan?” lanjutku sambil menjentikkan jari ku di kepalanya, mencairkan suasana

“Aww!” pekik HyunAh

“Kau marah padaku karena aku belum mengenalkanmu pada Kwangsoo?” tanya ku

“Mwo?? Kwangsoo Oppa? Apa maksudmu?” sahut HyunAh kaget

“2 bulan lalu aku bilang akan mengenalkanmu pada Kwangsoo, itu kan yang dari tadi kita bicarakan?” lanjutku pura-pura

“Daritadi kau diam saja, marah padaku gara-gara itu?” cerocosku lagi

“Atau karena aku belum mengenalkanmu pada teman-teman actor ku?” lanjutku lagi

“Aishh, Oppa~!!” HyunAh memukul lenganku dengan mukanya yang cemberut

“Ani go ma wo yo.. Aku kan sudah bilang aku punya nomor Kwangsoo Oppa” lanjut HyunAh masih dengan tampang kesal

“Apa perlu aku mengadakan kencan buta untukmu dan Kwangsoo?” tanyaku pada HyunAh

“Eiyyhh, Oppa~”

“Shireo?”

“Wae Kwang Soo oppa? Wae? Jo In Sung oppa, otte yo?”

“Hmmm, In Sung Hyung?”

“Waaee~ Terlalu tampan untukku?”

“Eo”

“Ya~!”

“Hahahaha”

“Ahh batta!”

“Mwo Hyun?”

“Kwang Soo oppa kenal Yoo Yeon Seok ssi kan?”

“Eo sepertinya”

“Assaa~!”

“Wae wae?”

“Aku akan menelpon Kwang Soo oppa, berbaik-baik padanya dan minta kenalkan pada Yoo Yeon Seok ssi!” seru HyunAh sambil mengeluarkan handphone nya

“Yaa~!! Oppa~!!” teriak HyunAh kesal saat aku mengambil handphone nya

“Coba ambil kalau bisa” godaku

“Oppa~ kembalikan!”

“Shireo~”

“Joongki Oppa~! Jebal yoo~” rengek HyunAh sambil mencoba merebut handphone nya yang saat ini berada diatas kepalaku jauh dari jangkauan nya

“Apa kau tidak tahu Yoo Yeon Seok dengan Kim Ji Won?”

“Itu kan hanya gossip belum tentu fakta! Oppa~ kembalikan!” jawab HyunAh sambil loncat-loncat berusaha mengambil handphone nya

“Aku sering ngobrol dengan Ji Won, aku juga sering bersamanya di lokasi shooting, apa kau tidak percaya padaku?”

“Aku tidak akan menyerah sebelum berperang Oppa~ kembalikaann~”

“Apa harus Yoo Yeon Seok ssi?” tanyaku sambil menghentikan tangan HyunAh yang berusaha menjangkau handphone nya

“Wae? Apa kau punya kandidat lain?”

“Kyung Soo?”

“Oppa~ dia terlalu muda, lagipula kalau Kyung Soo aku tidak perlu meminta bantuanmu”

“Im Joo Hwan?”

“Kau mau mengenalkan nya?“

“Ani”

“Oppa~!”

“Na?”

“Mwo?”

“Aku?”

“Opp opppa~ jangan bercanda“ HyunAh kembali salah tingkah

 

‘Ahh jadi benar, ini yang menyebabkannya diam dan salah tingkah dari tadi’ gumamku dalam hati

 

“Kembalikan handphone ku~” gumam HyunAh yang melihat celah untuk merebut handphone nya lagi

“Bagaimana kalau denganku saja, Hyun?” tanyaku lagi sambil menatap matanya

 

‘Baby, you look especially pretty today, I always say this.. I’m too lazy to say it again.. Ooh baby, I have something to tell you, just listen lightly’

Handphone HyunAh berbunyi, lagu Mileage menggema

 

“Opp opppa~ handphoneku~“

“Kau belum menjawab pertanyaanku~ Otte?”

“Bagaimana kalau aku? Shireo?” tanyaku lagi sambil menatap matanya dan memberikan senyuman ku yang paling manis

“Aku angkat telpon Yonghwa oppa dulu” jawab HyunAh cepat, menyambar handphone nya dan lari entah kemana

“Aigoo.. Chotta.. Kwiyeowo” gumamku sambil senyum-senyum sendiri

 

‘Haruskah aku terus menggodanya?’ pikirku

 

“Wae HyunAh eonni lari terbirit-birit seperti itu?” suara Jihyo membuyarkan pikiranku

“Molla” jawabku cuek sambil mengangkat bahu

“Aku curiga” seru Jihyo sambil memicingkan matanya

“Mwo?” sahutku menantang pada Jihyo yang masih memicingkan matanya