image

Hae my baby, see you soon!
Big hug and deep kisses from me.
PS. You’re too cute here. I can’t wait to meet you.

Aku merasa heran dengan pesan Kakao Talk yang dikirimkan oleh Hamun. Aku tidak ada jadwal kosong sampai satu minggu ke depan. Aku akan sibuk dengan festival kesenian yang dibuat oleh Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Seoul. Jadi tidak mungkin aku bisa bertemu dengan Hamun.

See you soon, my baby Hamun.
Tapi aku rasa kita tidak akan bisa bertemu dalam waktu dekat.
Aku ada festival kesenian di tempat wamil-ku.
Mianhe, sayang.
PS. I miss you so much, my honey Hamunie.

Aku membalas pesannya tapi tidak kunjung ada jawaban. Mungkin Hamun sedang sibuk belajar untuk ujian akhirnya. Lebih baik aku bersiap-siap untuk membuka festival bersama Siwon dan Changmin.

“Hae hyung!” Seru Changmin dari belakangku. Ia melangkahkan kaki panjangnya untuk menyusulku lalu merangkulku dengan akrab begitu ia sampai di sebelahku. Dengan terpaksa, aku mendongakkan kepala untuk melihat Changmin yang jauh lebih tinggi dariku. Sialan.

“Waeyo? Sudah bertemu dengan Siwon? Kita harus segera siap-siap,” ujarku.

“Ini aku mau mencarinya. Hyung sudah bertemu dengannya?” Tanyanya dan aku menggelengkan kepala sebagai jawaban karena aku memang belum bertemu dengan Siwon dari pagi.

“Mungkin dia sedang mencuri-curi waktu untuk bertemu kekasihnya. Liuwen sedang berada di Seoul setahuku,” ujar Changmin membuatku terbelalak. Bukan karena ia pacaran dengan supermodel itu tapi karena berani-beraninya ia kabur di saat-saat genting seperti ini. Aku saja mengorbankan Hamun demi acara ini. Haiiiish!

Changmin menepuk-nepuk bahuku sambil tertawa ringan. “Tenang hyung, Siwon hyung pasti akan datang tepat waktu. Dia orang yang sangat bertanggung jawab kan?” Aku merasa lebih tenang tapi tetap kesal. Aku juga ingin bertemu kekasihku meski hanya sebentar.

“Oh ya hyung, sudah tahu bintang tamu kita hari ini?” Tanya Changmin. Aku pikir-pikir Changmin ini terlalu banyak bicara. Pantas saja ia cocok dengan Kyuhyun yang sama banyak bicaranya.

“Aku bahkan tidak tahu ada bintang tamu untuk acara festival ini. Artis terkenal?” Changmin menganggukkan kepalanya.

“Pria atau wanita? Apa kita mengenalnya?” Aku ingin tahu karena aku tidak ingin terlihat kaku saat berhadapan dengan artis itu di atas panggung nanti.

Changmin tertawa keras mendengar pertanyaan-pertanyaanku. Ia seperti sedang menertawaiku dan aku merasa itu hal yang wajar. Aku biasa ditertawakan karena sifat kaku-ku ini. “Tenang, hyung. Santai. Kita mengenalnya. Sangat mengenalnya bahkan,” jawab Changmin yang sangat santai sambil memijit-mijit bahuku.

“Itu mereka,” kata Changmin sambil menunjuk dua gadis yang sedang dikerubuti oleh teman-temanku sesama polisi. “Sudah ada Jihyo dan Hyejin di sini. HyunAh dan MinAh akan datang beberapa menit lagi. Mereka baru datang dari Hongkong sejam yang lalu.”

“Hamun?” Tanyaku tidak sabar. Gadis itu tidak memberitahukan apapun padaku kecuali pesan singkat yang membingungkan tadi. Sekarang, aku menemukan jawabannya. “Hamun dimana? Dimana Hamun?”

Changmin hanya tertawa melihatku. Ia menunjuk sebuah pintu yang tidak jauh dari kerumunan pria yang mengelilingi Jihyo dan Hyejin. “Sebaiknya kau segera kesana untuk melindungi kekasihmu. Aku mau menyelamatkan Jihyo dan Hyejin. Kyuhyun sudah mewanti-wantiku seribu kali sehari untuk menjaga Hyejin. Sampai jumpa, hyung!” Kata Changmin lalu meninggalkanku. Ia pergi menuju dua gadis yang sudah tidak berdaya dikelilingi puluhan pria yang mengidolakan mereka. Sedangkan aku pergi menyelinap ke dalam ruangan dimana Hamun berada seperti yang dikatakan Changmin.

“Hae Oppa, halo…” Sapa Hamun dengan riang begitu melihatku. Ia tersenyum lebar begitu juga dengan tangannya yang terentang. “Tidak mau memelukku? Katanya sangat merindukanku.”

Aku berjalan mendekati Hamun dan memeluknya dengan erat. Aku juga mencium puncak kepalanya sebagai ungkapan rasa rinduku. “Kau tidak cerita akan tampil di festival ini,” kataku dengan masih tetap memeluk Hamun.

“Sedikit kejutan. Oppa menyukainya?”

“Sangat menyukainya. Aku sangat menyukainya. Kau, satu-satunya orang yang sangat ingin aku temui saat ini. Tapi aku pasti tidak akan suka melihat kau berada di atas panggung dan ratusan polisi menikmati penampilanmu. Beberapa dari mereka pasti ada yang menyukaimu.”

“Lalu kenapa kalau mereka menyukaiku? Aku hanya menyukai Oppa,” sahut Hamun sambil tersenyum. Senyum yang aku rindukan setiap saat melihat fotonya di ponselku.

“Kau membuatku gemas,” kataku sambil tertawa lalu mencium keningnya dengan lembut. “Selesai acara, aku ingin memonopolimu. Apa kau ada jadwal setelah ini?” Hamun menggelengkan kepalanya.

“Bagus.”

Pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Changmin berhasil menyelamatkan Hyejin dan Jihyo. “Kyuhyun dan Siwon hyung bisa membunuhku kalau aku tidak berhasil mengeluarkan kalian dari kerumunan itu,” ocehnya yang kemudian menatapku sedikit terkejut. “Ah, apa kami mengganggu kalian, hyung?”

Aku tidak merasa terganggu tapi kemunculan Changmin mengingatkan tugasku untuk menjadi pembawa acara di festival ini. “Aku harus siap-siap. Kita bertemu lagi nanti ya, sayang. Jangan langsung pulang. Tunggu aku,” kataku pada Hamun dan memberikannya sebuah ciuman ringan sebelum meninggalkan ruangan bersama Changmin.

********

Aku, Siwon dan Changmin bertugas sebagai pembaca acara sekaligus penampil. Aku tidak keberatan. Sama sekali tidak. Aku hanya ingin acara ini segera selesai sehingga aku bisa berduaan dengan Hamun.

“Sebentar lagi Super Girls akan tampil,” kata Siwon kepadaku. Aku membaca kartu petunjuk acara yang ada di tanganku dan memang benar setelah ini adalah penampilan SG. Apa yang harus aku lakukan?

Lima gadis itu sudah bersiap di belakang panggung. Aku melihat gadisku berdiri paling belakang, setelah eonnideulnya. Aku mengecek keberadaan Hamun setiap detik dan ia menangkap tatapan mataku. Ia tersenyum kepadaku dan meniupkan ciuman jarak jauh dari telapak tangannya. Mau tidak mau, aku tersipu malu karenanya.

“Kau harus siap melihat liarnya pria-pria ini begitu melihat wanita-wanita itu,” kata Siwon membuatku ngeri. Aku sampai bersumpah akan langsung menarik Hamun keluar dari panggung jika ada yang sampai nekat mendekati kekasihku. Lihat saja.

Super Girls memasuki panggung dan aku melihat keliaran para penonton yang sebagian besar adalah pria. Sebagian besar meneriakan nama HyunAh atau MinAh, duo yang paling cantik dan seksi di antara mereka berlima. Tapi aku sering menangkap teriakan, “SARANGHAEYO KANG HAMUN! MARRY ME KANG HAMUN!”

TIDAK AKAN KUBIARKAN ITU TERJADI!

Super Girla menyanyikan lima buah lagu sekaligus lagu penutup untuk festival hari ini. Aku berjalan ke belakang panggung mengikuti Hamun yang sudah masuk lebih dulu. Aku tidak peduli jika Changmin dan Siwon masih berada di atas panggung. Saat ini Hamun lebih penting. “Penampilanmu sangat bagus,” pujiku sambil mengelap keringat di keningnya.

Hamun tersenyum dan mengucapkan terima kasih. “Oppa terlihat sangat tampan di atas panggung. Aku suka potongan rambutmu dan seragammu. Oppa sangat keren!” Hamun balas memuji yang membuatku melayang.

“Hamun sayang, berhenti menggombaliku. Aku tidak tahan,” kataku yang membuat Hamun tertawa puas. Ia merapikan kerah seragamku lalu menariknya sehingga aku hanya berada beberapa senti di depan wajahnya. Secepat kilat, Hamun mencium bibirku.

“Kejutan kedua,” katanya sambil mengedipkan mata dengan cara yang sangat menggoda. Aku hanya bisa tertawa geli melihat Hamun yang begitu menggemaskan.

Keempat member SG yang lain tampak sudah bersiap-siap untuk meninggalkan lokasi festival tapi Siwon dan Changmin mencegah mereka. “Tugas kalian belum selesai. Kita belum foto bersama. Teman-temanku juga beluk kenalan dengan kalian. Jangan pergi dulu,” kata Siwon sambil menarik Hyejin, Jihyo dan HyunAh kembali ke atas panggung. Sedangkan Changmin menarik MinAh dan Hamun.

“Aku pinjam kekasihmu sebentar, hyung,” katanya tanpa meminta persetujuanku.

Dengan kesal, aku ikut kembali ke atas panggung. Siwon dan Changmin sudah menjejerkan SG dengan posisi Hamun berada di tengah-tengah dan para polisi sudah berebut posisi untuk berada lebih dekat dengan wanita-wanita itu. Tidak terkecuali Hamun. Banyak polisi yang memilih berdiri di dekat Hamun dan foto bersama dengan kekasihku. Mereka bahkan tidak segan untuk merangkul bahu Hamun. Aku mengikuti jejak mereka.

Aku mendekati Hamun dan memberikan ponselku kepada polisi yang baru saja berfoto dengan Hamun. “Bisa tolong fotokan aku dengan Hamun?” Pintaku pada polisi bernama Kim Gyujin tersebut.

Kim Gyujin memposisikan ponselku siap membidik aku dan Hamun. Dengan mesra, aku merangkul bahu Hamun dan aku menyuruh Hamun memeluk pinggangku. “Dongakkan kepalamu sedikit,” ujarku dan Hamun pun mendongakkan kepalanya.

Aku mendekatkan wajahku ke wajah Hamun. Hidung kami sudah beradu. Aku tersenyum menatap mata Hamun. “Aku ingin semua orang tahu kau milikku. Say cheese,” ujarku dan kemudian mencium Hamun. Aku tidak tahu apa Gyujin mengambil foto kami. Itu bukan tujuanku. Aku hanya ingin orang-orang tahu Hamun adalah milikku sehingga mereka perlu berpikir berulang kali sebelum menyentuh Hamun.

Kkeut!