September 2015

“Eo, Kyung soo ya~” panggilku pada sosok pertama yang kutemui di lobby

“Eo Joongki hyung~ sedang apa disini?” pekik Kyung Soo dengan mata lebar nya

“Menemuimu” jawabku sekenanya

“Eiyhh, kalau untuk menemuiku hyung tidak mungkin datang ke SM, hyung pasti menelpon dan menyuruhku datang ke apartemen mu.. Hyejin noona?”

“Ani~ Hyejin sedang tidak di Korea, dia sedang liburan ke Eropa” sahutku cepat menengok kesana kemari memandang sekeliling

“Hyung mencari siapa?” tanya Kyung Soo yang mungkin heran melihat gerak gerikku

“HyunAh” jawabku singkat

“Hyun noona?!” suara Kyung Soo menyiratkan penuh tanda tanya

“Eo.. Kau melihatnya?”

“Waeyo?” tanya Kyung Soo lagi dengan nada yang mulai naik tanda ia penasaran

“Eo?”

“Waeyo hyung mencari noona?” dengan nada tegas Kyung Soo mulai mengintrogasiku

“Wae? Tidak boleh?”

“Ani~ aku merasa ada sesuatu yang salah”

“Eo?”

“Tidak biasanya hyung mencari noona, aneh”

“Kyung Soo ya~ apa kau lupa aku siapa.. Na Song Joong Ki.. Song Hye Jin leader’s oppa.. Nae dongsaeng Super Girls’s leader, HyunAh Super Girls member.. Apanya yang aneh kalau aku mencari nya” cerocosku asal

“Arraaayo hyung, tapi itu bukan alasan kau mencari HyunAh noona.. Dan lagi bukannya kau sibuk shooting?? Kenapa masih sempat kemari mencari noona..”

“Eishh, sudah jangan banyak tanya” sahutku kesal

“Joong Ki Oppa?” tiba-tiba aku mendengar suara dari yeoja yang aku cari

“Hyun~”

“Noona~ sejak kapan kau dekat dengan Joong Ki hyung? Kok aku tidak tahu? Noona benar dekat dengan Hyung? Apa hubungan noona dengan hyung sampai-sampai Top Actor yang sedang sibuk shooting pun menyempatkan datang kemari untuk noona. Hyung~ jangan-jangan.. Yang dimaksud oleh In Sung Hyung dan Kwang Soo Hyung itu HyunAh noona??”

“Ya~!!” / “Kyung Soo ya~” sahutku dan HyunAh bersamaan

“Eishh, anak kecil pergi saja sana~” usirku

“Catch you later Kyung Soo ya~” tak sepertiku, HyunAh mengusir Kyung Soo dengan halus

“Eiyyhh Hyuung~! Noona~! Arasseooyo” Kyung Soo meninggalkan kami dengan kesal

“So, Joong Ki oppa~ ada yang bisa ku bantu?” tanya HyunAh begitu Kyung Soo pergi

“Eiyyhh Hyun~ kenapa formal sekali begitu~”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Memelukku mungkin?” respon ku atas pertanyaan HyunAh sambil merentangkan kedua tangan ku

“Oppa~”

“Shireo? Mencium pipiku mungkin?” respon ku selanjutnya sambil menyodorkan pipiku

“Ya~”

“Yaa~?? Begitu caramu berbicara pada oppa?”

“Aniyo Oppa~ Mianhaeyo.. Maksudku cukup bercandanya..”

“Huh aneh padahal aku tidak sedang bercanda”

“Kenapa Oppa datang ke SM?”

“Bogoshipo”

“Aigoo~”

“Tidak percaya?”

“Aku kan sudah bilang, sudah cukup bercanda nya Oppa~”

“Aku kan sudah bilang aku tidak sedang bercanda.. Tak bisakah kau merespon dengan ‘bogoshipo do’?”

“ ….. “

“Kenapa kau tiba-tiba tidak membalas chat ku dan kemudian telpon mu tak bisa dihubungi?”

“Ah~ mianhaeyo oppa, battery ku habis dan aku tak membawa charger”

“Aigoo Hyun~ Kalau pertanyaan begini kau selalu menjawab tapi pertanyaan-pertanyaan pentingku tidak kau jawab.. Aku tanya bagaimana kalau denganku saja, kau diam.. Aku bilang kangen padamu, kau tak merespon.. Bagaimana jadinya jika aku bilang aku cinta padamu..”

“Oppa!!” pekik HyunAh sambil membekap mulutku dan mendorong ku ke samping agar kami tertutup oleh pilar tinggi yang menghiasi lobby SM

“Wae~” kata pertama yang keluar dari mulutku begitu HyunAh melepaskan tangannya

“Ini ditempat umum, bagaimana jika ada yang mendengar candaanmu”

“Sudah aku bilang aku tidak bercan- “ kalimatku terputus begitu aku melihat semu merah di wajah HyunAh

“Kata-kata ku yang mana yang kau takut terdengar orang?” tanyaku lembut sambil menatap mata HyunAh

“Eo?” jawab HyunAh tidak siap

“Emm ‘bagaimana kalau denganku saja?’ kata-kata yang itu kah?” tanyaku sambil mendekatkan wajahku ke wajah HyunAh

“Eo?” respon HyunAh yang mulai salah tingkah

“Emm ‘bogoshipo’? tanyaku sambil menarik pinggang HyunAh agar ia mendekat

“Opp oppa~”

“Atau ‘aku bilang aku cinta padamu’? tanyaku lagi sambil menarik HyunAh semakin dekat ke pelukanku

“Oppa~”

Aku mendekatkan wajahku ke wajah HyunAh dan semu merah di wajah HyunAh semakin jelas

“Sebentar lagi ulang tahun ku dan tak lama setelah itu aku akan pergi shooting di luar negri selama satu bulan.. Apa kau tidak mau merayakan ulang tahunku?”

“Eo? Eo okay..” HyunAh semakin gugup di pelukan ku

“Kau tidak bertanya aku mau kado apa?”

“Eo? Eo.. Oppa mau kado apa?”

Aku mendekatkan bibirku ke telinga HyunAh

“Semalam bersamaku? Otte?” bisikku

“ ….. “

         ‘Haruman nibangui chimdaega dwegoshipo~ oh baby~’

Aku merasakan handphone HyunAh bergetar seiring dengan lagu Hug mengiringi padahal aku sedang berusaha mendekatkan bibirku ke bibir HyunAh

“Opp Oppa~ handphone ku berbunyi” kata HyunAh menghentikan usahaku

Aku menghela nafas

“Tak bisakah kau abaikan saja?”

“Mianhaeyo”

“Nugu? Yonghwa? Joon?”

“Aniyo”

“Lalu kali ini siapa? Yoochun?”

“Yunho Oppa”

“Bukannya dia sedang wajib militer?”

“Aku menyimpan nomor telpon regu nya”

Mau tak mau aku melepas pelukan ku, ingin rasanya aku membuang jauh-jauh handphone HyunAh.. Benda satu itu selalu menggangguku.. Mungkin lain kali aku harus menyembunyikan benda menyebalkan itu ketika aku sedang bersama HyunAh

“Oppa~” panggil HyunAh setelah ia menutup telpon nya

“Aku harus pergi.. Yonghwa oppa dan Joonie oppa sudah menungguku diluar. Kami akan mengunjungi Yunho oppa”

“Tto? Yonghwa dan Joon? Plus sekarang Yunho..” tampaknya mereka adalah PR pertamaku jika aku ingin bersama HyunAh

“Mianhaeyo., Oppa~”

“Araseo, Ka~” jawabku dengan nada kecewa tanpa menatap HyunAh

HyunAh bergegas pergi meninggalkanku yang masih terdiam bersandar pada pilar, meratapi kegagalanku kesekian kali nya

~chu~ tiba-tiba aku merasakan kecupan di pipiku, aku menoleh dan melihat HyunAh dengan nafas yang tersengal-sengal

“I’ll call you later.. Jangan marah padaku.. Annyeong” seru HyunAh malu-malu kemudian melarikan diri

“Jangan lupa jawab pertanyaanku yang terakhir!” teriakku pada HyunAh yang sudah sampai di pintu lobby dengan senyum lebar menghiasi wajahku