Conversation
 
By @gurlindah93
 
“Eoh….”

image

“Oppa oppa oppaaaaaaa….. Sedang apa? Oppa tidak ada jadwal kan hari ini?” tanya MinAh pada kakaknya begitu Jungsoo mengangkat teleponnya.

“Eoh, tapi aku sedang menyetir pulang ke rumah,” jawab Jungsoo pendek.

“Rumah? Rumah siapa?”

“Rumah kita, Park MinAh. Memang rumah siapa lagi?” nada suara Jungsoo terdengar kesal dengan keterlambatan adiknya dalam memahami perkataan Jungsoo.

“Oh…”

“Wae geurae?” Jungsoo merasa ada yang tidak beres dengan adiknya setelah mendengar komentar super pendek yang tidak biasanya dilontarkan MinAh.

MinAh menghela nafas panjang. “Aku ingin bercerita sesuatu pada oppa.”

“Baiklah.. Telepon aku satu jam lagi, okay?” pinta Jungsoo.

Tanpa menjawab MinAh langsung menutup teleponnya.

“Park Jungsoo! Apa kau tidak sadar kalau adikmu ini sedang ingin mencurahkan perasaannya?” teriak MinAh pada smartphonenya yang tidak bersalah.

Segera saja MinAh beranjak dari sofa di ruang TV dorm menuju kamarnya, dia mengambil sebotol wine lalu kembali ke sofa tempatnya duduk sejak 3 jam yang lalu.

Hari ini tidak seperti member yang lain, MinAh sedang tidak ada jadwal apapun sehingga dia menghabiskan waktu sendirian di dorm.

“Aku akan menghabiskanmu,” bisik MinAh pada botol yang tidak berdaya saat MinAh membuka dengan paksa tutupnya lalu langsung meminumnya tanpa basa-basi.

MinAh berhenti setelah pusing mendera kepalanya, dia terkejut karena tanpa sadar dia sudah menghabiskan ¾ isi botol yang sebelumnya tidak pernah MinAh lakukan seumur hidupnya.

“Pantas saja kepalaku pusing,” gumam MinAh kemudian meletakkan botol di meja. Tidak sengaja MinAh melihat smartphonenya yang ada di sebelah botol. Dengan menahan rasa sakit di kepalanya dia melihat jam di smartphonenya.

“Masih lama” gerutu MinAh.

Karena tidak sabar menunggu, MinAh mengambil smartphonenya dan memutuskan untuk menelepon Jungsoo, tidak peduli apa yang sedang Jungsoo lakukan. Langsung saja dia menekan nomor paling atas yang ada di recent calls, berharap kakaknya mau mengangkat telepon.

“Eoh…” sapa sang penerima telepon.

“Oppa oppa oppaaaa… ” seru MinAh senang.

“Wae?”

“Jungsoo oppaaaaa” panggil MinAh sekali lagi.

“Mworago?”

“Jangan tutup teleponnya!” ujar MinAh cepat.

“Omong-omong oppa sedang ada di mana? Kenapa berisik sekali sih?” tanya MinAh karena mendengar latar suara yang sangat berisik.

“Cafe… Wae geurae?”

“Cih, tadi katanya mau pulang ke rumah. Pembohong…Ya sudah aku akan mulai ceritanya ya….”

“…………………”

“Mmmm.. Sebenarnya aku berharap oppa datang ke dorm lalu kita minum wine bersama sambil mendengarkan ceritaku. Wine mahal ini seharusnya untuk Eric oppa, oleh-olehku dari Prancis. Tapi tidak jadi kuberikan, saat ini aku sedang tidak ingin bertemu dengannya.”

“Wae?”

“Nah, ini yang akan kuceritakan pada oppa. Tapi oppa janji jangan menceritakannya pada siapapun ya.. Eomma, appa, member Super Girls, manager oppa, terutama Eric oppa.”

“Okay.”

“Geurae. Oppa diam saja, dengarkan saja aku. Aku tidak butuh komentar dari oppa, aku hanya ingin hal yang mengganjal di hatiku ini kubagikan ke orang lain. Okay?”

“Eoh.”

“Good.. Jadi, aku pernah berjanji pada diriku sendiri kalau aku tidak akan pernah menonton drama Eric oppa. Aku tidak ingin melihat Eric oppa mencumbu atau berada di ranjang dengan wanita lain, rasanya seperti melihatnya berselingkuh dengan mata kepalaku sendiri.. Huh! Eh tapi Eric oppa tidak tahu hal ini, aku selalu memberinya alasan kalau aku tidak tertarik dengan cerita drama-dramanya. Untungnya Eric oppa mengerti dengan alasan yang kubuat-buat……”

Cerita MinAh berhenti saat dia tiba-tiba bersendawa.

“Hahahahahahahahaaaa..”

“Yaaaaaaaa~ Park Jungsoo! Diam kau! Haiiisshhh” hardik MinAh. Baru beberapa saat kemudian tawa yang MinAh dengar akhirnya berhenti.

“Arra arra… Lanjutkan.”

“Dasar…. Kulanjutkan ya.. Drama Eric oppa kali ini membuatku penasaran. Ceritanya dan karakter Eric oppa sungguh menarik dan belum pernah kulihat sebelumnya. Ditambah lagi, Eric oppa terlihat sangat mengagumkan di drama itu. Seksi sekali….” senyum di bibir MinAh merekah saat mengatakan itu.

“Mwo?”

“Eung.. Aku suka style Eric oppa di drama itu, dia terlihat lebih muda, hehee. Singkat cerita, akhirnya setelah beberapa saat menyiapkan hati, jiwa, dan raga, aku menonton drama itu. Dan ternyata, aku suka dengan ceritanya, aku berencana untuk menontonnya sampai selesai. Segala sesuatu di drama itu benar-benar menghibur.”

Lalu MinAh terdiam sejenak.

 “Tapi, chemistry Eric oppa dengan Hyunjin sunbaenim bagus sekali, terlihat nyata. Mungkin karena Eric oppa dan Hyunjin sunbaenim pernah sama-sama berada di SM jadi tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk membangun chemistry. Dan karena chemistry mereka yang bagus sekali itu, sejujurnya…. Aku cemburu dengan Hyunjin sunbaenim. Sangat cemburu,” lanjut MinAh lirih. Dia menghela nafas dalam-dalam.

MinAh tidak percaya kalau dia menceritakan hal ini pada orang lain walaupun orang itu adalah kakaknya sendiri.

Semua orang mengenal MinAh sebagai wanita yang jarang merasa cemburu pada wanita lain, tapi saat ini dia sedang mengakui kalau dia sedang cemburu pada lawan main kekasihnya. Sungguh kekanakan.

“Eeeerrrgghhh” tiba-tiba kepalanya terasa semakin pusing.

“Gwenchana?”

“Eung.. Hanya semakin pusing…”

“Kenapa tidak minum air jeruk? Kau selalu meminumnya kalau sedang mabuk”

“Aku sedang malas membuatnya… Ohya oppa, ingat ya, jangan sampai Eric oppa tahu hal ini. Aku bisa sangat malu kalau sampai dia tahu…”

“MinAh….” seseorang menepuk pundaknya.

“Aaaaaaaaaaacccckkkkkkk!!!!!!” teriak MinAh saat melihat orang yang menepuk pundaknya barusan.

“Wae? Wae?”

“Jung… Soo… Op.. Pa?” MinAh hampir pingsan saat menyadari siapa yang berdiri di hadapannya.

“Eoh… Wae? Kenapa mukamu pucat? Kau mabuk ya?” Jungsoo melirik ke arah botol wine yang hampir habis lalu memperhatikan wajah MinAh yang pucat pasi.

“Heol.. Lalu….. Siapa yang bicara denganku di telepon?”

“Molla… Memangnya kau menekan nomor telepon siapa?”

“Aku rasa aku menekan nomor paling atas di recent calls… Nomor oppa…”

“Nomorku?” Jungsoo menatap MinAh dengan bingung.

“Tolong aku oppa, tolong lihat siapa yang sejak tadi kuajak bicara..” pinta MinAh, nada suaranya terdengar bergetar, dia menyerahkan smartphonenya ke Jungsoo dengan jantung yang berdetak kencang.

Jungsoo menerima smartphone adiknya lalu melihat caller idnya.

“Eric…. Hyung….” jawab Jungsoo pelan.

Selama sepersekian detik MinAh merasa nyawanya melayang entah ke mana.

“Andwaeeeeeeeeeee!!!!!” disertai teriakan yang mampu membangunkan tetangga, MinAh berlari ke kamarnya lalu menguncinya.

“MinAh! Ada apa? Apa yang terjadi padamu?” Jungsoo menggedor-gedor kamar MinAh, tidak memahami apa yang sedang terjadi.

“Yoboseyo… Yoboseyo…”

“Ah.. Ne hyung… Sudah dulu ya hyung, aku akan mencari tahu dulu ada apa dengan adikku. Nanti aku akan menelepon hyung lagi. Mianhae.. Saranghae…” langsung saja Jungsoo memutuskan sambungan telepon lalu mulai menggedor-gedor lagi pintu kamar MinAh untuk meminta penjelasan dari adiknya.

***

Di sebuah cafe di daerah gangnam, Eric tersenyum-senyum sendiri sambil membaca naskah yang ada di tangannya.

“Ada apa oppa? Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Seo Hyunjin, lawan main Eric di drama ‘Ddo, Oh Haeyoung’.

“Ani. Hanya saja aku baru  mendengar sebuah rahasia besar, hahahaa. Ayo kita latihan adegan selanjutnya” ajak Eric.

Di dalam kepalanya, Eric sedang menyusun rencana untuk menggoda MinAh habis-habisan besok.

***
Thanks for reading ^^