Selamat membaca:)

Love is not about finding the perfect guy.
Love is about seeing the imperfect as the perfect one – Kang Hamun

“Siang ini mau makan dimana? Aku akan mentraktir kalian karena minggu depan aku akan menikah,” ujar kapten kesatuan Donghae di tempatnya wajib militer.

Semua orang tampak senang dan berpikir tempat mana yang harus mereka kunjungi. Donghae pun demikia, namun pertimbangannya dalam memilih restaurant tersebut adalah Hamun. Donghae segera mengirim message ke multichat dirinya dengan Hyejin, Minah, Hyunah, Jihyo. Mereka hafal semua jadwal Hamun melebihi manager mereka.

Donghae: “Ladies, Hamun-ku hari ini jadwalnya apa saja?”

Jihyo: “Hari ini Hamun syuting untuk iklan terbarunya, oppa,”

Hyejin: “Waeyo?”

Donghae: “Tidak apa-apa. Kenapa kau selalu ingin tahu, sih, Hyejin?”

Minah: “Dia syuting di daerah Dongdaemun, oppa,”

Donghae: “Terima kasih, Minaaaah!! Info yang sangat membantu!”

Hyunah: “Oppa, apa kabar? Semoga kau baik-baik saja”

Hyejin: “Aku harus menjaga Hamunku. Dia belum benar-bnar sehat. Nanti dia sakit lagi”

Donghae: “Aku baik-baik saja Hyunah! Terima kaish banyak sudah bertanya tentang kabarku tidak seperti teman-temanmu yang lain”

Jihyo: “Kau menyebalkan oppa, aku left saja group ini kalau begitu”

Jihyo has left

Minah: “Aku juga”

Minah has left

Donghae invite Minah and Jihyo

Jihyo: “Yaa! Oppa!”

Donghae: “Kalian tidak boleh left. Kalian sumber informanku. Kalian tahu sendiri Hamun cukup sering menyembunyikan sesuatu dariku karena ia tidak mau membuatku khwatir”

Hyunah: “Ahahaha, kalian ini. Sudah-sudah”

Hyejin: “Cih, dasar sombong”

Donghae: “Jangan terlalu khawatir dengan Hamun. Aku akan menjaganya. Bye yeojadul!”

“Hyung, bagaimana kalau kita makan di daerah Dongdaemun?” usul Donghae.

“Boleh juga, kajja, kita kesana,” kata kapten itu.

*****

Setelah mereka makan siang bersama, mereka berbincang-bincang tentang beragam topik. Saat itulah, Donghae tiba-tiba minta izin untuk ke kamar mandi. Meskipun begitu, ia tidak benar-benar ke kamar mandi. Ia pergi ke kasir untuk memesan Americano kesukaan Hamun dan pasta.

“Apakah ini untuk Hamun?” tanya pria tampan yang menjadi petugas kasir itu sambil memberikan pesanan Donghae. Donghae tersenyum hanya karena mendengar nama itu disebutkan.

“Bagaimana kau tahu?” tanya Donghae.

“Aku fansnya Hamun. Aku tahu semua tentangnya,” balas pria itu datar, tidak ramah sama sekali. Donghae tersenyum melihat hal tersebut, ia sudah sering mendapat perlakuan seperti ini dari fans-fans Hamun. “Awalnya aku tidak suka Hamun berpacaran denganmu, tapi kau sepertinya pria yang baik,” katanya.

“Terima kasih karena mempercayakan Hamun padaku. Aku akan menjaganya dengan baik,” ujar Donghae padanya.

*****

Tidaklah susah bagi Donghae untuk menemukan Hamun yang sedang syuting di tengah jalan sekitaran Dongdaemun (sebelumnya ia sudah bertanya dengan sangat mendetail pada manager Hamun).

“Wah, wah, lihat siapa yang datang dengan seragam polisinya ini,” ujar seseorang. Donghae menoleh dan mendapati Kang Minhyuk disana. Ia langsung memeluk salah satu dongsaeng kesayangannya itu.

“Aku tak menyangka kau syuting juga. Kau tidak banyak menyentuh Hamun, kan?” tanya Donghae dengan wajah yang sangat serius.

Minhyuk tertawa dengan keras melihat sikap Donghae. “Ani, kami syuting di scene yang terpisah jadi aku tidak bersentuhan dengannya, hyung. Ah, apa aku mengusulkan hal itu pada sutradara?” ujar Minhyuk yang memang sengaja mau mengganggu Donghae. Minhyuk kembali tertawa saat melihat ekspresi Donghae.

“Hamun, sepertinya akan selesai sebentar lagi. Oppa duduk dulu saja,” kata Minhyuk yang sudah memberikan kursi lipatnya untuk Donghae.

“Gomawo. Mianhe, aku hanya membawa makanan untuk Hamun. Aku tak tahu kau disini soalnya,” kata Donghae yang Minhyuk respon dengan senyuman.

“Cut!” seru sutradara itu diiringi oleh tepuk tangan dari kru lainnya. Saat Hamun sibuk dikipasi, seseorang memanggilnya, “Hamun.”

Hamun menoleh dan senyum secara reflek terkembang di wajahnya. “Oppa!” seru Hamun yang tidak menyangka kekasihnya datang kesini di tengah kesibukannya. Donghae tersenyum melihat wajah Hamun itu.

Hamun menghampiri Donghae. Ia mengusap pipi kekasihnya itu lalu berjinjit untuk mengecup pipi Donghae. “Oppa, kenapa kau bisa sampai sini? Kau sangat sibuk, kan? Tidak seharusnya oppa mengunjungiku seperti ini,” kata Hamun khawatir.

“No matter how busy my day may be, because I really love you, I’ll always find time for you,” ujar Donghae yang membuat senyum Hamun kembali terkembang.

“Gomawo, oppa,”

“Duduk sini, Hamun. Aku sudah membelikan makanan untukmu,”

“Waa, spaghetti!” seru Hamun. Ia segera memakan makanan itu dengan lahap. Senyum Donghae terus terkembang melihat Hamun yang sedang makan. Ia mengelus kepala Hamun dan meyampirkan rambut Hamun ke belakang telinga gadis itu.

“Ini minumnya,” ujar Donghae sambil memberikan Americano yang ia pesan untuk Hamun.

Hamun tertawa saat melihat tulisan di gelas Americanonya. “Namaku Haejin. Aku menyukaimu. Tapi sepertinya aku tidak bisa mengalahkan pacarmu ini. Semoga kau berbahagia dengannya.”

“Kau tahu, ia sangat menyukaimu sampai tahu apa favoritmu. Ia juga sangat tidak ramah padaku tadi,” cerita Donghae yang membuat Hamun tertawa makin keras.

“Mianhe, oppa,” kata Hamun.

Donghae tersenyum padanya, namun tiba-tiba ia mengecup bibir Hamun. “Yaa, oppa! Banyak orang!” seru Hamun yang kaget.

“Ada saos di ujung bibirmu tadi,” kata Donghae tanpa rasa bersalah.

Hamun kembali makan sambil mengajak Donghae berbicara. “Oppa, Soompi baru mengadakan survey ‘The most perfect celebrity in Korea’, oppe mendapat peringkat dua,” jelas Hamun.

Donghae tertawa mendengar cerita Hamun itu. “Mereka tidak benar-benar mengenalku berarti,”

“Ne, aku setuju. Mereka tidak tahu kalau Lee Donghae itu sangat childish, mudah cemburu, mudah khawatir, mudah menangis, dan keras kepala,” sahut Hamun.

“Yaa, yaa, Hamun. Kau kecewa aku tidak perfect seperti yang dikatakan orang-orang?” tanya Donghae.

Hamun menggeleng sambil memberikan senyum terbaiknya pada Donghae. “I saw that you were perfect so I loved you. Then, I saw that you were not perfect and I love you even more,”

Donghae sangat bahagia mendengar ucapan Hamun itu. Ia kembali mencuri ciuman di bibir Hamun. “Yaa! Oppa!”

“Hamun-ah, jangan salahkan aku. Ada saos lagi di ujung bibirmu,” ujar Donghae sambil tertawa.

“Kalau sehabis ini ada saos lagi dibibirku, oppa katakana saja padaku. Jangan menciumku lagi,” gerutu Hamun.

“Kau tahu apa lagi kekuranganku yang belum kau sebutkan?” tanya Donghae.

“Memangnya ada?” tanya Hamun sambil berpikir.

“Aku suka menganggumu,” jawab Donghae yang disetujui oleh Hamun.

“Benar! Akhir-akhir ini kau sangat usil oppa!” seru Hamun. “Untunglah oppa sadar,” lanjutnya.

“Karena itu…..” kalimat Donghae terpotong karena ia kembali mengecup bibir Hamun. Kali ini lebih lama dari kecupan yang tadi. “Aku akan tetap menciummu meskipun kau melarangku atau meskipun tidak ada saos dibibirmu,” lanjutnya sambil tertawa melihat wajah Hamun yang bersemu merah setelah ia cium.

“Oppa!!”

*****

Hyejin: “Lihat ini”

Hyejin sent a picture

Jihyo: “OMO! OPPA!”

Minah: “Donghae menemani Hamun saat syuting. Saat break, Donghae mencium Hamun beberapa kali. Luar bisa caption foto itu”

Hyunah: “Oppa, berhenti menganggu Hamun kami! Kau membuat wajahnya memerah sampai seperti itu!”

Hyejin: “Kalian harus lihat ini”

Hyejin sent a video

Jihyo: “Luar biasa fancam ini. Oppa! Kau keterlaluan! Jangan mengeksploitasi Hamun kami!

Hyejin: “Lain kali kalau mau bermesraan tolong ingat tempat, oppa”

Donghae: “HAHAHAHA! Bagus sekali fotonya dan videonya! Terima kasih Hyejin! Aku akan menyimpannya. Mianhe, kalau sudah bertemu Hamun aku tidak bisa menahan diri. Terima kasih bantuannya! Jalja!

Donghae has left

Hyejin: “Luar biasa pacar magnae kita ini. Setelah kita bantu, ia langsung meninggalkan kita begitu saja”

Jihyo: “HAHAHAHAHA! Dasar oppa!”

Minah: “Kita harus laporkan ini pada Hamun”

Hyunah: “Lain kali, begitu Donghae oppa invite kita di multichat, kita langsung left saja. Setuju?”

Hyejin: “Sangat setuju! HAHA!”

Jihyo: “Lihat ini, eonnidul. Hamun meninggalkan komentar di page voting Soompi”

Jihyo sent a picture

Minah: “He’s not as perfect as you think. But love is not about finding the perfect guy.
Love is about seeing the imperfect as the perfect one. Kang Hamun. Wah, Hamun luar biasa”

Hyunah: “Hahaha, Hyejin, kau dimana? Hamun baru saja pulang. Minah, Jihyo, ayo ke kamar Hamun. Aku mau mengganggunya”

Hyejin: “Tunggu aku. Jangan tinggalkan aku. Aku sudah minta Kyuhyun menyetir dengan cepat”

END.

Makasih yang sudah bacaa!!^^ If you don’t mind, would you like to leave your comments here?