October 2015

‘Yoboseyo?’

‘Hyun~’

‘Eo oppa?’

‘Bogoshipo’

‘Kau mulai lagi’

‘Aigoo Hyun, tak bisakah kau bilang kau juga rindu padaku?’

‘Mian’

‘Kau benar-benar tidak rindu padaku rupanya’

‘Bukan begitu, oppa~’

‘Jadi kau rindu padaku??’

‘Okay.. Sedikit’

‘Aigoo, Hyun~’

‘Hehe’

‘Apa kau senang membuatku seperti ini?’

‘Huh? Memang apa yang kulakukan padamu, oppa?’

‘Kau benar-benar tidak sadar?’

‘Mwo?’’

‘Isshh! Lagipula, bagaimana bisa kau tak menghubungiku sama sekali?’

‘Aku tidak mau mengganggumu, kau kan sedang shooting’

‘Setelah malam itu,, bagaimana bisa kau-‘

‘Oppa~’

‘Waee?’

‘Bagaimana jika ada yang mendengarmu disana?’

‘Biarkan saja, apa yang salah dengan semalaman bersama seorang yeoja’

‘Orang lain bisa salah sangka kalau begitu caramu berbicara, oppa`

‘Itu fakta, kita memang bersama malam itu, Jung Hyun Ah’

‘Yaa~!’

‘Benar kan?’

‘Oppa~ keuman.. kita kan hanya melihat bintang malam itu’

‘Hanya?? Apa itu tidak berkesan Hyun?’

‘Anii~ bukan itu maksudku oppa’

‘Tunggu aku kembali ke Seoul akan aku berikan malam yang tak bisa kau

lupakan, Hyun’

 

               “Noona~!”

 

‘Hyun, suara siapa itu?’

 

               “Noona~ bisakah kau ambilkan baju yang berwarna biru tadi?”

               “Noonaaaa~ Eodi??”

 

‘Joongki Oppa, I’ll call you later’

‘Hyun? Yoboseyo? Yoboseyo?’

 

Isshh, bagaimana yeoja ini bisa menutup telponku begitu saja.. Siapa namja itu? Apa katanya? Ambilkan baju? Aisshh sedang apa HyunAh sekarang.. Noona? Berarti dia bukan Yonghwa, Joon, Yunho ataupun Yoochun.. Aigoo namja mana lagi itu.. Ayo cepat angkat telponku.. kenapa tak juga angkat telponku.. Aigoo Jung HyunAh, Jung HyunAh.. Astaga masih juga belum bisa dihubungi..

 

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

‘Yoboseyo?’

‘Ya~!! Jung Hyun Ah! Neo eodi? Sedang apa? Bersama siapa?’

‘Joongki Oppa~’

‘Bagaimana bisa kau menutup telponku, selama satu jam tak angkat telponku’

‘Oppa~ Jjamkanman.. Astaga 50 missed call??’

‘Hyun~!’

‘Kau belum take? Tidak lanjut shooting?

‘Bagaimana bisa aku take?? Cepat jawab aku Hyun~’

‘Sabaarr.. kau bahkan lebih seram daripada Yonghwa dan Joonie oppa’

‘Hyun~ aku serius, cepat jawab. Neo eodi? Sedang apa? Bersama siapa?’

  

               “Noona~! Bagus yang mana?”

               “Noona~ Kau sedang telpon siapa sih?”

 

‘Jangan coba tutup telponku Hyun!’

 

               “JJamkanman, noona telpon dulu. I’ll be back”

               “Arasseo

 

‘Minhyuk.. Kang Minhyuk CN Blue..’

‘Eodi?’

‘Aigoo~ relax oppa, aku sedang di mall menemaninya mencari baju’

‘Astaga Hyun!’

‘Wae? Kau kira aku macam-macam?’

‘Siapa dia?’

‘Dia sudah seperti nae dongsaeng sama seperti Minho’

‘Minho??’

‘Choi Minho, SHINee’

‘Aigoo.. Sebenarnya ada berapa namjadeul sih disekelilingmu?!’

‘Wae?’

‘Tidak bisakah hanya aku?’

‘Aaahh~ kau marah padaku?’

‘Ani~ Kalau aku marah padamu kau pasti membiarkanku begitu saja’

‘Good boy’

‘Mwoyaa ige~’

‘Oppa~ listen to me..’

‘Eo? Eo..’

‘Jangan berpikir macam-macam, walaupun disekelilingku banyak namja tapi

di hatiku hanya ada satu namja. Sering-sering telpon aku, awas kalau kau

menelponku kurang dari 3x sehari! Take care, eat well. Aku tau ada goddess

disana but don’t flirt! Araseo? Cepat pulang, akan kutagih janjimu, another

night with you. Annyeong oppa, nan bogoshipo ddo!’

 

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

HyunAh menutup telponnya, meninggalkan kehangatan di hatiku dan senyum lebar di wajahku.

Jung Hyun Ah, that lady, jjinnjaaa jjinnjaa membuatku jungkir balik

Apa yang harus kulakukan padanya

Apa jadinya aku tanpanya

 

-to be continue-