Secret Love Song 

By @gurlindah93 

Sudah 3 tahun aku bekerja sebagai fashion stylist Eric Mun, aktor dan leader idol group berumur 18 tahun, Shinhwa. 

Lalu sudah 2 tahun aku menjalin hubungan dengan pria yang baru saja kusebutkan namanya tadi. 

Secara diam-diam. 

Saat boss sekaligus kekasihku itu menyatakan cintanya 2 tahun yang lalu, aku benar-benar terkejut. 

Bukan, bukan karena aku tidak percaya kalau ada orang terkenal yang jatuh cinta padaku. 

Tapi karena dia adalah orang pertama yang membalas perasaanku. 

Seumur hidupku, beberapa kali aku pernah merasakan jatuh cinta pada seorang pria. Hanya saja pria-pria tersebut mencintai gadis yang namanya bukan Park MinAh. 

Jadi ketika pria yang sudah kusukai sejak pertama kali aku menatap matanya menyatakan perasaannya, tidak perlu waktu lama bagiku untuk menerimanya. 

Walaupun aku tahu, akan ada banyak hal yang tidak bisa kami lakukan demi menjaga kerahasiaan hubungan kami. 

***

“Bagaimana desain terbarumu? Sudah kau kirimkan pada mereka?” tanya Eric saat aku membetulkan kerah bajunya. 

“Eung.. Aku disuruh menunggu 1 minggu karena mereka harus memilih 10 desain yang akan masuk final,” jawabku. 

Aku paling suka saat Eric melakukan sesi wawancara dengan media online, tidak terlalu banyak orang yang datang jadi kami bisa berbicara berdua saja selama beberapa menit seperti saat ini. 

“Sabar saja, aku yakin mereka akan memilih desainmu.” 

“Tapi oppa tahu kan, pasti ada ribuan orang yang mengirimkan desainnya agar dipilih sebagai pegawai magang di Balmain,” ujarku sedikit mengeluh. 

“Dengarkan aku, kau harus lebih percaya pada kemampuanmu sendiri. Buktinya kau berhasil meraih predikat juara 2 national young designer award tahun ini. Dan aku, Eric Mun, sangat bangga pada prestasi Park MinAh,” tangannnya membelai punggungku dengan lembut. 

Aku menatapnya dengan penuh rasa terima kasih. 

“5 menit lagi interview dimulai,” kata manajer Eric yang tiba-tiba masuk. 

Otomatis aku menjauh dari Eric, berpura-pura mengambil jam tangan yang kurasa cocok dengan tema busananya hari ini dan memakaikannya ke pergelangan tangan Eric dalam diam. 

“Sudah selesai kan?” tanya manajer Eric padaku. 

“Ne..” jawabku lemah. Sesungguhnya aku masih ingin mengobrol dengan Eric. 

Eric melirikku setelah menyadari nada bicaraku. 

“Baiklah, katakan pada mereka aku akan segera keluar.” 

Begitu manajernya keluar Eric langsung menarikku ke dalam pelukannya, “Mianhae,” bisiknya lalu secepat kilat melepaskan pelukannya. 

Dan tanpa kuduga Eric menciumku selama sedetik kemudian keluar ruangan. 

Aku yang tidak menyangka akan menerima ciumannya di tempat selain apartmentnya hanya bisa terpaku. 

“Park MinAh, apa kau akan mendekam di sini?” tanya manajer Eric yang tiba-tiba datang untuk mengambil smartphonenya. 

“Ani.. Aku akan segera keluar,” jawabku lalu mengikutinya keluar. 

Di luar, interview sudah berjalan dengan lancar. Eric menjawab semua pertanyaan dengan pasti dan penuh percaya diri. 

“Baiklah, sekarang kita menuju pertanyaan terakhir.. Eric Mun-ssi, apa ada seseorang yang mengisi hati Eric-ssi saat ini?” tanya reporter Kim penasaran. 

Selama 2 tahun, baru kali ini aku mendengar pertanyaan seperti ini dilontarkan secara langsung di hadapanku. 

Eric terlihat sangat tenang menghadapinya, dia tersenyum lalu melirik ke arahku sambil pura-pura berpikir. 

“Girlfriend? Eobseoyo..” jawab Eric santai. 

“Aaahhh sudah kuduga Eric-ssi akan menjawab seperti itu. Baiklah kalau begitu tolong sampaikan sesuatu untuk calon istri Eric-ssi,” pinta reporter Kim. 

“Hmmmmmmm baiklah.. Untuk calon istriku di luar sana, aku harap kau percaya kalau aku akan selalu mencintaimu. Dan aku ingin kau juga percaya pada kemampuanmu sendiri karena apapun yang terjadi aku pasti akan mendukung dan bangga padamu. Ingatlah, begitu aku menemukanmu, aku tidak akan melepaskanmu. Believe me.” 

Seketika itu aku memegang gelang bertuliskan ‘Believe’ yang Eric berikan padaku di perayaan hari jadi kami yang pertama. 

“Waaaahhh pasti beruntung sekali gadis yang akan menjadi istri Eric-ssi.. Kudoakan semoga Eric-ssi segera menemukannya,” ucap reporter Kim dengan antusias. 

“Gamsahamnida…” sekali lagi Eric melirikku sebelum bersalaman dengan reporter Kim. 

***

Aku sedang membuat desain baru yang akan kusertakan ke lomba desain di Jepang saat smartphoneku berbunyi. 

Eric Mun-ssi: Sorry for not being a good boyfriend today. I know that precious girl like u deserve a better guy… 

Me: It’s okay, oppa.. I only deserve u.. 

Eric Mun-ssi: Though I feel sorry because we couldn’t do all the things that normal couple would do, I won’t let u go.. Ever.. 

Me: Believe me.. I’m yours.. 

Eric Mun-ssi: I love u 

Me: I love u too Eric Mun-ssi! Good night 

Aku langsung menghapus pesan kami seperti yang selalu kulakukan lalu melanjutkan desain yang deadlinenya 2 hari lagi sambil bersenandung mengikuti lagu yang diputar di radio. 

‘Oh, why can’t you hold me in the street? 

Why can’t I kiss you on the dance floor? 

I wish that it could be like that 

Why can’t it be like that? 

‘Cause I’m yours 


Why can’t I say that I’m in love? 

I wanna shout it from the rooftop 

I wish that it could be like that 

Why can’t we be like that? 

‘Cause I’m yours’ 


Enjoy ^^