Hyejin tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika Kyuhyun memberitahu bahwa ia punya tujuh hari kosong tanpa jadwal yang bisa mereka gunakan untuk berduaan 24 jam sehari penuh tanpa tenggat yang biasa mengejar-ngejar mereka saat berkencan di hari yang penuh jadwal. Namun, Hyejin seketika tertegun saat Kyuhyun memberitahunya bahwa mereka akan pergi ke Jeju melalui Busan dengan menggunakan transportasi umum bernama kereta dan kapal feri.
“Tidak. Aku tidak setuju. Lebih baik aku naik pesawat kelas ekonomi daripada harus ke Busan dulu dengan kereta lalu menyebrang ke Jeju dengan menggunakan kapal feri. It’s a BIG NO from me. Kau tahu aku mabuk laut.”

“Tapi tidak seru kalau kita naik pesawat. Aku ingin cari pengalaman baru.”
Pasangan itu kembali pada hobi lama mereka yang tidak akan pernah hilang sampai kapanpun. Berdebat.
“Kyu, kau hanya punya dua pilihan. Ke Jeju naik pesawat atau tidak sama sekali?”
“Kau menyebalkan,” gerutu Kyuhyun pelan namun pendengaran Hyejin yang tajam mampu mendengarnya.
“Apa kau bilang? Aku menyebalkan?” Kyuhyun tidak menggubrisnya.
“Baiklah. Yang kau keluhkan hanyalah mabuk laut. Kalau begitu kita ke Jeju naik pesawat dari Busan. Dari Seoul ke Busan kita tetap naik kereta. Ok? Sepakat?”
Hyejin menimbang-nimbang sejenak tawaran Kyuhyun yang tampaknya tidak terlalu buruk. Naik kereta masih jauh lebih baik daripada naik kapal di tengah laut, meski itu kapal pesiar sekalipun. Hyejin tidak akan pernah mau.
“Sepakat.”
Kyuhyun tersenyum puas meskipun cita-citanya untuk berada di tengah-tengah laut selama enam jam terhempas begitu saja dan ia melanjutkan dengan rencana selanjutnya. “Yang kedua, kita tidak akan menginap di hotel bintang lima yang biasa kita pesan. Kita akan menginap di hotel murah yang…”
“Selama ada AC, TV dan kamar mandi yang bersih, aku tidak keberatan.”
“Tidak ada kolam renang?”
“Tidak masalah. Aku berani bertaruh, kau tidak akan mengizinkan aku berenang. Kau pasti akan mengunciku di bawah tubuhmu sepanjang hari. Iya kan?”
Sebuah seringaian nakal terbentuk jelas di bibir Kyuhyun. “Memangnya kau pikir, aku mengajakmu pergi untuk apa? Menghitung jarak antara Seoul dan Busan? Tentu saja aku aku akan menguncimu seharian. Di bawah tubuhku dan tanpa pakaian. Dengarkan itu baik-baik.”
Hyejin hanya tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan Kyuhyun yang ingin terdengar seperti peringatan namun Hyejin menganggapnya tidak lebih dari gurauan.
“Apa masih ada yang ketiga, tuan Cho? Aku mau mandi lalu makan siang.”
Kyuhyun membuka lembar kelima catatan kecilnya yang penuh dengan tulisan yang tidak bisa dibilang bagus namun masih bisa dibaca. “Selama perjalanan, kita hanya boleh menggunakan kereta dan bis. Tidak boleh taksi kecuali jarak dekat dan kita sudah kelelahan. Aku tidak mau menyewa mobil di sana.”
Hyejin menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju. “Call. Dengan catatan, semua koper kau yang bawa.”
“Tentu saja. Memangnya sejak kapan kau yang mengangkat koper dan belanjaan meskipun itu milikmu sendiri?”
“Memangnya siapa yang suka menitip barang belanjaannya ke koperku? Sudah, aku mau mandi. Kau tidak mandi? Bukannya kau masih ada jadwal hari ini?”
“Sore nanti. Masih lama. Aku mau tidur lagi.”
Hyejin tidak mendebat. Ia tahu betapa lelah Kyuhyun dengan segudang jadwalnya sehingga ia rela membiarkan Kyuhyun tidur sepuasnya sampai manajernya yang datang membangunkan Kyuhyun dan mengingatkan pria itu bahwa ia masih punya kontrak menyanyi di sebuah acara milik perusahaan elektronik paling terkenal di Korea Selatan.
—–
Mentang-mentang tiket kereta Seoul-Busan yang tidak pernah habis terjual sepanjang sejarah karena jadwalnya juga ada setiap setengah jam, Kyuhyun tidak menentukan jam berapa mereka akan pergi ke Busan.

“Sebangunnya saja,” kata Kyuhyun saat tadi malam Hyejin menanyakan jam berapa mereka akan berangkat dan mereka benar-benar berangkat sebangunnya Kyuhyun di jam setengah 12 siang.
“Kita naik taksi kan ke stasiun?” Tanya Hyejin takut Kyuhyun memiliki ide gila untuk menaiki kereta dari stasiun terdekat apartemen mereka menuju stasiun Seoul.
“Kau yang pilih moda transportasi apa yang kau inginkan dari tempat ini ke stasiun. Aku akan mengikutinya.”
“Taksi,” ujar Hyejin singkat lalu menelepon kantor taksi langganannya untuk menjemput.
Tidak lama, taksi yang dipesan datang dan langsung menuju stasiun Seoul dimana KTX menuju Busan terparkir sempurna di rel-rel yang telah ditentukan. Kyuhyun mengeluarkan koper-koper dari dalam bagasi dan langsung menggeretnya menuju loket KTX untuk membeli tiket. Hyejin menyusul di belakang setelah membeli dua set makanan cepat saji di mini market terdekat.
“Kereta kita jam 12 tepat. Kita harus segera ke peron.”
Kyuhyun berjalan lebih dulu dan Hyejin menyusul dengan langkah-langkah panjang. Tepat ketika mereka tiba di peron, kereta yang akan mereka tumpangi datang. Meskipun sejak sampai stasiun, Hyejin selalu berada di belakang tetapi untuk urutan masuk ke dalam kereta, Kyuhyun mempersilahkan wanita untuk masuk lebih dulu.
“Tempat duduk nomor berapa?” Tanya Hyejin sambil mencari nomor kursi yang terletak di bagian kabin atas.
“4A dan 4B.”
Dengan cepat, Hyejin menemukan tempat duduk mereka. “Di sini,” kata Hyejin yang langsung mengambil tempat duduk di dekat jendela dan membiarkan Kyuhyun menata dua koper mereka di tempat penyimpanan barang.
“2,5 jam. Apa yang aku harus aku lakukan bersamamu?” 
“Berciuman?”
“Apa kau sudah gila?”
Kyuhyun tertawa sendiri mendengar ucapannya barusan. Ia memang candu akan bibir Hyejin tapi bukan berarti ia tidak akan berpikir ribuan kali untuk melumatnya selama 2,5 jam di dalam sebuah kereta. Meskipun mereka berada di kelas utama.
“Mana makananku? Aku lapar.”
Dengan cepat, Hyejin mengosongkan kantung plastik mini marketnya dan meletakkan set makanan Kyuhyun di hadapan calon pemakannya. “Kau tidak makan?”
“Aku kan sedang diet. Kau lupa?”
“Lalu buat apa kau beli dua set?”
“Siapa tahu kau belum kenyang dengan satu set.”
Kyuhyun hanya tertawa lalu menyantap makan siang seadanya. “Kau memang jenius. Sangat cepat memahami arti Honeymoon on Budget,” kata Kyuhyun yang satu suap lagi berhasil menghabiskan set makanan tersebut.
“Karena itu kau menikahiku kan? Karena aku begitu mudah memahamimu.”
“Aku benar-benar ingin menciummu.” Kening Hyejin berkerut tanda tidak setuju. “Tapi aku lebih menginginkan set makanan kedua yang kau beli. Hitung saja aku sarapan sekaligus makan siang.”
“Tidak heran kau makin gendut seperti ini. Seharusnya kau bisa mengontrol nafsu makanmu dan banyak olahraga,” protes Hyejin yang tetap menggeser set makanan kedua dari hadapannya ke hadapan Kyuhyun yang langsung dengan lahap porsi keduanya.
“Oh ya, kenapa kau setuju dengan ide jalan-jalanku kali ini. Kau tidak takut lagi?”
“Diketahui publik maksudmu?” Tanya Hyejin yang begitu menikmati perjalanan kali ini meski baru berjalan sejam dan hanya dihabiskannya dengan menatap Kyuhyun melahap makan siangnya. “Kau akan melindungiku kan? Membelaku mati-matian?”
“Tentu saja.”
“Kalau begitu, aku tidak khawatir. Tapi selamanya mulutku tidak akan memberikan konfirmasi.”
“Begitu sampai di hotel, aku mau mengonfirmasi apa mulutmu masih menggairahkan atau tidak.”
Hyejin tersipu malu mendengarnya seolah ini pertama kali Kyuhyun menggodanya. “Aku mau ke toilet dulu.”
Hyejin pergi ke toilet sambil memperhatikan penumpang lain yang punya kesibukan masing-masing termasuk tidur. Ada satu penumpang yang menjadi fokus matanya. Seorang gadis yang sedang cekikikan sendiri sambil mengetikkan kalimat panjang di ponselnya. Hyejin berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas.

KYUHYUN’s FORUM (FANACCOUNT)
KyuILoveYou posted on 12.15 pm

Aku pikir aku sedang bermimpi saat ini. Aku satu KTX dengan Cho Kyuhyun!! Ya Tuhan!! Ini salah satu hari terbaik yang pernah aku jalani seumur hidupku. Aku punya waktu 2,5 jam penuh untuk memperhatikannya dari jarak yang sangat dekat. Aku merasa sangat beruntung!

Kalian harus tahu, ia akan bepergian ke Busan dengan kekasih-yang-selalu-disangkalnya, Song Hyejin. Mereka terlihat sangat mesra. Aku juga bisa mendengar obrolan mereka yang agak menjurus. Aku rasa mereka lebih dari sepasang kekasih tapi aku tidak peduli. Dia sangat tampan, ya Tuhan!

Hyejin kembali duduk ke tempatnya dan langsung memberitahu Kyuhyun keberadaan gadis yang duduk dua kursi di belakang Kyuhyun. “Kau punya fans di gerbong ini,” kata Hyejin dan Kyuhyun menoleh ke belakang untuk melihat gadis itu. Kyuhyun pun memberikan lambaian tangan ringan kepadanya.
“Aku yakin gadis itu berteriak histeris dalam hati dan menceritakannya ke dalam forum para penggemarmu.”
“Kau cemburu?”
“Tidak.”
“Kau cemburu.”
“Terserah. Aku mau tidur.”
Kyuhyun tertawa geli melihat tingkah Hyejin yang berusaha menyembunyikan perasaan cemburunya dengan tidur. Perlahan, Kyuhyun meletakkan kepala Hyejin di atas bahunya dan menyelipkan jemarinya di antara jemari Hyejin.
“Begitu sampai, aku akan langsung membuka website forum itu dan membaca sendiri apa yang mereka katakan setelah ini.”
Tanpa meminta izin atau memberi tanda-tanda, Kyuhyun mencium Hyejin tepat di bibir wanitanya dan terus mengecupnya meski Hyejin memberontak tak menginginkannya. “Aku mencintaimu,” ucap Kyuhyun diiringi senyuman jahil yang membuat fans di belakangnya nyaris menjerit.

KyuILoveYou posted on 13.40 pm

Kyuhyun menciumnya! Mereka pasti sepasang kekasih! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Kyuhyun dan Hyejin berciuman. Well, uri Oppa yang lebih dulu menciumnya dan memaksa untuk terus melakukannya. Hyejin terlihat menolak tapi ia terlihat menyukainya. Ya Tuhan, siapa yang tidak ingin berciuman dengan seorang Cho Kyuhyun! Astaga!

—-
Hyejin menjadi yang pertama bangun di dalam kamar sehingga ia tidak kehilangan kesempatan untuk melihat Kyuhyun tertidur pulas dengan mulut terbuka menghadap bantalnya. “Terlalu sayang untuk dilewatkan,” gumam Hyejin sambil mengambil foto Kyuhyun dengan kamera ponselnya.
“Habis mengambil fotoku diam-diam?”
Hyejin hanya menyegir lebar melihat Kyuhyun yang terbangun dengan mata yang masih terlihat sangat mengantuk. “Selamat pagi. Kemana kita hari ini?”
“Taejongdae.”
“Lalu?”
“Tidur. Aku masih sangat mengantuk.”
“Ya Tuhan, kau kan sudah tidur hampir seharian kemarin. Masih mengantuk juga?”
“Aku baru tidur jam 4 pagi, sayang.”
“Kenapa? Tidak bisa tidur?”
Kyuhyun tidak menjawab alasannya. Ia tidak akan memberitahukan kepada Hyejin dirinya tidak bisa tidur karena Hyejin. Wanita itu tidur dengan banyak gerakan dan tanpa sengaja menyentuh bagian sensitif Kyuhyun.
“Morning kiss,” kata Kyuhyun sambil memajukan bibirnya ke wajah Hyejin.
“Kau belum menjawab pertanyaanku. Kenapa tidak bisa tidur? Ada yang kau pikirkan?” Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Kau sakit?” Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya. “Lalu kenapa? Jangan membuatku khawatir.”
“Cium aku dulu sekali baru aku akan memberitahumu.”
Tanpa perlawanan, Hyejin meletakkan bibirnya di atas bibir Kyuhyun dan mencium pria itu dengan lembut. “Sekarang beri tahu aku kenapa kau tidak bisa tidur?”
Kyuhyun menegakkan tubuhnya dengan bersandar pada kepala tempat tidur. Dengan seringaian jahil, ia meminta Hyejin untuk kembali menciumnya. “Sekali lagi. Aku mohon.”
“Kau bilang hanya sekali, tuan Cho. Sekarang katakan padaku kenapa kau tidak bisa tidur?”
“Sekali lagi. Tolonglah.”
Mau tidak mau, Hyejin menempelkan lagi bibirnya dengan bibir Kyuhyun. Perbedaan dari ciuman pertamanya tadi hanyalah tangan Kyuhyun yang berada di tengkuk Hyejin untuk menahan posisi kepala Hyejin agar tidak menjauh. “Sekali lagi. Ya?”
“Cho Kyuhyun, kau…”
Tapi Kyuhyun tidak peduli. Ia pura-pura tidak mendengarkan protes Hyejin dan lebih memilih memfokuskan pikirannya untuk melumat bibir Hyejin sepenuh dan selama yang ia bisa lakukan. “Aku akan memberitahumu tapi kau harus janji tidak akan menertawakanku,” kata Kyuhyun setelah merasa puas menciumi istrinya.
“Aku janji tidak akan tertawa.”
“Kau pasti akan tertawa.”
“Cepat ceritakan padaku atau kita pulang ke Seoul sekarang juga.”
“Ancamanmu paling mengerikan.”
“Jadi, kenapa kau tidak bisa tidur?”
“Kau. Kau…bagaimana aku menjelaskannya? Ketika kau tidur, tidak sengaja kau memegang…kau tahu kan? Kau mem…”
Hyejin sudah nyaris meledakkan tawanya melihat Kyuhyun tersipu-sipu malu menceritakan penyebab ia tidak bisa tidur. “Kau kan bisa menyingkirkan tanganku. Kau saja yang tidak mau. Jadi itu salahmu bukan salahku. Ayo, bangun! Aku sudah tidak betah berada di dalam kamar. Hari ini kita akan jalan-jalan seharian penuh.”
“Aku tidak mau,” kata Kyuhyun yang dengan gerakan super cepat telah menarik Hyejin jatuh ke atas tempat tidur dan menguncinya dalam pelukan. “Kita tidak akan pergi kemana-mana hari ini. Kau…akan terus berada di sini.”
Hyejin mengikik geli mendengar rayuan suaminya yang sepertinya sudah ribuan kali dikumandangkan jika mereka sudah berduaan saja di satu kamar dan Hyejin selalu memiliki balasan yang juga tidak kalah sering ia ucapkan. “I’m yours,” katanya disusul dengan sebuah ciuman di belakang telinga Kyuhyun.
“Kau yang memulainya,” kata Kyuhyun yang dengan cepat bergerak dengan instingnya.
“Aku harap tidak ada fans yang menguntitmu sampai ke kamar ini. Aku tidak akan sanggup melihat fanaccount mereka.”
Kkeut!