​”KYAAAA!!! EONNIDEUUUUUL!!!” teriak Hamun histeris begitu menyalakan lampu dan melihat seseorang tak dikenalnya membuka sebuah ruangan yang diketahuinya sebagai kamar leader Super Girls, Hyejin, yang sudah lama kosong.

<–!more–>

MinAh, HyunAh, Jihyo dan Hyejin berhamburan keluar dari tiga kamar yanh berbeda dengan alat perlindungan masing-masing yang memang disediakan manajemen di setiap dorm artis-artis mereka. “Ada apa? Ada apa?” Tanya MinAh sambil melirik sekeliling apartemen dorm Super Girls yang sudah terang benderang dengan tangan kirinya yang kosong mencengkram ujung kaus HyunAh. Jihyo telah menyalakan semua lampu.
“Kenapa kau berteriak, magnae?” Tanya Jihyo.
“Ada seseorang masuk ke kamar Hyejin eonni. Aku tidak tahu siapa dia. Aku hanya melihatnya dari belakang,” jawab Hamun masih dengan rasa terkejutnya di hari yang sudah larut malam.
“Kamarku?” Hyejin melihat pintu kamarnya yang tertutup rapat yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan adanya kejahatan ataupun sesuatu yang mencurigakan.
“Laki-laki atau perempuan, magnae? Seperti apa ciri-cirinya?” Tanya HyunAh yang mulai merasa khawatir dengan penjelasan Hamun.
Hamun menggelengkan kepalanya. Ia tidak tahu persis karena saat ia menyalakan lampu, orang itu sudah masuk ke dalam kamar. “Aku hanya ingat dia memakai celana pendek dan kaus,” kata Hamun sangat umum.
MinAh yang masih dengan memegang ujung kaus HyunAh, Hamun, Jihyo dan HyunAh berdiri berdekatan menjauhi kamar Hyejin sedangkan Hyejin berjalan mendekati ruangan yang menurut keterangan Hamun dimasuki oleh orang asing. Sedikit cemas, Hyejin membuka pintu kamarnya dan memasuki ruangan tersebut. Keempat temannya menunggu di luar dengan tegang.
Hyejim berada cukup lama di dalam kamar sehingga membuat MinAh dan yang lain tidak lagi tegang tapi bercampur ketakutan. “Hyejin-ah! Kau baik-baik saja?” Tanya MinAh dengan suara yang tidak terlalu keras karena takut itu.
“Hyejin-ah!! Kau baik-baik saja kan?!” Tambah HyunAh yang akhirnya sedikit memberanikan diri untuk memajukan kakinya satu langkah.
Hyejin keluar dengan selamat. Tidak ada tanda-tanda penyiksaan di tubuhnya ataupun jiwanya. Ia terlihat normal. Berbeda dengan keempat temannya yang masih terlihat cemas. “Ada seseorang di sana, eonni?” Tanya Jihyo pelan.
Hyejin tidak menjawab. Ia menatap kepada Hamun dan bertanya, “Apa orang yang kau lihat tadi memakai kaus berwarna putih? Rambutnya coklat? Lebih tinggi dariku? Agak gendut?” Hamun menganggukkan kepalanya dengan ragu. Ia tidak ingat pasti tapi ciri-ciri itu tidak jauh berbeda dari ciri-ciri orang yang dilihatnya.
“Mungkin karena kau sudah terlalu lama tidak bertemu dengannya.”
Kening MinAh dan kawanan berdiri tegangnya mulai berkerut. “Siapa? Kau mengenalnya, Hye?” Tanya HyunAh.
“Tentu saja,” jawab Hyejin dengan santai. “Aku rasa kalian harus berkenalan lagi dengannya. Tapi, jangan terlalu ramai. Ia sedang sedikit sakit. Dan, jangan menyinggung soal pekerjaan. Dia sedang pengangguran sampai tiga minggu ke depan.”
MinAh, HyunAh dan Hamun bertanya-tanya tentang orang yang dimaksud oleh Hyejin. Berbeda dengan Jihyo yang sudah menghentakkan kakinya masuk ke dalam kamar Hyejin.
“YAAAK! KAU SUDAH MEMBUAT KAMI KETAKUTAN SETENGAH MATI TAHU!”
MinAh, HyunAh dan Hamun dapat mendengar teriakan Jihyo yang seperti sedang memarahi seseorang. Dari caranya berteriak, Jihyo pasti mengenal orang itu. “Dengar itu? Aku tidak keberatan jika kalian menambah dua atau tiga teriakan di kamar itu. Aku mau kembali ke kamar ya… Silahkan berkenalan dengan penyusup.”
HyunAh menjadi orang kedua yang melepaskan diri dari kawanan berdiri tegang dan masuk ke dalam kamar. “Astaga! Bagaiman aku bisa lupa?!” Gerutunya kesal kepada dirinya sendiri dan juga orang yang menjadi sumber kehebohan tengah malam di dorm Super Girls.
Hamun menatap MinAh dengan penuh tanda tanya dan begitu juga sebaliknya. “Kita ikut saja ke dalam, eonni,” kata Hamun akhirnya lalu menyusul masuk ke dalam kamar Hyejin diikuti oleh MinAh.
Di dalam kamar, terlihat Jihyo sedang menjambak rambut orang itu dengan gemas sedangkan HyunAh mengomel panjang lebar sekaligus memberikan nasihat untuk tidak membuat gempar rumah orang meski kau sudah seperti penghuni rumah itu sendiri. Hamun hanya bisa berkomentar, “Oh.” Ia kemudian meninggalkan kamar Hyejin dan kembali ke kamarnya untuk istirahat. MinAh?
Satu di antara lima anggota Super Girls yang mampu melakukan beberapa hal dalam satu waktu. MinAh. Ia melempari penyusup itu dengan bantal sambil mengomelinya dan kemudian meremas lengannya sambil mengoceh yang mana hanya MinAh dan dirinya sendiri yang tahu kata-kata apa yang keluar sangat cepat dari mulutnya itu.
“Nice to meet you again, girls. Long time no see!” Seru pria itu sambil tertawa meskipun rambutnya sudah mencuat kemana-mana akibat perbuatan Jihyo dan lengannya memerah bekas remasan MinAh. Telinganya? Tidak perlu dikhawatirkan. Ia sudah terbiasa mendengar ocehan dari wanita-wanita ini.
Kkeut!